Warna Sumut: Peristiwa
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Saturday, November 5, 2022

Salah Satu Adegan Film Layar Lebar 'Nariti' Merusak Budaya Adat Batak

warnasumut.com - Medan. Pro dan Kontra Film Layar Lebar 'NARITI' Romansa Danau Toba di Kota Medan yang membawa budaya Batak Film dengan Romansa Danau Toba, menuai adegan yang sangat aneh sangat tidak terduga.(5/11/22)

Diketahui bahwa syuting film layar lebar tersebut  ditayangkan dan mengambil lokasi syuting di seputaran lokasi Danau Toba, Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Kali ini salah seorang penonton bernama Jose Sidjabat (40) Warga Medan, merasa heran karena di salah satu adegan menunjukkan bahwa sang aktor utama Zoe Jackson duduk sambil termenung berdoa dengan mengenakan pakaian yang tidak seharusnya dipergunakan di rumah adat orang Batak, dan dengan adegan seperti itu apakah tidak dianggap tabu oleh masyarakat warga Kabupaten Samosir yang mayoritas penduduknya adalah beragama Nasrani??.

Hal tersebut dipertanyakan beliau langsung kepada awak media yang bertugas setelah Film Layar Lebar 'Nariti' tayang serentak, pada Kamis siang lalu, 3 November 2002.

"Ini sangat aneh dan tabu setau saya, kenapa ini bisa terjadi ya..??, Padahal Rumah Adat Batak Toba khususnya di Bonapasogit, itu sangat sakral dan pantang bagi kita orang Batak!!, saya pun mengajak kepada para Tokoh Adat Budaya Batak yang ada di seluruh Nusantara untuk menyaksikan langsung kontroversi yang ada di Film Layar Lebar 'Nariti' tersebut", ungkapnya.

Film Layar Lebar 'Nariti' Romansa Danau Toba yang diproduksi oleh MRG Film dan Diproduseri oleh Burhanuddin SE serta Ponti Gea, selanjutnya menuai Pro Dan Kontra bagi pecinta Film Layar Lebar Indonesia yang kisahnya ingin mengangkat budaya Batak, namun dalam cerita film tersebut terdapat banyak kejanggalan.

Lanjut, Kisah Film 'NARITI' Romansa Danau Toba ini pun dikatakan memiliki pesan moral yang sangat penting serta menyentuh bagi anak muda Millenial saat ini, dimana kisah film tersebut adalah cinta segitiga yang terlarang karena adat dan budaya.

Film Layar lebar 'Nariti' ini dibintangi oleh Zoe Jackson, Sebastian Stell, Paramitha Rusady, Asrul Dahlan dan yang lainnya.

Dengan harapan Pro Dan Kontra film layar lebar 'Nariti' ini supaya khususnya bagi orang Batak dapat betul-betul memahami apa yang sudah di adatkan turun temurun dari nenek moyang terdahulu tentang adat yang mana boleh dilakukan ataupun yang melanggar adat istiadat orang Batak itu sendiri. (Tim)

Tuesday, October 25, 2022

Dilaporkan Masyarakat Ke Kejaksaan Simalungun, Mantan Penghulu Desa Sinaman Labah Diduga Korupsi

warnasumut.com - Simalungun. Buntut tidak adanya kepastian hukum laporan dugaan korupsi, Kembali puluhan masyarakat Desa Sinaman Labah melakukan aksi unjuk rasa depan lapangan bola depan Kantor Desa Sinaman Labah. Senin 24/10/22.

Dalam aksi tersebut, masyarakat kembali menyuarakan agar dugaan korupsi yang dilakukan mantan Penghulu Nagori Sinaman Labah dapat diproses hukum, jika sampai berlarut-larut laporkan ke instansi terkait sampai ke APH tidak ada kepastian hukum, masyarakat mengancam akan kembali melakukan aksi unjuk rasa yang lebih besar ke Inspektorat, Kejaksaan dan Kantor DPRD Simalungun.

” Kami minta mantan Penghulu Nagori Sinaman Labah segera diproses hukum, segera lakukan pemeriksaan atas dugaan penggunaan anggaran dana Desa, teriak salahsatu pendemo saat itu.

Banyak tindakan yang dilakukan mantan Penghulu yang berdampak merugikan negara dan masyarakat, salahsatu nya adalah pengadaan bantuan Covid-19, pembagian BLT yang tidak tepat sasaran serta pembangunan menggunakan dana Desa yang tidak transparan, ketus warga.

Keluhan juga dirasakan oleh warga, dimana birokrasi pemerintahan tidak berjalan maksimal, yang mana seringnya keadaan kantor terlihat kosong dan tanpa aktivitas, mengakibatkan terlambatnya Masyarakat dalam mengurus segala keperluan di kantor desa.

Sekarang kita lihat kantor sering kosong, ditambah lagi sebagian staff Nagori sudah habis masa jabatannya, maka ini perlu mendapatkan perhatian agar tidak terjadi kekosongan, jelas salahsatu warga.

*Ini Tuntutan Masyarakat'

Dalam aksinya masyarakat mengatakan telah menyurati APH disini kejaksaan Kabupaten Simalungun untuk segera menindaklanjuti atau memproses RS mantan Penghulu Sinaman Labah  ke Proses Hukum. 

1. Untuk segera mengaudit, periksa pengadaan penyelenggaraan Nagori Siaga Kesehatan (PPKM) Covid-19 sebesar Rp.74.000.000. 

2.Dana Ketahanan Pangan Desa Sinaman Labah sebesar Rp 104.000.000

3.Pembagian Dana BLT Tahap II Tahun 2022 yang diduga tidak tepat sasaran 

4. Pekerjaan pembukaan lahan untu jalan dari Pargatapan menuju Nagori di Dusun Kampung Baru tidak sesuai. 

5. Penggunaan Dana Covid-19 diduga adanya penyimpangan

6. Audit proses penyaluran pemberian makanan. tambahan untuk masyarakat yang diduga sarat penyimpangan. 

Sementara RS mantan Penghulu Desa Sinaman Labah saat dikonfirmasi ke 0812.63XX,XXX, nomor handphone yang bersangkutan tidak aktif. 

*Ini Kata Camat Dolog Masagal* 

Drs Jondey R. Saragih Camat Dolog Masagal membenarkan indikasi adanya penyimpangan anggaran dana desa, bantuan dana PPKM dan Pertanian yang dilakukan RS mantan Penghulu Desa Sinaman Labah. 

Ianya menerangkan kepada awak media, jika kasus ini sudah ditangani pihak Inspektorat Simalungun, " Inspektorat sudah melakukan pemeriksaan, dan meminta kepada mantan Penghulu untuk menyelesaikan masalah ini, "inspektorat memberikan batas waktu sampai bulan November kepada mantan Penghulu, jika tidak, proses hukum akan berlanjut, terang Camat Dolog Masagal. 

Camat juga menjelaskan Inspektorat dan Anggota Dewan DPRD Kabupaten Simalungun juga sudah datang saat itu ke Kantor Desa Sinaman Labah, bahkan dirinya mengaku ianya beserta sekcam juga sudah dipanggil untuk di mintai keterangan terkait dugaan korupsi ini. 

Ada beberapa dugaan korupsi yang diduga dilaporkan masyarakat dan kita meminta agar mantan Penghulu untuk menyelesaikan hal tersebut tambah Camat, seperti beberapa pekerjaan yang belum diselesaikan kita minta diselesaikan. 

Terkait Dana ketahanan Pangan yang dilaporkan masyarakat itu adalah bibit tanaman nilainya 74 Juta kita sudah minta agar segera pengadaan bibitnya diadakan, dan saat ini sudah selesai pengadaan nya, jadi itu sudah ditindaklanjuti oleh mantan Penghulu. 

Sementara, dugaan dana PPKM itu adalah bantuan pada masa Covid-19 lalu, yang dilaporkan itu pengadaannya. setau saya itu untuk pengadaan handsanitizer dan lainnya.

