Warna Sumut: Hankam
Showing posts with label Hankam. Show all posts
Showing posts with label Hankam. Show all posts

Thursday, June 3, 2021

Kajari Aceh Tamiang Sebut P Bukan Makelar Kasus Tapi Pembantu Pribadi


warnasumut.com - Aceh Tamiang. Terhendusnya Nama P disebut Sebagai Makelar Kasus dikejari tamiang dibantah Langsung Oleh Kajari Aceh Tamiang Agung Ardyanto,SH,perlu saya jelaskan tentang P ini,memang betul dia pembantu saya,kalau saya pulang dia yang antarkan baju saya ke Laundry dan hampir semua pekerjaan rumah juga dia yang siapkan.

Memang didalam kantor dia juga dekat sama kasi-kasi dikantor dalam pergaulan dia sehari-hari, juga dekat dengan beberapa kawan media dan LSM,sebut Kajari Tamiang,via WhatsApp,2-6-2021)

Tentang fasilitas rumah yang ditempati itu daripada kosong makanya saya suruh ditempati,sebab pegawai yang lain juga sudah punya rumah masing-masing dan rumah itu rumahnya Kasipidum dan Kasipidum punya rumah sendiri dilangsa dan tiap hari pulang.

Kalau P dikatakan kedinas-dinas jumpai kadis minta uang itu Fitnah yang sengaja dibuat-buat oleh orang-orang yang tidak senang kepada P ini.

Apalagi ada kabar bahwa P ini menyebabkan kadis Kesehatan Sakit karena ditelpon P,itu hoaks sebab Kadis yang disebutkan sakit itu memang sakit dan terindikasi Covid 19.

Jadi kalau P ini dicari-cari kesalahannya itu sampai disebut Sebagai Makelar kasus,itu saya jelaskan kembali bahwa itu adalah hoaks.tegas Agung Ardyanto.SH.* (Red-WarSu)

Friday, April 9, 2021

Dirjenpas Sematkan Tanda Peserta Konstek Kepada Karutan Perempuan Ema Puspita


warnasumut.com - Medan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga menyematkan tanda peserta Konsultasi Teknis Bantuan Hukum serta Standar Bimbingan Keterampilan dan Kepribadian bagi Tahanan, kepada Kepala Rutan Kelas II Kepala Rutan Perempuan Kelas II A Medan Ema Puspita Bc.IP, S.Pd, MH.

Kegiatan yang digelar di Merlynn Park Hotel tersebut, dihadiri 30 petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) dalam dan luar kota serta perwakilan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia ini juga diikuti secara virtual oleh petugas Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia.

Tampak dalam gambar Dirjenpas Reynhard Silitonga saat akan mengalungkan tanda kepesertaan kepada Ema Puspita. (Avid)

Thursday, April 8, 2021

TNI AJARKAN PEMBUDIDAYAAN IKAN SECARA PRAKTIS KEPADA WARGA PERBATASAN PAPUA


warnasumut.com - Kehadiran Personel Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dalam upaya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor perikanan di awali dengan cara memberikan penyuluhan tentang pembibitan ikan dan pengetahuan tentang perawatan ikan kepada Peternak ikan di kampung Manunggal, Distrik Okbibab, Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua. Rabu, (07/04/2021)

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/ Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam release tertulis di kabupaten Keerom, Papua. Kamis, (08/04/2021)

Dansatgas berpesan agar seluruh anggotanya yang melaksanakan tugas di perbatasan tidak hanya mampu melaksanakan tugas pokok pengamanan perbatasan saja, tetapi juga dapat melakukan sesuatu yang langsung di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembibitan ikan dan budidaya ikan, tentunya dengan tetap mempedomani Prosedur Tetap (Protap) satuan yang telah ada.

Pos Okbibab yang berada di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista akan selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk masyarakat yang berada di wilayah binaannya dan berupaya mendorong program pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat dengan berwirausaha dan dengan memanfaatkan potensi alam yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista yang berada di bawah jajaran Kipur III (tiga) berkedudukan di desa apmisibil Distrik Okbibab Kebupaten Pegunungan Bintang di bawah kendali Danpos Letda Inf M. Makhasin bersama dengan rekan-rekan Pos Okbibab berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang berada di wilayah binaannya dalam bidang perekonomian dengan memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan masyarakat di bidang peternakan Ikan Nila, dengan terjun langsung memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang berada di kampung Manunggal, Distrik Okbibab.

Dengan bekal pelatihan yang di dapat dari Satuan Yonif 403/Wirasada Pratista, Satgas Pamtas RI-PNG Pos Okbibab sangat kreatif dan bersemangat dalam menularkan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat desa binaannya di Kampung Manunggal dengan maksud mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi wilayahnya yang di dominasi dengan perairan agar para peternak pemula dan peternak ikan bisa menimba ilmu dalam pemijahan benih ikan sendiri.

Di tempat terpisah, Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Okbibab Bapak Jhones Agustinus (34) menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dari Yogyakarta karena telah membantu menularkan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat kampung Manunggal khususnya para peternak ikan di desanya, semoga silaturahmi ini bermanfaat bagi masyarakat sendiri dan Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dalam meningkatkan penghasilan masyarakat di bidang perikanan.

"Trimakasih kepada teman-teman Pos, Danpos Yonif 403/Wirasada Pratista Yogyakarta yang berkenan hadir di tengah-tengah masyarakat Distrik Okbibab terutama dan terlebih khusus Kampung Manunggal, yang dengan itikad baiknya mau membagi ilmu kepada Petani atau Peternak ikan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penghasilan masyarakat dari sektor perikanan dan semoga silaturahmi ini menjadi manfaat bagi kita semuanya." imbuh Jhones. (Pen Satgas Yonif 403/WP)

Wednesday, April 7, 2021

Karutan Kelas I Medan Theo Adrianus Purba Wujudkan Komitmen Pemberantasan Pengendalian Narkoba


warnasumut.com - Medan. Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Theo Adrianus Purba mewujudkan komitmen pemberantasan pengendalian narkoba dengan melakukan penggeledahan skala besar kamar hunian para tahanan.

" Dalam giat tadi malam Selasa (06/04/2021) pukul 19.00 Wib, Rutan 1 Medan bersama aparat penegak hukum melaksanakan penggeledahan kamar hunian skala besar dalam upaya pemberantasan pengendalian narkoba dari dalam Lapas/Rutan," kata Theo yang dihubungi awak media, Rabu pagi (07/04/2021).

Dijelaskan, giat penggeledahan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor wilayah Kemenkum Sumut Imam Suyudi yang diawali dengan apel bersama, yang juga diikuti langsung Kapolsek Medan Helvetia Kompol pardamean hutahaean beserta jajarannya.

Selanjutnya, sambung Karutan Medan Theo Adrianus Purba, seluruh tim bergerak untuk melakukan penggeledahan ke masing masing kamar hunian warga binaan pemasyarakatan. 

"Dalam giat penggeledahan itu, saya mewakili seluruh tim bertegur sapa terlebih dahulu dengan warga binaan sekaligus menyampaikan bahwasanya akan ada penggeledahan serta diharapkankan kerjasama yang baik terhadap kegiatan tersebut," tambahnya.

Theo Adrianus Purba menjelaskan, kegiatan tersebut berjalan dengan aman, tertib dan lancar, apalagi sesuai atensi yang diberikan agar penggeledahan dilakukan secara humanis sesuai dengan etika dan sopan santun yang berlaku.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean saat itu spontan mengapresiasi komitmen yang diwujudkan oleh Rutan Kelas 1 Medan dengan sinergitas yang sangat luar biasa tersebut.

