Warna Sumut: Peristiwa
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Tuesday, October 5, 2021

Supir Tak Konsentrasi, Penumpang Cold Diesel Tewas Usai Tabrak Truk Tronton di Jalan Tol Sergai

warnasumut.com - Sergai. Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Tol Medan - Tebing Tinggi, tepatnya di KM 78.600 Jalur-A Dusun XVII, Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Selasa(05/10) sekira pukul 06:40WIB. Akibatnya penumpang truk cold Diesel meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh, Mobil truk Cold Diesel dengan nopol BK 8313 MD yang dikemudikan oleh Dimas Saputra(21) warga Jalan Pertiwi Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, mengalami menderita luka robek diatas bibir atas dan tangan kanan, lutut kiri terasa sakit dan berobat di RSU Sulyan Sulaiman.

Sementara penumpang truk Cold Diesel diketahui bernama Deni Setiawan (28) warga Jalan Pertiwi Desa Kolam Kecamatan Percut
Sei Tuan, Kab. Deli Serdang.

Akibat kejadian tersebut, korban  mengalami luka robek kepada selangkangan dan buah jakar patah tualan paha kiri dan tulang pinggul serta luka robek pada dahi dan  meninggal Dunia di lokasi kejadian dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman untuk divisum.

Sementara kontra truk Fuso 
engkel dengan nopol BK877 CO yang dikemudikan oleh Asril(49) warga Desa Taruang Dusun Jorong VIII Tamiang, Kecamatan Rao, Kabupaten Sumatera Barat.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Agung Basuni melalui Kasubag Humas Polres Sergai, AKP Sopian membenarkan peristiwa tersebut.

" Kejadian bermula sewaktu kedua kendaraan datang dari arah yang sama dari Medan menuju arah Tebingtinggi,tepatnya di jalur A Dusun XVII, Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara,"ujar AKP Sopian.

Sambung Sopian. Setiba dilokasi diduga pengemudi truk cold Diesel dengan nopol BK8313MD atas nama  Dimas Saputra tidak hati-hati  dan terganggu konsentrasi diduga karena mengantuk.

Sehingga menabrak bagian sudut belakang mobil truk Fuso Engkel dengan nopol BK8777 CO yang dikemudikan oleh Asril yang saat itu berjalan di jalur lambat.

Akibat peristiwa tersebut, penumpang mobil truk cold diesel diketahui bernama Deni Setiawan (29) mengalami luka robek dan patah tulang dan meninggal dunia dilokasi kejadian dan dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman.

" Saat ini barang bukti kendaraan sudah ditangani Satlantas Polres Sergai guna proses pemeriksaan lebih lanjut,"pungkas Kasubag Humas, AKP. Sopian. (Rizky Zulianda)

Monday, October 4, 2021

Pengosongan Paksa Komplek Rumah Dinas IKES Nyaris Ricuh


warnasumut.com - Medan Deli. Pengosongan paksa serta melakukan pemagaran Rumah Dinas IKES Dinkes Provsu yang berada di Jalan Rumah Potong Hewan Mabar Kecamatan Medan Deli, dengan tim BPKAD, SatPol PP, Kejatisu, dan Inspektorat nyaris ricuh. Senin(04/10/2021) sekira Pukul 09.00 WIB.

Menurut Anto(50) didampingi warga Komplek Ikes Mabar menghistorikan dengan singkat dari tahun 1973 , bahwa orang tuanya sudah tinggal disina, awalnya tinggal disana bahwa ini rumah tidak ada apa apa dalam artian hanya rumah dan sumur,, 

"Listrik tidak ada, PDAM tidak ada, orang tua kami lah yang mengurus, membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga orang tua kami, Terus awalnya itu tidak dikutip retribusi, mulai tahun seribu sembilan ratusan dan tak tau percis mulai dikutipnya retribusi, dibayar lah oleh orang tua orang tua kami." Jelas pria yang memaki baju gamis tersebut.

Kemudian masih kata Anto, pada saat itu orang tua mereka sudah mulai pensiun, diusulkan lah rumah ini untuk ditetapkan menjadi golongan III, karena syarat satu untuk mendapatkan memiliki adalah golongan III, jadi para orang tua dulu di komplek ini mengurus golongan rumah ini untuk dinaikkan menjadi golongan III, 

"Karena salah satu persyaratan untuk naik ke golongan III adalah mempunyai sertifikat, minimal sertifikat hak pakai, diurus lah sertifikat hak pakainya tapi atas nama dinas , karena yang mempunyai bukan pribadi," ujarnya dengan nada tinggi.

keluar lah sertifikat hak pakai tersebut, keluar surat dari Kepala Dinas pada masa itu, isinya disetujui penyetujuan untuk naik menjadi  ke golongan III, sudah disetujui diserahkan wewenang, pengelolaan, penempatan, dan lain sebagainya kepada Gubernur Sumatera Utara pada masa itu. Ucapnya.

"Di tahun 2000  di panggil lah kami oleh Dinas Kesehatan untuk membicarakan mengenai penempatan pada saat itu orang tua kami sudah pensiun dan orang tua saya sudah meninggal, datang lah ke Dinas , disitu disampaikan juga bahwasanya kami ingin memiliki rumah tapi ditolak oleh Dinas pada saat itu padahal kami belum membuka berkas " Papar Anto lagi.

"Dari mulai situ lah, mulai ada kalau saya bilang semacam intimidasi, setelah(Red-Pihak MM) menawarkan ke beberapa warga agar kami pindah dari komplek ini." Katanya.

"Harapan kami ya sesuai surat pak, kalau kami bisa memiliki perumahan ini , kalaupun seandainya tidak bisa sama sekali , jangan seperti ngusir anak ayam dari kandangnya, hargai orang tua kami yang sudah mengabdi kepada negara sekian tahun." Harap Anto dan beberapa warga lain.

"Saya mengharapkan pihak DPRD ataupun Gubernur Sumatera Utara bisa memediasi masalah ini secara Arif dan bijaksana (damai), ini rumah golongan III yang ngusulin juga kami, secara peraturan pemerintah (PP), kami berhak, sudah memenuhi persyaratan, karena ini bukan bagian dari kedinasan" katanya lagi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Efendi Poerba mengatakan Sebetulnya hanya disini celahnya konvensasi, lagi lagi lagi di kalimat konvensasi. "Ini ada beberapa orang juga sudah bersedia  keluar, ini ada sudah menempati orangtuanya sudah tidak ada lagi (meninggal), pada saat warga ini menyampaikan minta konvensasi, bukan kapasitas saya menjawab, pak Ardi menyampaikan tidak ada kita anggarkan." Katanya dihadapan Ade Safawi salah satu warga komplek Ikes Mabar.

Akhirnya ketika hadir Wakil ketua DPRD Sumut Irham Buana Nasution, terbentuk rapat kecil bersama BPKAD, SatPol PP, Kejatisu, dan Inspektorat, kemudian hasilnya nanti akan berkoordinasi dengan baik dan duduk bersama. (Tim)

Saturday, October 2, 2021

Kapolres Diuji Berani Tutup 5 Lokasi Judi Tembak Ikan Di Belawan

warnasumut.com - Belawan. Sepekan kurang lebih menjabat Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang diuji berani menutup lima lokasi judi tembak ikan yang sudah sangat meresahkan di Belawan.

