Warna Sumut: Peristiwa
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Thursday, April 28, 2022

Lompat Ke Sungai Saat Digrebek Polisi, Seorang Pria Di Temukan Tak Bernyawa

warnasumut.com - Medan. Seorang pria yang diduga pecandu narkoba nekat melompat ke sungai Deli Medan saat menghindari kejaran polisi, Selasa 26 April 2022 sore.

seorang Pria an. Saprido berusia 22 tahun warga Jln. Platina 4 No. 64 Ling. 11 Kel. Titu Papan Kec. Medan Labuhan hanyut terbawa arus sungai Deli pada Selasa Sore (26/04) sekitar pukul 16.00 wib

Kejadian bermula saat Personil sat Narkoba Polres Belawan melakukan penggerebekan kampung narkoba di Lingkungan 9 Pekan Labuhan Pada selasa  (26/04) sekitar pukul 14.00 wib. 
Saat penggerebekan terjadi korban berusaha melarikan diri dengan cara melompat kesungai namun diduga korban tidak bisa berenang sehingga korban hilang hanyut terbawa arus sungai. 

Telah dilakukan pencarian korban oleh petugas kepolisian dan pemerintah setempat namun korban tak kunjung ditemukan hingga informasi tersebut diteruskan ke kantor SAR Medan.

Pencarian hari pertama sejak informasi diterima hingga malam hari tidak membuahkan hasil hingga dilanjutkan pagi tadi. Hingga pada 27-04-2022 akhirnya sekitar Pukul 07.48 wib, 

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia berjarak sekitar 2 KM dari lokasi awal korban melompat. 
Tim langsung mengevakuasi korban dan langsung dibawa kerumah duka menggunakan mobil ambulance. (Tim)

Tuesday, April 26, 2022

PT Anugrah Prima Indonesia (Aprindo) Dibuka Kembali Oleh Dinas Lingkungan Medan Setelah Beberapa Bulan Ditutup Sepihak

warnasumut.com - Medan. Pembukaan PT. Anugrah Prima  Indonesia , Jl.Nusa Barung KIM I Medan, yang bergerak dalam usaha  pakan Ternak Ayam yang  sempat di tutup sepihak  oleh Pemko Medan  hari ini Di buka secara  oleh Pemko Medan yang dalam Hal ini di laksanakan  oleh pihak Dinas Linkungan Hidup Kota Medan dan Instansi terkait. Senin ( 25/4/2022 ) 

Sayangnya kebijakan pemerintahan terkait saat di lakukanya pembukaan segel rantai pabrik tersebut  menimbulkan pertanyaan besar. Para Pihak terkait Tidak ada memberikan keterangan kepada Awak media yang berada di Lokasi tersebut mengenai proses penutupan dan pembukaan pabrik tersebut. 

Nampak hadir dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Herbet  Goltom ,  Camat Medan Deli Fery Suheri beserta instansi terkait. Dari pantauan wartawan mereka mendadak pergi saat melihat banyaknya awak media yang berada di Lokasi pembukaan Pabrik tersebut. Seakan takut memberikan keterangan. 

Sampai berita ini di beritakan belum ada keterangan apapun dari instansi terkait tentang pembukaan Pabrik tersebut, begitu juga mengenai peralatan mesin mesin dan barang barang milik Perusahaan yang hilang selama penutupan belum ada pihak yang bertanggung jawab. Dari pengamatan wartawan pihak pengusaha sangat di rugikan dalam jumlah besar akibat penutupan sepihak tersebut. (Borju Simatupang)

Monday, April 25, 2022

Oligarki PLTU Batubara Kabupaten Langkat Diduga Mencemari Lingkungan Di Pangkalan Susu

warnasumut.com - Medan. Oligarki PLTU Batubara Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat diduga mencemari lingkungan di pangkalan susu, hal ini mengakibatkan rusaknya kualitas air dan udara sehingga terganggunya kesehatan anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar di ring 1. Maka Yayasan Srikandi Lestari mengagas dan melakukan diskusi krisis iklim serta nonton bareng film "Bara Hitam", Minggu (24/4/2022) di Jalan Dr. Manysur, Medan. 

Didalam diskusi ini, Direktur Eksekutif Yayasan Srikandi Lestari, Sumiati Surbakti menjelaskan bahwa sudah 44 persen terjadi perubahan iklim seperti kesehatan di lokasi PLTU Batubara di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, sehingga berdampak kepada masyarakat yang mengalami penyakit kulit hingga kepada anak-anak. 

"Kita mengkampayekan agar menghentikan proyek PLTU Batubara yang ada dilangkat, serta memberikan solusi yang kami tawarkan adalah sinar matahari sebab karena energi ini saat baik dan merupakan ciptaan Allah," jelas Sumiati Surbakti dalam diskusi serta launching Sekolah Energy Bersih untuk anak-anak yang terdampak lingkungan. 

Bahkan Sumiati Surbakti juga mengutarakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamatan hingga menggunakan satelit bahwa disana, tidak ada bak penampung abu, yang seharusnya pihak PLTU Batubara harus menyediakan bak penampung abu di dalam jarak sekitar 2,5 Kilometer di sekitar lokasi. 

"Kami sudah pastikan dengan satelit bahwa dilokasi PLTU Batubara Pangkalan Susu tidak ditemukan bak penampung abu, dan Amdal yang dikeluarkan juga seharusnya juga ada saringan abu sebab PLTU ini setiap harinya mengeluarkan abu sekitar 2,5 ton perharinya," sebut Sumiati Surbakti. 

Selanjutnya dari Fossil Free yang diwakilkan oleh Rimba Nasution yang merasakan dampaknya yang terjadi di lokasi PLTU Batubara yang berada di Kabupaten Langkat ini, sangat tragis dan menakutkan sebab, anak-anak disekitar lokasi mengalami ganguan kesehatan dengan mengalami sekujur tubuhnya gatal-gatal hingga tangan para anak-anak  untuk belajar tidak bisa menulis. 

"Demi uang mengancurkan lingkungan, demi uang merusak masa depan. Sebab suasana di PLTU sangat mengerikan, maka kasus PLTU Batubara di Sumatera dari Aceh hingga Lampung hampir sama kasus sama," ungkap Rimba Nasution dalam diskusi ini. 

Bukan hanya itu saja, jelas Rimba Nasution pernah merasakan hujan tapi panas, panas tapi hujan, maka itulah suasana krisi iklim yang terjadi yang dirasakan bila lingkungan sudah tercemar. 

"Kalau kita sadari kita bisa memperbaiki dengan tangan pemerintah, tapi bila tidak  juga kita bisa meminta atau membangkang untuk tidak membayar pajak kepada pemerintah," beber Rimba Nasution dengan tegas. 

Maka dalam diskusi ini juga, hadir dari Psikologis yang juga Dosen di Universitas Politeknik Negeri Medan, Atika mengungkapkan bahwa isu lingkungan di dalam isu politik tidak terlalu penting dan tidak populer. 

"Ekonomi ekspolistasi, siapa yang diuntungkan tentu sejumlah elit, dan yang pasti dirugikan adalah kelompok orang miskin," jelas Atika dalam pemaparannya yang dihadiri dari para aktifis lingkungan yang ada di Sumatera Utara. (Ferry Afrizal)

Friday, April 22, 2022

Elemen Jaringan Masyarakat Muslim Membangun (JM3) Menggeruduk Kantor Balai Teknik Perkeretaapian Sumut


warnasumut.com - Medan. Jaringan Masyatakat Muslim Membangun (JM3)  melakukan aksi unjuk rasa meminta Polda Sumut dan Kejati Sumut untuk memeriksa kepala Balai Tehnik Perkeretaapian Sumatera Utara sebagai penanggung jawab pembangunan proyek KA yang diduga tidak sesuai spektek dan pembangunannya berantaka Kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara Jl. Kenanga Raya Medan Sunggal, Kota Medan, Jum'at (22/04/2022).