" Kapolsek Helvetia juga ikut langsung melakukan penggeledahan ke kamar-kamar hunian secara santun dan beretika ini, " tandasnya.

Pasca penggeledahan, Kepala Kanwil Kemenkumaham Sumut bersama Karutan Kelas I Medan dan Kapolsek Medan Helvetia langsung memberikan press release terkait hasil penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan didapati handphone, charger handphone, headset dan kabel listrik yang dilarang berada di dalam rutan dan tidak ada satupun hasil penggeledahan berupa narkoba. 

" Saya mengucapkan terima kasih atas sinergitas yang baik ini dan diharapkan dapat terus berjalan di waktu mendatang," pungkas Karutan 1 Medan Theo Adrianus Purba. (Suriyono)

Monday, April 5, 2021

Satuan Narkoba Polrestabes Medan Musnahkan Lapak Narkoba Di Polonia


warnasumut.com - Medan. Pemberantasan narkoba genjar dilakukan Satres Narkoba Polrestabes  Medan bersama dengan Polsek Medan Baru dengan cara memusnahkan lapak-lapak  yang kerap digunakan sebagai sarang peredaran narkoba di kawasan Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (03/04/2021) siang.


Kegiatan penertiban dan pembongkaran lapak-lapak tersebut kemudian dibakar.



Pemusnahan itu dihadiri Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko didampingi Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Oloan Siahaan SIK MH, Lurah, Kepling se Kecamatan Medan Polonia, Relawan Anti Narkoba Kelurahan Polonia, Puskesmas Kecamatan Medan Polonia, Bhabinsa Kecamatan Medan Polonia.


“Kegiatan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, ini dilakukan oleh 3 pilar masyarakat dan organisasi/elemen penggiat anti Narkoba Kota Medan. Kita gotongroyong menitik fokuskan beberapa lokasi yang rawan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika, “kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Aris Wibowo SIK MH melalui Waka Polsek, AKP Ully Lubis SH saat ditanya wartawan, Minggu (4/4) siang.



Lapak-lapak Narkoba yang ditertibkan di antaranya Jalan Karya Utama, Lingkungan V, Kelurahan Polonia, Kecamatan. Medan Polonia, Kota Medan, Jalan Karya Sejati Gang Wakaf, Lingkungan 5, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,  Jalan Starban Gang Bilal Ujung, Lingkungan 10, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Jalan Starban Gang Mesjid, Lingkungan 13, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,  Jalan Starban Gang Sawah, Lingkungan 11, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,  dan di Jalan Karya Sehati, Lingkungan 4, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.


“Giat Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) ini dilakukan dengan cara gotongroyong membersihkan lokasi-lokasi yang diinformasikan menjadi tempat- tempat penyalahgunaan peredaran Narkoba untuk memberantas peredaran Narkoba di Kota Medan, “papar AKP Ully.



Pembersihan lokas-lokasi yang dijadikan tempat peredaran dan penyalahgunaan Narkoba kali ini dilakukan dengan cara menebang kayu- kayu, membersihkan semak- semak, membongkar gubuk- gubuk dan membakarnya.


Kegiatan bersih Narkoba ini pun mendapat dukungan dari masyarakat Kelurahan Medan Polonia, khususnya kaum ibu-ibu yang sangat merespon dengan baik kegiatan gotongroyong tersebut.


“Kami sangat berterimakasih kepada bapak -bapak kepolisian dan bapak bapak dari Muspika yang telah bersihkan kampung ini bersih dari Narkoba. Sehingga kami tidak khawatir lagi akan anak- anak kami, soalnya kampung kami kerap dijadikan tempat berkumpul kejahatan seperti memakai Narkoba di belakang rumah kami. Kebanyakan orang luar yang hadir datang untuk memakai di sini”, ungkap seorang warga yang ikut menyaksikan pemusnahan lapak narkoba itu. (Julian)

Sunday, April 4, 2021

Tingkatkan Sinergitas, Kapoldasu Kunjungi Yonif Raider 100/PS

warnasumut.com - Langkat. Untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara TNI-Polri, Kapoldasu Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi melaksanakan kunjungan ke Markas Komando Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 100/PS di Desa Namu Ukur Utara Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (3/4) sekira jam 16.00 WIB.

Kahadiran jenderal bintang dua bersama Pejabat Utama Polda Sumut itu disambut dengan hangat oleh Danyonif Raider 100/PS Mayor Inf M Zia Ulhaq bersama seluruh personel infanteri disana. "Kunjungan ini sebagai wujud transformasi operasional dalam meningkatkan sinergitas dan kolaborasi TNI-Polri," kata Panca Putra.

Orang nomor satu di Mapoldasu itu mengingatkan, seluruh personel TNI-Polri, khususnya yang ada di Sumatera Utara agar selalu solid dan kompak dalam segala hal. Terutama dalam menjaga kekondusifan kamtibmas. "Sehingga masyarakat dapat merasakan kahadiran TNI-Polri di tengah mereka," harapnya.

Pada kesempatan itu, mantan Kapolda Sulawesi Utara itu juga menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh personel Yonif Raider 100/PS yang melaksanakan tugas Pengaman Perbatasan (Pamtas) di Papua, serta keikutsertaan personel tersebut pada giat Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitrada) Nusantara XLI/2021 di Sumut.

Dengan tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, kegiatan kunjungan lulusan Akpol tahun 1990 beserta rombongan itu, berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kekeluargaan antara kedua institusi tersebut. (Julian) 

Saturday, April 3, 2021

Polsek Sunggal Tangkap Pelaku Suami Bunuh Istri


warnasumut.com - Medan Sunggal. Team khusus anti bandit (Tekab) Polsek Sunggal dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH dan didampingi Panit Ipda Bambang Wahid pada Minggu (28/03) berhasil ungkap dan tangkap pelaku pembunuh korban seorang wanita Jamilah (46), yang terjadi pada hari Sabtu (27/03) di Jl. Pembangunan Desa Muliorejo Kec Sunggal DS.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH pada saat pelaksanaan rilis di mako Polsek Sunggal Polrestabes Medan pada Sabtu (03/04) di mako Polsek Sunggal Polrestabes Medan.

Dipaparkannya bahwa usai melakukan olah TKP, diketahui bahwa beberapa harta korban telah diambil oleh pelaku pembunuh korban. Saat itu, diupayakan untuk menghubungi suami korban melalui telepon selulernya namun tidak tersambung sedangkan keberadaannya tidak diketahui.

Usai berkoordinasi dengan satuan atas, selanjutnya team yang dipimpin Kanit dan Panit atas perintah Kapolsek Sunggal malam itu juga langsung bergerak menuju Aceh karena diduga kuat, berdasarkan bukti-bukti awal yang cukup, pelaku berinisial MS (42) yang merupakan suami siri korban sudah melarikan diri ke Aceh.

Berdasarkan informasi yang valid, akhirnya diketahui MS sedang berada di rumah orang tua angkatnya di Jln Pantai Ujung Blang kec. Banda Sakti kota Lhokseumawe Prov. NAD untuk bersembunyi menghindari kejaran petugas.

Namun upaya MS menghindari kejaran petugas gagal karena pada hari Minggu (28/03) sekira pukul 08.00 wib, saat MS sedang tertidur, tempat persembunyiannya digerebek petugas dan langsung mengamankannya. Saat diinterogasi, MS tidak dapat berkelit lagi sehingga MS berikut barang bukti yang berhasil disita petugas berupa 1 (satu) unit SP. Motor Yamaha Vario BK 6864 AGF berikut BPKB dan STNK, 1 (satu) unit HP Merk Reldmi warna Biru, 1 (satu) Unit HP Merk Nokia Orange, KTP korban, uang tunai sebesar Rp 6.000.000,- (enam juta Rupiah) serta 1 ( satu) buah Dompet wanita Warna hijau diboyong ke komando.

