Warna Sumut: Ekonomi
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Tuesday, January 12, 2021

Koordinator Presidium MN. KAHMI Viva Yoga Akan Membuka Dialog Awal Tahun Proyeksi Ekonomi Nasional 2021

warnasumut.com - Jakarta. Mengawali awal tahun 2021, Majelis Nasional KAHMI Pokja Omnibuslaw mengadakan dialog nasional bertema Pemulihan Ekonomi Nasional, pada hari ini, Selasa (12/1/2020).

Acara dialog di MN. KAHMI akan berlangsung pukul 13.00 16.00 secara off line dan online atau Wabinar, hal ini juga di benarkan langsung oleh salah satu Pengurus MN. KAHMI Dr.Lukman Malanuang saat media mengkonfirmasi terkait kegiatan dialog KAHMI Ini. 

" Acara dialog yang terkonfirmasi akan di hadiri kedua menteri yang juga sangat dekat dengan KAHMI, yakni Dr. Sofyan A. Djalil selaku Menteri ATP/Kepala BPN dan Menteri baru hasil Ressufle Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan serta Sejumlah Tokoh Nasional senagai Narasumber dalam kegiatan Dialog ini. Ujar Lukman Malanuang yang Juga Sebagai Moderator dalam Kegiatan Ini." Menurut DR.Lukman.

" Selain Kedua  Menteri juga hadir Tokoh nasional sebagai Narasumber Diantaranya Prof.Dr.Ir. Rokhmin Dahuri, MS, Kordinator Penasehat Menteri KKP, Ir.M.Zainal Fatah, Sekjen PUPR RI, Dr. Ridawan Jamaludin, Dirjen Minerba KESDM, Elen Setiadi, SH, Yudi Latief, Ph.D., Pemikir dan Prof.Dr. Suparji Ahmad, MH." Lanjut Dr. Lukman.

" Kegiatan dialog nasional in juga Akan di buka oleh Kordinator Prosedium Nasional MN.KAHMI Viva Yoga Mauladi yang juga mengikuti hingga selesai." Tutup Dr.Lukman Malanuang, selaku Moderator.

Sumber : Agus - Kilas Berita

Sunday, January 10, 2021

Udang Mulai Langka Di Bagan Deli, DEM Sumut Angkat Bicara Penyebabnya


warnasumut.com - Medan. Berdasarkan hasil survey Dewan Energi Mahasiswa Sumatera Utara (DEM SUMUT) pada Minggu (10/01/2021), di Bagan Deli, Medan Kota Belawan ternyata banyak hal yang kurang baik untuk dilihat dan perlunya tingkat kepedulian yang tinggi dari pemerintah setempat.  

Dalam survey yang dilakukan pada desa binaan tersebut sangat disayangkan ternyata banyak sampah yang hanyut dan terbawa oleh arus menuju ke laut lepas. Ternyata, sampah-sampah itu bukanlah 100% dari warga setempat. Melainkan dari hulu yang terbawa oleh arus dan menuju ke sungai.

Banyak sampah yang tersangkut di tanaman bakau yang berada di desa binaan tersebut. Namun, tidak sedikit juga yang terbawa arus hingga ke laut lepas. Tidak salah halnya jika ibu Susi selaku Mantan Menteri Kelautan menyatakan bahwa “Indonesia merupakan Negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, yang dimana sampah plastik ini sangat berbahaya” sesuai dengan berita di Kompas TV.

Bahkan saat ini juga banyak bentos yang telah hilang dari lingkungan setempat, dimana hal ini dikarenakan tingginya pencemaran yang terjadi. Berdasarkan tuturan dari Tok Anim (74) sebagai masyarakat setempat, mengatakan sampai saat ini tidak dapat kita pungkiri bahwasannya nelayan masih jauh dari kata kesejahteraan.

"Hal ini dikarenakan dari segi hasil dan cara pengolahan yang dilakukan seperti penjualan. Selain itu juga nelayan maksimal hanya dapat melaut paling lama adalah 20 hari. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya alat. Faktor lain yang membuat kurang sejahtera adalah susahnya mencari ikan atau udang-udangan seperti udang kelong. Saat ini untuk mendapatkan satu ekor udang kelong saja sangat sulit," ujarnya.

Selain itu juga, nelayan belum memiliki jaminan dalam pendapatan, beda halnya dengan mereka yang bekerja di daratan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, masyarakat setempat melakukan berbagai aktifitas dimana udang lipan yang dulu tidak laku dijual, tetapi saat ini sudah mulai dijual di sekitaran. 

"Namun, sangat disayangkan pencemaran yang terjadi bukan sekedar dari sampah plastik saja. Tetapi juga ditambah dengan banyaknya pertumpahan minyak berjenis solar dari perahu-perahu nelayan yang menyebabkan ekosistem mulai terganggu," urainya.