Hal itu dikatakan Hanim, salah seorang warga Belawan yang sudah merasa sangat kesal dengan tetap bukanya lokasi judi tanpa tindakan dari Polisi.

"Aneh memang kalau lokasi judi yang buka disini tidak diketahui oleh Polisi. Menurutku itu tidak mungkin, apalagi beberapa lokasi itu hanya berjarak beberapa puluh meter dari Kantor Polisi," kata wanita berhijab itu kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Ia menembahkan, hal ini menjadi ujian bagi Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru untuk segera menutup lokasi judi tembak ikan yang beromset puluhan juta perharinya itu.

"Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru harus peka terhadap ini. Segera tutup lokasi judi ini karena sangat mengganggu bagi generasi muda. Belum lagi tempat itu bisa menimbulkan cluster baru penyebaran covid-19, apa iya Kapolres tidak mendukung program pemerintah?," terang ibu empat orang anak itu.

Senada dengan Praktisi Hukum, R Simbolon yang meminta Kapolres segera menanggapi aspirasi masyarakat tersebut.

"Jangan sampai hanya satu atau dua orang oknum yang mendapat keuntungan dari lokasi judi itu, Kapolres tidak berani menindak. Kalau sudah masyarakat resah, Polisi harus segera merespon, karena memang tugasnya melindungi masyarakat. Apalagi lokasi ini merupakan tindak pidana, jadi tidak ada alasan untuk tidak menutupnya," pungkasnya.

Aktivitas perjudian nyatanya merupakan tindakan pidana maksimal 10 tahun penjara.

Untuk itu bahwa yang namanya judi secara hukum dikategorikan sebagai perbuatan pidana sebagaimana diatur pada pasal 303 KUHP yang kemudian diperbarui secara khusus pada UU No.7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian. Ancaman hukamannya tidak main-main maksimal 10 tahun penjara

Seperti sebelumnya, lokasi judi tembak ikan di lima titik seputaran Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, sepertinya semakin eksis dan diduga tak tersentuh hukum. Apa pasal, praktek judi berkedok ketangkasan yang beromset puluhan juta rupiah setiap harinya masih saja bebas beroperasi.

Kelima lokasi tersebut berada di Gudang ikan (GH) dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Gabion Belawan, Warung sebelah PT Golden Cup Seafood Gabion Belawan, Jalan Bunga Belawan (depan Pasar Kapuas), sedangkan dua lokasi lagi di Jalan Veteran (Tak jauh dari Rumah Makan Mandala Belawan dan di samping Eks Bioskop Sumatera.

Praktik judi tembak ikan modus ketangkasan ini menggunakan chpip yang yang dibeli pemain. Chip ini akan diisi oleh kasir yang diisi dalam mesin game dan berbentuk amunisi animasi yang bisa dimainkan hingga delapan pemain tersebut.

Para pemain akan menembak menggunakan amunisi terebut hingga mendapatkan sejumlah point. Setelah point terkumpul, pemain bisa menukarkannya dengan uang. Game ini juga beroperasi mulai pukul 12 siang hingga dini hari. (Tim)

Tuesday, September 14, 2021

Di Binjai, Gerombolan Begundal Serang Pekerja Pembuat Tapal Batas Tanah

warnasumut.com - Binjai. Para pekerja pembuat tapal batas lahan milik Daud Ketaren, di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, diserang oleh segerombolan begundal yang dipimpin oleh pria berinisial Y, yang merupakan warga Banjaran. 

Hal itu dikatakan Daud Ketaren saat dikonfirmasi awak media, pasca terjadinya penyerangan yang terjadi di lokasi pembuatan tapal batas dengan menggunakan alat berat jenis excavator. 

Dalam penyerangan itu, kata Daud Ketaren, satu orang anggotanya bernama Anto terkena bacokan dibagian kepalanya. "Satu orang terkena bacokan senjata tajam di bagian kepalanya. Saat ini anggota kita yang mengalami luka, kami bawa ke Rumah Sakit Bangkatan Binjai," katanya, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/9) sekira jam 14.30 WIB.

Tidak hanya itu, lanjut Daud Ketaren, selain membacok kepala anggotanya dengan parang, penyerang juga membawa senjata jenis panah dan bom molotov. "Bom molotov juga dibawa mereka (penyerang-red). Bahkan nyaris saja anggota kami terkena panah," lanjutnya, sembari memperlihatkan anak panah yang diperoleh oleh penyerang. 

Sebagai pemilik lahan, Daud Ketaren meminta aparat penegak hukum agar bertindak tegas untuk mengamankan pelaku dan juga provokator penyerangan. "Kami dalam hal ini minta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku. Karena ini sudah sangat meresahkan," ungkap pria berdarah Karo ini. 

Sebab menurut Daud Ketaren, hal ini bisa saja terjadi lagi saat pihaknya melaksanakan pengerjaan tapal batas. "Kalau kami diserang terus, jangan salahkan kami kalau kami melakukan perlawanan untuk mempertahankan hak kami," tegas Daud Ketaren.

Disinggung ada berapa orang yang menyerang anggotanya saat sedang melakukan pekerjaan, Daud Ketaren mengatakan ada puluhan orang. "Sekitar 20 orang yang menyerang. Semuanya kami lihat membawa senjata dan banyak memakai penutup muka atau Sebo," beber Daud Ketaren, sembari meminta anggota pekerjanya untuk tenang.

Walau belum ada aparat hukum yang datang, keributan akhirnya dapat mereda setelah para pekerja Daud Ketaren, mundur untuk menghindari bentrokan.

Diberitakan sebelumnya, agar tidak menimbulkan kekisruhan dan juga menjadi objek penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, akhirnya ratusan hektar lahan yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, dibuat Tapal Batas oleh pemiliknya, Jumat (10/9).

Pengerjaan tapal batas itu sendiri dilakukan dengan cara membuat parit serta menggunakan alat berat (Excavator) oleh sang pemilik lahan yang diketahui bernama Daud Ketaren.

Menurut Daud Ketaren melalui Penasehat Hukum (PH) nya, Lazim Surbakti SH, serta Ferdinand Sembiring SH, saat berada dilokasi mengatakan, pembuatan Tapal Batas itu atas dasar dokumen dokumen yang dimiliki oleh kliennya (Daud Ketaren) dengan cara membeli dari ahli waris.

"Lahan ini adalah hak milik klien kita, yaitu Daud Keteran. Luasnya saat ini yang akan kita buat tapal batas sekitar 56 hektar. Jadi kita akan melakukan pengerukan ini dengan ukuran 1.000 meter dikali 600 meter. Pembuatan tapal batas ini sebelumnya sudah kita sampaikan kepada Pemerintah, aparat penegak hukum. Kita juga sudah menyurati Polres, Kejari dan Pengadilan, Polsek, Koramil dan juga ke Kelurahan. Ini sudah kita sampaikan kepada seluruhnya dan sudah kita buat Plank bahwa ini adalah milik klien kita," ungkap Lazim Surbakti. 