"Namun niat terduga pelaku untuk melarikan diri guna menghindari jeratan hukum, masih sangat besar yang mana saat dalam perjalanan menuju Mako Polsek Sunggal, MS berupaya melukai dan merebut senjata petugas, sehingga terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kakinya", tambah Kapolsek.

"Untuk motif, berdasarkan keterangan tersangka adalah karena korban dan tersangka bertengkar dikamar tidur hingga korban minta diceraikan oleh tersangka, hingga akhirnya tersangka mencekik leher korban, setelah dipastikan bahwa korban tidak bernyawa lagi, tersangka mengangkat tubuh korban dan memasukkan ke bak air sehingga menimbulkan kesan bahwa korban terpeleset dikamar mandi tersebut", imbuhnya lagi.

"Untuk mendalami perkaranya guna kepentingan proses penyidikan, tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dan kita persangkakan melanggar pasal 338 subs 365 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara", tutup Kapolsek mengakhiri. (Rizky Zulianda)

Dorr!!! Sepeda Motor Pedagang Daging Sapi Ditembak Oknum Brimob


warnasumut.com - Sei Musam. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja sepeda motor Verza BK 6486 PAS yang dikendarai Mambar Sembiring (37) dihadang dan ditembak oknum Brimob bernama Sukma Ginting, saat melintas di areal perkebunan sawit milik PT Megah Pusaka Andalas (PT MPA) di Dusun Polri, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Jum'at (2/4) sekira jam 19.15 WIB.

Setelah kereta yang dikendarai Mambar berhenti, tanpa basa basi, oknum Brimob koboy itu langsung menembakkan senjata laras panjangnya ke bagian depan sepeda motor warga Dusun Namo Merbo, Desa Sei Musam yang berprofesi sebagai pedagang daging itu. Alhasil, lingkar depan kereta Mambar pun rusak parah.

"Gitu distop dia (oknum Brimob) itu keretaku, langsung ditembaknya bagian depan kereta ku. Waktu ku tanyakan kenapa keretaku ditembak, dia cuma bilang 'maaf aku salah orang'. Seenaknya aja dia main tembak, terus minta maaf. Apa dibenarkan perbuatan aparat seperti itu kepada masyarakat," kata Mambar via sambungan selulernya dengan nada geram.

Setelah menembak motor pedagang daging itu, oknum Brimob tersebut kemudian menembak Ridiono alias No Plong warga Dusun Polri, Desa Sei Musam yang dicurigai melakukan pencucian sawit milik PT MPA. Akibatnya, bagian bokong No Plong mengalami luka serius kerena ditembak dengan senjata laras panjang.

Mengetahui hal itu, warga sekitar langsung berkerumun karena geram dengan tindakan oknum Brimob tersebut. Untuk menghindari amukan massa, No Plong yang menjadi korban penembakan oknum Brimob itu langsung dilarikan ke rumah sakit Artha Medica di daerah Kota Binjai.

"Resah kali kami sama ulah oknum aparat yang seperti koboy itu. Kalau gak ditindak tegas, besok pasti terulang lagi kehadian seperti ini di kemudian hari, bahkan mungkin lebih parah lagi. Kepada bapak Kapolda yang baru, tolonglah tindak tegas oknum yang dah meresahkan seperti ini," ketus warga yang tak ingin menyebutkan namanya.

Kepada Desa Sei Musam Natang Juhar Tarigan saat dikonfirmasi terkait dua orang warganya yang menjdi korban penembakan oknum Brimob itu belum dapat memberikan keterangan.

 "Nanti saya telfon lagi. Saya lagi nyetir mobil, bawa korban ke rumah sakit," jawabnya singkat.

Kapolsek Padang Tualang AKP Tarmizi Lubis mengaku belum mengetahui secara pasti peristiwa penembakan dua warga Desa Sei Musam tersebut.

 "Ngapain Brimob itu disana. Terimakasih infonya, coba kita cek dulu ke lapangan," kata Tarmizi via panggilan selulernya. (Avid)

Wednesday, March 31, 2021

Tingkatkan Rasa Aman, Pangdam I/BB Patroli Keliling Kota Medan


warnasumut.com - Medan. Pasca ledakan  Bom bunuh diri di Makasar yang terjadi di pintu Gerbang Gereja Katedral Makasar Sulawesi Selatan (Sulsel), Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM didampingi Asintel Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Aster Kasdam I/BB, Pgs Kapendam I/BB dan para Babinsa melaksanakan patroli bersama, Selasa (30/03/2021)

Kegiatan patroli wilayah oleh Pangdam I/BB beserta rombongan tersebut dimulai dari kediaman Pangdam I/BB untuk meninjau langsung situasi kota Medan dan sekitarnya.

Pangdam menyampaikan patroli gabungan ini kita laksanakan sebagai langkah antisipasi pasca ledakan bom yang terjadi pada gereja di Makassar dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktifitas di kota Medan ini.

Pangdam I/BB juga sudah memerintahkan para Dansat jajaran Kodam I/BB agar selalu mengambil langkah deteksi dini, sigap dan tanggap terhadap perkembangan situasi yang ada di wilayahnya khususnya wilayah Kodam I/BB.

“Kita berharap kondusifitas keamanan di Kota Medan tetap terjaga dengan baik serta mengajak peran serta masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya masing-masing, “Jika ada hal -hal yang mencurigakan segera untuk ditindaklanjuti dengan melaporkan kepada aparat terkait,” tegas Pangdam.

Kodam I/BB selalu bersinergi dengan Polri dan seluruh stakeholder tarkait dalam rangka menjaga kondusifitas dan memberikan rasa aman di tengah-tengah masyarakat.(Avid)

Monday, March 29, 2021

Kapolres Pekalongan Perintahkan Jajaran Perketat Pengamanan Mako


warnasumut.com - Pekalongan. Kepala Kepolisian Resor Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K., telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan Mako Polres Pekalongan beserta Polsek jajaran. 

“Kepada Waka, PJU dan jajaran Polsek, saya perintahkan untuk siaga penuh, jangan lengah sedikit pun dalam menjaga keamanan Mako, laksanakan patroli ditempat-tempat rawan terjadi tindak pidana,” tegas Kapolres Pekalongan, Senin (29/3/2021).

Adapun pengawasan dilakukan dengan menyiagakan aparat kepolisian bersenjata lengkap yang berjaga ketat di pintu masuk mako. Meski wilayah Kabupaten Pekalongan masih dalam status aman, namun dalam hal ini pihaknya tetap mengimbau aparat agar tetap berhati-hati, Utamanya yang mendapat tugas penjagaan. 

Dan bagi siapapun yang akan masuk ke Mako Polres Pekalongan akan tetap diperiksa untuk memastikan tidak adanya barang berupa benda tajam maupun benda berbahaya lainnya yang dibawa pengunjung.

"Wilayah hukum Polres Pekalongan masih kondusif, hanya saja ketika ada orang yang ingin masuk ke Mapolres harus diperiksa, sementara untuk Polsek jajaran juga diperketat dan diperiksa barang bawaannya," ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Darno. (Red-WarSu)

Sunday, March 28, 2021

Aliran Dana Suap Proyek Lamsel ; NGO, Aktivis, Akademisi Dan Advokat Dorong KPK Tetapkan Nanang Ermanto Tersangka


warnasumut.com - Lampung. Usai jadwal sidang lanjutan pada tanggal 24 Maret 2021 di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas IA  Tanjung Karang dalam perkara suap fee proyek di Kabupaten Lampung Selatan jilid 2 (dua) yang turut menghadirkann  Nanang Ermanto yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan telah menyita perhatian publik mulai dari NGO, aktivis, Tokoh masyarakat, Advokat, akademisi dan atau praktisi hukum turut angkat bicara dan sikap atas terungkapnya dalam fakta persidangan bahwa Nanang Ermanto turut menerima uang senilai ratusan juta rupiah dari mantan anggota DPRD Lampung yakni Agus Bhakti Nugroho (ABN) yang diperintahkan mantan Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan tahun 2017 dan 2018 disinyalir dari hasil fee proyek. 