“Mendesak agar proyek strategis Nasional yaitu pembangunan jalur KA Rantau Perapat - Kota Pinang Km 20+500 s/d 25+500 (RPK6) harus segera dituntaskan,” ujar Koordinator Aksi, Budi Anta Gulo.

Ia juga meminta Kapolda Sumut dan Kejatisu dapat mengawasi dan mengawal kasus korupsi di objek kantor Balai Tehnik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara.

Budi pun menegaskan, Meminta Polda Sumut dan Kejati Sumut untuk memeriksa kepala Balai Tehnik Perkeretaapian Sumatera Utara sebagai penanggung jawab pembangunan proyek KA yang diduga tidak sesuai spektek dan pembangunannya berantakan.

Dalam aksi tersebut Jaringan Masyatakat Muslim Membangun (JM3)  membawa poster bertulisan Mendesak agar proyek strategis Nasional yaitu pembangunan jalur KA Rantau Perapat - Kota Pinang Agara diselesaikan.


Menurut Aldi , selaku Staf Balai Tehnik Perkeretaapian menerima aspirasi massa aksi dan menjelaskan bahwa aspirasi yang disampaikan akan diterima dan akan disampaikan kepada pimpinan sebab saat ini sedang berada di Jakarta dalam rangka tugas Rapat Kordinasi, Ujar Staf Balai Tehnik Perkeretaapian. (Tim)

Thursday, April 21, 2022

Korban Laka Lantas Truck Vs Motor Hanya Menanggung Derita, Pembiayaan Dan Keperluannya Di Tanggung Sendiri

warnasumut.com - Serdang Bedagai. Kejadian korban laka lantas truck vs sepeda motor pada Minggu pagi 6 Maret 2022 menyisahkan duka yang sangat mendalam.

Pasalnya sepulangnya dari Rumah sakit Grand Medistra lubuk pakam korban laka lantas atas nama Puspita sari (36) harus berobat ke dukun patah karena batok dengkul pecah dan jari kelingking patah.20/4/2022

Pihak Julasman Sitepu yang bernotabene supir truck tersebut melalui saudara Ismail memberikan obat China sewaktu di rumah sakit dan uang Rp 300.000 untuk selama 2 minggu di rumah sakit dan sisa yang lain-lain di tanggung sendiri oleh korban. Dan atas saran dokter melalui saudara Jhoni dan saudara Iqbal juga memberikan satu buah tongkat dari pemilik truck.

Namu sangat di sayangkan itikad baik korban yang juga telah melakukan perdamaian sepihak atas iming-iming dari saudara Jhoni dan Ikbal pihak korban melakukan perdamaian di pinggir tanah lapang di bawah pohon dekat taman buah yang tanpa di saksikan pihak desa dan keluarga lainnya.

Kata-kata sepakat yang di buat juga di tulis oleh saudara Jhoni dengan semua poin-poin kesepakatan yang di setujui oleh Julasman Sitepu.

Tetapi setelah korban menanda tangani tanpa di tanda tangani saksi dan kades dengan dalih untuk mengeluarkan sepeda motor dari pos lantas Dolok masihul, kesepakatan itu pun berlalu hanya begitu saja serta di acuhkan dan saudara Jhoni serta Iqbal menghilang begitu saja tanpa menghiraukan kondisi korban dengan iming-iming angin syurganya.

Karena saudara Jhoni dan saudara Iqbal yang bernotabene sebagai anggota kepolisian yang menurut penuturan mereka pihak korban pun percaya hingga terjadi kata sepakat.

Sesampai korban di rumah hampir 2 minggu dan melanjutkan pengobatan oleh dukun patah Julasman Sitepu bersama Mira pun baru datang melihat dan menyampaikan akan memberikan biaya pengganti uang belanja secara di cicil dan julasman Sitepu juga menyampaikan hanya memberikan uang Rp 4.000.000 untuk pengobatan kaki dan tangan ke dukun patah dan uang upah-upah korban. 

Mendengar hal itu sontak pihak korban langsung memberikan perincian dan pihak Mira yang datang juga berbicara langsung melalui via handpone kepada dukun patah tersebut menanyakan soal harga pengobatan Rp 7.000.000.

Lalu pihak korban hanya menunjukan perincian yang dialaminya selama di rumah sakit dan di rumah, namun sangat miris pihak korban melalui suami korban di tuduh melakukan PEMERASAN tanpa menerima uang dan tanpa ada pembicaraan apapun. 

Perincian tersebut di tunjukan karena pihak Julasman Sitepu sudah berbahasa soal angka yang tidak menghargai korban layaknya nyawa manusia.

Dan pembiayaan selama di rumah sakit sejak tanggal 06 Maret 2022 sampai dengan 25 Maret 2022 melalui via pesan dari Jasa Raharja juga telah memberitahukan biaya selama di rumah sakit melalui suami korban sebesar Rp 14.916.204,namun korban juga tidak menerima uang jasa Raharja sepeserpun.

Saat korban di konfirmasi di rumahnya menjelaskan deritanya "Kepala saya masih terasa sakit,kaki saya juga masih belum berfungsi baik buat berjalan jari kelingking juga masih dalam pengobatan. Berjalan harus menggunakan tongkat dari pemberian pak Ucok dan waktu di rumah sakit saya juga di berikan obat China karena ada pendarahan di otak sebelah kiri menurut keterangan dokter. Dan juga uang Rp 300.000 untuk selama 2 minggu di rumah sakit cuma itu aja yang di kasih hingga saat ini.

Saya berobat dengan dukun patah biaya Pampers dan yang lain-lain pakai biaya sendiri. sangat menyesal saya menanda tangani katanya surat damai ada poin-poin kesepakatannya, tapi nyatanya saya melanjutkan perobatan di rumah biaya sendiri. Saya kira mereka baik dengan itikad baik yang dilakukan suami dan saya". Penuturan rasa kecewa korban.

Semoga hal ini mendapat perhatian dari semua pihak terkait permasalahan ini. (Rizky Zulianda)

Wednesday, March 30, 2022

Julasman Sitepu Bohongi Keluarga Korban Tabrak Truc VS Sepeda Motor Biayai Sampai Sembuh

warnasumut.com - Serdang Bedagai. Kecelakaan lalu lintas yang di alami Puspita Sari (37) di desa banjaran Godang kecamatan Kotarih kabupaten Serdang bedagai pada pukul 05.30 Wib pagi hari,pada tanggal 6 Maret 2022 yang lalu dengan mengendarai sepeda  motor BK 3887 MX yang hancur akibat tertabrak truck Mitsubishi BK 9281 CM juga mengalami luka parah yang serius di bagian kepala,kaki dan jari kelingking.30/3/2022

Luka kepala yang sangat parah hingga Mengalami pendarahan di otak kiri sehingga mengalami lupa ingatan,kaki  di bagian dungkul batok pecah hingga tidak bisa berjalan dan jari kelingking patah di atas engsel sehingga jari juga tdk berfungsi.
Setelah 2 minggu di rawat di rumah sakit Grand Medistra lubuk pakam yang di biayai oleh jasa raharja,keluarga menyarankan agar bisa di bawa pulang dan pengobatan bisa di lanjutkan di rumah dengan kesepakatan perdamaian yang di buat oleh Julasman Sitepu yang bernotabene sebagai pelaku penabrak korban.