Sementara, menurut Gufron Ginting dari Human Resourch Departement DEM SUMUT menyampaikan kita selaku orang yang berpendidikan harus bisa memberikan edukasi terhadap apa dampak pencemaran yang terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. 

"Seperti yang kita ketahui bahwasannya ekosisten estuary memiliki karakteristik tertentu dan dipengaruhi oleh pasokan air tawar yang selanjutnya akan berhubungan bebas dengan laut terbuka. Jika system estuary tercemar maka sumber zat hara dan habitat makluk hidup seperti ikan dan udang-udangan juga akan hilang, begitu juga dengan sebaliknya. Berdasrkan studi banding yang saya lakukan di Merauke ternyata permasalahan sampah dan pertumpahan minyak terjadi dimana mana,” paparnya.

Dikatakannya, permasalahan pertumpahan minyak dan pembuangan sampah ke perairan juga terjadi di sekitaran pesisir Aceh dan Papua. Bahkan permasalahan ini sudah terjadi di setiap wilayah Indonesia. Sampah yang dibuang secara sembarangan akan hanyut ke laut lepas dan berdampak bagi komponen yang ada di lautan. Seperti yang kita ketahui untuk menguraikan satu sampah plastik saja membutuhkan waktu 10 hingga 1000 tahun, sedangkan untuk botol plastik membutuhkan waktu 450 tahun. Belum lagi ditambah dengan sampah-sampah lain seperti popok bayi, pembalut, kaleng, kaca, kain, sampah rumah tangga dan lainnya.

"Dalam hal ini, pelibatan masyarakat berkontribusi penting untuk menjaga serta melakukan rehabilitasi kawasan pesisir. Pelibatan tersebut meliputi persiapan program, implementasi maupun monitoring sehingga masyarakat merasa bertanggungjawab dalam rehabilitasi dan pemeliharaan lingkungan guna terciptanya lingkungan pesisir yang lestari. Namun, sinergi dan komunikasi yang baik antara pemerintah sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai pelaku sangat diperlukan untuk mengefektifkan pelibatan masyarakat ini," bebernya.

Masih kata dia, pastinya dalam melakukan rehabilitasi kawasan tersebut kita tidak bisa langsung meninggalkannya begitu saja. Tapi kita juga harus terus mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang bermanfaat agar tujuan utama kita bisa tercapai. Ketika laut kita bersih maka kita juga akan sehat. Oleh karena itu bijaklah dalam menggunakan berbagai hal dan pastikan itu tidak berdampak buruk bagi kita kedepannya seperti pencemaran dan pertumpahan minyak yang terjadi yang selanjutnya mematikan system estuary. 

"Semoga dengan ini bisa menjaga dan meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga laut kita. Karena permasalahan ini sudah terjadi di seluruh wilayah Indonesia," tutupnya kepada media ini. (Julian)

Thursday, January 7, 2021

Selidiki Kenaikan Harga Kedelai, Satgas Pangan Polda Sumut Turun Tangan

warnasumut.com - Medan. Naiknya harga kedelai mengakibatkan kelangkaan bahan baku pembuatan tempe dan tahu itu di tengah masyarakat.

Satgas Pangan Polda Sumut menyelidiki penyebab naiknya harga tersebut. Polisi telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Hal tersebut dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, dilansir dari Antara, Kamis (7/1/2021).

"Tim gabungan turun ke sejumlah pasar untuk menyelidiki penyebab kenaikan harga kedelai ini. Kami akan mencari tahu siapa distributor kacang kedelai untuk daerah ini," katanya.

Pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap distributor jika dengan sengaja mempermainkan harga kedelai, sehingga memicu kenaikan harga komoditi strategis itu.

"Kemudian, harga tahu maupun tempe di pasaran dapat kembali normal," ujarnya.

Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I mengingatkan importir dan pedagang tidak menahan stok dan mempermainkan harga jual.

"Perlu diingatkan karena hasil sidak (inspeksi mendadak) ke gudang importir di kawasan Mabar, Medan Deli sudah naik menjadi Rp 8.550 per kg dari sebelumnya Rp 7.600 per kg," ungkap Kepala Kanwil I KPPU, Ramli Simanjuntak.

Apalagi nyatanya harga kedelai di pasar jauh lebih tinggi dari harga di gudang. Jangan sampai harga terus melambung tinggi memanfaatkan pasokan impor yang ketat.

Kenaikan harga dan pasokan ketat sudah terjadi sejak awal Desember 2020, akibat adanya gagal panen di negara produsen Amerika Serikat dan Argentina. Serta harga shipping pengangkutan yang naik dan jadwal berubah-ubah.

"KPPU minta importir/distributor tidak mempermainkan pasokan maupun. harga dengan menahan stok dan membuat kesepakatan-kesepakatan harga jual," jelasnya.