Disoal Dokumen seperti apa yang dimiliki oleh Daud Ketaren selaku pemilik lahan, Lazim Surbakti menegaskan bahwa alas hak yang dimiliki oleh kliennya yaitu SK Gubernur tahun 1951 yang dibagikan pada tahun 1953. (RZ)

Sunday, September 12, 2021

Maling Semakin Merajalela, Pengguna Narkoba Bebas Di lingkungan Sekolah SDN 066663 Jalan Balam Perumnas Mandala

warnasumut.com - Medan. Merajalelanya para komplotan maling di prumnas mandala semakin menjadi-jadi, sudah kesekian kalinya SDN 066663 prumnas Mandala Jalan Balam menjadi mangsa santapan para komplotan sindikat maling. Minggu (12/9/21) 

Berdasarkan pantauan awak media, pagar depan sekolah tersebut sudah habis di gasak maling

Disamping merajalelanya komplotan maling menggasak barang- barang milik sekolah itu, menurut pengakuan penjaga sekolah tersebut, Al (35), diduga pada malam harinya lingkungan sekolah kerap di jadikan lokasi tempat konsumsi narkoba. "Ia bang pada malam hari nya di lingkungan sekolah ini sering terlihat ada beberapa orang yang pakai narkoba," Sebut penjaga sekolah AL

Guna menindak lanjuti atas maraknya aksi maling dan bebasnya para pemakai narkoba di lingkungan sekolah tersebut, awak media mencoba konfirmasi kepada pihak yang berwajib. 

Saat di konfirmasi melalui Aplikasi Whatsapp, Kapolsek Percut Sei Tuan Akp Janpiter Napitupuluh mengatakan "terimakasih atas informasinya kami akan segera menindak lanjuti, " Jawabnya. (Rizky Zulianda)

Heboh, Mayat Mrs X Ditemukan Mengambang Di Parit Titi Penceng Perkebunan PTPN II

warnasumut.com - Stabat. Mayat Mrs X (wanita tak dikenal) ditemukan mengambang di parit Perkebunan PTPN II, persisnya dekat Titi Penceng, Jalan Proklamasi, Lingkungan X, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Minggu (12/9) sekira jam 08.30 WIB.

Penemuan mayat itu, sempat menggegerkan warga sekitar yang penasaran dengan identitas korban.

Penemuan mayat itu pertama kali diketahui oleh Sifian (40) warga Pasar VII, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat. "Saat saksi (Sofian) melintas di Titi Penceng, dirinya mencium bau busuk. Kemudian saksi mencari sumber bau tersebut dan akhirnya menemukan mayar yang mengapung di parit," ungkap Kanit Reskrim Polsek Stabat IPDA Hermawan SH via pesan WhatsAppnya.

*#Tak Menggunakan Pakaian*

Saat ditemukan, kata Hermawan, kondisi mayat korban sudah terapung dan dalam posisi terlungkup. Setelah menemukan mayat itu, Sofian kemudian melaporkannya kepada kepling dan petugas kepolisian. 

Setelah mendengar informasi tersebut, petugas kepolisian yang dipimpin Pawas Kanit Intel IPDA Darsono bersama IPDA Hermawan langsung menuju TKP. "Saat tiba di lokasi, kondisi mayat tidak menggunakan pakaian sama sekali," lanjut Hermawan.
*#Diperkirakan Berusia 40 Tahun*

Selanjutnya, bersama masyarakat yang sudah ramai berkerumun, petugas kepolisian langsung mengevakuasi mayat yang diperkirakan berusia 38 - 40 tahun dan berambut hitam itu. Setelah dievakuasi, mayat berjenis kelamin wanita itu langsung dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

"Dari haril pemeriksaan tim INAFIS Polres Langkat, diperkirakan sudah meninggal 2-3 hari. Seluruh kulit ditubuhnya sudah mengelupas. Termasuk kulit telapak tangan kiri dan kanan, serta kulit di telapak kakinya. Kondisi bola mata keluar, serta lidah menjulur keluar," terang Hermawan.

*#Tak Ada Tanda Kekerasan*

Sejauh ini, lanjut Kanit yang ramah itu, tidak ada ditemukan tanda kekerasan di tubuh mayat Mrs X itu.  "Menurut keterangan warga dan saksi di sekitar TKP, bahwa wayat yang ditemukan mengapung itu diduga orang gila. Mayatnya diduga sudah terendam 2-3 hari," tandasnya.

Hingga proses evakuasi korban selesai, warga yang penasaran dengan penemuan mayat tersebut masih memadati TKP. "Aku dapat kabar dari kawan tadi. Katanya ada mayat dekat Titi Penceng. Makanya aku kemari untuk melihatnya," terang warga yang mengaku bernama Totok itu. (Julian)

Tuesday, September 7, 2021

Dua Orang "Abang Jago" Diciduk Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan

warnasumut.com - Medan. Dua orang "Abang jago" yang memalak seorang wanita pedagang buah di Jl. Gatot Subroto Kel. Simpang Tanjung Kec. Medan Sunggal, yang sempat viral di media sosial berhasil diamankan Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan.

Keberhasilan tersebut disampaikan Plt. Kapolsek Sunggal AKP P. Panjaitan SH MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring saat dikonfirmasi di mako Polsek Sunggal pada Selasa (07/09).

Dijelaskan Kanit, pemalakan tersebut terjadi pada Sabtu (04/09) sekira pukul 15.40 wib di Jl. Gatot Subroto, yang mana saat itu kedua pelaku masing-masing AF alias Fikri (43) warga Jl. Sei Mencirim Desa Sukamaju dan RMP alias Roni (47) warga Jl. Elang Kel. Sei Sikambing B, melakukan pemalakan terhadap seorang wanita pedagang buah, namun saat itu sang pedagang memvideokan aksi keduanya kemudian memviralkan ke media sosial.

Plt. Kapolsek Sunggal yang mendapatkan laporan tentang adanya rekaman video yang viral tersebut langsung memerintahkan Team Khusus anti bandit Polsek Sunggal guna melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut, tambahnya.

Setelah melakukan penyelidikan, pada hari Minggu (05/09) sekira pukul 23.00 wib, team yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH berhasil mengamankan pelaku inisial AF alias Fikri, saat berada di Jl. Pasar Besar Desa Sei Semayang, selanjutnya team juga berhasil mengamankan RMP alias Roni di Jl. Elang tidak berselang lama kemudian.

" Saat kami tunjukkan video yang viral tersebut, keduanya tidak bisa mengelak lagi dan mengakui perbuatannya", imbuhnya lagi, dan keduanya saat ini kami lakukan pembinaan, dan keduanya juga merasa menyesal atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum.