pihak penanggung jawab pemilik mobil truck Mitsubishi engkel BK 9281 CM yang menabrak  korban menyarankan dan membuat surat perdamaian dengan point-point sebagai perjanjian dan kesepakatan perdamaian agar mobil truck engkel dan sepeda motor bisa di keluarkan dari pos sat lantas Dolok Masihul Serdang Bedagai sebagai persyaratan.Dan point-point kesepakatan petdamaian antara lain seperti,
1.Pihak I (Pertama) bersedia berikan perbaikan sepeda motor Zupiter MX  milik korban
2. Pihak I (pertama) bersedia memberikan biaya tambahan berobat korban sampai sembuh di luar tanggungan jasa raharja dan BPJS
3.Pihak I (Pertama) bersedia memberikan ganti rugi handpone korban.
4.Pihak I (Pertama) bersedia mengganti rugi belanjaan pihak korban.
5.Pihak I (Pertama) bersedia memberikan biaya upah-upah semangat untuk korban
6.Pihak I (Pertama) akan memberikan dana yang dikomulatifkan sesuai point 1,2,3,4,5 sebesar tanpa terbilang.........

Namun hingga saat ini pihak korban tanpa di berikan apapun hingga detik ini, sebagai perjanjian kesepakatan perdamaian yang tertulis di dalam point-point perdamaian tersebut.Sudah hampir 2 minggu korban dirumah tetapi dari pihak yang bertanggung jawab dan pihak Julasman Sitepu sama sekali tidak menunjukan itikad baik sesuai dalam perjanjian dan kesepakatan yang telah tertulis sehingga terjadi kata sepakat perdamaian.
Kehadiran pihak pelaku atas nama Julasman Sitepu alamat dusun I désa rubun dunia kêcamatan Kotarih kabupaten sergai dan seorang kepercayaan pemilik mobil truck mitsubishi engkel BK 9281 CM datang pada Minggu malam tanggal 27/3/2022 dan Selasa pada tanggal 29/3/2022 hanya mengatakan untuk menyicil biaya pengobatan seperti membayar hutang di kedai kelontong.

Pemilik mobil truck Mitsubishi engkel BK 9281 CM  yang di ketahui di miliki oleh MP  atau yang disapa pak Ucok yang juga anggota DPRD Deli Serdang dari fraksi golkar juga belum pernah melihat korban,hanya melalui orang kepercayaan yang selalu datang dan memberikan iming-iming penyemangat untuk sembuh dan melakukan perdamaian.

Julasman Sitepu yang bertempat tinggal di desa rubun dunia yang membawa mobil Truck BK 9281 CM juga tidak ada itikad baik tanpa bertanya dan menanyakan ke pihak keluarga untuk meneruskan poin-point yang ada dalam surat perdamaian tersebut.Seperti hanya menganggap nyawa korban seperti nyawa ikan asin yang tak berharga.Dan Julasman Sitepu juga elak dari point-point kesepakatan perjanjian perdamaian yang di buatnya dan di tanda tanganinya.

Suami korban saat di konfirmasi awak media  mengatakan "Awalnya baik-baik saja saat masih di rumah sakit,setelah mereka mengajukan perdamaian dengan point-point yang di sepakati di atas surat pihak Julasman tidak mau mengobati sapai sembuh yang sesuai dengan kesepakatan perdamaian yang tertulis.Namun yang sangat aneh bagi saya sebagai suami tidak ada menanda tangani surat perdamaian tersebut yang bernotabene sebagai saksi.Dengan berselang waktu semuanya berubah tanpa tanggung jawab pengobatan sampai sembuh dari pihak Julasman sitepu dan saat saya pertanyakan hanya di bola-bola dengan berbagai alasan yang lain-lain.Menurut saya,ini perdamaian bodong yang mereka lakukan terhadap istri saya tanpa ada tanda tangan saksi dan kepala desa" tegasnya.

Dan pihak korban akan terus mencari keadilan untuk hal ini,dan Julasman Sitepu serta berapa orang kepercayaan itu juga harus mempertanggung jawabkan permasalahan ini yang menciptakan perdamaian bodong dan bohong tersebut. (Tim)

Thursday, March 17, 2022

Areal HGU PTPN-2 Bandar Khalifah Dijarah, Beko Dan Truck Diseret Ke Polrestabes


warnasumut.com - Deli Serdang. TIM Pengamanan aset PTPN-2 memergoki aksi penjarahan tanah di atas lahan HGU kebun Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan. Di lokasi yang berada di Pasar 12 SEI Rotan itu ditemukan satu unit alat berat (Bekho) sedang menguruk tanah ke atas dump truck.
Tim pengaman aset bersama Manejer Kebun Bandar Khalifah Ade Evi Azhar kemudian membuat laporan ke Mapolrestabes, dan langsung menurunkan sejumlah petugas dari Polsekta Percut Sei Tuan.

Dari keterangan di lapangan, diduga aksi penjarahan tanah bahan galian C ini dikoordinir oleh AB dan sudah berlangsung sekitar satu Minggu di lokasi tersebut. Padahal lokasi pasar 12 adalah bagian dari areal HGU No.115 yang akan menjadi bagian dari proyek Kota Deli Mega Politan.

"Jika tidak cepat dicegah, bisa saja lokasi ini akan menjadi areal galian C liar yang baru," ujar Humas PTPN 2 Rahmat Kurniawan. Sebab selama ini, ada pihak tertentu yang terus berusaha menjarah tanah dalam areal HGU PTPN-2 dengan bermain kucing-kucingan dengan petugas.

Bahkan menurut salah seorang warga di sana, para penjarah ini nekad beroperasi menguruk tanah ke atas dump truck pada malam hari.

Tim yang menemukan langsung bukti Bekho dan dump truck di areal tersebut, secara sigap langsung membawa barang bukti dan memboyong oknum AB dan alat berat itu ke Mapolrestabes Medan untuk pengusutan lebih lanjut.
Terlihat dilokasi tersebut Papam PTPN 2 Budi Setya Nainggolan, Wakapam Sinaga, Manajer Kebun Bandar Klippa Ade Evi Azhar, Humas PTPN 2 Rahmat Kurniawan, Staf Pengamanan Asset PTPN 2 Yusiar dan  sejumlah pihak Kepolisian Polsek Percut Sei Tuan. (Ferry Afrizal)

Wednesday, March 16, 2022

Ketum Formapera, Mengimbau Seluruh Anggota Merapatkan Barisan Jelang Pilkades Se Kabupaten Deliserdang


warnasumut.com - Medan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) Yudhistira mengimbau seluruh anggota organisasi merapatkan barisan jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) se Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

“Ini maklumat khusus kepada seluruh jajaran untuk merapatkan barisan menjelang pemilihan Kepala Desa di Deliserdang pada 18 April 2022 mendatang,” tegasnya dalam keterangannya di Sekretariat DPN Formapera, Jalan Jermal 7 ujung, Gang Murni X, Kelurahan Denai, Medan Denai, Rabu (16/3/2022).

Penegasan ini disampaikan Yudhistira mengingatkan ada 13 kader Formapera di jajaran DPW dan DPD yang ikut ambil bagian dalam kontestasi Pilkades pada bulan depan.

“Imbauan saya ini bersifat perintah dan wajib dipatuhi. Karena ini menjadi pembuktian bagi organisasi kita, sejauh apa loyalitas anggota serta untuk menilai respon masyarakat terhadap dedikasi Formapera selama 4 tahun ini berkiprah dan berbuat untuk masyarakat,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Yudis ini juga meminta agar seluruh anggota berperan aktif untuk sama-sama menghantarkan kader yang ikut dalam kontestasi, menang dalam pilkades ini.