Pihaknya akan terus mengawasi ketat perdagangan kedelai itu mengingat harga komoditas itu di pasar jauh lebih mahal.

Data yang dihimpun KPPU, stok termasuk yang bakal masuk cukup aman untuk memenuhi kebutuhan konsumen di Sumut yang sebanyak 58ribu ton per tahun.

Sumut, katanya, memang mengandalkan kedelai impor dan termasuk produksi dari Jawa karena produksi daerah tidak mencukupi kebutuhan. (Redaksi Warna Sumut)

Tuesday, December 29, 2020

Menpan RB: Gaji PNS Tahun Depan Paling Minim Naik Hingga Rp10 Juta

  


warnasumut.com - Jakarta. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo, rencana kenaikan Gaji PNS sudah sejak tahun 2020 ini, namun karena terkendala pandemi Covid-19, maka hal itu ditunda sementara waktu.


Kemudian Tjahjo juga mengatakan, kenaikan gaji PNS tersebut akan diberikan melalui tunjangan. Di mana, untuk posisi ASN yang paling bawah akan mendapatkan kenaikan tunjangan minimal Rp9 hingga Rp10 juta. "Insyaallah tahun depan, harusnya tahun ini karena ada pandemi Covid-19, tunjungan ASN juga kita tingkatkan maksimal. Jadi pegawai paling rendah ASN itu bisa minimal Rp9 hingga Rp10 juta," ujar dia, Senin (28/12/2020).


Tjahjo menegaskan, kenaikan tunjangan ASN tidak diikuti oleh kenaikan gaji pokok. Hal itu karena ada skema yang diberikan pemerintah berupa kenaikan dana pensiunan. Kenaikan dana pensiunan sudah dihitung oleh pihak Kemenpan RB dengan PT TASPEN (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri.


Selain peningkatan tunjangan kerja, Tjahjo mengatakan pihaknya bersama Kementerian Keuangan dan PT Taspen (Persero) juga berupaya meningkatkan uang pensiun ASN.

Tim

 

Thursday, December 17, 2020

Kinerja Stabil, Tugu Insurance Gelar RUPS-LB Dan PUBEX 2020


warnasumut.com - Jakarta. Ditengah dampak resesi ekonomi, pelemahan aktivitas bisnis, dan kondisi pasae modal yang tidak kondusif, ditambah lagi adanya penurunan harga minyak yang sangat signifikan disepanjang tahun ini, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) masih mamou mencatatkan Laba Bersih Tahun Berjalan Rp. 235,1 Miliar hingga akhir September 2020.

Perolehan kinerja positif ditengah krisis global akibat pandemi covid 19 diantaranya berkat kerja keras Emiten Anak Perusahaan BUMN PT Pertamina (Persero)yang berkode saham TUGU ini dalam mempertahankan renewal bisnis dengan loss rasio yang baik dan melakukan efisiensi beban usaha secara lebih optimal. 

Laporan posisi keuangan perusahaan juga masih kuat dengan nilai aset konsolidasian per September 2020 tercatat Rp. 20,2 Triliun dan ekuitas sebesar Rp. 8,39 Triliun dengan Risk Based Capital (RBC) sebesar 396,8% masih jauh diatas ketentuan minimal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) IKNB yang sebesar 120%.

Hingga periode triwulan III-2020, Tugu Insurance mencatatkan pencapaian secara konsolidasian yakni premi bruto sebesar Rp. 4,57 Triliun, hasil underwriting sebesar Rp. 388,41 Miliar dan hasil investasi sebesar Rp. 218,5 Miliar. Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna saat ditemui di Jakarta usai penyelenggaraan event Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dan Public Expose (PUBEX) Tugu Insurance 2020 pada 16 Desember 2020, menuturkan " Perusahaan kami memang turut mengalami dampak atas krisis global pandemi Covid 19, namun kami sangat bersyukur bahwa kerja keras kami masih menghasilkan pencatatan laba maupun kinerja yang positif, dan meningkatkan outlook perseroan menjadi "stable" disamoing mempertahankan selama 5 tahun berturut- turut peringkat Rating Internasional "A- (Excellent)" dari A.M.Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian"

Tugu Insurance terus melakukan ekplorasi terhadap produk dan layanannya untuk bisa mengambil kesempatan memberikan perlindungan pada bisnis-bisnis yang baru bertumbuh baik disektor korporasi maupun retail terutamanya di era #NewNormal, bersam Tugu Group mauoun Pertamina Group, Tugu Insurance selalu mengedepankan sinergi bisnis untuk saling melengkapi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Indra juga menambahkan, " digitalisasi proses secara internal akan terus ditingkatkan Tugu Insurance, secara konsisten kami terus berinovasi dalam berbagai hal terutamanya teknologi untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan serta kepuasan bagi para pelanggan pada saat bertransaksi. Sebagai contoh adalah oroses pembelian hingga klaim asuransi kendaraan bermotor yang saat ini sudah bisa dilakukan secara seamless menggunakan mobile application". (Red-WarSu)