Untuk penyaluran Dana BLT DD Camat menegaskan tidak ada korupsi atau penyimpangan dana, namun camat membenarkan pendistribusian Dana BLT tidak tepat sasaran. " Untuk BLT tidak tepat sasaran, yang layak dapat tidak mendapatkan BLT sementara yang layak  menjadi layak (mendapatkan BlT), solusinya mungkin nanti kita akan meminta dana tersebut untuk dikembalikan oleh warga yang telah menerima namun tidak berhak sebagai penerima bantuan, jelasnya mengakhiri pembicaraan. 

Keterkaitan hal tersebut, Sementara RS mantan Penghulu Desa Sinaman Labah saat dikonfirmasi ke 0812.63XX,XXX, nomor handphone yang bersangkutan tidak aktif


*Respon PJ.Desa Sinaman Labah* 

Jaya Aman Sonang Saragih PJ. Kepala Desa Sinaman Labah mengatakan aksi unjuk rasa masyarakat sebelumnya tanpa ada pemberitahuan kepada pemerintahan desa.  Ianya baru mendapatkan laporan dari staff Desa adanya aksi unjuk rasa sebagian masyarakat didepan lapangan bola tepat di depan kantor Desa, terang Jaya Aman Sonang Saragih kepada awak media di Kantor Camat Dolog Masagal, Senin Pagi 24/10/22. 

Saat disinggung dirinya tidak berada dikantor Desa saat awak media menyambangi kantor Desa, dirinya beralasan bahwa masih ada agenda rapat di kantor Camat. 

Mirisnya, ianaya beralasan bahwa dirinya adalah Pejabat sementara dan saat ini sebagai Sekcam Dolog Masagal yang mana tentu kehadirannya tidak penuh berada di kantor Desa. Namun dirinya telah menegaskan kepada para staff Desa untuk selalu berada di kantor Desa memberikan pelayanan, kilahnya beralasan menjawab konfirmasi awak media saat kantor Desa terlihat kosong. 

Ironisnya, hal senada juga disampaikan Camat Dolog Masagal kepada awak media seakan membenarkan bahwa PJ Desa Sinambah tidak bisa penuh berada di kantor desa, ianya meminta awak media memkalumi keadaan tersebut mengingat keadaan Nagori Sinaman Labah yang berbeda.

" masyarakat sini kalau butuh surat menyurat baru staff desa datang ke kantor, makanya kadang staff waktu warga ada perlu baru datang ke kantor kilahnya seakan-akan membenarkan tindakan tersebut,  jelas Camat. 

Perlu diketahui, Kisruh Penggunaan Anggaran Dana Desa Tahun 2021-2022 Desa Sinaman Labah Kecamatan Dolog Masagal Kabupaten Simalungun terus tuai sorotan dikalangan masyarakat.

Khusus nya masyarakat Desa Sinaman Labah, Desa yang memiliki tiga dusun ini, mempermasalahkan penggunaan dan penyaluran anggaran dana Desa Tahun 2021 – 2022 yang dilakukan mantan Penghulu Nagori berinisial RS.

Bahkan laporan yang diduga sarat korupsi sudah sampai tahap pemeriksaan yang dilakukan inspektorat dan telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) saat masyarakat mengadukan perihal dugaan korupsi ini ke Komisi I DPRD Sumalangun beberapa waktu silam. Selasa (25/10/22)

Seorang Petani Tanam Ganja Di Atap Rumahnya

warnasumut.com - Tapteng. Personil Polsek Sibabangun, Polres Tapteng, berhasil menangkap dan mengamakan seorang laki laki terduga pelaku tindak pidana Narkotika jenis Ganja inisial SM (36), Minggu (23/10/22) sekitar pukul 14.00 Wib.

Terduga pelaku diamankan di Dusun I, Desa Anggoli, Kec. Sibabangun, Kab. Tapteng

Kapolres Tapanuli Tengah melalui Kasi Humas AKP H. Gurning, menjelaskan telah diamankannya satu orang laki laki oleh personil Polsek Sibabangun.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada yang menanam pohon ganja di atas atap dapur pelaku dan informasi tersebut langsung direspon dan langsung memerintahkan personil untuk melakukan penyelidikan kebenaran informasi tersebut," sebutnya kepada wartawan, Selasa (25/10/2022).

Dikatakannya, mendapat informasi tersebut Aipda Andes Star bersama personil unit Reskrim Polsek Sibabangun langsung melakukan penyelidikan kelokasi sesuai Informasi, dan pada saat melakukan pengintaian personil melihat seorang laki laki yg cirinya sesuai informasi, dan personil langsung mengamankan laki laki tersebut.

"Pada waktu diamankan tidak ada ditemukan narkotika pada SM, namun terduga pelaku menjelaskan ada menanam pohon ganja di atas atap dapur rumahnya, dan personil langsung membawa terduga pelaku kebelakang rumahnya dan benar di atas atap dapur rumah terduga pelaku ada tumbuh tanaman ganja didalam Polibag warna hitam, selanjutnya personil mengamankan barang berupa tanaman ganja sebanyak 5 (lima) batang tersebut," jelasnya.

Dijelaskannya, terduga pelaku SM membenarkan bahwa tanaman pohon ganja tersebut adalah miliknya yang sebelumnya SM membeli satu ampul ganja kering di Batang Toru, Tapanuli Selatan, untuk dipakai/dihisap sendiri dari seorang laki laki namun tidak mengetahui inisialnya dan dalam ampul tersebut ada juga biji ganjanya dan SM langsung  menyemainya ke polibag dan tumbuh dan belum sampai dapat dipanen sudah tertangkap Polisi.

"Kita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang mau turut membantu kepolisian dalam rangka memberantas peredaran Narkoba khususnya di wilayah Tapanuli Tengah kata Kapolres," ungkapnya.

Setelah diamankan personil membawa SM berikut barang bukti ke Polsek Sibabagun dan selanjutnya dilimpahkan ke Satreskoba Polres Tapanuli Tengah guna proses hukum selanjutnya sesuai UU No.35 THN 2009 tentang Narkotika.

Monday, October 24, 2022

Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan Ringkus Pengedar Sabu

warnasumut.com - Medan. Personel Unit I Satres Narkoba Polrestabes Medan meringkus seorang pengedar sabu saat penyergapan di Jalan Pasundan Gang Durian Kecamatan Medan Petisah.

Hal itu dibenarkan Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung melalui Kanit Idik I, Satres Narkoba, Iptu Wisnugraha Paramaartha dalam keterangan, pada Senin. (24/10/2022)

Dijelaskan kanit, tersangkanya berinisial USH (36) ditangkap Personel pada Rabu (19/10/22) kemarin dengan barang bukti satu klip plastik berisi sabu.

Kasus ini terungkap bermula dari penyelidikan Personel dan informasi dari masyarakat yang mengatakan ada seseorang pria mengedarkan sabu  di seputaran Jalan Pasundan tepatnya di Gg. Durian Kecamatan Medan Petisah.

"Dari informasi tersebut personel turun ke lokasi yang sudah menjadi target dan meringkus tersangka (USH) tanpa perlawanan", ujarnya.

Ketika dilakukan penggeledahan badan lanjut kanit, personel menemukan 1 (satu) klip plastik berisi sabu dari kantong celana tersangka.

Karena sudah ada barang bukti, tersangka digelandang ke Mako Satres Narkoba Polresrabes Medan guna pemeriksaan dan pengembangan.

Saat diintrogasi tersangka mengaku sabu tersebut milik nya dan mau diedarkan lagi.

"Sabu itu didapat tersangka dari seseorang yang biasa dipanggil Wakden warga Jalan Sekata yang dibeli seharga Rp 80 ribu. 
Dimana Sabu tersebut mau dijual tersangka kepada pembeli lainnya", terangnya lagi.

Barang bukti yang disita berupa plastik klip berisi 0.16 gram sabu, uang tunai Rp 240 ribu, hp android, dan sepeda motor Vario BK 2023 RBM.

Ditambahkan kanit, para Personel Satres Narkoba Polrestabes Medan selalu membuka diri atas informasi dalam rangka pemberantasan narkoba.