“Formapera harus tampil dan merebut kemenangan. Jika kita ingin merubah sesuatu harus masuk ke dalam sistem. Karena itu, tidak ada kata lain, Pilkades harus dimenangkan kader Formapera,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tercatat ada 13 calon Kades serentak se Deliserdang, kader Formapera yang ikut berlaga.

Untuk di Kecamatan Batang kuis tercatat ada 6 Calon kades diantaranya dari Bambang Hartoko, S.H (petahana) dan H.kasiman untuk Desa Bintang Meriah, Muslim Susanto untuk Desa Bakaran Batu, Desa Batang Kuis Pekan mengusung Khairul Arzani, SH, Yuli untuk Desa Sena, Edi Candra untuk Desa Tanjung Sari.

Di Kecamatan Percut Seituan, Supario, SH (Petahana) untuk desa Bandar Khalippah, Misman (Petahana) untuk Desa Tembung, Asdat Lubis (Petahana) untuk Desa Medan Estate, Asmawito (Petahana) untuk Desa Sientis dan Suwandi MS (Petahan) untuk Desa Sei Rotan

Di Kecamatan Tanjungmorawa, Budi Nyata untuk Desa Bangun Sari dan H.Senen yang diusung dari Desa Tanjung Morawa A. (Tim)

Sekjen PWDS, Ganti Saja Camat Dan Sekcam Tanjung Morawa

warnasumut.com - Deli Serdang. Diduga tidak becusnya kinerja pihak Pejabat Kecamatan Tanjung Morawa dalam pembuatan KTP, Kartu Keluarga dan Akte membuat banyak kesal Masyarakat

Belum lagi dugaan Sekcam Kecamatannya yang sudah mulai gemar Memblokir nomor Wartawan,seharusnya sebagai Pejabat Publik tidak mencerminkan hal yang demikian,Kalau Bersih Kenapa Harus Risih

Mendengar hal demikian Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat,Perkumpulan Wartawan Deli Serdang Azhari Rangkuti mencoba melakukan pengecekan dilapangan,ternyata benar ada banyak yang menunggu KTP,Akte dan Kartu Keluarga yang belum selesai dicetak

Dikantor camat Azhari Rangkuti melihat 2 orang anak laki-laki memakai Seragam Sekolah dengan wajah kesal, kemudian Azhari menghampiri mereka dan menanyakan ada Apa?

VS menerangkan" Saya sekolah di MAN 1 Deli Serdang Om, kami sudah 3 Minggu nungguin KTP kami belum siap-siap juga dicetak,pada tanggal 23 bulan Februari 2022 lalu kami sudah Rekam Foto,Kemudian Bapak yang dikantor itu bilang siapnya sekitar 2 atau 3 Minggu lagi,kemudian hari ini tanggal 16 Maret 2022 kami kesitu tadi kata bapak itu belum siap juga, katanya tunggu 3 atau 4 Minggu lagi om, kami kan juga kemari jauh om saya dari desa bangun Sari baru om apa kami harus membayar pakai uang baru cepat selesai, tolonglah om bantu biar cepat siap KTP kami ujar VS menerangkan

SRRS warga Bandar Labuhan yang sama satu sekolah dengan VS" Sudah 3 Minggu om ,hari ini pas,maka kami datang om,malah kata bapak yang didalam kantor kecamatan itu nunggu 3 atau 4 Minggu lagi om,apa bayar om ya kira-kira bikin KTP, Bantulah om biar cepat siap om,kami anak sekolah om mana bisa berbuat apa-apa om,pungkas SRRS kepada Azhari

Sekjen DPP Azhari Rangkuti kemudian masuk kedalam Ruangan Kantor Pengurusan KTP dan bertemu inisial Endri menanyakan ada apa sebenarnya,kemudian inisial Endri menerangkan" Dari pihak Capil Blanko kabarnya kosong bang,dan masalah selesai KTP itu Sebulanan bang,Akte dan Kartu Keluarga pembuatannya tidak disini bang,ujarnya

Lantas Azhari menelpon Camat Tanjung Morawa Marianto Irawadi S.sos menanyakan berapa hari SOP sebenarnya pembuatan KTP,AKTE dan Kartu Keluarga,Marianto menjelaskan" SOP pembuatan 14 Hari kerja,mungkin Blanko dari sana kosong atau lagi ada kendala saja maka bisa lama,emang siapa didalam ruangan kantor disitu ada si Pulungan Kasubag,Azhari pun menjawab "cuma ada si endrik sama si Koko lagi tidur dan Pulungan tidak ada,camat Marianto pun melanjutkan perkataannya" Kartu Keluarga dan Akte tergantung kelengkapan Data Persyaratannya, ujar Camat Marianto menjelaskan

Azhari Rangkuti " Camat dan Sekcam Tanjung Morawa itu sudah pantas diganti saja,sudah terlalu lama juga itu Camat dikecamatan Tanjung Morawa ini,masalah Adminitrasi Pembuatan KTP,AKTE dan Kartu Keluarga saja lama kali selesainya, apalagi Sekcam nya itu sudah mulai Blokir-blokir nomor Wartawan,Sangat tidak patut menjadi panutan seorang pejabat Publik seperti itu,Nomor saya saja juga diblokir sama dia juga itu,Kalau Bersih Dia Kenapa Harus Risih ujar Azhari Kesal

Lanjut Azhari" Sedangkan Pihak Catatan Sipil (Capil) Kabupaten Deli Serdang yang Bernama Muharam yang diketahui bertugas di bagian KTP dikonfirmasi melalui Via Call dan Chat Whatsap hingga bekali-kali belum menjawab tentang benar tidaknya kelangkaan Blanko di Tanjung Morawa dan benar tidaknya Akte beserta Kartu Keluarga lagi Terkendala

Sambung Azhari" Jika berita ini dibaca Pak Bupati atau Pak Wakil Bupati, Tolonglah Sudah bisa diganti itu Camat dan Sekcamnya,saya rasa sudah patut diganti,Tanjung Morawa sudah memerlukan Pejabat Kecamatan yang baru kalau mereka seperti itu,pungkas 16/03/2022 (Tim)

Satu Unit Rumah Permanen Di Padang Bolak Ludes Terbakar Di Lahap Sijago Merah


warnasumut.com - Paluta. Sijago merah melahap satu unit rumah permanen milik Hj Henni Siregar di Desa Gunung Tua Tonga, Kecamatan Padang Bolak, kabupaten paluta Selasa (15/3/2022).
Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar, mengatakan kebakaran terjadi pada sekitar pukul 13.00 WIB.

"Kita mendapatkan informasi kebakaran dari warga,setempat sesampainya di lokasi, benar telah terjadi kebakaran," kata Kapolsek.

Kapolsek padang bolak manyatakan ada, 3 unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Paluta diterjunkan untuk memadamkan kobaran api. Namun nahas, api sudah melahap isi rumah dan seluruh bagian atas atau atap bangunan rumah.

"Pada pukul 14.00 WIB, api dapat dipadamkan. Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namu kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Lanjut Kapolsek, pihaknya sudah mengumpulkan dan mengamankan sejumlah barang bukti dan akan memeriksa beberapa saksi.

Adalah Lobe Ismail Harahap yang merupakan adik ipar sekaligus tetangga korban kepada awak media ini mengatakan, mengetahui peristiwa kebakaran dari salah seorang menantu korban.

"Begitu saya keluar rumah, saya melihat kepulan asap sudah sampai ke teras depan rumah yang terbakar," kata Lobe Ismail.