Saturday, December 5, 2020

650 Batang Pohon Pepaya Milik Petani Pak Asmadi Di Rusak OTK


warnasumut.com - Langkat. Sungguh Malang nasib yang di alami Pak Asmadi Petani pepaya di Dusun Teladan Desa Pantai Cermin kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara yang satu ini. Kenapa tidak, Petani pepaya ini berharap hasil panen pepayanya bisa membuahkan hasil, ternyata gagal, tepatnya Jumat (04/12/2020) malam, ladang Petani ini entah siapa pula Pelakunya membabat ladang pepayanya Rusak.

Pohon pepaya seluas 8 rante milik Pak Asmadi yang berjumlah 650 batang pohon pepaya dalam satu malam punah di babat Orang Tak di Kenal (OTK), pepaya yang di tanam habis tumbang semuanya, tak bersisa satu pun, lahan pertanian pepaya Pak Asmadi di babat habis.

Sementara itu Ibuk Wagiyem Istri dari Pak Asmadi sang petani pepaya menanggis tersengkuk  melihat kondisi kebun pepayanya hancur tumbang di rusak Orang yang tidak bertangung jawab, harapan saya dengan hasil ini nantinya dua bulan mendatang mau panen,  bisa buat  biayaya melanjutkan anak saya sekolah ke Perguruan Tinggi, tapi tidak mungkin semua nya sudah hancur berantakan, apa lagi Kami  harapankan Katanya. (Tim-WarSu)

Saturday, November 14, 2020

UPAYA PENANGANAN COVID 19 DI WILAYAH KODIM 0208/AS


warnasumut.com - Kisaran. Semenjak virus corona mewabah di seluruh dunia yang indikasinya diawali dari daerah Wuhan Cina, penyebaran virus ini tidak menunggu waktu lama menyebar diseluruh dunia dan tidak terkecuali di Indonesia.  

WHO memutuskan bahwa Virus Corona yang tengah mewabah saat ini merupakan virus yang membahayakan dan ini  bisa dikategorikan sebagai pandemi global.


Direktur Jenderal WHO  Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan, "jumlah infeksi di seluruh dunia mencapai lebih dari 121.000 dan  terdapat 4.373 korban meninggal, dengan 66.239 lainnya dinyatakan sembuh.
Peningkatan penularan  hingga 13 kali lipat, dengan jumlah negara yang terinfeksi meningkat tiga kali lipat", jelasnya pada konferensi pers yang berlangsung  Rabu (11/3/2020) .

Indonesia yang juga mengalami penyebaran virus corona (Covid 19), resmi ditetapkan sebagai bencana nasional. Penetapan status bencana nasional itu tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam dan Penyebaran Covid-19 Sebagai Bencana Nasional.


Dalam keppres diatur bahwa penanggulangan bencana nasional akibat Covid-19 dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 atau sesuai dengan Keppres Nomor 7 Tahun 2020 sebagaimana diubah dengan Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui sinergi antar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Jumlah pasien positif corona di Indonesia hingga saat ini mencapai 457.375 orang. Dari jumlah tersebut, 15.037 orang meninggal dunia, dan 385.094 pasien dinyatakan sembuh. (Sumber data : Covid19 - 13/11/2020)

Menyikapi data kasus covid 19 diatas serta adanya kebijakan dan adanya payung hukum dari pemerintah, Kodim 0208/AS sebagai bagian dari TNI, mempunyai tugas pokok dan diatur dalam UU no 34 tahun 2004 yang salah satunya adalah OMSP dimana dalam poin ke-12 disampaikan *"Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan"*, maka Kodim 0208/Asahan melakukan berbagai upaya membantu Pemerintah dalam Penanganan Covid 19.

Akibat dari Pademi Covid 19, segala aspek kehidupan berdampak buruk, sehingga pemerintah baik dari pusat sampai dengan daerah banyak membuat kebijakan baru untuk tujuan yang sama yaitu penanganan Covid 19. Kebijakan baru dan sinergitas antar lembaga juga dibangun agar tetap bahu membahu, berinovasi serta bekerjasama.

Sebagai satuan kewilayahan, Kodim 0208/AS tidak tinggal diam melakukan upaya penanganan covid 19, seperti halnya Komandan Kodim 0208/AS Letkol Inf Sri Marantika Beruh, S.Sos mengeluarkan perintah lisan bagi seluruh personil dan satuan jajarannya, personil jaga untuk tetap melaksanakan patroli tanpa senjata ketempat-tempat keramaian agar menyampaikan secara humanis pada masyarakat supaya tetap disiplin mengikuti Protokol Kesehatan serta membubarkan kegiatan yang telah melebihi ketentuan waktu yang diatur oleh pemerintah setempat. Sementara pada waktu pagi sampai dengan sore, personil yang jaga agar secara bergantian melaksanakan edukasi kepada masyarakat tentang covid 19. 