"Mari perang melawan narkoba demi Kota Medan yang lebih baik", ajak Personel Iptu Wisnugraha Paramaartha. (Joe)

Monday, October 3, 2022

Tangkap 'Guru Rambo' SMKN 1 Barumun Kabupaten Padang Lawas

warnasumut.com - Madina. Keluarga Rajamin Hasibuan di Mandailing Natal Iskandar Hasibuan SE, Mendesak Kapolres Padang Lawas, agar secepatnya Menangkap Oknum 'Guru Honor Rambo' yang telah secara Brutal, memukul Siswa tanpa tanya disekolah SMK Negeri 1 Barumun dan mengakibatkan pihak keluarga menjadi geram.(3/10/22)

"Saya sebagai Uaknya, tidak terima Anak Kandung Adik Saya dipukuli oleh Guru, tanpa salah dan tanya, membabi buta memukuli anak saudara saya", Ujar Iskandar Hasibuan SE, di Panyabungan dan usai mendapat informasi dari Keluarganya di Desa Sigorbus Jae via telepon.

Kata Iskandar, dirinya juga lama jadi Guru, tapi sebandel apapun siswa kita ada BP nya, kita suruh membinanya, bukan main pukul kalau siswa ada yang nakal, atau buat surat peringatan 1,2 dan 3, bukan main hajar.
Pengakuan adik saya, anak kami Rajamin tidak salah, sebab siswa yang melempar guru waktu upacara sudah diketahui dan ada saksinya, kenapa anak saudara  saya yang dipukuli.

Karena itu, saya selaku pamannya, mendesak kepada Kapolres Padang Lawas segera 'Tangkap' oknum Guru Honor yang main hakim sendiri, jangan - jangan sudah banyak siswa yang dipukulinya.
Kepada yang sangat saya hormati Gubsu Edy Rahmayadi, Kadis Pendidikan Sumut, Kacabdis Pendidikan Padang Sidempuan dan Plt.Bupati dan DPRD Padang Lawas, jangan Bungkam terhadap oknum guru honor yang main pukul secara brutal di SMKN 1 Barumun.
Memang, sesuai pengakuan Adik saya, persoalan itu telah membuat Laporan Polisi di Mapolres Padang Lawas.

Dengan Laporan Polisi Nomor : STPLP/B/228/X/2022/SPKT/PALAS/SU tertanggal 1 Januari 2022. Sebagai pelapor atas nama Rajo Hasibuan (52) warga Desa Sigorbus Jae Kecamatan Barumun Baru Kabupaten Padang Lawas.
Disebutkannya, isi Laporan Polisi tersebut, Melaporkan telah terjadi dugaan tindak pidana "Melakukan Kekerasan Terhadap Anak". Dengan terlapor atas nama inisial C (30) pekerjaan Guru Honor alamat SMKN I Barumun. Yang diterima oleh KA SPK II BRIPKA Rahmad Ranto Nasution.
" Saya selaku uak dari Rajamin tidak terima perlakuan guru honor tersebut dan sangat yakin sekali kepada Kapolres Padang Lawas, akan segera Menangkap dan menahan oknum guru Rambo di SMKN 1 Barumun", ujar Iskandar Hasibuan kepada awak media yang bertugas. (Joe)

Sunday, October 2, 2022

Tak Ada Alasan Iwan Bule Dan Nico Afinta Tetap Dipertahankan, Formapera : Copot!


warnasumut.com - Jakarta. Pasca tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan 174 orang dari kalangan suporter, penonton dan 2 petugas kepolisian usai laga Arema FC Vs Persebaya, kecaman dari berbagai kalangan terus mengarah ke PSSI dan Polda Jatim setelah dianggap aebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam peristiwa itu. 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) Teuku Yudhistira secara tegas mendesak Ketua Umum PSSI M Iriawan atau Iwan Bule untuk mundur dari jabatannya. 

Tak itu saja, sebagai penanggungjawab keamanan di wilayah hukumnya, pria yang akrab disapa Yudis ini juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dari jabatannya. 

"Bagi Formapera dan mungkin penilaian dari berbagai pihak, tidak ada alasan lagi mempertahankan Iwan Bule sebagai pimpinan PSSI dan Irjen Nico Afinta ssbagai Kapolda Jatim. Kami menilai keduanya sudah gagal memimpin. Pilihan bagi mereka mundur secara terhormat atau dicopot oleh pihak berwenang melakukannya," tegasnya di Jakarta, Minggu (2/10/2022). 

Untuk Iwan Bule, kata Yudis, seharusnya sejak awal dia mengetahui potensi yang mungkin terjadi jika kedua kesebelasan yang memiliki suporter fanatik itu bertemu. 

"Apalagi ini tetap dipaksakan pertandingan digelar pada malam hari. Selain Ketum PSSI, panitia penyelenggara juga patut diperiksa dalam tragedi ini," ucapnya. 

Sedangkan terkait Kapolda Jatim, Yudis menilai instrumen kepolisian dalam mengamankan duel kedua kesebelasan tidak berjalan maksimal, sehingga tragedi Kanjuruhan tak terelakkan. 

"Sejak awal seharusnya pihak Intelkam di Polresta Malang dan Polda Jatim bisa mendeteksi dini potensi yang mungkin terjadi jika kedua tim ini bertanding. Hal ini yang kami lihat tidak berjalan," tandas Yudis. 

Dengan demkian, apapun kesalahan di jajaran Polda Jatim hingga tragedi Kanjuruhan terjadi, lanjut Yudis, jelas ada kesalahan prosedur yang harus diselidiki oleh level Polri yang lebih tinggi yakni Bareskrim. 

"Termasuk persoalan penembakan gas air mata di dalam stadion hingga membuat penonton dan suporter panik sehingga mereka berlarian berusaha keluar dari stadion. Karena itu untuk mengawali penyelidikan, Kapolri harus mencopot Nico Afinta lebih dahulu dan Divisi Propam juga bisa diturunkan untuk memeriksa seluruh personel kepolisian yang terlibat dalam pengamanan dan semua pimpinannya," ujarnya. 

Seperti diketahui, jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi
Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur terus melonjak. Data terakhir menyebutkan  korban tewas sudah mencapai 174 jiwa. 

"Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim pada jam 09.30 WIB masih 158, tapi pas jam 10.30 WIB tadi jadi 174," kata Wagub Jawa Timur Emil Dardak, Minggu (2/10/2022). 

Menurut Emil, total ada 11 orang luka berat. Selain itu, ada 298 orang lainnya luka ringan. 

Dijelaskan Emil, ada 8 rumah sakit rujukan untuk para korban, yakni RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, RSI Gondanglegi, RSU Wajak Husada, RSB Hasta husada, dan RSUD Mitra Delima. 

Emil menambahkan, sebagian jenazah korban tragedi Kanjuruhan sudah teridentifikasi. Sebagian lainnya masih belum.

Monday, September 26, 2022

Seorang Pria Tewas Tersengat Listrik Saat Pemasangan Kabel Internet

warnasumut.com - Sibolga. Seorang karyawan yang juga tekhnisi PT. Hobin Nauli Multimedia (HBN), berinisial JS (35), tewas tersengat listrik di Jalan Kader Manik, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga, Senin (26/09/2022).

Kapolsek Sibolga Selatan, AKP Bremer Hulu saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini. Kapolsek menjelaskan, karyawan tersebut tewas saat sedang bertugas melakukan pemasangan kabel internet di Jalan Kader Manik Kota Sibolga.

"Kejadiannya sekira jam 13.30 WIB. Diduga kecelakaan kerja, pada saat mereka kerja, ternyata ada kabel listrik di atas, kabel yang tadi itu mau dioper, rupanya kena tegangan tinggi. Setelah itu si korban memegang kabel ini untuk mau memotong, ternyata arus listrik masih jalan, jadi kena, terpental," terang Kapolsek.

"Korban tadinya masih hidup di TKP, kemudian dibawa ke rumah sakit, meninggal," tuturnya.

Pantauan, semula korban sedang berada di RS. Metta Medika Sibolga. Tampak pihak dari Keluarga korban, pihak HBN dan Kepolisian juga berada di RS. Metta Medika Sibolga.