"Terkait video tersebut, hingga saat ini korban tidak membuat pengaduan ke Polsek Sunggal, jadi kami menghimbau kepada warga masyarakat, untuk tidak segan ataupun ragu-ragu melaporkan segala bentuk tindak pidana yang dialaminya, khususnya yang tempat kejadian berada di wilayah hukum Polsek Sunggal, agar dapat kita proses dan tindaklanjuti", pungkasnya mengakhiri. *(RIZKY ZULIANDA)*

Friday, September 3, 2021

Demi Keselamatan Dan Bosan Mendengar Janji Pemerintah, Masyarakat Pangmilang Sagatani Turun Ke Jalan

warnasumut.com - Solidaritas Masyarakat Pangmilang Sagatani akan melakukan Bhakti Sosial Swadaya Masyarakat untuk memperbaiki jalan poros Pangmilang Sagatani yang akan dilaksanakan, pada hari Sabtu-Minggu  tanggal 4-5 September 2021, Karang Taruna Pangmilang/Sagatani , LPM Pangmilang-Sagatani, Lembaga adat Dayak Kelurahan Pangmilang/Sagatani menggabungkan diri kedalam gerakan Solidaritas Masyarakat Pangmilang Sagatani untuk langsung turun ke jalan memperbaiki jalan-jalan yang rusak parah. 

"Kami mengundang seluruh pihak yang ada di Kota Singkawang khususnya di Pangmilang-Sagatani ini untuk turun bersama bergotong-royong memeperbaiki jalan rusak yang ada , kita tidak bisa menunggu pemerintah hadir, sebelum timbul para korban" Budi Van Darol salah satu koordinator kegiatan ini. 

Beliau mengatakan " Mulai dari tanggal 1 September 2021 kemarin hingga hari ini sudah kami turunkan 20 Truck material batu di sepanjang jalan pangmilang / sagatani tepatnya di titik rusak terparah , kami bahu-membahu tidak hanya teriak di medsos yang tidak jelas "

"Bang Milin salah satu tokoh pemuda Dayak Pangmilang mengatakan " Kami di Singkawang Selatan ini khususnya Pangmilang Sagatani sudah bosan mendengar janji-janji Pemerintah, sejak jaman Presiden Soeharto sampai saat ini jalan kami tidak pernah di perbaiki sampai bagus, jembatan-jembatan yang kecil ini sudah ada yang putus, sekaranglah kami bertindak , kami tidak bisa menunggu lagi.

" Terima kasih para donatur yang telah membantu kami hingga hari ini,*ADIL KATAKINO BASENGAT KAJUBATA.,HARUSS..HARUSS* semoga Jubata membalas kebaikan para donatur di surga pungkasnya. (Tim)

Diduga Sakit, Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah

warnasumut.com - Medan Sunggal. Diduga akibat sakit yang dideritanya, seorang pria inisial AG (45) warga Jl. Sei Mencirim Desa Sukamaju Kec. Sunggal DS, ditemukan oleh pemilik kontrakannya dalam keadaan meninggal dunia bersimbah darah pada Jumat (03/09) sekira pukul 03.00 wib di depan pintu rumah pemilik kontrakannya di Jl. Sei mencirim Desa Suka Maju Kec. Sunggal DS.



Unit Reskrim Polsek Sunggal Polrestabes Medan yang mendapat laporan tentang penemuan tersebut, segera turun ke TKP dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Panit Iptu Ibrahim Sofie SH guna memastikan kebenarannya.

Saat dikonfirmasi, Plt. Kapolsek Sunggal AKP P. Panjaitan SH MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH yang didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring menjelaskan kronologi kejadian, berdasarkan keterangan saksi-saksi, berawal dari pemilik rumah kontrakan yang merasa curiga karena mendengar suara di depan pintu rumahnya. Selanjutnya RT (51) pemilik rumah kontrakan, mencek ke depan dan melihat korban dalam posisi jatuh tertelungkup, selanjutnya RT segera memberitahukan kepada tetangga dan Kades Sukamaju Jonar Malau, yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sunggal Polrestabes Medan, paparnya.

Usai mendapatkan laporan tersebut, personil Polsek Sunggal segera ke TKP guna mengamankan dan melakukan olah TKP, ujarnya lagi, sekaligus memanggil team Inafis Polrestabes Medan.



"Dari hasil penanganan team Inafis, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan darah keluar dari mulutnya namun demikian jenazah korban kami bawa ke RSU Bhayangkara guna penanganan lebih lanjut," imbuh Kanit.



" Untuk sementara ini, kita sudah memeriksa empat orang saksi dari warga sekitar dan juga keluarga korban, dan keterangan yang kami peroleh bahwa dalam beberapa bulan belakangan ini korban menderita sakit batuk-batuk yang tidak kunjung sembuh," pungkasnya mengakhiri. (Rizky Zulianda)

Tuesday, August 31, 2021

Jalan Bagaikan Kubangan Kerbau Di Klambir 5 Kembali Dikeluhkan, Warga Menanti Segera Ada Perbaikan

warnasumut.com - Jalan berlubang di Desa Klambir Lima, kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang kembali dikeluhkan, Warga pun menanti agar segera dilakukan perbaikan. Karena beberapa jalan dilaporkan mulai mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan datang seperti sekarang.

Sebagian besar mengalami kerusakan dan berlubang. Aspal pun mulai banyak mengikis dan saat hujan air akan menggenang pada setiap jalan yang berlubang. Kondisi itu sangat dikeluhkan lantaran menyebabkan kecelakaan.

"Kalau kena genangan air gitu kan bahaya Bang, nggak keliatan itu kedalamannya. Orang yang nggak setiap hari lewat sini bisa jatuh kecelakaan, Sudah bnyak korban juga yang jatuh bang,"  kata Wira, atau yang akrab di panggil wakpay, salah satu Warga Klambir5.

Dia pun berharap agar Pemerintah segera melakukan pembenahan pada area jalan yang rusak tersebut. Dia juga menyampaikan jika jalan rusak di kawasan Klambir5 itu Baru saja beberapa bulan yang lalu di perbaiki tapi jalan aspal sudah rusak kembali bagaikan kubangan kerbau, kata bapak dari satu anak itu.

Lanjut Bapak satu anak itu, hampir selalu terjadi setiap tahunnya. Terutama saat musim hujan seperti saat ini. Di mana kerusakan bermula saat aspal mulai mengikis dan mengelupas.

"Di sini (Jln. Klambir5 ) memang sering rusak, sepertinya hampir setiap tahun saat musim hujan itu seperti ini," Ujarnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu pengendara jalan yang tengah melintas di kawasan Jl. Klambir5, Yang tak ingin namanya Disebut. Dia juga menyampaikan, kawasan tersebut sering mengalami kerusakan saat musim hujan seperti sekarang.

Kondisi itu ia nilai sangat menganggu proses lalu lintas di jalur yang lumayan padat itu. Terlebih, jalan klmbir lima ini menghubungkan jalan Ke Kota Medan, Sehingga dia berharap agar dinas terkait segera melakukan perbaikan secepatnya.

"Di sini kan jalur padat. Kerusakan nggak hanya di bagian tengah, tapi pinggir jalan juga, Itu sangat mengganggu. Harusnya segera dibenahi dengan kualitas aspal yang bagus," jelasnya.