Selain perintah pelaksanaan patroli dan edukasi oleh personil jaga yang dikeluarkan oleh Komandan Kodim 0208/Asahan Letkol Inf Sri Marantika Beruh, S.Sos, inovasi berupa pemanfaatan lahan idur yaitu menjadikan lahan yang tidak digunakan menjadi kolam ikan lele, bantuan sosial akibat dampak covid 19 juga dilakukan seperti pembagian paket sembako, pembagian masker serta komunikasi sosial dengan pemerintah untuk tujuan menjalin kerjasama dalam penanganan covid 19.

Segala upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat dan daerah, lembaga-lembaga pemerintah dan institusi lainnya tentunya bertujuan untuk penanganan covid 19 dengan harapan agar pademi covid 19 tidak terlalu berdampak buruk bagi masyarakat pada khususnya dan negara secara umum.

Namun segala upaya yang dilaksanakan tidak akan mencapai hasil yang maksimal jika masyarakat tidak mengerti, memahami dan melaksanakan segala bentuk upaya tersebut. Untuk itu perlu kesadaran dan kerja sama dengan masyarakat untuk tetap disiplin melaksanakan anjuran Protokol Kesehatan.

(Red-WarSu)

Monday, November 2, 2020

PMII Sumut Menyoroti Kebijakan Pemerintah Tentang Peningkatan Daya Saing UMKM


warnasumut.com - Medan. pengurus kooridnator cabang pergerakan mahasiswa islam Indonesia Sumatera Utara menyoroti terkait kebijakan pemerintah provinsi sumatera utara tentang peningkatan daya saing UMKM di Sumatera Utara dimana mahasiswa NU ini sangat mengapresiasi kebijakan tersebut 2/11/2020

Azlan selaku ketua PMII SUMUT juga menilai dalam situasi pandemi covid 19 sekarang dan ditengah upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional yang secara marathon memberikan bantuan dengan berbagai jenis yang dapat meringankan beban masyarakat seperti peningkatan jumlah bantuan kepada penerima bantuan keluarga harapan dan lain lain

Pemulihan ekonomi nasional juga harus dibarengi dengan penguatan ideologi negara kesatuan Republik Indonesia agar tidak terjadi tumpang tindih antara kebijakan ekonomi dengan ideologi negara, BPIP sebagai lembaga yang di percaya dalam penafsiran PANCASILA harus mampu mengemban amanah tersebut tegas azlan

"Dalam kondisi tersebut pemerintah juga mempunyai PR besar untuk menarik para investor agar mau memutar uangnya di Indonesia, jangan gara gara pandemi masyarakat banyak yang tidak mempunyai pekerjaan, dengan disahkannya UU Cipta kerja diharapkan mampu menyerap dan menggiring investor dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia


Selama satu Tahun, Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kita harus berikan masukan secara konstruktif supaya bisa mengontrol segala kebijakan yang ada, kita jangan mudah terprovokasi dengan pola penyampaian yang tidak beretika mari kita sampaikan secara santun kepada pemerintah agar tidak timbul stigma negatif kepada kita sebagai mahasiswa yang mengontrol dari luar tutup Azlan (Rizky Zulianda)

Thursday, October 29, 2020

Ngabalin Dukung IPJI Manfaatkan Uang Negara


warnasumut.com - Jakarta. Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) kian bertambah pasca HUT ke 21. Selain program Bea Siswa Mensarjanakan Jurnalis, juga mendapat restu dari Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP) membuat sebuah buku tentang kiprah IPJI selama 21 tahun mengarungi jagad Pers Indonesia.

"Maanfaatkan uang negara untuk membuat buku. Saya di kantor staf kepresidenan tahu persis posisi uang negara dapat digunakan untuk membuat buku," ujarnya meyakinkan yang disambut standing applaus seluruh hadirin baik yang offline maupun virtual di seluruh Indonesia.

"Hidup pak Ngabalin," pekik mereka antusias.


Bahkan bukan hanya restu. Lelaki kelahiran Fak Fak, Papua, yang lama nyantri di Gontor ini juga menyakini buku-buku yang dikeluarkan IPJI mendatang akan berkualitas.

"Dasarnya, karena usia IPJI sudah berusia 21 tahun. Bukan lagi kemarin anak sore," tandas Ngabalin, sehingga diharapkan punya dampak positif bagi anggota IPJI, masyarakat maupun berbangsa dan bernegara.