Sekira jam 17.45 WIB, korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka di Lingkungan IV Kampung Kelapa, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga.

Pimpinan HBN Sibolga, Pablo Sianturi saat dikonfirmasi di lokasi rumah duka, menuturkan turut berdukacita atas kejadian ini.

"Semoga pihak keluarga menerima semua ini dengan ikhlas. Pihak HBN akan berpartisipasi untuk membantu keluarga, dimana supaya korban dapat dikebumikan secara budaya Batak," katanya.

Pablo menceritakan, dari keterangan yang dia peroleh dari petugas di lapangan, korban saat itu melempar kabel ke atas dan kemudian mengenai kabel PLN (arus tinggi).

"Ceritanya dia lempar kabel, kena ke arus tinggi, ya mungkin dia ingin cepat kerja, sebab disitu sudah jam 1 siang, dan saya sudah instruksikan itu ke pihak karyawan semua, jam 12 (siang) itu istirahat. Saya mau jangan karyawan itu mengambil resiko, namun mungkin rejeki kawan ini lain, filsafatnya lain, dan mengakibatkan kecelakaan tersendiri lah," ungkapnya.

Dikatakan Pablo, JS telah bekerja hampir 1,5 tahun di HBN.

Pablo juga mengaku bahwa JS telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

"Secara person kita sudah daftarkan semua sesuai dengan peraturan pemerintah," ucapnya.

Pablo mengatakan, selama ini, setiap hari Senin, pihaknya selalu mengadakan briefing pagi. 

"Artinya itu untuk keselamatan kerja, K3 itu diutamakan, terutama di safety dan peralatan tersendiri," bebernya.

Namun saat ditanya soal sertifikat keahlian, Pablo mengakui karyawannya (korban) belum memiliki sertifikat.

"Sertifikatnya mungkin belum, karena kita kan masih tahap penjajahan pertama, artinya untuk modal internet daerah, lokal, artinya untuk keselamatan kerja sudah kita informasikan lah sebanyak mungkin," tutupnya. 

Thursday, September 22, 2022

LSM FORMAPERA Minta Pihak Kepolisian Bersama Pihak Terkait Untuk Tutup Sementara Waterland

warnasumut.com - Deli Serdang. Mendengar adanya berita Seorang Anak berusia 5 Tahun diduga Tewas tenggelam di Kolam Renang Waterland Tamora yang berada di Desa Bandar Labuhan Dusn V, Kecamatan Tanjung Morawa,Kabupaten Deli Serdang,Sumatera Utara LSM FORMAPERA angkat bicara

Diduga kelalaian yang dilakukan oleh pihak pengelola Kolam Renang Waterland Tamora Ketua LSM FORMAPERA SUMUT Feri Afrizal meminta pihak kepolisian dan pihak-pihak yang terkait agar segera menututup sementara Usaha Kolam Renang Waterland Tamora

"Jika nantinya dari pihak Kepolisian menemukan adanya tindakan yang mengarah kelalaian dari pihak pengelola Kolam Renang Waterland,sebaiknya pihak kepolisian mengikuti Undang-undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia tentang Hal ini dapat dilihat dalam, Pasal 359 KUHP: “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.” Dalam hukum pidana kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati atau kealpaan disebut culpa.terang Feri Afrizal selaku Ketua Sumut LSM Formapera

Maka dari itu saya Feri Afrizal ketua LSM Formapera Sumut akan berkolaborasi dengan Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang,untuk Monitor sekaligus mendampingi permasalahan ini atas kejadian Meninggalnya seorang Anak usia 5 Tahun Warga Kecamatan Galang,dikarenakan Tenggelam di Kolam Renang Waterland Tamora, Pungkas Feri tegas (22/09/2022)

Ketua SPBUN PTPN IV Dilaporkan, Diduga Telah Lecehkan Habonaron Do Bona

warnasumut.com - Simalungun. Sejumlah Organisasi Simalungun melaporkan dugaan penghinaan dan pelecehan Suku Simalungun kepada Polda Sumut dan polres Simalungun yang diduga dilakukan oleh ketua SPBUN PTPN IV.

Laporan yang disampaikan melalui surat Nomor : 002-KAMSI/Lap/Sim/IX/2022 yang ditanda tangani oleh beberapa perwakilan organisasi Simalungun yakni Gerakan Muda Simalungun Bersatu (GMSB) yang diketuai oleh Hotlan Purba, Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Simalungun (GEMAPSI) yang ditanda tangani oleh ketua Anthony Damanik dan FORFESI Front Pembela Simalungun Indonesia yang ditanda tangani ketua Luder purba.

Dalam laporanya yang diterima redaksi media ini Kamis, (22/9/2022) menjelaskan bahwa ketua SPBUN PTPN IV Yang bernama 'MI' diduga melakukan penghinaan dan pelecehan kepada Suku Simalungun pada hari Selasa lalu, 20 September 2022 sekitar pukul 12.00 bertempat di kantor Bupati Simalungun di Pematang Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun.

Hotlan Purba didampingi Anthony Damanik menjelaskan bahwa salah seorang pengunjuk rasa dari SPBUN PTPN IV yang kami duga bernama MI telah merampas dengan kekerasan microfon dari tangan pejabat Pemkab Simalungun Sarimuda Purba, Jabatan Asisten I Pemkab Simalungun dengan disaksikan oleh Kakan Satpol PP Kab.Simalungun Adnadi Girsang, dan Amon Charles Sitorus , Kabag Pemerintah Kabupaten Simalugun.

“Kami melihat Perampasan micropon tersebut dilakukan tepat saat pejabat Pemkab Simalungun Sarimuda Purba menjelaskan makna, “HABONARON DO BONA”, saat itu Sarimuda purba sedang mengucapkan makna dan arti “HABONARON DO BONA”, dan tiba tiba micropon langsung di rampas secara paksa dan saat mikrofon di pegang 'MI' yang bersangkutan mengatakan, “Kami Tidak Paham Kalimat Itu Ya”.

Foto saat ketua SPBUN melakukan Perampasan microfon, saat ia menjelaskan makna Habonaron do bona
Foto saat ketua SPBUN melakukan Perampasan mikrofon, saat ia menjelaskan makna Habonaron do bona
Dengan kejadian itu Kami menganggap perampasan micropon dengan paksa dan pernyataan yang tidak memahami “HABONARON DO BONA,  ini adalah bentuk Penghinaan dan Pelecehan kepada kami Suku Simalungun, Kepada Pemkab Simalungun, dan Kepada Salah seorang Tokoh Simalungun dan Kepada Falsafah Hidup Simalungun", Kata Hotlan.

Anthony Damanik juga mengatakan bahwa Akibat dari Penghinaan dan Pelecehan ini telah mengakibatkan kemarahan kami dari Suku Simalungun, karena Suku pendatang yang hidup sejahtera dari tanah Simalungun justru menghina dan melecehkan kami di tanah leluhur/ dikampung halaman kami
sendiri.

“Untung PTPN IV tidak terhingga dari tanah Simalungun, tapi untuk mendengar dan memahami makna palsafah Simalungun saja tidak mau bahkan melecehkannya,
tentu hal ini tidak bisa kita biarkan, maka dengan tegas kami minta kepada Polda sumut untuk serius menanggapi laporan kami ini”.

Sementara Luder Purba ketua FORPESI mengatakan ujuk rasa atau menyampaikan pendapat di muka umum itu memang diatur UU dan itu merupakan Hak setiap warga Negara, namun kan harus mengedepankan norma-norma dan aturan yang ada, apalagi yang demo itu merupakan Karyawan yang di gaji oleh Perusahaan Negara.

“Apalagi PTPN IV ini kan sudah menguasai ± 60.000 Ha tanah/alam Kabupaten Simalungun dan 60 % lahan perkebunan PTPN IV berada di Kabupaten Simalungun dengan demikian sudah tak terhingga jumlah keuntungan yang di raup PTPN IV dari hasil mengekploitasi alam /tanah Simalungun yang telah membuat makmur dan sejahtera Direksi, Staff dan Karyawan PTPN IV.