Ia menduga, api berasal dari bagian belakang atau dapur rumah. Bersama warga lainnya, ia berusaha memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya.

"Alhamdulillah, meskipun dalam keadaan terkunci dan di-rem tangan, satu unit mobil berhasil kita selamatkan dengan cara mendorong paksa ke pinggir jalan ujarnya lagi. (Tim)

Sunday, March 13, 2022

Bah..! Masih Ada Saja Petugas PLN di Medan Tak Peduli K3 Saat Bekerja

warnasumut.com - Medan. Bagi PT PLN (Persero), penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), ibarat harga mati yang wajib dilaksanakan, jika tak mau mati. Apalagi mati sia-sia karena kecelakaan kerja. 

Tapi faktanya di lapangan, masih ada saja petugas yang abai dan seolah 'super hero' nekad mengabaikan aturan yang sudah menjadi ketentuan Direksi. 

Pemandangan itu jelas terlihat saat sejumlah petugas melakukan pekerjaan di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan persis di depan Sekolah Methodist yang berhadapan langsung dengan bagian belakang RSUD dr Pirngadi Medan, Sabtu (12/3/2022).

Terekam jelas ketika salah satu petugas yang tengah berada di atas tiang listrik tidak menggunakan pengaman berupa tali badan atau Body Harness yang menjadi perlengkapan vital. 

Bukan itu saja, selama pekerjaan berlangsung, petugas juga tidak memasang rambu-rambu di lokasi kerja. Padahal itu juga menjadi syarat wajib. 

Informasi yang dihimpun di lapangan, petugas tersebut tengah melakukam Pemeliharaan Gardu RSUD d Pirngadi Medan sekaligus melakukan penggantian Pin Isolator Penyulang GG.06. 

Disebut-sebut, pelaksana pekerjaan itu  adalah perusahan Pelayanan Teknik (Yantek), PT RPT. 

Terkait hal ini, belum satu pun pejabat PLN area Medan yang memberikan keterangan (Tim)

Saturday, March 12, 2022

Diduga Pembiaran Praktek Perjudian di Komplek Berlian Sari, Polsek Delitua Tutup Mata


warnasumut.com - Deli Tua. Polsek Delitua diduga melakukan pembiaran terhadap lokasi praktik perjudian yang meresahkan masyarakat.

Berdasarkan pantauan wartawan, terlihat lokasi judi yang terletak di Komplek Berlian Sari masih bebas beroperasi meski kerap diberitakan. Pemilik atau pengelola pun sepertinya kebal hukum.

Sebelumnya, pada Jumat (4/3/2022) kondisi ini telah mendapat sorotan keras dari Praktisi Hukum, Eka Putra Zakran SH MH (EPZA). Menurutnya, praktik perjudian tentu sangat meresahkan masyarakat. Aparat setempat harusnya tidak boleh melakukan pembiaran terhadap segala jenis perjudian.

“Kalau ada oknum yang bermain ya harus ditindak atau disikat, ya Propam harus turun tangan terhadap anggota Aparat Penegak Hukum tersebut. Ya, harusnya jangan bungkam. Kalau bungkam alasannya apa?” kata Epza.

Epza melanjutkan, bungkamnya Kapolsek dan Kanit Reskrim saat dimintai tanggapan atau konfirmasi terkait adanya pembiaran terhadap tindakan perjudian di wilkum tersebut, tentu itu tindakan yang salah.

“Ya, salah. Fatal lah. Itu berarti mereka ada apa? Bertanya masyarakat kalau seperti itu. Tapi kalau mungkin karena sibuk atau segala macam, ya paling tidak dikonfirmasi ulanglah. Kan gitu. Gak boleh ada pembiaran, pimpinan itukan harus punya tanggungjawab moral,  makanya kita harus sepakat dengan arahan pak Kapolri. Polri Presisi. Jadi kalau misalnya bermasalah, ekornya gak bisa dipenggal, kepalanya dipenggal, kan gitu", tegasnya

“Maunya jangan lagi ada judi, kita harus berangkat dari semangat yang tinggi, teriakkan atau digaungkan, dikampanyekan oleh mantan Kapoldasu dulu (Martuani) tidak ada kejahatan di Sumatera Utara. Intinya sama aja dengan narkoba ini, musuh negara, musuh masyarakat, penyakit masyarakat yang mengganggu stabilitas sosial. Ditindaklah itu", terangnya.

Epza berharap dan menegaskan, jika memang benar adanya praktik lokasi judi di wilkum Polsek Delitua, itu harus ditindak, jangan ada pembiaran.

“Jangan tidak ada respon, kalau tidak ada respon seperti itu, kita mohon kepada kepolisian di tingkat atasnya agar melakukan evaluasi, melakukan sidak ke lapangan. Kalau betul ya Kapolseknya harus diberi sanksi lah, entah itu di mutasi atau itu dipindahkan. Karena telah melakukan pembiaran perjudian yang meresahkan masyarakat, sehingga membuat masyarakat terganggu dengan adanya lokasi judi di sana", tandasnya mengakhiri.

Sementara, Kapolsek Deli Tua Kompol Zulkifli Harahap SH MH ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp selulernya ke Nomor 082273559XXX Sabtu (12/3/2022) mengatakan, Mks informasinya. Akan sy perintah cek dan lidik. Pungkasnya. (Tim)

Diduga Lokasi Perjudian Mirip Seperti Las Vegas Berada Di Beringin, Kabupaten Deliserdang, Kebal Hukum

warnasumut.com - Deli Serdang. Sebelumnya sempat ditutup, lokasi perjudian mirip seperti Las Vegas berada di Desa Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, kembali beroperasi.

Salah seorang warga sekitar yang namanya tidak mau untuk dimuat ke media ini berinisial S mengatakan, warga merasa resah dan tidak nyaman dengan adanya lokasi perjudian itu. Apalagi sekarang ini Covid-19 Varian omicron masih meningkat. Kita takut lihat orang yang datang silih berganti. Apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak. Katanya.

Lokasi arena perjudian itu tidak jauh dari Polsek Beringin. "Sudah pernah di garis Polisi dan ditertibkan oleh Muspika Kecamatan Beringin. Sepertinya bandar atau cukong judi itu kebal hukum, terbukti sekarang kembali beroperasi bang". Ujarnya.

"Bandar atau cukong judi itu menyulap sebuah gudang untuk dijadikan arena lokasi perjudian mirip seperti Las Vegas. Para pengunjung dan pegawai yang datang tidak mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), dan diduga pihak kepolisian juga tutup mata dengan adanya lokasi perjudian tersebut". Ucap S.

Salah seorang warga lainnya yang berdomisili tak jauh dari lokasi perjudian itu berinisial Y berharap, Kapolresta Deliserdang AKBP Irsan Sinuhaji SIK MH dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs Panca RZ Simanjuntak MSi dapat menutup lokasi perjudian tersebut. Karena sejak adanya lokasi perjudian itu warga merasa resah, dan tidak nyaman. Katanya.

Sementara, Kapolresta Deliserdang AKBP Irsan Sinuhaji SIk MH ketika di konfirmasi awak media melalui WhatsApp selulernya ke Nomor 08125080XXX, Sabtu (12/3/2022) mengatakan, Terimakasih sudah ditindak lanjuti. Kami cek kembali. Silahkan koordinasi dengan Kasad Reskrim. 