Seperti diketahui Ali Mochtar Ngabalin tampil dalam diskusi publik dalam bentuk webinar berlangsung pukul 20.00 - 21.00 tanggal 28 Oktober 2020, di Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Jakarta. Ngabalin melakukan webinar di kantor staf kepresidenan. Acara tersebut juga diikuti selain Pengurus DPP IPJI  juga  para Pengurus DPW dan DPC IPJI yang ada di Indonesia. Ikut juga sebagai peserta diskusi berbagai kalangan.     

Saat sesion tanya jawab, moderator Joseph Hutabarat SE, SH, MH meminta para peserta melakukan tanya jawab kepada Ngabalin. Di situlah gagasan muncul dari Agung Santoso, Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media (FKPRM), Jawa Timur.

"Saya mengusulkan agar IPJI membuat buku," jelas Agung, sekaligus menyebut dua buah judul yang bisa diwujudkan dalam waktu dekat ini.

Pertama, "Membangun Kembali Karakter Bangsa Menuju Indonesia". Kedua "Aku Lahir di Indonesia, Aku Bekerja di Indonesia, Aku Berkarya untuk Bangsa dan Negara.

Ajakan Agung ini mendapat respon positif dari Ketua Dewan Pembina DPP IPJI, Mayor Jenderal TNI ( Purn)  Hendarji Soepandji.         Dia mengajak seluruh anggota IPJI membuat tulisan-tulisan dan karya buku yang membumi, ikut berpartisipasi terhadap program-program pemerintah.

"Kegiatan ini bukan sebagai wacana. Tidak berhenti pada acara ini," ujar Hendarji yang dikenal sebagai mantan Dan Puspomad, sekaligus pemerhati budaya di Indonesia.

Ngabalin, yang diminta responnya oleh moderator, langsung merestui dan mendukung ajakan tersebut.

"Yang terhormat pak jenderal sekaligus senior saya, saya mendukung. Saya tahu persis uang negara yang bisa dimaanfaatkan untuk membuat buku," jelas Ngabalin.

Usai acara, Ketum IPJI Lasman Siahaan SH, MH dan Sekjen Prof Dr Suherman Saji yang juga Rektor UNIAT didampingi ketua Yayasan Attahiriyah kepada pers akan menindalanjuti restu dari Ali Muchtar Ngabalin soal pembuatan 21 tahun kiprah IPJI.

"Nanti kita buat tim kecil minggu depan agar secepatnya dieksekusi," jelas Lasman.

Sementara HM Ngabil Syatiri memberikan restu agar kampus Attahiriyah ini dapat dimanfaatkan sebagai rumah IPJI.

"Sebuah kehormatan saya diterima di keluarga besar IPJI. Terima kasih ketua teman-teman," ujar Nabil.
(Janri) - (Red-WarSu)

Tuesday, October 27, 2020

Presiden Jokowi Tinjau Pengembangan Food Estate Hortikultura dan Bagikan Sertifikat Tanah di Humbahas


warnasumut.com - Humbang Hasundutan. Orang nomor 1 di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo tiba di Bandar Internasional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (27/10/2020). Presiden bertolak ke Desa Riaria, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Di lokasi tersebut, Presiden Joko Widodo akan meninjau perkembangan pembangunan kawasan lumbung pangan (food estate) baru yang nantinya akan dikembangkan pertanian modern berbasis hortikultura.

Sebelumnya, dua kali Presiden Jokowi telah berkunjung ke kawasan pembangunan lumbung pangan Nasional di Kalimantan Tengah. Kalau di Kalteng untuk padi dan singkong, maka di Sumut ini yang dikembangkan pada tahap awal adalah hortikultura.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan Humbang Hasundutan dibangun sebuah kawasan hortikultura seperti bawang merah, bawang putih, dan kentang di atas lahan seluas 215 hektare. Kita akan lihat hasilnya dua sampai 2,5 bulan mendatang.

"Lumbung pangan ini nantinya mencakup lahan seluas 30.000 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatra Utara, yakni Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pakpak Bharat", ungkapnya.

Presiden Jokowi juga memberikan sertifikat tanah kepada masyarakat di Stadion Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul. Penerima sertifikat yang hadir sangat terbatas. Lantaran untuk menghindari kerumunan di tengah pandemik COVID-19.

 "Saya menyerahkan 22.007 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Termasuk di dalamnya 47 sertifikat untuk rumah ibadah, 1.236 sertifikat untuk aset dan barang milik negara, serta 87 sertifikat untuk bidang lahan di kawasan lumbung pangan di Humbang Hasundutan". tutur Presiden Jokowi.

Penyerahan sertifikat kali ini hanya dihadiri langsung oleh penerima dalam jumlah yang sangat terbatas. Sebagian besar penerima mengikutinya melalui konferensi video dari sejumlah titik di tempat terpisah.