Berdasarkan pantauan wartawan warnasumut.com ini, kerusakan di jalan klambir5 lima itu memang terbilang sangat parah. terdapat lubang kecil hingga ukuran besar dan cukup dalam. Kerusakan parah terlihat di jalan-jalan klambir5, atau tepatnya berada di klambir5 depan GG. Harapan 1. Klambir Lima depan GG. Harapan 2, Klambir5 Pasar5, Klambir5 Depan GG. Family Lubang berukuran besar dan dalam hampir merata. (Rizky Zulianda)

Wednesday, August 4, 2021

Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan Berhasil Bekuk Maling Rumah


warnasumut.com - Medan Sunggal. Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil bekuk BAM (25), warga Desa Helvetia Kec. Sunggal DS, pada Jumat (30/07) sekira pukul 10.30 wib di Desa Helvetia Kec. Sunggal DS.



Keberhasilan tersebut disampaikan Plt. Kapolsek Sunggal AKP P. Panjaitan SH MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring saat dikonfirmasi di mako Polsek Sunggal pada Selasa (03/08).



Dijelaskan Kanit, sebelumnya pada hari Kamis (29/07), korban Sri (27) warga Jl. Karya 2 Kec. Sunggal DS membuat pengaduan ke Polsek Sunggal berkaitan dengan pencurian barang elektronik berupa laptop dan handphone di rumah korban, diduga pelaku masuk kedalam rumah dengan cara memanjat tembok samping rumah korban dan masuk dari pintu belakang rumah korban, kemudian tersangka jalan keruang tamu dan melihat Laptop yang berada di atas kursi, selanjutnya tersangka mencuri  7 buah Laptop dengan berbagai merk antara lain 2 buah Laptop Merk Asus, 2 buah Laptop Merk Lenovo, 1 buah Laptop Merk Tosiba, 1 buah Laptop Merk Aser, 1 buah Laptop Merk HP, beserta caharger , Mose, Palasdise, dan 1 unit Hand Phone Merk Xiomi, serta 1 pasang sepatu warna coklat  milik korban dan langsung melarikan diri dari pintu belakang rumah korban.



Usai melakukan olah TKP dan menerima pengaduan tersebut, papar Kanit, selanjutnya team melakukan penyelidikan atas kasus tersebut guna mengungkap sekaligus mencari pelaku pencurian di rumah korban.



Tidak perlu waktu lama, keesokan harinya (Jumat, 30/07) team mendapatkan informasi bahwa ada seorang pria yang bermaksud menjual laptop di Desa Helvetia Kec Sunggal DS, sehingga team langsung meluncur ke lapangan guna memastikan kebenarannya, yang mana saat petugas tiba di lokasi ternyata pria tersebut (BAM) telah diamankan warga berikut barang bukti laptop yang hendak dijualnya yang merupakan laptop milik korban.



Dihadapan petugas, tersangka tidak bisa mengelak lagi dan mengakui perbuatannya serta menunjukkan barang lain yang diambilnya dari rumah korban yang disimpan pelaku di dalam rumahnya, imbuhnya lagi, sehingga pelaku langsung diamankan ke mako guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.



"Tersangka telah kita tahan dan barang bukti yang merupakan hasil kejahatan tersangka juga sudah kita sita, terhadap tersangka kita persangkakan melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancamannya tujuh tahun penjara", ujarnya mengakhiri pembicaraan. (Rizky Zulianda)

Monday, August 2, 2021

Persatuan Pedagang Kabupaten Gayo Lues Tolak Keberadaan Indomaret

warnasumut.com - Gayo Lues. Keberadaan toko modern berjejaring, Indomaret di Kabupaten Gayo Lues membuat risih para pedagang kecil. Mereka keberatan atas pembangunan toko tersebut. Selanjutnya mereka melayangkan tuntutan  surat pengajuan keberatan pendirian Indomaret kepada Bupati Gayo Lues, Senin (02/08/2021).

Perwakilan Pedagang tergabung dalam Persatuan Pedagang Kabupaten Gayo Lues Marzuki, ST dan Almahyudin Supi dalam pernyataan tertulis Senin (02/08/2021) mengatakan Sehubungan dengan berdirinya Indomaret di Kabupaten Gayo Lues maka dengan hal tersebut mereka mengajukan Keberatan Atas Berdirinya Indomaret di Wilayah Kabupaten Gayo Lues.

Perwakilan Pedagang mengajukan keberatan kepada Pemkab Gayo Lues dan Pihak Indomaret  dengan alasan tidak pernah melakukan Sosialisasi/Meminta Persetujuan Pelaku Usaha Kecil, menengah dan Besar khususnya selaku pemilik Toko di Lingkungan sekitar dibangunnya Indomaret tersebut.

Dengan dibangunnya Indomaret di Wilayah Kabupaten Gayo Lues, maka kami selaku Pedagang/Pemilik Toko sekitar khusunya yang sudah bertahun-tahun berdagang secara perlahan-lahan usaha kami akan mati, kata Perwakilan Pedagang Gayo Lues dalam pernyataan tertulis.

Mereka berharap agar Pemkab Gayo Lues dapat menindaklanjuti Perihal tersebut dalam waktu sesingkat-singkatnya, dan apa bila surat permohonan mereka tidak dilanjuti maka para pelaku usaha di Kabupaten Gayo Lues akan melakukan aksi Demonstrasi (Unjuk Rasa) dengan menutup Indomaret yang ada di Gayo Lues, sebutnya. (Tim) 

Emak Emak Marah, Turun Ke Jalan Blokir Akses Lokawisata Bukit Lawang


warnasumut.com - Kuala. Puluhan warga Kelurahan Pekan Kuala, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat yang didominasi emak emak turun ke jalan, Senin (2/8) pagi. Mereka marah dengan memblokir Jalan Lintas Binjai - Bukit Lawang, persisnya di Lingkungan VII Kampung Banten untuk menyampaikan aspirasinya, agar jalan di sana yang rusak parah segera diperbaiki.

Akibat ditutupnya akses jalan provinsi itu, kemacetan arus lalu lintas sepanjang lebih kurang lebih 3 kilometer pun tak terelakkan. Terlihat, para sopir truk turun dari kendaraan sembari menunggu jalan yang diblokir warga, dibuka kembali.

#Dua Tahun

Menurut keterangan warga di sana, jalan tersebut rusak sejak dua tahun terakhir. Selam kurun waktu yang cukup lama itu, jalan utama menuju objek wisata Bukit Lawang tersebut tak kunjung diperbaiki. Alhasil, keresahan warga pun memuncak. 

Warga membentangkan spanduk berisikan harapan mereka untuk mendapatkan jalan yang layak. Di badan jalan itu juga, dumptruk dihadang warga untuk melintas di sana. Sementara, mobil berukuran kecil dan kendaraan roda dua dipersilahkan melintas.

"Kami minta agar jalan ini bisa segera diperbaiki. Dah muak kami dengan kondisi seperti ini. Kalau musim panas, abunya beterbangan. Kalau musim hujan, jalannya becek dan licin. Sering kali pengendara kereta terjatuh saat melintas di sini," kata warga yang mengaku bernama Inul.

#Lima Kilometer Lebih

Informasi yang diperoleh, kerusakan jalan protokol tersebut cukup panjang, yakni mencapai lima kilometer lebih. Kerusakan jalan itu, diperparah dengan aktivitas dumptruk pengangkut material Galian C yang over tonase.