Terpisah, Kasad Reskrim Polresta Deliserdang Kompol I Kadek H Cahyadi SH SIK MH ketika di konfirmasi melalui WhatsApp selularnya ke Nomor 085226182XXX mengatakan, Selamat pagi bang. Akan Kami tindak lanjuti informasinya bang, pungkasnya. (Tim)

Thursday, March 10, 2022

Ini Tampang Begal Kendaraan Bermotor Berkedok Debt Collector

warnasumut.com - Bandung. Kasus perampasan kendaraan bermotor oleh tukang rampas berkedok debt collector masih marak terjadi di jalanan. Tak ayal perampasan kendaraan bermotor oleh oknum yang mayoritas berkulit hitam dan berambut keriting itu sangat merugikan masyarakat.

Salah satunya adalah warga Karawang berinisial AR, yang mengendarai sepeda motor bermerk Yamaha X-Ride. AR menjadi korban kebiadaban debt kolektor yang mengaku suruhan dari perusahaan pembiayaan Kredit Plus.

Pimred dutapublik.com Yusri Amarahman (Kiri) Bersama Yaya Taryana, S.H., M.H.
AR pada hari Senin (7/3) mengendarai sepeda motor yang ia tunggangi di jalan raya Amir Machmud Kota Cimahi Jawa Barat. Saat sedang santai mengendarai sepeda motor, ia dipepet oleh 10 orang berwajah seram dan berkulit hitam legam dengan memakai 5 motor.

AR mengaku diberhentikan secara paksa oleh 10 orang tersebut sambil dimaki-maki dengan kata-kata kasar. Akhirnya karena dikeroyok 10 orang, AR mengalah dan diarahkan masuk ke kantor debt collector PT Cimahi Dwi Perkasa Abadi yang beralamat di jalan raya Amir Machmud Kota Cimahi.

Di kantor PT Cimahi Dwi Perkasa Abadi tersebut, AR dibentak-bentak dan diancam akan dipolisikan karena menunggak angsuran. Bahkan kendaraan yang ditunggangi AR yang diparkir di depan kantor, diangkut paksa oleh para oknum perampas dimasukan ke dalam kantor.

"Saya dipress, dibuat tidak berkutik, dimaki-maki oleh para perampas berwajah seram, akhirnya motor yang saya kendarai dimasukan paksa ke kantor mereka," ujar AR kepada wartawan, Selasa, (8/3) di Kantor Hukum Yaya Taryana, S.H., M.H.

Karena merasa dizalimi oleh para AR lalu mengadukan masalah ini ke awak media dari Dutapublik.com , dan dibantu untuk menguasakan masalah ini ke Lawyer Yaya Taryana, S.H., M.H., untuk membawa masalah ini ke jalur hukum pidana.

Pimpinan Redaksi dutapublik.com, Yusri Amarahman EH sangat menyayangkan kejadian perampasan oleh tukang rampas berkedok debt collector masih marak terjadi di Kota Cimahi. Ia sangat menyayangkan aparat penegak hukum di Kota Cimahi seolah tutup mata atas maraknya debt collector berkeliaran mencari mangsa.

"Pihak Kepolisian di Kota Cimahi saya kira agak lalai dengan maraknya perampas berkedok debt collector. Padahal para kriminal ini jelas-jelas melanggar hukum pidana dan seolah dibiarkan berkeliaran dengan bebas," ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum AR, Yaya Taryana, S.H., M.H., menegaskan tindakan para debt collector yang bernaung PT Cimahi Dwi Perkasa Abadi jelas melanggar hukum.

"Jangankan obyek yang tidak punya fidusia, yang punya fidusia sekalipun tidak bisa ditarik paksa di jalan. Harus ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan disita oleh juru sita pengadilan," ungkap Yaya.

Selanjutnya Yaya menegaskan kepada para debt collector yang merampas motor yang dikendarai AR selaku kliennya agar beritikad baik. Jika tidak memiliki itikad baik, ia menegaskan atas nama kliennya tidak sungkan melaporkan PT Cimahi Dwi Perkasa Abadi kepada pihak Kepolisian.

"Saya tunggu itikad baik PT Cimahi Dwi Perkasa Abadi. Jika tidak ada itikad baik maka saya atas nama klien saya segera tempuh jalur hukum pidana di Kepolisian," pungkasnya. (Tim)

Ini Kesaksian Warga Desa Waluya Saat Tiga Wartawan Dianiaya

warnasumut.com - Kerawang. Akhirnya warga Dusun Pangasinan, Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, buka mulut terkait pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum aparat Desa Waluya terhadap 3 orang wartawan. 

Menurut salah seorang warga Dusun Pangasinan, yang berada di lokasi saat insiden pengeroyokan yang diduga dilakukan aparat desa terhadap 3 orang wartawan mengatakan, bahwa hampir semua yang melakukan pengeroyokan notabenenya merupakan aparat desa. 

“Kata siapa masyarakat ikut membantu memukul wartawan, justru kami masyarakat melerai aksi pengeroyokan tersebut,” tutur Tuin, salahseorang warga Pangasinan, saat di temui awak media, Rabu (9/3/2022). 

Menurut Tuin, dirinya juga merasa kaget karena kedatangan ketiga wartawan ke warung Bu Nesem, mereka sangat sopan dan hanya bertanya tentang BPNT, apakah enak dengan uang tunai atau sembako. 

“Si ibu Acem menjawab enak sembako, namun kenapa datang aparat desa langsung ngomel dan memukul wartawan, disitu saya sangat panik langsung melerai namun karena jumlahnya terlalu banyak tidak bisa apa-apa,” terang Tuin. 

Lebih lanjut lagi Tuin, menjelaskan kejadian tersebut membuat trauma pemilik warung, karena pemilik warung sampai pingsan melihat kejadian tersebut, bahkan sampai di bawa berobat ke dokter. 

“Kalau di katakan masyarakat ikut memukul itu bohong, yang jelas masyarakat hanya melihat dan melerai aksi pengeroyokan yang di lakukan aparat desa Waluya,” pungkasnya. (Tim)

Warga Negara Asing Resmi Di Laporkan Terkait Rampas Dan Rusak Hp Wartawan


warnasumut.com - Deli Serdang. Ahmad jais sebelumnya telah membuat konseling laporan pengaduan yang tertuang dengan nomor K/27/II/2022/SPKT DS, di Polresta Deli Serdang, hingga menghadirkan saksi untuk dimintai keterangan oleh lidik pada hari jum'at,25 februari 2022.

Tanggal 10 maret 2022 Ahmad Jais membuat laporan Resmi di polres. Dengan Nomor STTLP/B/139/III/2022/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/POLDA SUMUT, Bahwasannya yang Bernama Ahmad Jais Sembiring Telah melaporkan tentang peristiwa Pidana UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal Pengrusakan

Pelaku Aidar Dasgin warga negara turkey yang merampas dan merusak Hanphone milik seorang jurnalis kaperwil media Baranewssumut.com dan pemimpin redaksi Tvnyaburuh.com hingga rusak parah pada tanggal 15 februari 2022 yang lalu, akan di dudukan perkaranya ke Undang-undang PERS nomor 40 tahun 1999.

Konseling laporan pengaduan yang dibuat oleh penyidik, agar kedua belah pihak dapat berdamai, dengan legowo Ahmad jais mengikuti aturan hukum yang berlaku, tepatnya hari rabu,09 maret 2022 pelaku Aidar Dasgin dipanggil pihak polres untuk dimintai keterangan.

Sekira pukul.10.30wib Ahmad jais di hubungi via telpon oleh pihak polres untuk membuat Laporan Polisi agar kasus ini di limpahkan ke pengadilan negeri lubuk pakam.

Saat dimintai keterangan oleh awak media, Ahmad jais membenarkan hal tersebut, mengatakan " ya.. saya ditelpon oleh pihak polres, yang bernama Teguh berpangkat Aipda, untuk membuat laporan polisi, tau kemarin lebih baik langsung membuat laporan polisi, terakhir hanya buang-buang waktu saja".ujarnya kesal.