Sudah sejahtera dari tanah Simalungun masak untuk memahami dan menghormati palsafah Simalungun “HABONARON DO BONA “ saja tidak bisa, inikan sebuah penghinaan dan pelecehan menurut kami, Kata Luder.

Pihak direksi PTPN IV saat dikonfirmasi tim media ini Kamis,(22/9/2022) tidak menjawab konfirmasi, meski pesan yang dikirimkan terlihat sudah masuk.

Sementara Sampai berita ini diterbitkan ketua SPBUN PTPN IV belum bisa dimintai tanggapannya atas laporan yang dilakukan beberapa organisasi Simalungun itu. (Joe)

Pasca Kebakaran Tiga Ruko Yang Diduga Gudang Penampungan BBM Ilegal Kini Digaris Polisi

warnasumut.com Hamparan Perak. Pasca kebakaran tiga ruko berlantai dua di Dusun IV Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, diduga dimanfaatkan oknum atau pihak tertentu sebagai gudang penampungan BBM ilegal, Selasa (20/9/2022) malam Sekitar Pukul 20.30 WIB.

Peristiwa kobaran api yang sangat besar tersebut, tidak ada korban jiwa manusia, maupun pekerja gudang BBM ilegal atau warga yang mengalami luka bakar, 

Menurut Marapago Siregar(55) warga sekitar akibat kebakaran tersebut menghanguskan tiga pintu rumahnya, di antaranya digunakan sebagai tempat usaha service sepeda motor.

"Sekitar jam setengah sembilan malam terdengar suara ledakan kemudian timbul asap beserta api. Hingga membuat panik keluarga sambil teriak api api, kemudian mendengar suara ledakan susulan berkali kali. kurang lebih 4 kali merembet ke belakang dan kembali terjadi ledakan, kemudian terkepung, sementara mobil yang ada tak sempat dihidupkan, terpaksa di sorong karna khawatir merembetnya api, yang bisa diselamatkan hanya mobil dan kereta, untuk yang lain seperti surat surat barang perhiasan, baju, duit lemari, tv dan lain- lain tak tersisa" katanya.

Masih Marapago, bahwa yang ia ketahui tiga pintu ruko berlantai dua tersebut yang lokasinya tidak begitu jauh dari Mapolsek Hamparan Perak, merupakan milik A, yang baru beroperasi kurang lebih baru 15 hari selama 24 jam siang dan malam keluar masuk barang, 

 "Memiliki 2 orang karyawan(kalau tidak salah yang jaga) dan penyebab kebakaran  tak tau karna lokasi tertutup seng, lihat lah keadaan ini" ungkap Marapago

kemudian  didatangi pihak kepolisian yang mengaku penegak hukum yang menyarankan " masalah kerugian coba datangi pemilik ruko, setelah itu Marapago mendatangi pemilik ruko, dan pemilik ruko meminta untuk  mendatangi dulu pihak kecamatan dan kepala desa.

lalu Marapago  mendatangi kecamatan namun camat pun sedang tidak di berada di lokasi, selanjutnya ia mendatangi kepala desa kota rantang basarudin namun tidak di lokasi sedang pergi ke jawa.

sebelumnya korban kebakaran dahsyat itu menjumpai pemilik A seraya berkata "bagaimana ini pak gara-gara usaha bapak kami jadi korban" lalu jawaban pemilik ruko mengatakan "saya tidak mau bertanggung jawab biar la hukum yang berjalan , tapi akan ada solusi kata Marapago menurunkan  kata pemilik.

Lebih lanjut warga lain juga mengatakan, sebelum terjadi kobaran api, dua orang pria diduga pekerja keluar dari pintu kemudian berlari " Ada suara ledakan, pekerja di situ lari dua orang, api berkobar sangat besar disertai ledakan,  Belum ada sebulan, kalau tidak salah baru dua atau tiga minggu beroperasi," kata warga.

Menurut pantauan, pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kebakaran dengan menarik pita police line, 

Tampak wajah hangus dari tiga pintu ruko berlantai dua tersebut, beberapa drum, seng berserakan akibat kebakaran dahsyat itu.

Upaya konfirmasi Kepala Dusun IV Desa Kota Rantang tidak berhasil ditemui dikarenakan sedang berada disawah

"Miris"Anak Usia 5 Tahun Tenggelam Di Kolam Waterland Tamora Sedalam 1,4 Meter

warnasumut.com - Tanjung Morawa. Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Polsek Tanjung Morawa dan penyidikan di lokasi tewasnya DH(5), Siswa disalah satu TK di Kecamatan Galang, diduga akibat tenggelam saat mandi dikolam renang Water Land Tamora yang berada di komplek perumahan Sunlike City Desa Bandar Labuhan, Dusun V , Kecamatan Tanjung Morawa Kab.Deliserdang, Sumatera Utara,Rabu 21/09/2022 sekitar pukul 14.30 wib sore tadi.

Unit Polsek Tanjung Morawa meminta sejumlah keterangan dari saksi dan juga pada pengelola objek wisata kolam renang tersebut, serta memasang Police Line di tepi kolam tempat dimana korban tenggelam sehingga menyebabkan meninggal dunia

Dari Informasi yang didapat,korban berinisial DAH berusia 5 Tahun,Warga Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang,anak dari inisial AH(34) dan ibunya IN(30), datang berwisata bersama rombongan TK Pesantren 

Pada saat di lokasi wisata, korban bersama ibunya pergi ke salah satu kolam renang anak dan duduk di tepi kolam sambil makan pop mie, diduga kemudian ibunya pergi sebentar meninggalkan korban ditepi kolam anak tersebut untuk mengambil air minum. Namun beberapa saat kembali, terdengar para pengunjung berteriak ada anak tenggelam di kolam sedalam 1,4 meter

Dari informasi yang dikumpulkan, Keluarga korban saat di mintai keterangan oleh pihak kepolisian di rumah duka, di daerah Kecamatan Galang,Begitu melihat ternyata DF yang tenggelam di kolam sedalam 1,4 meter ,Sempat DF diberikan upaya pertolongan bantuan nafas dilokasi kejadian, lalu bersama petugas penjaga kolam renang korban dibawa ke klinik Salshabilla dan dikeranakan tidak sanggup lalu di rujuk ke RS Mitra Sehat di Desa Dagang Kerawan, namun sangat disayangkan nyawa korban sudah tak tertolong lagi

Tentunya kejadian ini sangat membuat keluarga korban sangat terpukul, penyesalan tampak dirasakan oleh keuarga dan pihak sekolah yang melakukan kegiatan itu. Meski sudah sering kejadian anak-anak tewas tenggelam di kolam renang karena kurangnya pengawasan orang tua dan Pembimbing ataupun Pengelola Wisata namun kejadian ini terus berulang.

Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang , Junaidi Malik sangat mengesalkan pihak pengelola Kolam Renang Waterland Tamora yang diduga telah melakukan kelalaian sehingga mengakibat satu anak berusia 5 tahun meninggal dunia akibat diduga tenggelam

"Waterland tanjung Morawa belum ramah anak dan harus bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi hari ini,Komnas PA meminta pihak pengelola harus diberikan sangsi sesuai dengan UU yang berlaku dan meminta pihak Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang dapat memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban,terang Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang Junaidi Malik dengan tegas.

Kapolsek Tanjung Morawa AKP Firdaus Kemit S.H saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Pihaknya sudah melakukan olah TKP meminta keterangan saksi dan pengelola wisata terkait penyebab kejadian.

" Korban anak TK meninggal akibat tenggelam di Kolam renang. Jenazah korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya dan Kami akan panggil pengelola untuk di ambil keterangan nya , pungkas Kemit

Wednesday, September 21, 2022

DPP Fromper : Maraknya Mafia Tanah Di Delitua, Diduga Ada Keterlibatan ASN

warnasumut.com - Deli Serdang. Komitmen pemerintah untuk memberantas keberadaan mafia tanah yang merugikan harus juga masuk hingga Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Seperti halnya yang terjadi kepada warga bernama Mulia Batubara Ahli Waris Tanah, yang mana Ahli Waris sudah melakukan komunikasi yang baik kepada Pihak Kelurahan.