"Aktivitas truk Galian C bertonase tinggi juga memperparah kondisi jalan di sini. Kami bukan mau menghambat pembangunan, kami cuma minta pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan ini. Jangan jalan Tol aja yang dibangun, tapi jalan kami ini diabaikan," tandas warga.

Menyikapi hal itu, Kapolsek Kuala AKP Bevan Raga Tama SIK mengimbau agar masyarakat tidak berbuat anarkis dan tetap mematuhi prokes Covid-19. "Dimasa Covid-19 seperti ini, seharusnya masyarakat jangan berkerumun. Kita juga berharap agar persoalan ini bisa segera direspon oleh pihak terkait," tandas mantan Kanit Regident Polres Langkat itu. (Julian)

Friday, June 11, 2021

Remaja Yang Raib Di Sungai Belawan Kini Sudah Di Temukan


warnasumut.com - Hamparan Perak. Seorang remaja usia 15 tahun hilang setelah terbawa arus Sungai Belawan. Korban, Muhammad Nabilizaki Wahid (15) Warga Dusun VIII klon IV, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak sejak Kamis malam belum kembali ke rumah hingga Jumat, (11/6/2021).

Warga sekitar aliran Sungai Belawan tepatnya Titi Payung, Dusun IV, Desa Klambir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang tengah berupaya melakukan pencarian sejak Kamis malam.

Namun, korban belum dapat ditemukan.

Kapolsek Hamparan Perak, Kompol Edward mengatakan, pihaknya beserta Basarnas masih terus melakukan upaya pencarian.

Aparat gabungan melakukan penyisiran arus sungai bersama warga.

"Upaya pencarian masih dilakukan bersama-sama. Korban bernama, Muhammad Nabilizaki Wahid (15) Warga Dusun VIII klon IV, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak diduga terbawa arus," katanya.

Sebelumnya, korban bersama sembilan orang teman-temannya sedang mandi di Sungai Belawan.

Namun, korban terbawa arus sungai hingga tergulung air dan hanyut.

"Korban diduga kecapean saat hendak menyebrangi sungai, langsung terbawa arus sungai dan tenggelam.

Dan Saat Ini Personil Polsek Hamparan Perak bersama Tim Basarnas telah Menemukan hilangnya seorang Anak laki - laki di sungai Sei Belawan Titi payung Dusun 4 Desa Klambir Kec - Hamparan Perak. 

11 Juni 2021 sekira pukul 16.00 Wib.

Di Dusun 4  Desa Klambir di Sungai Sei Belawan Kec - Hamparan Perak.(Rizky Zulianda)

Monday, May 17, 2021

Pengendara Motor Terlindas Truk Hingga Tewas Di Hamparan Perak



warnasumut.com - Deli Serdang. Kecelakaan lalu lintas terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terlindas truk tangki.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Listrik Dusun VIII, Desa Tandem Hilir I, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

"Telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia pada pukul 07.30 WIB. Kecelakaan yang terlibat antara sepeda motor Honda Scoopy, BK-4879 AHP kontra mobil truk tangki BK-8276-EU," kata Kasubbag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting, Sabtu (15/5/2021).

Siswanto menjelaskan peristiwa itu berawal saat sepeda motor yang dikendarai oleh Restiani (28), warga Medan Deli, melaju dari arah Hamparan Perak menuju simpang Tandem.

Setiba di TKP, dia hendak mendahului satu unit truk tangki yang dikemudikan Joko Susanto (38), warga Medan Marelan, yang berjalan searah.

"Pada saat mendahului truk dari sebelah kanan, sepeda motor tersebut menabrak lubang di badan jalan, sehingga hilang keseimbangan dan terjatuh ke kanan, tepatnya di ban tarik sebelah kanan truk dan terlindas, mengakibatkan korban mengalami luka-luka kemudian meninggal dunia di TKP.

Setelah kejadian tersebut, korban dibawa ke RS Djoelham Binjai untuk dilakukan visum et repertum. Kemudian petugas mengambil keterangan saksi dan melakukan penyelidikan selanjutnya. (Julian)

Thursday, May 13, 2021

Tersangka Pembunuhan Di Ringkus Polsek Belawan


warnasumut.com - Medan Belawan. Penangkapan tersangka penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal  dunia berhasil diringkus petugas Polsek Belawan.

Indentitas korban diketahui ERI SINATRA (38 thn) warga Lingkungan 23 Wiraswasta, Lor.Dermawan Kel.Belawan I Kec.Medan Belawan dengan kondisi mengalami luka bacok pada bagian kepala dan memar pada bagian wajah, hidung, kening dan pipih sebelah kiri.

Menurut keterangan saksi -saksi ditempat kejadian menjelaskan, kedua tersangka Agustami, 36 Tahun, Islam, Mocok-mocok, Jln. Stasiun Komplek PJKA Kel. Belawan II Kec. Medan Belawan,Buhari als. Abu, 25 Thn, islam, mocok-mocok, Jln. Selebes  Gg XI Paluh Kel. Belawan II Kec. Medan Belawan.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2021 sekira pukul 01.30 Wib ,dijalan Selebes GG.11 Paloh Lk 31 Kel.belawan II Kec.Medan Belawan, dengan ditemukannya barang bukti dari TKP  (satu)buah senjata tajam Berupa Pedang, (satu) buah Batu koral, 1 (satu) Batang kayu., 1 buah dompet warna coklat milik Korban berisikan identitas Korban
Atas peristiwa tersebut seluruh warga langsung mendalami Kronologis Kejadian, dengan  keterangan Saksi An.Diana  , Dimana pada  Kamis tanggal 13 Mei 2021 sekira pukul 01.30 Wib, pada saat itu Saksi yang berada di teras rumahnya melihat Korban berjalan kaki memegang 1 buah kelewang bersama temannya masuk kedalam gg.11 Paloh tersebut, beberapa saat kemudian saksi mendengar adanya keributan lalu melihat korban sudah tergeletak bersimpah darah dibagian wajah dan kepala.

Beberapa saat kemudian Masyarakat setempat berdatangan ke TKP dan memberitahukan kejadian tsb  kpd Kepling Lk. 31 Kel.Belawan II, An.HASAN BASRI selanjutnya KEPLING menghubungi Polsek Belawan, 
lanjut Personil Polsek Belawan bersama warga membawa Korban dari Tkp menuju Rumah sakit AL KOMANG MAKES, Namun pihak R.S tersebut merujuk Korban ke R.S ESMUN Marelan.

Setelah Korban dibawa ke R.S ESMUN guna mendapat perawatan medis, sekira pukul 04.30 Wib Korban meninggal dunia.

“KRONOLOGIS Pada hari ini Kamis tanggal 14 Mei 2021, Unit Reskrim mendapat informasi tentang adanya seseorang (ciri ciri telah diketahui) Pelaku Pengniayaan yg menyebabkan Matinya Orang yang dilakukan oleh T.O tersebut.

Menyikapi taruna tersebut, Bapak Kapolsek Belawan KOMPOL D.J NAIBAHO, SH melalui Kanit Reskrim IPTU A.R RIZA, SH memerintahkan Unit Reskrim Piket 7.0 untuk melakukan penindakan terhadap T.O tersebut.

