Warna Sumut

Update

Iklan AMP

Slider

Saturday, September 18, 2021

Kunjungan Kerja Presiden Di Sumut Disambut Hangat Oleh Masyarakat

warnasumut.com - Sumut. Kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke daerah Kabupaten Deliserdang dan Kota Medan dalam rangka meninjau pelaksanaan vaksinasi massal disambut dengan kehangatan oleh masyarakat Sumatera Utara, Kamis (17/09/2021).

Dalam kunjungan itu, Presiden Jokowi juga berdialog langsung dengan para siswa SMK tentang manfaat vaksin dan keharusan menjalankan Protokol Kesehatan selama proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, juga memberikan hadiah sepeda bagi siapa yang bisa menjawab pertanyaannya.

“Siapa yang tahu 3M itu apa saja? Terus siapa yang tahu apa gunanya vaksin,” kata Presiden melontarkan pertanyaan.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden juga melakukan dialog dengan para pelajar di SMK Tenggarong, Kalimantan Timur, secara virtual.

Selesai dari SMKN 1 Beringin, Presiden bersama rombongan bergerak menuju Kantor Desa Emplasemen Kualanamu, Kecamatan Beringin yang juga melaksanakan vaksin massal dengan cara door to door.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Presiden Jokowi menuju aula Tengku Rizal Nurdin di kantor Gubernur Sumatera Utara dalam rangka memberi pengarahan kepada Forkopimda se-Sumut.

Terlihat dalam acara tersebut Wakil Sekretaris Ikatan Alumni Lemhannas DPD Sumut Arman Chandra yang seangkatan dengan Alumni lemhannas Program Pendidikan Regular Angkatan 61 tahun yaitu Sekretariat Militer Presiden Marsda M. Tonny Harjono, Karo Ops Polda Sumut Kombes Pol Desman Tarigan, Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf. Parlindungan Hutagalung. (Rizky Zulianda)

Friday, September 17, 2021

KI Sumut Minta Kapolrestabes Medan Buka Informasi Kasus 4 Mobil Mewah CC Konsul Rusia

warnasumut.com - Medan. Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara (KI Sumut) meminta Kapolrestabes Medan, membuka informasi persoalan kasus 4 unit mobil mewah yang  diamankan petugas Satreskrim, karena keempat mobil itu memakai plat seri CC (Konsul Rusia).

Keterbukaan informasi soal kasus/perkara ke-empat mobil yang menggunakan plat CC Konsul Negara Rusia itu, tidak bisa diabaikan begitu saja. Pasalnya, perkara ini sudah masuk dalam kategori antar negara Indonesia dan Rusia. Apalagi 
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler dalam surat No. 14305/FD/08/2021/65 yang dikeluarkan di Jakarta pada 29 Agustus 2021 lalu, bahwa Direktorat Fasilitas Diplomatik tidak mempunyai catatan adanya Kantor Perwakilan Federasi Rusia yang berbentuk Konsulat Kehormatan di Kota Medan. 

Penegasan dan permintaan tersebut disampaikan Ketua KI Sumut, Drs Robinson Simbolon, saat ditemui wartawan, Jum'at (17/9/2021) sewaktu menanggapi keresahan publik yang tidak memperoleh informasi, soal penanganan perkara 4 unit mobil mewah yang menggunakan plat CC Konsul Rusia. 

Dikemukakan Robinson Simbolon, Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), terkait dengan Undang-undang itu, sudah sewajarnya pihak Kepolisian, dalam hal ini Kapolrestabes Medan membuka informasi yang dibutuhkan publik, khusus terhadap wartawan, sehingga masyarakat luas (publik) tidak mereka-reka, bagaimana proses hukum tentang kasus mobil yang membawa-bawa Negara Rusia. 

Komisioner KI Sumut ini mengingatkan, bahwa Polri mengutamakan tranparansi dan keterbukaan informasi publik. Artinya, terkait persoalan adanya 4 unit mobil mewah yang menggunakan plat CC (Konsulat) oleh seorang dokter berinisial "MFN" yang mengaku sebagai Konsul Kehormatan Republik Federasi Rusia di Medan, maka tabir kejahatan di balik perkara itu harus dibuka ke publik oleh Polrestabes Medan. 