Ia merasa diperlambat dalam pengurusan sebidang tanah di Kelurahan Delitua Barat Lingkungan 7 Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang, oleh oknum Aparatus Sipil negara Bagian staf Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kelurahan Delitua Barat bernama Sona Larosa dan Kepala Lingkungan 7 bernama M.Gadafi Lubis.

Namun sambungnya, dari Bulan Juli Tahun 2022 kemarin kita sudah mediasi namun tidak ada kejelasan dari pihak kelurahan, setelah tiga (3) bulan nggak ada kabar hingga kami kembali ke Kelurahan untuk menanyakan tindak lanjutnya sudah sampai mana, namun kami malah dicueki tandas Mulia Batubara. 

Kami heran menerima surat penolakan dari kelurahan berdasarkan surat permohonan yang kami ajukan, kedatangan Kami kesana hanya ingin meminta tanda tangan agar prosess sketsa tanah cepat selesai. Karena kami diarahkan oleh BPN dengan jalur prosedur yang benar benar prosedural dari kantor BPN Deliserdang, tetapi pihak kelurahan mempermainkan kami, malah Pihak Kelurahan meragukan apa yang sudah diarahkan BPN Deliserdang untuk melakukan pengukuran, tetapi ketika kami menyampaikan agar pihak dari kelurahan melakukan konfirmasi langsung ke BPN Deliserdang, pihak kelurahan diam saja. Ditambah ada bahasa dari Kasi Pemerintahan (Kasipem) Bapak Sona Larosa apa kapasitas BPN melaga surat grand sultan dengan SK camat, itu urusan pengadilan. Bapak Sona Larosa memaki-maki saya dan mengusir saya dengan nada tinggi dan kasar kepada Wakil Ketua DPP Fromper Sumatera Utara Faisal Ananda Batubara beserta tim investigasi. 

Kami menduga jangan-jangan ada mafia tanah di kelurahan Deli Tua Barat, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, di Wilayah Hukum Polrestabes Medan Kombes Pol Valentino Tatareda dan Polresta Deli Serdang yang dipimpin oleh Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK, MH dengan tindakan keras kepada kami, dengan merasa dipersulit dan diintimidasi, seperti mempermainkan dan mengulur ulur waktu. Apa yang di minta sudah kami penuhi, tetapi yang timbul adalah pertanyaan pertanyaan untuk mencari apa kekurangan dalam proses pengurusan yang kami lakukan. 

"Yang kami lihat Ibu Lurah saat ini tidak ada kebijakan yang baik dan tidak ada komitmen dan pendirian, karena pada saat pertemuan beliau siap tandatangan agar proses di Kantor BPN Deli Serdang cepat selesai kata ahli waris, kasipem kelurahan malah memberikan rekomendasi untuk tidak di tandatangani, dan akhirnya ibu Lurah tidak jadi tandatangan. 
Namun disisi lain Camat Delitua, Sekcam, dan Kasipem kecamatan, sudah sangat koperatif dalam memediasi permasalahan tersebut, tetapi Kasipem Kelurahan SL tidak mengindahkan masukkan dari pimpinan nya tersebut, mau dibawak kemana pelayanan publik dikecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang,  jika oknum pemerintahan tidak bisa melayani dengan baik. Saya selaku Ahli Waris meminta rasa keadilan, kami merasa ini jauh dari kata adil, karena kami juga meminta agar ini dikonfrontir saja dengan mereka yang merasa punya surat, tetapi pihak kelurahan malah melakukan kunjungan kerumah pihak yang sengketa dengan kami, begitu baik nya pihak kelurahan untuk mengunjungi rumah dan berkomunikasi dengan beliau. disitu kami merasa curiga. Setelah pertemuan itu Kami datang untuk silaturahmi lagi kekelurahan, malah kami mendapatkan pelayanan publik yang tidak sesuai standar pelayanan terpadu di kabupaten Deli Serdang", Kata Faisal Ananda Batubara. 

“Yang kami ketahui Komitmen pemerintahan Jokowi sangat jelas untuk memberantas mafia tanah hingga siapapun yang membekingi akan diberangus”, Tambah Faisal Ananda Batubara Wakil Ketua Umum Fromper Sumatera Utara. 

Menurut kami ini sudah melanggar ketentuan UU RI Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. 
“Masalah integritas diragukan. Akan kami laporkan ke Pak Menteri atau pejabat yang berwenang”, karena  kasus tersebut dapat juga dijerat dengan pasal 378 KUHP. 

“Ada Korban, pasti ada kerugian. Sudah cukup  lama kami menunggu proses ini dengan Ahli Waris, jika proses ini semakin lama maka kami akan melakukan protes dengan menurunkan Ratusan Massa Kader Fromper didepan Kantor Bupati Kabupaten Deli Serdang dan kami akan Minta Kepada Bapak Bupati Deli Serdang agar Kecamatan Delitua dan Kelurahan dipertanyakan Kepemimpinannya dan diganti karena tidak sesuai dengan Visi dan Misi dari Kabupaten Deli Serdang", Tandasnya bersama awak media yang bertugas.

Monday, September 19, 2022

Diduga Grand Station KTV Sediakan Wanita Penghibur Dan Obat Terlarang

warnasumut.com - Medan. Diduga Tempat hiburan di Kota Medan, KTV Grand Station (GS) dijadikan tempat peredaran obat terlarang dan menyediakan wanita penghibur.

Hal tersebut berdasarkan hasil pantauan dan investigasi wartawan  saat berada di lokasi yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Komplek Centrium Nomor 98-104,  Kecamatan Medan Kota.(19/9/22)

“Kalau di sini untuk menemani joget-joget aja Rp 650 ribu, tapi bang kalau untuk ST (short time) Rp 2 juta bang", kata salah seorang wanita yang diduga bekerja malam di lokasi tersebut bernama Miss X.

Diduga kuat pula bahwa 'GS' telah menyediakan obat terlarang dengan harga Rp 300 ribu. Barang haram itu diduga bisa dibeli melalui petugas waiters atau teknisi/operator disana menurut pantauan awak media langsung di lokasi.

“Ada beragam merek pil ekstasi yang dijual Untuk harganya Rp 300 ribu", kata salah seorang waiters.
Awak media yang bertugas pun mengurungkan untuk tidak membeli dan beralasan lagi menunggu kolega (rekan) datang ke dalam ruangan.

“Nanti sajalah bang, tunggu rekan saya datang", kata wartawan kepada waiters sambil mengalihkan untuk memesan minuman juice dan buah buahan.
Salah satu kolega mengaku pengunjung yang hendak membeli obat terlarang dapat dipesan dari petugas teknisi/operator berinisial 'I' atau 'P'.

“Biasanya kalau pengunjung yang pesan sama petugas teknisi / operator berinisial I atau P", ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut kepada pengelola KTV Grand Station (GS), namun hingga kini belum memperoleh keterangan resminya.

Diduga Korban Lakalantas, Mangasi Nababan Ditemukan Tewas Dipinggir Jalan H Anif

warnasumut.com - Medan. Seorang pria diduga korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) ditemukan warga tewas dipinggir Jalan H Anif tepatnya didepan Gudang Cemara Kuta, Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Minggu (18/9/2022).

Kapolsek Percut Seituan Kompol M Agustiawan mengatakan, Korban bernama Mangasi Nababan (53) warga Jalan Pancasila Gang Ikhlas I Dusun II Desa Paya Gambar, ditemukan warga tidak bernyawa di pinggir jalan, Katanya.

“Kejadian itu diketahui tepatnya pada pukul 07:30, masyarakat disekitar lokasi korban ditemukan menghubungi Polsek Percut Seituan”, ujar Kompol Agustiawan.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, selanjutnya Personil Polsek Percut Seituan dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ahmad Albar SH mendatangi lokasi kejadian, mencari dan mengumpulkan bahan keterangan, ungkapnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Iptu Ahmad Albar SH mengatakan, “menurut keterangan yang didapat dilokasi kejadian dari saksi bernama Ernita, diduga korban mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan H Anif tepatnya di depan Gudang Cemara Kuta. Ketika itu saksi melihat Korban sudah dalam keadaan terlentang di pinggir jalan”, katanya, Senin (19/9/2022).