Penerima lainnya akan hadir secara virtual. Selesai pembagian sertifikat, Presiden Jokowi dan rombongan akan kembali ke Jakarta. Rombongan yang ikut antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Thursday, September 17, 2020

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terancam Gulung Tikar

Foto : Dani Sartika (Pengusaha Tempe)

Warna Sumut - Deli Serdang. Naiknya harga kedelai dari Rp 6.500 per kilogram menjadi Rp 7.500 per kilogram membuat para perajin tempe di Kabupaten Deli Serdang kalang kabut, Dengan kenaikan harga kedelai yang cukup tinggi tersebut, mereka harus tetap berproduksi sebab konsumen hampir dipastikan selalu mencari lauk khas Indonesia ini.

Alhasil, untuk menyiasati supaya harga tempe tidak ikut melonjak, maka para produsen tempe mengurangi produksi Dan pengurangan ukuran tempe sekitar 1 sentimeter dari ukuran sebelum harga kedelai naik pun masih menyisakan masalah, Pasalnya, daya beli konsumen juga menurun akibat Pandemi Covid-19 Dan harga barang kebutuhan sehari-hari naik.

Harga kedelai naik bang, tapi kalau (harga) tempenya dinaikkan tidak laku. Terpaksa ukuran tempenya dikurangi, kata Dani Sartika, pedagang sekaligus pembuat tempe asal Desa Seintis, Jalan Wonoaji, gang Tempe, Kabupaten Deli Serdang, yang mengeluhkan kenaikan harga kedelai, Rabu (16/09/2020).

Rupanya kenaikan harga kedelai di Akibatkan Pandemi Covid-19 Dan pasar lokal juga diperparah oleh langkanya stok kedelai di Sumatera Utara, Akibatnya, beberapa perajin tempe Terancam Gulung Tikar, berhenti produksi hingga pengadaan bahan baku dan harga kedelai kembali normal seperti biasanya.

Melambungnya harga kedelai ini diduga karena imbas Pandemi Corona, Keluhan para perajin dan konsumen tempe ini seharusnya mejadi perhatian dari pemerintah. Sebab, tempe adalah komonitas utama dalam negeri, sebagai salah satu makanan asli Indonesia yang digemari seluruh penduduknya. Keberadaan dan kualitas tempe sebaiknya tetap terjaga supaya asupan nutrisi berprotein tinggi demi kesehatan bangsa juga turut terjaga.
(Rizky Zulianda)

Wednesday, July 29, 2020

Menjelang Lebaran Idul Adha, Harga Daging Sapi Di Medan Merangkak Naik



Warna Sumut - Medan. Harga Daging Sapi Di medan dan sekitarnya Bergerak Naik Menjadi Rp,130.000 Perkilogram (Kg) mendekati idul adha. 

Harga Daging Terus bergerak naik atau sudah Rp,130.000 perkilogram, Selasa (28/07/2020).

Harga Daging naik dari harga normal Rp,110.000 Per Kg, Karena Permintaan bnyak jelang mendekati Idul Adha, Menurut Pedagang di pasar kampung lalang, meski harga naik, permintaan daging sapi masi banyak peminat, dengan alesan untuk kebutuhan keluarga di lebaran Haji 2020.

Harga daging sapi di prediksi turun lagi setelah habis lebaran Haji karena permintaan sepi akibat banyak stok daging di tangan konsumen setelah pelaksanaan kurban.(Rizky Zulianda) 




Monday, July 27, 2020

Nilai Bantuan BLT Dana Desa Turun Sebesar Rp.300.000 Per Bulan

Istimewa


Warna Sumut - Jakarta. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa per 21 Juli 2020 telah mencapai Rp 10,83 triliun.

Menurut dia, sebanyak 81 persen keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa merupakan penerima yang baru pertama kali mendapatkan bantuan dari pemerintah. Mereka masuk kategori keluarga miskin, namun tidak terdata untuk mendapatkan jaring pengaman sosial.

Artinya, kebijakan BLT Dana Desa ini sangat tepat sekali. Karena kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas penerima BLT adalah masyarakat yang seharusnya mendapatkan jaring pengaman sosial, tetapi tidak terdata. Tetapi, akhirnya terdata di BLT,” kata Abdul Halim dalam konferensi pers terkait penyaluran BLT Dana Desa.

Abdul Halim menjelaskan, total keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa berjumlah 7.828.087 KPM, dengan nilai per bulan Rp 600.000 pada termin pertama tahap 1-3.

Kemudian, pada bulan pertama, telah disalurkan sebanyak Rp 4.696.852.200.000 atau Rp 4,6 triliun untuk tahap 1.

Untuk tahap 2 berjumlah 364.515 desa dengan total 6.757.859 KPM.

Kemudian bulan ketiga termin pertama sudah 35.857 desa yang tersalur, nilainya Rp 2,07 triliun, kalau yang bulan kedua Rp 4,05 triliun,” ucapnya.