Ketika ditanya wartawan prihal tujuan dan maksud oknum dokter MFN menggunakan plat CC Konsul Rusia, Robinson menegaskan, terkait mobil berplat CC tersebut, itulah yang menjadi tugas dan kewenangan nya Kapolrestabes Medan memberi informasi yang transparan kepada publik, sehingga tidak menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. Artinya, jangan sampai masyarakat mereka-reka, ada kepentingan apa oknum dokter itu mempergunakan plat CC Konsul Rusia," pungkasnya. 

Sebelumnya untuk diketahui, terungkapnya kasus dugaan Konsulat Rusia gadungan ini, setelah Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan 4 unit mobil yang menggunakan plat CC (konsulat) yang disinyalir palsu. 

Terkait kasus tersebut, Polrestabes Medan dalam proses penyidikan dan penyelidikan disebut-sebut sudah menetapkan seorang tersangka berinisial "dr MFN" dalam kasus mobil bodong tersebut. (Avid)

Hutan Sosial Jadi Solusi Dalam Membantu Perekonomian Masyarakat Gayo Lues

warnasumut.com - Gayo Lues. Dalam Rangka merampungkan hasil kajian perhutanan sosial Aceh - Biro Ekonomi Sekda Aceh  bersama KPH dan Pemerintah Kabupaten menggelar pertemuan di Kabupaten Gayo Lues, kamis (16/09/2021).

Didasari oleh polemik pemberdayaan kawasan hutan di Aceh, KPH ajak seluruh unsur pemerintahan Kabupaten, SKPK dan Pemerhati lingkungan untuk mengevaluasi pengelolaan dan pemberdayaan perhutanan sosial. 

Untuk wilayah Gayo Lues sendiri tidak terlepas dari permasalahan yang serupa dengan permasalahan hutan di Kabupaten lainnya. 

Dalam upaya masyarakat mengelola hutan sebagai sumber mata pencaharian, masyarakat malah terbentur dengan berbagai aturan negara dimana lahan yang dikelola oleh masyarakat  merupakan hutan lindung.

Walau secara topografi 70% dari wilayah Kabupaten Gayo lues adalah kawasan hutan, namun sebagian besar dari hutan tersebut merupakan kawasan hutan lindung yang tidak boleh dikelola oleh masyarakat.

Ketua sekolah tinggi kehutanan,DR. Cut Maila Hanum menilai bahwa perubahan peraturan yang sering terjadi turut menyumbang polemik yang mau tidak mau harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat.

Dengan diubahnya dasar hukum tentang pemanfaatan hutan sosial yang sebelumnya tercantum dalam peraturan kementerian yang kini di sudah ubah lagi menjadi peraturan UU Cipta Kerja yang tertulis pada pasal 29 A dan 29 B maka hal ini menyebabkan rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi masyarakat. 

Namun, Maila menghimbau agar semua pihak lebih memfokuskan terhadap upaya yang dapat dilakukan dibandingkan terus bergelut dengan perubahan undang-undang.

“Kita fokus saja dulu pada apa yang bisa kita lakukan, dari pada protes dan berkeluh kesah soal perubahan undang-undang yang ada," Ujarnya.

Pertemuan tersebut juga membahas tentang surat izin pengelolaan hutan sosial. Sampai penghujung 2020 sudah terdapat 47 surat izin kehutanan sosial. Izin ini digunakan sebagai dasar pengelolaan yang akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan KPH. 

Pada Poin penting PP 23 tahun 2021 tentang  penyelenggaraan Kehutanan terkait Hutan sosial di cantumkan bahwa Perhutanan Sosial menjadi sebuah kebijakan utama sebagai strategi penyelesaian konflik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan wilayah pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bahwa izin perhutanan sosial berada diwilayah KPH V Aceh yang telah diterbitkan meliputi 3 desa yaitu Desa Agusan seluas 1.269 HA, Desa Palok seluas  302 HA dan Desa Blang temung Seluas 1.331 HA. Semua wilayah hutan itu dapat di kelola oleh masyarakat dengan syarat harus mengikutu ketentuan yang berlaku

Maila meminta seluruh pihak terkait untuk bergerak secara rumpun dan terarah dengan menerapakan metode KISS  yaitu terkoordinasi, terintegrase, bersinergi dan singkron. 