Terkait hal ini, Ketua Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD), Seno Aji kembali meminta kepada KPK agar menjalankan tugas dan wewenangnya dalam mengusut kembali perkara suap Fee proyek Lampung Selatan jilid II dengan  mengedepankan asas pada kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum dan proporsionalitas sesuai UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK.

"Ditinjau dari fakta persidangan, terkait adanya dugaan aliran dana ke Nanang Ermanto pada saat sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan yang diberikan malalui mantan anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho yang diperintahkan mantan Bupati Zainuddin Hasan tahun 2017 Senilai Rp. 480 juta dan 2018 senilai Rp. 450 juta yang disinyalir dari hasil fee proyek dimana nilainya tersebut sesuai dengan dokumen yang dicatat oleh JPU KPK, maka hal ini sebagai petunjuk bahwa Nanang Ermanto diduga turut menerima aliran uang tersebut, yang sebelumnya dikabarkan Nanang Ermanto juga telah mengembalikan sebagian uang tersebut kepada KPK, melihat bukti permulaan ini tentunya menjadi pertimbangan KPK untuk dapat meningkatkan status Nanang Ermanto, maka KPK dalam menjalankan tugas harus sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang KPK pada bagian kedua penyelidikan dan bagian ketiga penyidikan", kata Seno Aji, di Bandar Lampung, Minggu (28/3/2021). 

Sambung Seno Aji yang juga sebagai Aktivis muda ini menjelaskan, bahwa hal penetapan seorang sebagai tersangka tentunya sesuai dengan ketentuan. 

"Benar apa yang disampaikan oleh KPK melalui Pak Ali Fikri, KPK harus bekerja atas dasar hukum, korelasinya adalah mengenai alat bukti yang sah, sesuai Pasal 184 ayat (1) KUHAP adalah, Keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa, kemudian pasal 183 KUHAP, minimal dua alat bukti, jadi tidak ada alasan lain bagi KPK, untuk tetap terus mengusut tuntas aliran dana yang bersumber dari Zainuddin Hasan melalui Agus Bhakti Nugroho, dan menetapkan kembali pihak-pihak yang menerima aliran dana dari Zainuddin Hasan  sebagai tersangka ", harapan Seno Aji Ketua DPW KAMPUD. 

Perlu diingat, KPK melalui Plt Juru bicara bidang penindakan, Ali Fikri pernah menegaskan dalam menanggapi dorongan dari elemen masyarakat terkait status Nanang Ermanto pada perkara suap Fee proyek Lampung Selatan jilid 2 ini, bahwa KPK sebagai penegak hukum harus bekerja atas dasar hukum dan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka dasarnya adanya kecukupan alat bukti. 

"Kami sangat memahami harapan masyarakat terkait penuntasan penanganan perkara tersebut.

KPK dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka itu bukan karena desakan ataupun permintaan pihak tertentu", jelas Ali Fikri di Jakarta, (17/12/2020) lalu. 

lanjutnya, "sebagai penegak hukum, KPK tentu harus bekerja atas dasar hukum yang berlaku, sehingga dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dasarnya adalah adanya kecukupan alat bukti.

Jika sepanjang adanya bukti permulaan yang cukup maka KPK juga tak segan menetapkan kembali pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam pengembangan perkara tersebut", terang Ali Fikri. 

Sementara, Advokat ternama M. Alzier Dianis Thabranie menuturkan bahwa perbuatan mereka yang mendapat fee proyek masuk pada ranah tindak pidana korupsi, "Saya kira ini perbuatan mereka yang disebut-sebut 'kecipratan' fee proyek, jelas masuk ranah tindak pidana korupsi, misalnya bisa berupa gratifikasi, dan ini menjadi tugas penyidik KPK untuk mengembangkannya",  tutur dia seperti dikutip dari be1lampung.com.

Menurut Alzier yang juga Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Lampung, bahwa sebagai penyelenggara Negara dilarang menerima hadiah dari pihak lain dalam bentuk apapun, "karenanya, sangat tidak elok pengakuan tersebut, dan ini sudah menjadi tugas penyidik KPK melakukan pengembangan perkara dengan menetapkan tersangka baru. Apalagi jelas ada pengakuan dan pengembalian uang dari Nanang Ermanto. Untuk diketahui, pengembalian uang itu tidak menghilangkan perbuatan tindak pidana yang telah dilakukan, namun hanya menjadi salah satu pertimbangan yang dapat meringankan dalam melakukan penuntutan", terangnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh akademisi dan juga advokat DR (Can) Nurul Hidayah, SH, MH, jika Penyelenggara negara itu, jangankan untuk meminta, menerima hadiah dalam bentuk apapun itu tidak boleh apalagi Nanang Ermanto saat itu sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan (penyelenggara Negara), sesuai dengan pasal 12 UU Nomor 31/1999 Jo UU Nomor 20/2021, kalau dalilnya pak Nanang karena tidak main proyek dan boleh minta uang itu tidak dapat dibenarkan juga", jelasnya seperti dilansir dari media harianpost.co. 

Dia juga melanjutkan, jika mengenai masalah proyek itu semua ada tingkatannya, "kalau Pak Nanang Ermanto mengusulkan proyek itu harus diusulkan melalui Musrendes, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten yang diatur di UU Nomor 25/2004 dalam pasal 27 ayat 2 tentang sistem perencanaan pembangunan", ungkap Nurul. 

Selain itu, Nurul juga meminta pihak KPK memberikan kepastian status hukum terhadap Nanang Ermanto,  apakah cukup bukti untuk meningkatkan statusnya sebagai tersangka atau tetap sebagai saksi dan jangan berlarut-larut karena akan menimbulkan beragam asumsi di Masyarakat, dan sangat jelas dari kesaksian ABN lebih dari 5 kali memberikan uang kepada Nanang Ermanto dengan tempat berbeda-beda, dan cara memberikannya pun memakai sandi kalau plat merah itu uang ratusan, kalau biru itu uang 50 ribuan di dalam kesaksian ABN dalam persidangan tanggal 24 Maret 2021", tandas DR. Can. 

Sementara, ketua Lembaga Transformasi Hukum Indonesia (THI), Wiliyus Prayietno, SH, MH meminta aparat hukum harus jeli melihat permasalahan ini, sebab dia menduga uang yang diberikan Zainuddin Hasan ke Nanang Ermanto bersumber dari fee proyek. 

"Tidak mungkin tiba-tiba orang ngasih uang kalau tidak ada alasannya, jadi aparatur hukum mesti menelisik lebih dalam lagi permasalahan ini untuk mengetahui ada atau tidaknya keterlibatan Nanang Ermanto tersebut, Kata Wiliyus. 

"Kalau menurut kacamata Saya, beliau (Nanang Ermanto-red) ini sudah masuk ke ranah pidana, karena ikut menikmati uang tersebut. Tapi Say tidak tahu menurut aparatur hukum, apakah ini masuk dalam ranah pidana atau tidak", tanya dia dilansir dari podiumlampung.com. 

Wiliyus juga menambahkan, "jadi, aparatur hukum harus tegas dalam menyikapi status Nanang Ermanto saat ini. Jadi KPK jangan takut-takut menentukan sikap selama itu benar supaya masyarakat Lamsel mendapat pemimpin yang bersih, jujur serta tidak korupsi", pinta dia. 