Salah seorang saksi lainnya bernama Tigor Nababan juga mengatakan, bahwa ada pecahan kaca lampu yang tidak jauh dari korban. Diduga korban tewas akibat kecelakaan, ujarnya.

Kemudian, personil Reskrim Polsek Percut Seituan menghubungi Tim Inafis Polrestabes Medan. Hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inavis terhadap korban, ditemukan luka baret di bagian perut yang diduga akibat dari kecelakaan lalu lintas.

“Diduga korban mengalami Lakalantas sebelum meninggal dunia. Selanjutnya personil Reskrim Polsek Seituan membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, serta menunggu kedatangan keluarga korban”, pungkas Iptu Ahmad Albar SH.

Sunday, September 18, 2022

Dua Unit Rumah Ludes Terbakar Tak Bersisa, Kerugian Di Taksir Ratusan Juta Rupiah

warnasumut.com - Tanjung Beringin. Kebakaran yang terjadi pada minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wib mengakibatkan 2 unit rumah ludes terbakar tak bersisa seperti pantauan awak media ini di lapangan.

Api yang sangat cepat menjalar dengan kondisi material kayu pada lantai dua rumah tersebut membuat api sangat sulit untuk di padamakan secara gotong royong oleh warga yang sedang menunggu unit pemadam kebakaran sampai ke lokasi kebakaran.

Hutajulu (56) seorang warga yang juga ikut untuk melakukan pemadaman menuturkan kepada awak media "Kejadian sekitar pukul 01.00 Wib api berasal dari rumah saragih (boru  manurung) dan menjalar ke rumah simbolon yang berdempetan langsung di lantai dua rumah tersebut yang berlantai papan" ucap Hutajulu.

Api yang sangat besar yang menghanguskan kedua rumah tersebut membuat warga sangat kewalahan untuk memadamkan kobaran api hingga pada pukul 02.00 Wib.

Hingga berita ini di lansir ke meja redaksi belum ada keterangan resmi dari pihak terkait penyebab kebakaran tersebut.

Diduga Korsleting Listrik Penyebab, Rospina Boru Manurung, Meminta Agar Kasus Kebakaran Ini Di Usut Aparat Hukum

warnasumut.com - Tanjung Beringin. Penyebab kebakaran di duga akibat korsleting listrik yang menghanguskan dua unit rumah di Dusun I Desa Pematang Terang Kec. Tanjung Beringin menjadi tanda tanya oleh warga dan juga korban kebakaran.

Togu Simbolon (58) yang juga korban terdampak akibat kebakaran tersebut menuturkan kepada wartawan media ini "Pada sore hari sekitar pukul 17.30 Wib ada oknum salah satu warga yang melakukan pemutusan terhadap meteran listrik rumah Mangihut Saragih, karena ada konflik rumah tangga antara suami istri sehingga ada pemutusan tersebut yang tidak kita tahu siapa yang menyuruh pemutusan listrik tersebut" ucap Simbolon.

Dugaan Korsleting listrik penyebab kebakaran rumah Mangihut Saragih/Rospina Manurung menjadi tanda tanya besar kepada korban, sebab saat terjadi kebakaran korban Rospina Boru Manurung (51) sedang terlelap bersama salah satu anaknya bernama rendi (15) dan melihat asap sudah mengepul di dalam ruangan tengah antara dapur dan lantai dua rumah tersebut.

Rospina menuturkan kepada awak media "Aku dan anak ku sudah tidur dari pukul 11.00 Wib dengan kondisi lampu mati karena meteran listrik kami ada yang putus pada sore harinya, sehingga di dalam ruangan sangat gelap dan pada pukul 01.00 Wib terasa seperti panas dan banyak asap membuat saya terbangun dan anak saya yang tidur di kasur belakang pun saya bangunkan untuk keluar" ungkap Rospina

Upaya pemadaman yang dilakukan warga dari pukul 01.00 Wib hingga pada pukul 02.00 Wib membuahkan hasil sebelum mobil damkar tiba di lokasi untuk melakukan penyiraman api.

Korban kebakaran Rospina boru Manurung dan juga Togu Simbolon melihat kejadian kebakaran ini ada kejanggalan dan meminta Aparat Hukum untuk mengusut kasus kebakaran ini untuk keadilan demi hukum, saat ini sudah terpasang garis polisi oleh Mapolsek Tanjung Beringin di lokasi kebakaran dan langsung di tinjau oleh Kapolsek Tanjung Beringin Akp Tobat Sihombing, Minggu (18/09) pukul 10.00 Wib untuk melakukan penyelidikan awal.

Akibat kebakaran ini korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah dan tidak mengakibat korban jiwa.

Tabrak Tronton 2 Orang Meninggal Dunia, 1 Orang Luka Berat

warnasumut.com - Udah sewajarnya berhati-hati berkendara di malam hari, apalagi berbonceng tiga. Namun naas yang terjadi di jalan raya kecamatan Tarutung ini. Sebuah Sepeda motor merk Yamaha Zupiter MX Dengan Nomor Polisi  BK 2838 UH, yang dikenderai oleh Ariel Sipahutar ( 17 ) warga Desa Banuaji II Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).  

Berboncengan dengan Aldi Sipahutar dan Joel Sipahutar, dan menabrak sebuah mobil  truck tronton dengan nomor polisi BK 9716 CO, yang dikemudikan oleh Hardo Nainggolan (52 ) Warga Jl. Oswald Siahaan Kecamatan  Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dari keterangan Polres Taput,Kecelakaan tersebut terjadi Sabtu, (17/9) Sekira pukul 23.30 wib, di Jalan S.M Raja Tarutung Km 00-01, tepatnya di Kelurahan Hutatoruan X Kecamatan Tarutung Taput.

Akibat dari kecelakaan tersebut dua orang yang mengendarai motor tersebut meninggal dunia di TKP. Yaitu  Ariel Sipahutar dan Aldi Sipahutar, sedang satu orang temanya mengalami luka berat dan di rawat di rumah sakit Tarutung atas nama Joel Sipahutar.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi SIK. MH melalui kasi humas Aiptu W. Baringbing membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. 

"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi di lapangan,oleh unit laka lantas. Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi, dimana pengendara sepeda motor datang dari arah Tarutung dengan boncengan 3 orang, menuju arah Tapanuli Tengah. 

Di tempat kejadian, ada, satu unit mobil truck yang sedang parkir di pinggir jalan searah dengan tujuan pengendara motor. Dari belakang pengendara motor menabrak truck tronton tersebut,dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat", terang Baringbing Minggu 18/09
Di tempat kejadian kondisi jalan lurus, sehingga diduga kuat bahwa pengedara motor lalai dan melaju dengan kecepatan tinggi pada saat mengedarai motornya, sehingga kecelakaan tersebut terjadi.

Kedua korban meninggal dunia sudah diserahkan kepada keluarga, setelah dibuatkan visum dari rumah sakit Umum Tarutung. Sedangkan satu orang lagi yang mengalami luka berat, masih di rawat di Rumah Sakit Umum Tarutung. 

"Kedua kenderaaan saat ini sudah diamankan di kantor unit laka,  sedangkan supir truck masih menjalani pemerikssan di kantor unit laka untuk proses penyelidikan kecelakaan tersebut", jelas Baringbing.