Lanjutnya lagi, "saya udah ikuti aturan yang berlaku, mulai dari kantor desa tanjung morawa B, untuk didamaikan oleh Bhabinkamtibmas, saya legowo, yang ga enak didengar dari ucapan Dasgin itu, menyuruh saya melaporkan dirinya ke kantor polisi, nah.. saya buat lah laporannya, sesampainya di polres, saya di arahkan ke konseling saja, ya udah saya ikuti aturan itu, nyatanya apa..!!! cuma buang-buang waktu saja, padahalnya sekertaris PWDS Azhari Rangkuti mengarahkan saya untuk buat laporan polisi, bukan konseling".sambung Ahmad jais jelasnya. Kamis, 10 maret 2022.

Dan laporan Resmi ini akan diteruskan masuk dalam Undang-undang PERS pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik, pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). (RZ)

Saturday, March 5, 2022

Polda Sumut Buru Pelaku Penganiayaan Wartawan Di Madina

warnasumut.com - Medan. Polres Madina diback up Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut tengah memburu pelaku penganiayaan terhadap Jeffry Barata Lubis yang berprofesi sebagai wartawan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

"Dalam kasus penganiayaan terhadap wartawan, Polres Madina dan Jatanras Polda Sumut sudah meminta keterangan korban dan beberapa saksi lainnya", kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Sabtu (5/3/2022).

Hadi menegaskan, Polda Sumut mengutuk keras aksi penganiayaan dan main hakim sendiri terhadap wartawan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

"Indentitas Para Pelaku sudah kita kantongi, Percayakan kasusnya kepada kami (Polda Sumut) secepatnya akan ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku", tegasnya.

Diketahui, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailingnatal (Madina), Jeffry Barata Lubis, diduga dianiaya oleh sekelompok orang dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas).

Penganiayaan itu disinyalir suruhan dari penambang emas ilegal yang tak terima dengan pemberitaan yang menyoroti status tersangka yang ditangani Polda Sumut.

Kejadian terjadi sekira pukul 20.30 Wib, di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina. Akibat penganiayaan tersebut, Jeffry mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan. Dan peristiwa ini pun telah ditangani Polres Madina. (RZ)

Penganiayaan Wartawan di Madina, Bukti Nyata Ancaman Terhadap Dunia Pers

warnasumut.com - Medan. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Indonesia (PW IWO) Sumatera Utara Yudhistira, mengutuk keras tindak penganiayaan terhadap Jeffry Barata Lubis, wartawan Topmetronews.com, yang bertugas di Kabupaten Mandailingnatal (Madina). 

Tidak itu saja, pria yang akrab disapa Yudis ini menegaskan bahwa penganiayaan terhadap Jeffry merupakan kejadian luar biasa dan sangat sadis. 

"Kita lihat di rekaman CCTV yang beredar luas bagaimana kejam dan kejinya para pelaku penganiayaan mengeroyok korban tanpa ampun. Ini sebuah tindakan yang tidak bisa ditolerir," kecam Yudis dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/3/2022). 

Apa yang dialami Jeffry, lanjutnya, merupakan perlakuan yang sangat tidak manusiawi dan menunjukkan sikap banci dari komplotan pelaku yang mempertontonkan arogansinya terhadap seorang jurnalis di depan umum. 

"Terlepas dari masalah apapun. Ini sangat sadis. Apalagi jika penganiayaan terhadap rekan kami Jeffry menyangkut pemberitaan yang katanya mengenai dugaan tambang emas ilegal ini jelas membuat semakin dunia jurnalistik semakin kelam. Inilah ancaman nyata terhadap dunia pers di tanah air," tegasnya. 

Untuk itu, secara tegas atas nama profesi dan organisasi, Yudis mendesak aparat kepolisian di Polres Madina dan secara khusus kepada Kapoldasu Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap seluruh pelaku yang terekam di dalam CCTV serta dalang di balik kejadian ini. 

"Sesuai informasi yang beredar kabarnya ini para pelaku merupakan anggota ormas. Karena itu IWO secara tegas menyatakan siapapun dia, sekalipun jika ada keterlibatan aparat berseragam, kami minta mereka semua harus ditindak. Kami juga mendesak Komnas HAM dan LPSK turun ke Madina untuk melakukan investigasi atas kasus yang nilai sebagai Extra Ordinary Crime," pungkasnya. 

Seperti diketahui, seorang wartawan di Madina kembali menjadi korban tindak kekerasan. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, Jeffry Barata Lubis,wartawan media Topmetronews.com, dipukuki oleh sejumlah orang berambut cepak yang kabarnya oknum organisasi pemuda. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, Madina. 

Kekerasan yang menimpa JBL diduga terkait pemberitaannya yang menyudutkan salah satu Ketua OKP di kabupaten Madina. 

Menurut Jeffry, Jumat pagi (4/3) Ketua OKP tersebut meminta waktunya untuk bertemu dengan orang suruhannya. 

"Pagi tadi dengan menggunakan nomor telpon rekan saya, Ketua OKP tersebut meminta saya agar berbincang-bincang dengan orang suruhannya. Saya sendiri tidak paham maksud dan tujuan dari pertemuan tersebut. Namun karena saya menganggap bahwa saya benar, buat apa saya takut untuk bertemu," cerita JBL ketika membuat laporan di Mapolres Madina, Jumat (4/3) malam. (Tim)

Wednesday, February 23, 2022

Polres Toba Laksanakan Gelar Perkara Penipuan Surat Keterangan Tanah di Desa Pangombusan Kecamatan Parmaksian Toba

warnasumut.com - Sumut. Gelar Perkara Pemalsuan Batas Batas Surat Keterangan Tanah, dengan Terlapor Kepala Desa Pangombusan, Hardi Manurung dan Esna Sinurat di Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba, Sumatera Utara.dilaksanakan Polres Toba, Sabtu 19-02-2022

Pada Gelar perkara tersebut tampak hadir petugas kepolisian dari Polres Toba yang dipimpin Bripka Frido Sitorus dengan beberapa personil dari polres Toba. Proses gelar perkara tersebut juga dihadiri dari pihak keluarga Op Oscar Situmorang yang telah melaporkan Kepala Desa Pangombusan HR Manurung, EN Sinurat dan rekan rekan yang di duga telah melakukan persekongkolan dengan  Menerbitkan Surat Keterangan Tanah atas nama Esna Sinurat dengan memberikan keterangan batas batas tanah yang tidak benar, yang mengakibatkan keluarga Op Oscar Situmorang dirugikan dalam penerbitan surat Tanah tersebut. 

Dari keterangan salah seorang keturunan keluarga Op Oskar Situmorang, Edu Situmorang  mengatakan, sesuai permintaan pihak kepolisian polres Toba, mereka telah memberikan keterangan yang sebenarnya mengenai batas batas tanah  kepada pihak kepolisian polres Toba. Keluarga Op Oscar Situmorang berharap agar pihak pihak terlapor yang telah melakukan penyerobotan dan penipuan mengenai batas batas Tanah Op Oscar Situmorang, agar segera di proses hukum sesuai Undang undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini, karena bukti bukti yang di berikan keluarga Op Oscar Situmorang mengenai penipuan batas batas tanah tersebut telah cukup banyak, begitu juga keterangan yang didapatkan pihak Kepolisian Polres Toba sudah sangat mencukupi. 