Sedangkan, Ketua Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung, Gindha Anshori, SH, MH mendesak KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) yang baru untuk Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto. 

"KPKAD bersikukuh bahwa Nanang Ermanto diduga terlibat dan turut menerima gratifikasi sebagaimana yang Ia terima dari Zainuddin Hasan tersebut. Oleh karenanya yang bersangkutan harus diproses dan KPK harus segera menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru", kata Anshori dikutip dari podiumlampung.com. 

Langkah ini terlihat dari fakta persidangan Nanang Ermanto yang mengakui pernah menerima uang dari mantan Bupati Zainuddin Hasan. Sehingga, ini masuk dalam rangkaian perbuatan dari Zainuddin Hasan. Selain itu, perbuatan Nanang Ermanto ini dikategorikan sebagai pelaku yang diduga turut serta secara pidana dalam menerima dugaan gratifikasi dari berbagai pihak yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan. 

"Alasan Nanang Ermanto bahwa yang bersangkutan menerima yang dari Zainuddin Hasan karena tidak diperbolehkan main proyek hal ini sangat tidak masuk akal, karena tidak ada satu aturan yang dapat melegitimasi perbuatan tersebut adalah perbuatan yang tidak melanggar hukum", jelas dia. (Red)

Saturday, March 27, 2021

Polsek Helvetia Tangkap Tersangka Penganiaya Yang Sempat Viral Di Medsos


warnasumut.com - Helvetia. Tekab Polsek Medan Helvetia menangkap Lab (26), tersangka penganiaya terhadap Rishen Citra Pungkut (38) warga Jalan Sunggal Pasar IV No.16 B Medan Sunggal,Sabtu (27/03/2021) 

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu Zuhatta Mahadi, STK, SIK, kepada wartawan mengatakan penangkapan Lab dilakukan Rabu (24/03/2021) sekitar pukul 23.30 Wib di Jalan Gaperta No.157 Helvetia Tengah kecamatan Medan.

Kasus penganiayaan itu, berawal ketika Rishen Citra sedang duduk - duduk di depan karoke King didatangi Lab dan beberapa orang temannya.

Tersangka saat itu menanyakan keberadaan seseorang bernama Aldo, karena korban tidak mengetahui siapa orang yang dimaksud, Pelaku langsung marah - marah sambil menyundulkan kepalanya ke kening kanan korban.

Tidak cuma itu, tersangka juga melanjutkan aksi penganiayaan dengan memukul dada korban dan kembali menyundulkan kepalanya ke bibir korban, mengakibatkan korban kesakitan dan gigi bawahnya menjadi goyang.

Merasa belum puas juga, tersangka menyusul aksi kekerasannya dengan memiting dan menyeret korban hingga korban terjatuh di jalan, yang mengakibatkan lutut sebelah kanan korban lecet sembari memaki maki korban yang sudah jatuh tersungkur ke tanah. 

"Terhadap Pelaku kami kenakan pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana, ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan, untuk TKP jalan Kapten Muslim Komplek Megacom No.A18 - 20 FNB Coffe Shop Kelurahan Dwikora Medan Helvetia," jelasnya. 

Seperti terlihat dalam gambar penyidik Polsek Medan Helvetia Briptu Maulana Efendi SH memeriksa secara intensif tersangka Lab yang aksi kejahatannya sempat viral di media sosial tersebut. (Avid)

DPRD Langkat Gelar RDP, H Ajai Ismail SE: Retribusi 21 Juta Meter Kubik Material Tanah Urug Wajib Setor


warnasumut.com - Langkat. Mencuatnya permasalahan tambang Galian C ilegal di Kabupaten Langkat, akhirnya menjadi perhatian serius bagi wakil rakyat dari Negeri Bertuah itu. Rapat Dengar Pendapat (RDP) pun digelar. Namun sayang, pihak terkait seperti PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan PT AP3 tak hadir dalam RDP itu, meskipun undangan sudah dilayangkan kepada mereka.

Dalam RDP yang dipimpin oleh Wakil Ketua Fraksi Nasdem Ismed Barus itu terungkap, bahwa PT AP3 telah melakukan aktivitas pertambangan Galian C ilegal di Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang, tanpa sepengetahuan dari salah seorang pemilik tanah yang bernama Nuriadi Nur Lubis.

"Saya sangat keberatan atas perbuatan PT AP3 yang telah melakukan perusakan diatas tanah saya, tanpa sepengetahuan dan izin saya. Bahkan, surat tanah saya sudah tumpang tindih dengan punya orang lain. Tolong segera diselesaikan masalah tanah saya ini," ungkap Nuriadi, Jum'at (26/3) sekira jam 16.25 WIB.

Menyikapi keluhan Nuriadi itu, salah seorang wakil rakyat yang turut hadir, Zulihartono, meminta pihak terkait agar segera menyelesaikan masalah surat tanah warga yang tumpang tindih itu. "Kita minta agar BPN Langkat untuk segera menyelesaikan masalah warga yang surat tanahnya tumpang tindih," tegasnya.

#Tak Berizin
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat Drs Iskandar Zulkarnain Tarigan MSi menegaskan, bahwa salah satu syarat keluarnya izin pertambangan Galian C adalah rekomendasi dari DLH. Namun, hingga saat ini, dians yang dipimpinnya itu belum mengeluarkan rekomendasi tersebut.

"Kami pastikan bahwa izin pertambangan PT AP3 di Desa Buluh Telang belum ada, karena masih ada beberapa permasalahan di tengah masyarakat, maka rekomendasi dari DLH yang menjadi salah satu syarat terbitnya izin, hingga hari ini belum kami keluarkan," tegas Iskandar.

# 31,5 Miliar Retribusi Harus Dibayar
Kian maraknya aktivitas pertambangan Galian C ilegal di Negeri Bertuah, membuat Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Langkat H Ajai Ismail SE geram dan sangat menyayangkan hal tersebut. Ada indikasi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar puluhan miliar akan hilang begitu saja, jika tidak ditangani dengan serius.

"Menurut data yang kami terima dari PT HKI selalu penyelenggara proyek, setidaknya dibutuhkan 21 juta meter kubik material tanah urug untuk pembangunan jalan tol Binjai-Langsa, mulai dari Tandam hingga Brandan. Jika dikalikan Rp 1.500, maka total retribusi yang harus dibayar lebih kurang Rp 31,5 miliar," ungkap wakil rakyat yang biasa disapa Pak Acai itu.

Kepada dinas terkait, Acai mendesak agar menyurati pihak PT HKI, untuk membayar retribusi sesuai dengan kubikasi material tanah urug yang akan digunakan untuk penimbunan proyek jalan tol Binjai-Langsa. "Kita jangan sampai kecolongan. Tanah dari Langkat yang digunakan, Jangan seenak mereka saja mengeruknya tanpa bayar retribusi," tegasnya dengan nada geram.

Menurut Acai, kualitas pembangunan jalan tol Binjai-Langsa dipastikan tidak sesuai dengan standar sebagaimana mestinya. Karena, material yang digunakan itu, selain dari kuari yanh memiliki izin, seharusnya juga lulus uji lab agar bisa digunakan untuk pembangunan proyek strategis nasional itu. 

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Langkat itu juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para penambang Galian C yang tak berizin alias ilegal. "Ada apa ini, kenapa sampai saat ini galian C Ilegal masih tetap beroperasi, bahkan makin menjamur. Ini kan jelas merugikan keuangan negara, khususnya PAD Kabupaten Langkat," pungkasnya.