Thursday, September 15, 2022

Kami Ingin Sekolah Seperti Anak-Anak Yang Lain

warnasumut.com - Deli Serdang. Negara Republik Indonesia Merdeka sudah 77 Tahun,terbebas dari Jajahan Belanda, dari perbudakan dan Pembodohan dikarenakan tidak sekolah karena Faktor Kemiskinan

Mirisnya ternyata masih ada di Kecamatan Tanjung Morawa ini yang masih ada Anak-anak penerus Bangsa yang masih Putus Sekolah karena Vaktor Biaya, 

Seperti yang dialami kedua Adik ini Guntur Pratama (12) dan adiknya Nabil Pitriyani (8) anak kandung dari Ibuk Rinata (32) yang sekarang ini bertempat tinggal numpang di tanah garapan Gang Rotan Desa Bangun Sari Baru Dusun Xl,.Kecamatan Tanjung Morawa,Kab.Deli Serdang,Sumatera  Untara

Kehidupan Keluarga Rinata ini memang sangat memperihatinkan, dari ukuran Rumah nya yang hanya Ukuran kurang lebih 1,5 Meter kali 2,5 Meter kemudian berdindingkan Tepas bambu dan beratapkan Rumbia, 

Keseharian orang tua dari 3 anak ini hanya bekerja serabutan,seperti tukang cuci baju,merumput,mulung dan bangunan, sedih nya mereka mulung selalu berangkat satu keluarga,kadang jalan kaki dan kadang menggunakan becak jika diberi pinjam oleh orang lain

Eko Joko Yulianto Ayah sambung dari kedua Anak tersebut menjelaskan" Disini kami sudah tinggal sekitar kurang lebih 9 bulan bang, saya ayah sambung dari Guntur Pratama dan Pitriyani, pekerjaan saya serabutan,apa yang ada akan saya kerjakan selagi Halal, seperti merumput,mencari barang-barang bekas, kalau istri saya kalau ada yang mau minta tolong nyucikan maka adalah kerjaan, ujar Joko

Saat Awak Media menanyakan mengapa Kedua Anaknya sampai bisa putus sekolah, ada rasa yang sangat memukul hati atas keterangan buk Rinata

"Dulu anak saya yang paling besar pernah bersekolah namun karena biaya juga maka saya mau bilang apa lagi, sedangkan untuk adikannya Pitriyani baru sekitar kurang lebih 1 bulan ini tidak sekolah lagi, saya selain terkendala Biaya seperti beli buku ataupun Jajan sekolah nya, Kelengkapan Data Adminitrasi buat anak saya bersekolah tidak lengkap, Seperti Kartu Keluarga dan Akte Kelahirannya Pak, padahal anak saya yang perempuan ini saat sekolah tidak ada uang jajan pun ia mau pak sekolah,niat bersekolah nya sangat kuat sekali,tapi Kelengkapan Administrasinya pak tidak ada, saya bingung jadi anak saya tidak bisa melanjutkan sekolahnya lagi pak, terang Rinata sambil bersedih

Lanjut Rinata" Karena saya ingin anak saya sekolah dan kemauan anak saya Pitriyani ini mau sekali bersekolah,jadi saya daftarkan kesekolah untuk Kelas 1 SD , dan dengan syarat pertama bahwa Perlengkapan Data boleh menyusul, jadi saya masukan daftar anak saya  ikut sekolah, adalah beberapa bulan anak saya Pitriyani ini sekolah, walau kadang pagi tidak sarapan,tidak makan tidak ada uang Jajan namun anak saya ini tetap mau bersekolah, walaupun baju sekolah nya tidak baru seperti anak-anak sekolah yang lain,yang baju sekolah nya hanya diberi Bekas kakak kelasnya, Anak saya Pitriyani tetap semangat dia,Namun apalah daya Saya tidak juga sanggup melengkapi data anak sayaini, seperti Kartu Keluarga dan Akte kelahiran nya , jadi anak saya tidak bisa ikut bersekolah lagi,Rinata menjelaskan sambil menangis

Ditambahkan nya lagi "Kalau kami kehabisan beras,sekeluarga gak makan seharian, Anak-anak saya ini akan saya suruh dirumah aja, tidak boleh keluar,agar gak kemana-mana,takut nya nanti malah ganggu orang lain minta-minta makan sama orang lain, jadi kami didalam rumah aja, banyak-banyak minum lah, 

Terpisah Ketua POKJA Perlindungan Anak Kecamatan Tanjung Morawa Azhari Rangkuti" Insya Allah untuk Perlengkapan Datanya seperti Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran Kedua Anak nya akan saya Uruskan ke Kantor Camat Tanjung Morawa,agar Anak buk Rinata bisa lanjut Sekolah lagi, dan untuk masalah biayanya biar itu nanti menjadi PR buat para pemerintahan yang ada di Kecamatan Tanjung Morawa ini,pungkas (Rizky)

Wednesday, September 14, 2022

Seorang PNS Kota Sibolga Ditemukan Tewas Gantung Diri Dirumahnya

warnasumut.com - Tapteng. Seorang wanita ditemukan tewas gantung diri dirumahnya, Blok C, Lingkungan III, Kelurahan Pandan Wangi, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut, Rabu (14/9/2022) siang, sekitar pukul 14.15 Wib.

Korban yang diketahui bernama Lasma Hutagaol (42) itu, merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Sibolga. 

Informasi yang diperoleh, korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dan jasad korban pertama kali dilihat oleh suaminya Sihombing.

Golkar Parinduri, Kepala Lingkungan III, Pandan Wangi yang berada dilokasi mengatakan, saat ini korban telah disemayamkan di rumah duka, Jalan Ketapang, Kelurahan Sibolga Hilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga.

"Saya mendapat informasi dari pihak Kelurahan, bahwasanya ada warga saya yang bunuh diri," katanya.

"Saat saya tiba dilokasi mayatnya sudah tergeletak dilantai, kata suaminya dia memotong kainnya," jelas Golkar.

Sementara itu, Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Crhistian Samma melalui Kasi Humas AKP H Gurning membenarkan kejadian perihal bunuh diri tersebut.

"Infonya ada yang meninggal diduga bunuh diri, dan personil Polsek serta Inafis Polres sudah turun ke TKP hanya kepastian penyebab kematian secara pasti blm kita ketahui," ungkap Gurning.

Tuesday, September 13, 2022

Kades Bakaran Batu Laporkan Akun FB Diduga Menyebar Fitnah Atas Dirinya Ke Polisi

warnasumut.com - Deli Serdang. Merasa di Fitnah dan nama baiknya tercemar di media sosial, Kepala Desa Bakaran Batu laporkan satu akun diduga bodong ke Polresta Deli Serdang. Selasa (13/09/22). 

Laporan ini dibenarkan Muslim Susanto Kepala Desa Bakaran Batu kepada awak media seusai dirinya meninggalkan Polresta Deli Serdang. 

Ianya merasa wajib mengambil keputusan dengan melaporkan akun yang diduga bodong karena akun tersebut telah merugikan dirinya sebagai Kepala Desa. 

Sebuah akun di Media sosial bernama "Bakaran Baatu Maju" hari ini kami laporkan ke Polresta Deli Serdang dengan membawa bukti-bukti yang ada, pelaporan yang kita lakukan karena akun tersebut diduga telah membuat status yang mengindikasikan mencemarkan Pimpinan Desa berinisial (MS) yang diduga itu tertuju kepada saya, sebut Muslim Susanto dalam keterangannya.

Saat disinggung akun tersebut mengatasnamakan akun resmi Pemerintahan Desa Bakaran Batu, ianya menyangkal. 

Sampai saat ini Pemerintah Desa Bakaran Batu belum memiliki akun resmi dan terindikasi itu akun bodong yang akan berdampak negatif kedepan, jawab Muslim.

Sementara melalui penelusuran awak media akun tersebut saat ini telah non-aktif atau telah menghilang di media sosial (FB). 

Pelaporan Kepala Desa Bakaran Batu tertuang dalam Konseling Laporan Pengaduan Nomor : K/153/IX/2022/SPKT/RESTA DS/SU dengan Laporan : Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial dan Terlapor akun "Bakaran Baatu Maju".

Perlu diketaui, adapun hukum pencemaran nama baik di media sosial selain dalam KUHP juga dapat merujuk pada UU ITE dan perubahannya. Pasal 27 ayat (3) UU ITE sementara  hukum pencemaran nama baik di media sosial juga diatur dalam Pasal 310 ayat (2) KUHP. (RZ)