Impormasi yang di peroleh awak media dilapangan, pihak kepolisian polres Toba akan segera memproses hukum pihak pihak yang telah terlibat dalam melakukan penipuan batas batas Tanah tersebut, sehingga terbit surat keterangan tanah atas nama  EN Sinurat .  
Keluarga keturunan Op Oscars Situmorang berharap agar Kapolres Toba  AKBP Akala Fikta Jaya, S.i.k., M.H dapat membantu dan menolong mereka, agar peroses hukum bagi pihak pihak yang melakukan pemalsuan dan penipuan dalam terbitnya Surat Keterangan Tanah atas nama EN Sinurat dilaksanakan dengan segera, demi tegaknya keadilan dan terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Toba. (Tim)

Saturday, February 19, 2022

Formapera Siap Pidanakan Kasus Dugaan Cuci Raport di SMA Negeri 8 Medan


warnasumut.com - Medan. Indikasi praktik cuci raport di SMA Negeri 8 Medan hingga berujung kerugian para siswa berprestasi, karena harus kehilangan kesempatan untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur undangan, mulai menuai sorotan. 

Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) secara tegas mengecam indikasi praktik 'cuci raport' yang berujung pada gagalnya siswa berprestasi untuk mendapatkan haknya berkulian di PTPN lewat jalur undangan. 

"Ini jelas kejahatan besar. Bukan hanya nenciderai dunia pendidikan tanah air, namu  jelas kejahatan dalam pendidikan terorganisir yang perlu diusut tuntas. Bukan hanya Dinas Pendidikan Sumut tapi harus menjadi perhatian serius pihak kepolisian untuk menyelidiki unsur pidana didalamnya," kecam Sekretaris Jenderal DPN Formapera Bambang Syahputra, Jum'at malam (18/2/2022). 

Karena dampak dari kejadian ini, kata pria yang akrab disapa Bembenk ini, jelas seolah ada upaya-upaya untuk menghancurkan mental anak didik yang notabene merupakan generasi penerus bangsa. 

"Kalau Kepala SMA Negeri 8 Medan berdalih ini human error, lantas kenapa kesalahan input itu dialami lebih dari satu siswa. Lantas kenapa tidak segera diperbaiki sebelum pengajuan nama siswa yang berhak mendapat undangan itu berakhir. Ini malah setelah penutupan baru diperbaiki dan ngaku salah input. Jelas sangat mencurigakan," ujar Bembenk. 

Sebagai LSM yang concern atas segala hal penyelewengan yang menyangkut aparatur negara, Bembenk juga mengaku bahwa pihaknya mengendus adanya praktik suap terselubung yang melibatkan operator dan oknum tertentu di SMA Negeri 8 Medan. 

"Untuk membongkar kejahatan ini, kami mendesak aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan. Karena patut dicurigai kesalahan ini tak terlepas dari adanya pelicin alias dugaan suap sehingga dugaan cuci raport siswa bisa terjadi," tandasnya. 

Untuk ini pula, kata Bembenk, Formapera akan melakukan aksi turun ke jalan sekaligus membongkar kejahatan di dalam dunia pendidikan ini. 

"Secepatnya kami akan melakukan aksi ke Dinas Pendidikan Sumut dan ke Polda Sumut agar segera merespon perkara yang sangat meresahkan orangtua siswa dan merugikan siswa di akhir pendidikannya di tingkat sekolah menengah," pungkasnya. 

Seperti diketahui, SMAN 8 Medan yang berlokasi di Jalan Sampali, Kecamatan Medan Area, lagi-lagi menuai sorotan. Jika sebelumnya terkait dugaan korupsi yang akhirnya menyeret bekas Kepala Sekolah nya Jongor Ranto Panjaitan jadi pesakitan di kursi terdakwa, kini kasus yang menciderai dunia pendidikan kembali berulang. 

Ironisnya, dalam kasus terbaru ini, siswa berprestasi justru yang menjadi korban. Harapan mereka mendadak sirna setelah mereka gagal masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menjadi idaman. Parahnya, siswa yang nilainya jeblok, justru mendapatkan kesempatan itu. Belakangan, indikasi 'cuci raport, pun mencuat ke permukaan. 

Kasus ini semakin hangat menjadi pembicaraan saat sejumlah orangtua siswa mengaku keberatan karena anaknya yang mereka ketahui meraih nilai bagus di raport nya sejak kelas X hingga XII, justru dinyatakan tak Eligible (memenuhi syarat) sebagai calon mahasiswa PTN melalui jalur undangan. 

Indikasi maladminiatrasi pun mencuat terkait penentuan Eligible siswa ke Lembaga LTMPT untuk jalur 
SNMPTN melalui portal LTMPT. 

Hasil investigasi Tim Bicaraindonesia dan menurut keterangan berbagai pihak, kasus ini terungkap saat pihak SMAN 8 Medan melalui operator sekolah mengirimkan data-data siswa ke LTMPT di bulan Januari. 

Dari pengiriman itu lantas keluarlah nama-nama siswa yang dinyatakan Eligible dan berhak ikut jalur undangan. Namun setelah diumumkan melalui wali kelas oleh siswa dicek sejumlah nama yang seharusnya lolos justru gagal. 

Ironisnya, sejumlah siswa yang nilai raport nya biasa saja sejak kelas X, malah lulus. Alhasil, kabar adanya permainan cuci raport pun tersiar luas. 

Menurut informasi, karena kecewa atas hal tersebut, para orangtua siswa langsung mempertanyaka  Kemudian dipertanyakan ke operator dan ternyata terbukti ada kesalahan dalam memasukkan nilai yang seharusnya berdasarkan nilai rapot, 
tapi yang diinput ke portal LTMPT tidak sesuai nilai rapot atau pengurangan nilai. 

Kemudian, setelah diperbaiki ulang, ternyata bergeser nama-nama siswa yang eligible alias tak sesuai dengan nomor urut sebelumnya. 

Tapi semuanya terlambat. Nasi telah menjadi bubur. Hasil perubahan itu tak mempengaruhi hasil yang diumumkan secara online bagi siswa yang berhasil masuk ke PTN melalui jalur undangan. 

Sementara, Kepala SMAN 8 Medan Lando Rajagukguk saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp justru berkilah dan terkesan membela diri atas kejadian yang telah membuat siswa berprestasi menjadi korban akibat indikasi adanya praktik cuci raport. 

"Terimakasih infonya Pak
TIDAK ADA CUCI RAPOT DI SMA N 8 MEDAN namun ada kesalahan penginputannya oleh team, bkn unsur kesengajaann. Namun sudah dikirimkan ulang yang benar. Trimakasih. Salam," balasnya enteng, Jum'at (18/2/2022) 

Lando juga memberikan jawaban yang seolah-olah merasa iba atas nasib siswanya yang berprestasi tapi harus gigit jari tak mendapatkan kesempatan yang menjadi haknya. 

"Data yang sudah diperbaiki semuanya dikirimkan ulang kembali ke Panitia. 
Kita sdh berupaya. Semoga mereka dapat lolos. Kami juga menginginkan sebanyak2nya yang lolos itukan makin meningkatkan nama baik sekolah dan kami Guru2," dalihnya. 

"Harapan orangtua juga adalah harapan semua guru. Kami doakan siswa2 kita Sukses di SNMPTN SBMPTN dan kedinasan," tambahnya. 

Disinggung soal indikasi permainan dan isu pelicin dibalik otak atik nilai raport, Lando lagi-lagi membela bawahannya. 

"Murni Pak Human Error. Km  juga sdh kumpulkan orangtua dan siswa juga sdh kami berikan Solusi2nya. Kami juga tdk menginginkan adanyq kesalahan2
Mksh Pak," ujarnya. (Rz)