Selanjutnya, sekitar pukul 05.30 Wib Unit Reskrim Piket 7.0 yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu AR. Riza SH. beserta anggota melakukan undercover  terhadap lokasi dimana tempat persembunyian T.O tersebut. tepatnya di jalan  Selebes Gg. XI Paluh Kel.Belawan II Kec.Medan Belawan , setelah termonitor A1, team melakukan penyergapan terhadap Tsk a.n Buhari dan sekira Pukul 06.00 wib  Mendapat informasi keberadaan tsk A.n Agustami dan melakukan penyergapan Di Jln. Stasiun Komplek PJKA tepatnya didalam rumah temannya.
 Atas penangkapan tersebut selanjutnya Tsk dan barang bukti diamankan oleh Team guna interogasi dan proses Sidik ke Mako Polsek Belawan.

Sehingga polisi langsung mendalami kasus tersebut dengan menjelaskan keterangan dari Tsk 1 a.n Agustami  Mengakui bahwa korban bersama temannya membawa parang masuk kedalam Gg XI Paluh kemudian Korban menyerang Tsk Buhari dan tsk Buhari terkena luka bacok di lengan kanan nya dan kemudian buhari memukul dan menolak korban hingga terjatu telentang dan Tsk agus mengkui telah menendang wajah Korban sebanyak 4 kali sambil memegang sajam berupa Parang dengan posisi korban terlentang. 
Kemudian Tsk a.n agustami mengakui Tsk a.n Ramat dan Yusuf melakukan pembacokan dibagian kepala dan wajah korban.(Tim)

Tuesday, May 11, 2021

THR Dan Sertifikasi Cair, Guru Di Sumut Berterimakasih


warnasumut.com - Medan. Sejumlah guru SMAN sederajat menelpon Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, Senin (10/5/2021). Mereka menyampaikan ucapan terimakasih, karena Ombudsman RI Perwakilan Sumut telah membantu para guru, sehingga dana sertifikasi dan THR mereka cair.

Para guru yang menelpon tersebut ada yang dari Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Binjai dan sebagainya. 

Selain menelpon, ada juga yang mengirim ucapan terimakasih melalui pesan WhatApss. "Terimakasih ketua. Sore ini sertifikasi cair. THR besok. Karena harus diamprah," demikian salah satu pesan lewat WhatsApss yang masuk ke handphone Abyadi Siregar.

Pesan lain yang dikirim lewat WhatApss juga menyampaikan seperti demikian: "As.wb. Pak Adi...kami atas nama guru tingkat SMA se Sumut mengucapkan byk terimakasi atas perjuangan bpk yg udah mendengarkan keluhan suara guru....sekali lagi terimakasih ya pak...semoga allah membalas kebaikan bapak. aamiin...as.wb".

Selain pesan WhatApss, ada juga yang menelpon secara langsung.
"Alhamdulillah. Sudah cair. Terimakasih ya Ombudsman. Teman teman guru dari Tebingtinggi juga menyampaikan salam dan terimakasih kepada Ombudsman," kata Abyadi Siregar, menirukan ucapan terimakasih seorang guru yang disampaikan lewat telepon.

"Alhamdulillah. Akhirnya jadi berlebaran," kata penelpon lain sambil tertawa lebar.

TERIMAKASIH PEMPROVSU
Menanggapi hal itu, Abyadi Siregar justru menyampaikan terimakasih kepada Pemprov Sumut, terutama kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajek Shah dan Sekda Provsu Hj Sabrina yang telah menindaklanjuti laporan para guru yang disampaikan lewat Ombudsman. 

"Tanpa perhatian Pak Gubernur, Pak Wagub dan Ibu Sekda, ini tidak akan selesai dengan cepat. Prosesnya sangat cepat. Saya kira, ini bukti bahwa Pemprov Sumut ingin memberikan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat, terutama kepada para tenaga guru di bawah naungan Pemprov Sumut," kata Abyadi Siregar.

Abyadi juga menyampaikan terimakasih kepada para jurnalis dari berbagai media. Karena tanpa peran teman teman media, masalah ini mungkin tidak akan sampai dengan cepat kepada Pak gubernur, pak wakil gubernur dan ibu sekda. "Sekali lagi, terimakasih teman teman media," kata Abyadi.

Sebelumnya, sejumlah guru SMAN dari beberapa kabupaten kota di Sumut, menelpon Abyadi Siregar. Mereka menyampaikan, THR dan dana sertifikasi mereka belum cair hingga lima (5) hari lagi sebelum lebaran.

Keluhan para guru yang menelpon tersebut adalah, suara hati ribuan guru SMAN/sederajat yang ada di Sumut. Karena hingga menjelang lebaran, THR dan dana sertifikasi mereka belum cair. Mendengar itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumut meminta agar Pemprov segera mencairkannya. Dan, kini, harapan para guru tersebut sudah direalisasikan Pemprov Sumut. (Rizky Zulianda)

Saturday, May 8, 2021

Terlalu, H-5 THR Dan Dana Sertifikasi Guru SMA/Sederajat Di Sumut Belum Cair

warnasumut.com - Medan. Terlalu Meski lebaran tinggal lima hari lagi (H-5) tapi Tunjangan Hari Raya (THR) guru SMA/sederajat di Sumut hingga kini belum cair. Tidak cuma itu. Dana sertifikasi selama enam bulan, sejak Desember 2020 hingga Mei 2021, juga belum dibayarkan.

Kondisi ini membuat para guru SMA/seserajat kelimpungan menghadapi lebaran yang tinggal hitungan hari. Dalam satu Minggu terakhir, beberapa guru menelpon Ombudsman RI Perwakilan Sumut untuk melaporkan Disdik Sumut.

"Beberapa guru SMA/sederajat dari kabupaten/kota se Sumut, menelpon saya. Dengan kalimat bernada kalut sembari memohon agar namanya dirahasiakan, mereka menjelaskan bahwa THR dan dana sertifikasi mereka belum cair. Mereka pun memohon agar Disdik segera membayarkannya," kata Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar, menjawab wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Abyadi mengaku merasakan kebingungan para guru itu menghadapi lebaran ini, setelah mendengarkan langsung keluhan mereka melalui telepon.
"Ini banyak kebutuhan lebaran. Masih banyak yang belum beres. Urusan pengadaan kue lebaran, tuntutan anak-anak beli baju lebaran hingga bayar zakat. Gawat ini. Gimana ini?" kata beberapa seorang guru lewat telepon yang mohon namanya dirahasiakan. 

Abyadi sendiri awalnya tidak percaya bila Pemprov Sumut belum mencairkan THR  dan dana sertifikasi para guru tersebut. Karena menurut Abyadi, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajek Shah, tidak akan tega membiarkan para guru di bawah naungan Pemprov Sumut itu kesusahan menyambut hari bahagia Hari Raya Idul Fitri ini. Apalagi, tegas Abyadi, ini soal hak. Para guru, lanjut Abyadi, hanya menuntut haknya di saat yang tepat, yakni menjelang lebaran.