Abdul Halim mengatakan, penyaluran BLT Dana Desa saat ini sudah masuk bulan keempat atau termin kedua.

Nilai bantuan tidak lagi sebesar Rp 600.000, melainkan Rp 300.000 per bulan. Kemudian, terdapat 645 desa yang sudah tersalurkan dengan nilai Rp 17,55 miliar.

Kita hari ini juga sudah ada yang salurkan pada bulan keempat, artinya sudah ada yang masuk termin kedua dengan nominal Rp 300.000 per bulan per KPM itu sudah 645 desa yang tersalur dengan nilai Rp 17,55 miliar," ungkapnya. (red-warsu) 

Saturday, July 11, 2020

Polisi Tangkap Orang Mati Sebagai Tersangka Kasus Kebakaran Kapal Tangker Jag Leela


Warna Sumut - Belawan. Masih ingat kasus kebakaran kapal tanker Jag Leela di galangan PT Waruna Belawan pada Senin, 11 Mei 2020 lalu.

Saat ini kasusnya disebut-sebut terancam dihentikan. Sebab, walaupun polisi mengaku telah menetapkan seorang tersangka, namun tersangka dimaksud justru sudah meninggal dunia.

Tersangkanya satu orang, berinisial S," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Selasa (7/7/2020).


Meski tersangka sudah meninggal dunia, polisi mengaku sedang melengkapi berkas perkaranya untuk diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut).

Sayangnya, polisi tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana status hukum bila tersangkanya sudah meninggal dunia.

Hanya saja, polisi mengatakan bahwa tersangka S yang sudah meninggal dunia dan tak jelas apa posisinya di kapal itu disangkakan Pasal 359 KUHPidana.S yang sudah meninggal dunia dianggap lalai, sehingga menyebabkan orang lain tewas.Bahkan, S diancam pidana lima tahun karena pasal tersebut.Penyidik sedang melengkapi berkas perkaranya," kata Nainggolan.

Sebagaimana diketahui, kapal tanker Jeg Leela tiba-tiba meledak saat diperbaiki di galangan kapal PT Waruna Kecamatan Belawan beberapa waktu lalu.

Atas kejadian itu, tujuh orang meninggal dan 22 orang lainnya mengalami luka-luka. Adapun ketujuh korban yang meninggal dunia di antaranya Imam Maulana (23) warga Jalan S Parman Kota Medan, M Nur Kasim Siregar (37) warga Hamparan Perak, Deliserdang.

Buchari (34) warga Labuhan Deli Medan Marelan, Iwan Setiawan Hasibuan (32) warga Kampung Kolam Kecamatan Belawan Kota Medan dan Sandi Nova (24) warga Kecamatan Medan Marelan Kota Medan.

Lalu, Bahtiar Asmawi Siregar (28) warga Hamparan Perak Deliserdang dan Iswondo (46) warga Jalan Prihatin Lingkungan 6 Kota Medan. (Rizky Zulianda)

Monday, June 15, 2020

Warga Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai Langkat Keluhkan Jalan Yang Tak Kunjung Di Perbaiki


Warna Sumut - Langkat. Ruas Jalan Rusak di Dusun Bangun Desa Telagah Kecamatan Sei Bingai kabupaten Langkat Sumatera Utara. Informasi yang di dapat wartawan warnasumut.com Laporan Warga mengatakan bahwa rusaknya Ruas Jalan menuju 3 Dusun ini belum pernah tersentuh aspal. Rusaknya Fasilitas Umum itu di keluhkan Warga. 


Sementara Ruas Jalan tersebut merupakan Akses Prekonomian Warga dan di Ruas Jalan tersebut Warga ingin anaknya berangkat atau pulang bersekolah mengecap pendidikan, Warga melintas lewat Jalan tersebut. Namun selama ini terkesan di biarkan oleh Pemerintahan Desa setempat.


Ruas Jalan rusak ini belum pernah di sentuh aspal kalau ingin ke pasar atau ke Kota harus melalui Jalan ini Karena tidak Ada jalan lain, sebab Ruas Jalan ini merupakan Jalan satu-satunya. Di akui bila saat kemarau panjang Ruas Jalan tersebut berdebu dan Ruas Jalan berbatu-batu, namum saat  musim penghujan datang kondisi Ruas Jalan licin dan becek. Sehingga sangat ber bahaya bagi Pengendera kenderaan roda dua yang melintas di Ruas Jalan di Dusun Bangun Kede Desa Telagah.


Dusun Pelajaren Desa Telagah 
Dusun Bangun Jahe Desa Rumah Galoh Ke camatan Sei Bingai kabupaten Langkat Sumut. Warga mengharapkan agar Pemerintahan Desa setempat memperhatikan kondisi Ruas Jalan di daerah itu.
(Rizky Zulianda)