# Ditindak Bersama
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Langkat yang turut hadir dalam RDP itu, mengajak pihak terkait untuk melakukan penindakan terhadap pelaku penambang Galian C ilegal. Terlebih yang materialnya digunakan untuk pembangunan jalan tol.

"Kalau kita mau bertindak, saya mengajak pihak terkait seperti Kepolisian, DPRD Langkat, DLH, Badan Pendapatan Daerah, pihak kecamatan dan desa untuk bersama-sama melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku penambang Galian C ilgal," tantang pria yang biasa disapa Akhyar itu.

Dari awal hingga RDP berakhir, pihal PT HKI dan PT AP3 tidak hadir dalam kegiatan itu. "RDP ini seperti tidak dihormati oleh PT HKI dan PT AP3. Padahal, kehadiran mereka sangat diharapkan dalam RDP ini, untuk mencari solusi terkait permasalahan yang timbul akibat dari aktivitas pertambangan Galian C ilegal," ketus pimpinan RDP Ismed Barus. (Rizky Zulianda) 

Thursday, March 25, 2021

Kapolda Riau Beberkan Bandar Menjalankan Bisnis Narkoba Di Riau.


warnasumut.com - Riau. Polda Riau memusnahkan 80 kilogram lebih narkoba jenis sabu dan 68.636 butir pil ekstasi. 

Sebanyak 12 orang ditangkap dalam kasus itu, baik oleh Direktorat Reserse Narkoba ataupun anggota Polres.

Kepala Polda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi menyebut pengungkapan narkoba itu merupakan kerja sama yang baik antara Kepolisian dengan personel Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kota Dumai serta Bea Cukai. Semua barang bukti itu gagal beredar di Riau ataupun provinsi lainnya berkat aksi yang dilakukan bersama.

"Penindakan narkoba harus dilakukan secara smart dan strategi jitu, perlu kolaborasi semua pihak," kata Agung yang di dampingi oleh Kabid Humas Komisaris Besar Sunarto dan Direktur Reserse Narkoba Komisaris Besar Victor Siagian, Rabu siang (24/03/2021).

Agung mengatakan, narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil dari tangkapan Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bersama dengan Bea Cukai. Kemudian, kerja sama antara Polres Kota Dumai dan Lanal.

Lanal Kota Dumai dan Satgas Anti Penyelundupan Bea Cukai mencegah masuknya narkoba dari Malaysia ke pulau-pulau di Kabupaten Bengkalis serta Kota Dumai. Kemudian Polda dan Polres mencegat di daratan jika ada yang lolos.

"Lanal ini bagiannya laut, polisi di darat, jaya di laut dan daratan," ucap Agung.

Agung menerangkan, pergerakan bandar dan pengedar narkoba makin lincah. Satu lubang tertutup, bandar akan menggali lubang lain, begitu juga kalau kaki tangannya tertangkap akan mencari orang baru.

"Satu jaringan terputus maka bandar akan membuat jaringan lagi," kata Agung.

Tidak hanya kelincahan di lapangan, bandar narkoba juga punya cara legal agar terlepas dari jerat hukum. Salah satunya melalui pengadilan dengan memakai kuasa hukum handal.

Agung menyatakan hanya di Riau seorang bandar narkoba begitu cepat didampingi oleh pengacara. Kuasa hukum ini datang dari mana saja mendampingi bandar narkoba dalam proses hukum.

"Bahkan untuk narapidana, petugas belum sampai ke Lapas, pengacara sudah di sana. Mereka siap menghadapi ini secara legal," kata Agung.

Cara legal agar terlepas dari jerat hukum ini perlu diantisipasi. Penyidik perlu berkolaborasi dengan jaksa, baik itu di Kejati hingga Kejari agar menuntut bandar narkoba dengan hukuman tinggi.

Agung mengakui ada bandar mendapat vonis di luar keinginan penegak hukum. Ini menjadi motivasi agar kedepannya penyidik dan jaksa memperbaiki cara melawan bandar narkoba agar celah yang ada tidak dimanfaatkan lagi.

Meski demikian, Agung memperingatkan tidak ada celah untuk bandar dan pengedar narkoba lepas dari kejaran petugas. Agung menyebut pihaknya punya cara-cara menghadapi kelihaian bandar.

"No place to hide," tegas Agung.

Di sisi lain, Agung menyebut barang bukti 82 kilogram sabu dan 68.636 butir pil ekstasi merupakan racun. Kalau seandainya lolos dari sergapan, semuanya itu menjadi racun yang di perjual belikan untuk kegembiraan semu.

"Untuk memperoleh keuntungan, akibatnya pecandu narkoba kehilangan akal sehat dan kerugian lainnya yang tidak diharapkan," ucap Agung.

Sabu dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke air dan dibakar memakai mesin. Sementara pil ekstasi diblender lalu dimasukkan ke air yang sudah dicampur deterjen. (Red)

Sunday, March 21, 2021

GM FKPPI Sumut Akan Laporkan Oknum Pembeking Bangunan Bermasalah Ke KPK


warnasumut.com - Medan. GM FKPPI Sumut akan melaporkan oknum anggota dewan pembeking bangunan bermasalah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

" Jika dugaan pembekingan itu ada berbau uang, kita minta pihak kejaksaan segera turun tangan, kalau perlu kita lengkapi data data untuk melaporkannya ke KPK," kata Sekretaris GM FKPPI Sumut Yan Surya Darma (Donking), Sabtu (20/03/2021).

Menurutnya, sikap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar yang berani membongkar adanya praktek    pembekingan tersebut adalah sebuah langkah kebenaran yang harus di dukung semua pihak.

"Persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan GM FKPPI Sumut sangat mendukung dan siap membackup Kadis PKPPR Medan yang membongkar praktek pembekingan bangunan bermasalah di Kota Medan itu," tegas Donking.

Sebelumnya, Kadis PKPPR Medan Beny Iskandar mengungkapkan ada oknum anggota dewan disebut-sebut membekingi 12 bangunan bermasalah di Kota Medan. 

Bangunan itu masing masing di Jalan Sena No 116/118, Kelurahan Perintis Medan Timur, Jalan Sidomulyo sudut Jalan Perbatasan Pulo Brayan Darat 1,Kecamatan Medan Timur, di Jalan Selam 1 No 16, Kelurahan Tegal Sari Mandala 1, Kecamatan Medan Timur.

Selanjutnya, bangunan di Jalan AR Hakim, Gg Buntu, Kelurahan Tegal Sari, Medan Area, di Jalan Badik, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Perjuangan, bangunan di Jalan Madio Utomo, Gg Buntu, KelurahanTegal Rejo, Medan Perjuangan, bangunan di Jalan Pukat II/Jalan Sejati, Gg Seniman, No 4, Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung. Bangunan restoran di Kelurahan Sitirejo 2 Medan Amplas.

Oknum itu juga membekap bangunan bermasalah di Jalan HM Yamin, No 656, Kelurahan Pahlawan Medan Perjuangan, bangunan b
di Jalan Pukat 1, No 68, Bantan Timur, Medan Tembung, bangunan di Jalan Selam 1,Mandala 1,Medan Denai dan bangunan bermasalah di Jalan Datuk Rubiah, Gg Musola, Rengas Pulau, Medan Marelan. (Avid)

Friday, March 19, 2021

UPT Rutan Perempuan Medan Hadiri Apel Sinergitas Menuju Kamtibmas Kondusif


warnasumut.com - Medan. Unit Pelaksana Tehknis (UPT) Rutan Perempuan Kelas II Medan, menghadiri
Apel Sinergitas TNI - POLRI dan Instansi terkait serta Tokoh Agama Menuju Kamtibmas yang Kondusif di Mapolsek Medan Helvetia, Jum'at (19/03/2021).