"Karena itu, saya menduga, Pak Gubernur dan Pak Wagub tidak mengetahui persoalan belum dibayarnya THR dan dana sertifikasi para guru di bawah naungan Pemprov Sumut ini. Apalagi, yang saya tau, Pak Edy dan Pak Ijek (Musa Rajek Shah-red) adalah dua sosok pemimpin yang taat asas. Taat aturan. Bila aturan sudah menetapkan itu hak para guru, maka Pak Edy dan Pak Ijek pasti berharap segera dibayarkan. Apalagi ini jelang lebaran," kata Abyadi Siregar.

Abyadi menduga, masalah ini hanya murni di Disdik Provinsi Sumut. "Saya yakin, mandegnya hanya di Disdik Sumut. Apa motifnya, kita belum tau secara persis. Nanti saya akan coba minta konfirmasi ke Disdik. Mudah mudahan bisa segera dicairkan. Jangan ditahan-tahan. Ini hak orang. Kan kasihan para guru di bawah naungan Pemprov Sumut ini. Saya kira, para guru di bawah naungan Pemko Medan dan kabupaten kota lainnya nggak begitu. Masa di Pemprov begini? Kasihan itu para guru di bawah naungan Pemprov," kata Abyadi Siregar. 

Abyadi tidak menampik mencium ada yang tidak beres dalam masalah ini. Kecurigaan ini muncul, karena dana sertifikasi tahun 2020 belum cair satu bulan lagi. "Kenapa dana sertifikasi satu bulan lagi di tahun 2020 belum cair? Padahal, ini sudah memasuki Minggu kedua Mei 2021," tanya Abyadi.

Pencairan dana sertifikasi itu, lanjut Abyadi, kan biasanya dilakukan per triwulan? Nah, mestinya dana sertifikasi triwulan pertama (Januari-Maret) tahun 2021 sudah cair. "Tapi ini, tahun 2020 saja masih ada satu bulan lagi yang belum dibayar. Kemana dana itu digunakan? Berapa guru di Sumut? Banyak itu nilainya," kata Abyadi Siregar bernada bingung. (Rizky Zulianda)

Friday, May 7, 2021

Di MAN 2, Ucapan Trimakasih "Dibandrol" Rp 500 Ribu


warnasumut.com - Deli Serdang. Oknum pegawai Sekolah MAN 2 Deli Serdang, diduga melakukan pungutan liar (Pungli) ratusan ribu rupiah bagi siswa yang lulus dan yang masuk perguruan tinggi melalui jalur undangan.

Sumber Jumat (07/05/2021) menyebutkan, dugaan pungli  tersebut dibandrol sebesar Rp 400 ribu  hingga Rp 500 per orang, yang permintaannya disampaikan via pesan chat WAG, dengan dalih sebagai sumbangan pembangunan sekolah.

Padahal, uang pembangunan itu sendiri telah di bayarkan oleh murid saat awal pendaftaran masuk sekolah.

Selain modus uang pembangunan, judul pungli lain yang digunakan yakni sebagai uang 'ucapan terima kasih bagi para siswa yang telah lulus SNMPTN, PTKIN, POLTEKKES lewat jalur undangan.

Kepala sekolah MAN 2 Deli Serdang Dr.H.Burhannudin,S.Ag.M.Pd saat dikonfirmasikan, membalas dengan pesan WhatsApp " Selamat siang pak terima kasih infonya, nanti saya cek kebenarannya karena kalau saya sebagai kepala madrasah tidak  pernah memerintahkan hal tersebut."

Selain itu, Burhanuddin juga mengirim chattan:"Baik pak barusan saya ngomong sama Nurhati dan panitia pelaksana seleksi ke SNPTN PTKIN POLTEKKES.
Mereka bilang sama saya bahwa berita wa itu tidak ada mereka paksa, Bahwa bila ada orang tua yang memberikan uang itu sukarela mereka pak rasa syukur dan terima kasih Dan mereka panitia mengatakan yg memberikan terimakasih digunakan pertama untuk buka puasa bersama dengan orang tua siswa dan para guru-guru.
Kalaupun bapak kurang jelas boleh kita ketemu dengan panitianya .
Yang pasti begitulah kondisinya ya pak mks."

" Dan sudah dikonfirmasi dengan orang tua tersebut mereka tidak ada keberatan dan itu diberikan nya ikhlas barusan dikonfirmasi oleh ibu Nurhati makasih pak atas kerjasama yang baik," sebut pesat WA kepala sekolah MAN 2 Deli Serdang.

Penyampaian kepala sekolah MAN 2 Dr.H.Burhannudin,S.Ag.M.Pd berseberangan dengan apa yang di sampaikan di chat WhatsApp group sekolah kepada para orang tua siswa yang bersangkutan.Sementara pihak sekolah telah mengeluarkan pengumuman tersebut melalui WhatsApp group sekolah agar dapat membawa uang sebesar 400 ribu sampai dengan 500 ribu rupiah.

Setelah ada hasil konfirmasi wartawan dengan kepala sekolah Burhanuddin, oknum guru berinisial NH menghubungi salah satu siswa yang lulus di jalur undangan untuk melakukan Voice Note (VN) melalui WhatsApp dengan ucapan  "Saya Ikhlas Memberikan Uang Ucapan Terima kasih" namun ucapan bahasa tersebut di lakukan setelah media mengkonfirmasi kepala sekolah MAN 2 Deli Serdang.

Disisi lain, masih banyak para orang tua dikalangan menengah ke bawah sangat keberatan dengan adanya pungli tersebut.

"Sesuai bukti yang ada  semoga pihak-pihak yang terkait dapat menindak oknum yang di duga melakukan praktek Pungli di sekolah MAN 2  Lubuk Pakam, Deli Serdang tersebut. (Rizky Zulianda)

Wednesday, May 5, 2021

Polisi Tutup Seluruh Akses Jalan Medan-Aceh Untuk Cegah Pemudik


warnasumut.com - Langkat. Polres Langkat akan menutup seluruh akses pintu masuk dari Medan menuju Aceh maupun sebaliknya yang melalui Kabupaten Langkat. Penutupan ini akan berlangsung mulai 6-17 Mei 2021 mendatang selama penerapan larangan mudik oleh pemerintah. 

Kapolres Langkat AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan pihaknya akan memastikan tidak ada pemudik baik dari Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh yang lolos selama pelarangan. Karenanya, seluruh personel diminta untuk melaksanakan tugas penyekatan dengan sungguh-sungguh. 

“Pos Penyekatan yang ada di Desa Halban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat ini merupakan pintu keluar masuknya kendaraan dari Aceh menuju Medan dan sebaliknya. Saya minta ke anggota harus sungguh-sungguh bekerja dalam menjalankan tugas ini,” katanya Edi, Senin (3/4/21).

Edi juga mengingatkan kepada seluruh personel yang bertugas untuk tetap menjaga kesehatan. Personel diminat untuk menerapkan protokol kesehatan selama bekerja untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

“Jaga kesehatan, itu yang paling utama dalam menjalankan tugas dan jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan,” pesannya kepada personil.

Dalam pelaksanaan pengamanan di Pos Penyekatan yang telah didirikan Polres Langkat, selain personil kepolisian, penjagaan juga melibatkan instansi terkait yakni TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Langkat. (Julian)