Karutan Perempuan Medan Ema Puspita Bc.IP, S.Pd, MH
diwakili Kasubsi Pengelolaan Julitri Pasaribu dan Kepala KPR Santina Turnip mengatakan, sangat menyambut baik kegiatan ini, agar dapat lebih bersinergi, berkoordinasi dengan baik serta berkomitmen untuk menciptakan dan mengawal Kota Medan khususnya kecamatan Medan Helvetia menuju Kamtibmas yang lebih kondusif, yang didukung juga oleh Tokoh Agama sehingga personil bisa saling kenal satu sama lainnya, 

Kegiatan tersebut berlangsung cukup khidmat dan lancar, meskipun digelar secara sederhana namun tetap membawa energi dan aura Positive bagi yang hadir.

Tampak hadir Danyon Zeni Tempur 1/DD Medan Mayor CZI Renggo Yudi Ariesko.SE, sebagai pembina apel dan Komandan Apel Iptu Zuhatta Mahadi.STK.SIK, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean.SH.SIK.MH, Camat Medan Helvetia Andi Mario Siregar.S.Sos, Wadan Denintel 1/BB Mayor Kav.T.Hamdani.SH, Danramil 06/MS Kapten Hary Susilo, Ka Rutan Kls 1 Medan Theo Purba, Ketua MUI Kecamatan Medan Helvetia Ustadz Damri Tambunan.S.Ag, Ketua KUA Medan Helvetia Lukman Hakim. S.Ag, serta Pendeta Rimhok Simamora. S.Th. (Avid)

Diduga Hasil Sapu Bersih Tidak Transparan, Apakah Polres Tanah Karo Serius Memberantas Judi Di Tanah Karo

warnasumut.com - Tanah Karo. Beredarnya kabar pengrebekan Sapu Bersih beberapa lokasi judi lewat portal media siber diberbagai tempat di Kabanjahe dan Berastagi, yang dilakukan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) atas perintah Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriyono sesungguhnya berita tersebut sangat positif dan dipastikan masyarakat Kabupaten Tanah Karo mendukung secara penuh. Kamis (18/3/2021).

Bukti dukungan masyarakat Tanah Karo itu, serta rasa ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Tanah Karo ditumpahkan lewat aplikasi Facebook (FB) dan ada juga lewat warung-warung kopi maupun antar tetangga rumah secara langsung.

Jepri Daniel Siregar lewat akun Facebook nya, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim media siber yang aktif memberitakan segala jenis perjudian yang beroperasi di Kabupaten Tanah Karo khususnya di Kabanjahe dan Berastagi.

Selain itu, Jepri juga menjelaskan, atas pemberitaan tersebut pihak Polres Tanah Karo telah bekerja melakukan penangkapan terhadap aktivitas perjudian di wilayahnya. Olehnya ia berharap kepada pihak Polres Tanah Karo supaya tetap serta tidak berhenti melakukan pemberantasan perjudian di wilayah Karo.

"Kami masyarakat tanah karo mengucapkan banyak terima kasih, berkat bantuan pemberitaan sehingga pihak Polres Tanah Karo bekerja melakukan penangkapan ternahadap perjudian di wilayah Kabupaten Karo," tulis Jepri Daniel Siregar di laman Facebook, Selasa (16/3/2021), sembari ditag kepada akun resmi media siber yang proaktif mengupdate berita perjudian diwilayahnya.

Dukungan masyarakat itu muncul, setelah beredar beberapa artikel berita dari portal media siber. Disitu disebutkan aktifitas pengrebekan itu terjadi pada Senin (15/3/2021) malam.

Diketahui, artikel itu berjudul "Unit Reskrim Polres Tanah Karo, Akan Sikat Habis Praktek Perjudian Diwilayah Hukumnya" dan "Satuan Reskrim Polres Karo Tangkap Seluruh Perjudian di Wilayah Hukum Tanah Karo".

Dan berjudul "Unit Reskrim Polres Tanah Karo, Akan Sikat Habis Praktek Perjudian Diwilayah Hukumnya", serta berjudul "Jajaran Polres Tanah Karo Gerak Cepat Tutup Lokasi Segala Jenis Perjudian", Maupun berjudul "Satuan Reskrim Polres Karo Tangkap Seluruh Perjudian Di Karo".

Diduga hasil penggrebekan lokasi judi tidak transparan

Kasat Reskrim AKP Adrian Risky Lubis ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, bahwa hasil tangkapan pada 15 Maret 2021 ada 20 orang yang diamankan diduga sebagai pelaku judi dari 17 titik lokasi.

”Ada kita amankan 20 orang pelaku judi dari 17 titik permainan judi” ujar Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Adrian Risky Lubis, Selasa (16/3/2021)

Ia menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan penangkapan jika diketahui ada informasi, karena menurutnya namanya penyakit masyarakat, pasti akan ditindak tegas.

"Kami masih terus akan melakukan penangkapan jika diketahui ada informasi, karena namanya penyakit masyarakat, tahu sendirilah kan penyakit masyarakat pasti akan kita tindak tegas," tandas Adrian.

Namun, sangat disayangkan pihak Polres Tanah Karo terkesan 'tak berani' mempublikasikan identitas para pelaku yang konon katanya sudah di amankan oleh pihak kepolisian Tanah Karo.

Dan masyarakat pun masih menanti klarifikasi resmi dari pihak Polres Tanah Karo, untuk mempublikasikan nama-nama pelaku, dan peran pelaku dalam tindak pidana perjudian, yang disorot media siber satu bulan terakhir.

Hal ini diperlukan, mengingat agar masyarakat dan pihak media dapat memonitor dan meminta keterangan dari pihak JPU (Jaksa Penuntut Umum), kapan akan dilangsungkan ke tahap selanjutnya atau tahap persidangan.

Sebab, hingga kini masih banyak masyarakat belum mengetahui hasil sapu bersih judi pertanggal 15 Maret 2021, karena masyarakat juga perlu mengetahui hasil apa yang telah dicapai kepolisian.

Seperti contoh lokasi judi dibawah ini, belum ada dipublikasi atas hasil pengerebekan dimaksud :

1. Praktik judi jalan Samura No 60, Gung Negeri, tepatnya depan Jambur Tuah Lopat, Kabanjahe.

2. Di jalan Sudirman No 44 depan Plaza Kabanjahe, Lau Cimbah disini ada judi dadu, togel dan tembak ikan.

3. Di Warung Aritha Jalan Veteran No 138, Tambak Lau Mulgab 1, Berastagi.

4. Di Jalan Bambu Runcing (Golden) Kabanjahe.

5. Di jalan Kapten Upah Tendi Sebayang, Lau Cimbah ada tembak ikan beroperasi 2 unit.

6. Di jalan Kapten Bom Ginting tepatnya Warung Ayam Penyet, 2 unit mesin judi tembak ikan yang rutin di operasikan.

7. Di jalan Bambu Runcing Kabanjahe, tepatnya golden.net lantai 2 dan 3.

8. Di depan sebuah toko Sopan Karya Keramik (jual alat bangunan) Jalan Bambu Runcing No 17 Kabanjahe di sebuah ruko berlantai dua.

9. Di AJS Ponsel dekat tugu perjuangan Berastagi, dilokasi ini para pemain sedikit lebih tertib kendati berdesak-desakan.

10. Di jalan Veteran No 37 Berastagi, tepatnya disamping sebuah kantor advokat Boru Munthe.

Patut diduga lokasi ini hingga kini belum dipublikasi pihak Polres Tanah Karo kepada masyarakat, sehingga timbul opini apakah Polres Tanah Karo benar-benar serius memberantas lokasi judi di Tanah Karo ??

Masyarakat dan awak media masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak Polres Tanah Karo apakah lokasi-lokasi yang disebutkan diatas benar digrebek. (Tim)

Thursday, March 18, 2021

Berdalih Buat Video Tik Tok, Oknum AA Lecehkan Bocah Ingusan


warnasumut.com - Langkat. Sungguh biadab prilaku oknum aparat  di Langkat berinisial AA ini, karena tega melakukan dugaan pelecehan terhadap sroang bocah ingusan sebut saja Mawar, dengan dalih untuk membuat rekaman video Tik Tok Kamis (18/03/2021) sore.

Peristiwa itu terjadi, ketika Mawar sedang bermain bersama empat temannya di sekitar tempat oknum AA bertugas.

Melihat keriangan bocah ingusan itu, lantas oknum AA mamanggil korban dan temannya untuk bermain bersamanya. 

Sejurus kemudian, oknum AA menyuruh bocah laki laki teman Mawar membelikan kwaci ke warung terdekat.

Melihat adanya kesempatan, oknum AA langsung melampiaskankan nafsu setannya, dengan meraba raba alat kelamin korban yang masih duduk di bangku SD itu.

"Tekejut kali aku begitu mendengar  anak ku jadi korban nafsu setan oknum itu," ungkap orang tua korban Mawar ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Mendengar anaknya jadi korban pelecehan, orang tua Mawar yang pada saat itu sedang berada di tempat berbeda, langsung bergegas menuju lokasi kejadian. 

Disana, Mawar menceritakan kalau dirinya dipangku oleh oknum AA dan kemaluannya  diraba-raba dengan alasan mau membuat video Tik-Tok. 

"Gitu saya sampai, warga sudah ramai di tempat oknum AA bertugas. Aksi bejatnya itu sempat direkam oknum AA dengan kamera HP nya, tapi begitu  hp-nya diperiksa, video itu telah dihapusnya. Hancur kali perasaanku gitu dengar anakku dilecehkan," umpat orang tua korban.

Kepada orang tua Mawar, oknum AA sempat meminta maaf dan mengaku khilaf dan menyesal telah melakukan pelecehan tersebut.

 "Sekarang dia (oknum AA) sudah dibawa oleh petugas Intel kedinasannya. Aku minta agar dia diproses sesuai hukun yang berlaku. Gak terima kali aku, anakku dilecehkan seperti itu," geram orang tua Mawar.

Sementara, seorang perwira atasan oknum AA ketika dikonfirmasikan membenarkan peristiwa tersebut. 

" Saya sangat.menyayangkan kejadian ini dan iknum AA sudah mengakuinya. Yang jelas, pelecehan terhadap anak dibawah umur adalah pelanggaran berat. Sekarang AA sudah diamankan untuk diproses," jelasnya.

Camat Setempat Muhammad Iqbal SE membenarkan adanya peristiwa pelecehan yang dialami warganya itu. Dia berharap, oknum AA bisa diproses sesuai dengan peraturan perundang undangngan yang berlaku.

"Padahal oknum itu rajin berbaur dengan masyarakat sekitar, dengan menggelar gotong royong. Gak nyangka juga sampai seperti ini. Tadi oknum AA sudah dibawa petugas, Semoga bisa diproses sesuai hukum agar kejadian ini tidak terulang dikemudian hari," sebutnya. (Avid)

Wednesday, March 17, 2021

TIM ADVOKASI PEDULI LARAS: KAPOLDA SUMUT HARUS TARIK PERKARA LARAS KE POLDA SUMUT DAN EVALUASI KINERJA KAPOLRES BINJAI


warnasumut.com - Medan. Kasus Pembakaran terhadap tubuh seorang anak Raskita Br Tarigan alias Laras berusia 8 tahun yang telah mengendap selama 2 tahun lamanya di Polres Binjai sampai detik ini belum juga menunjukkan titik terang.

Pasalnya Penetapan tersangka terduga pelaku Rusliah alias Bu Yus yang dilakukan oleh Polres Binjai sepertinya hanya di atas kertas saja. Hal tersebut dikarenkan telah terjadinya P-19 (pengembalian berkas perkara) dari Kejaksaan Negeri Binjai sebanyak 2 kali.

Padahal 2 bukti permulaan yang cukup sudah dikantongi pihak penyidik namun JPU yang bernama Nova dari Kejaksaan Negeri Binjai menafsirkan bahwa kurangnya saksi-saksi dalam peristiwa tersebut sehingga dengan alasan tersebut berkas perkara Raskita Br Taringan dikembalikan kepada penyidik unit PPA Polres Binjai.

“Kami sangat menyayangkan sikap Penyidik dan JPU yang sampai detik ini tidak juga sepemahaman dalam mendudukan perkara ini, karena bagi kami secara fakta hukum dan dengan bukti-bukti yang sudah dikantongi oleh penyidik menyatakan bahwa berkas tersebut sudah lengkap.Apalagi penyidik sudah menetapkan terduga pelaku Rusliah alias Bu Yus sebagai tersangka” Tegas Koordinator Tampar, Dongan Nauli Siagian,SH selaku Pengacara Laras saat mendatangi Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut.

“Kehadiran kami disini meminta agar kasus ini ditarik dan ditangani Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut agar kasus ini ditangani secara profesional dan bertanggung jawab serta memberikan rasa keadilan dan kepastian hukum terhadap Raskita Br Tarigan”. Tambah Dongan Nauli Siagian,SH.

Menyikapi sikap JPU Nova yang sudah mengembalikan berkas ke penyidik (P-19), Dongan Nauli Siagian,SH Menambahkan “Kami juga meminta ketegasan terhadap Jaksa Agung Cq Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk mengevaluasi JPU Nova yang menangani kasus ini karena kuat dugaan kami. Perkara ini sudah ada intervensi dari pihak-pihak tertentu untuk mengaburkan kasus ini sehingga dengan keberaniannya, JPU Nova mengeyampingkan Hasil Pemeriksaan Psikologis keterangan Laras, Visum et repertum serta saksi-saksi yang telah diperiksa ” 

Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga,SH.,MH “ Masalah terhadap Laras bukan perkara main-main. Perkara ini menentukan keselamatan jiwa anak-anak Sumatera Utara. Secara Prinsip kami Berharap kepada kapolda yang baru Irjen.Pol Drs.R.z Panca Putra S,Msi harus menentukan sikap yakni mengevaluasi Kapolres Binjai beserta jajarannya. Sebab ketika kasus ini tetap dibiarkan tanpa adanya kepastian hukum maka sudah pasti akan mengancam nasib anak-anak di Sumatera Utara. (Avid)

PENGANTAR TUGAS MANTAN KAPOLDA SUMUT

warnasumut.com - Medan. Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI. Esron S.B. Sinaga, S.Sos., M.A., menghadari acara Pengantar Tugas Mantan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si., dan Kapolda Sumatera Utara yang baru Irjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S. M.Si., bertempat di Aula Tengku Rizal Nurdin rumah dinas Gubernur Sumatera Utara. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumatera Utara, Panglima Kodam I/BB, Danlantamal I Belawan beserta FKPD. Selasa (16/03/2021).

Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si., mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas kerjasama yang sudah terjalin dengan sangat baik dengan Pemerintah Daerah, TNI dan segenap Forkopimda Sumatera Utara sehingga tercapai situasi Kamtibmas yang kondusif dan berharap kekeluargaan yang baik dapat terus terjalin.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengucapkan selamat jalan dan selamat bertugas ditempat yang baru kepada Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar. M.Si., sebagai Koorsahli serta selamat datang kepada Irjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S. M.Si., sebagai Kapolda Sumatera Utara yang baru. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan pemberian plakat dan cendera mata kepada Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si. (Avid)