Seluruh pemangku jabatan dapat menjalankan perannya masing-masing dengan baik sehingga kegiatan pengelolaan hutan dapat dimanfaatkan menjadi solusi dalam membantu perkonomian masyarakat. (Tim)

Thursday, September 16, 2021

Dansektor 20 Citarum Harum Dukung 100 Persen Perbaikan Sementara Tanggul Kritis di Desa Lenggah Jaya

warnasumut.com - Untuk Kebaikan Masyarakat, Dansektor 20 akan Bantu Perapihan Tanggul di Desa Lenggah Jaya, Camat Cabangbungin : Kebahagiaan Buat Saya dan Sangat Berarti*

BINEWS || JABAR, KABUPATEN BEKASI– Dansektor 20 Citarum Harum Kolonel Infanteri Budijanto meninjau langsung perbaikan tanggul kritis di Kp. Tapak Serang RT 005/03 Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Yang sedang di lakukan perapihan atau perbaikan sementara oleh warga masyarakat dengan cara gotong royong, dengan memasang bambu cerucuk sebagai penahan tanah agar tidak longsor, yang nantinya akan di timbun tanah untuk pembuatan tanggul kembali, Kamis (16/09/21). 

Dalam kesempatan itu, Dansektor 20 Citarum Harum, memaparkan mekanisme atau tehnik cara perbaikan tanggul sementara, dengan melakukan koordinasi dengan para Kepala Desa dan unsur Muspika. Dansektor pun sangat mengapresiasi apa yang sudah di lakukan oleh warga masyarakat bersama kepala Desa dan unsur Muspika yang sudah melakukan kerja bhakti bersama - sama gotong royong melakukan perbaikan tanggul, semoga apa yang di lakukan oleh warga masyarakat dapat cepat menyelesaikan apa yang di khawatirkan selama ini. Sehingga masyarakat dapat bekerja seperti biasanya dengan aman. 

"Kegiatan perbaikan tanggul ini, yang di inisiasi oleh Muspika dan para Kepala Desa saya sangat mendukung, memang ada beberapa titik yang sudah mulai kita rapihkan, yang tadi disampaikan oleh pak Camat ini, memang baru tiga titik yang sudah kita rapihkan. Walaupun secara riel di lapangan menurut beliau sudah baik, namun perlu juga kita tingkatkan, " Kata Dansektor

Di bandingkan dengan yang lain, sambung Dansektor, di Lenggah Jaya juga perlu kita tingkatkan. Dengan antusiasnya warga masyarakat dengan begitu kompak. Saya berharap semoga ini cepat selesai dengan baik dan masyarakat merasa aman. Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa, Muspika, baik bagaimana prosedur dan pengendaliannya, yang jelas sektor akan membantu100 persen dengan alat yang ada di sektor untuk Citarum Harum, sehingga dapat memberikan rasa aman untuk masyarakat, khususnya warga Lenggah Jaya ini. Sinergi ini sudah sangat baik, dan saya berharap ke depan, apa yang di lakukan sektor di dukung oleh aparat kewilayahan, begitu pun sebaliknya, apa  yang di lakukan oleh pemerintah setempat baik camat maupun Kepala Desa sektor akan membantu untuk kebaikan sungai Citarum. Dan semoga apa yang kita lakukan untuk kebaikan masyarakat, sehingga dapat memberikan keamanan dan menghilangkan ke khawatiran dari apa yang kita takutkan, seperti kejadian di tahun - tahun kemarin, mudah - mudahan di tahun ke depan kita semua bisa bekerja dan tersenyum tanpa ada rasa takut, Tegas Dansektor

Sementara itu, Asep Buhori Camat Cabangbungin mengatakan ke awak media, "Untuk perbaikan tanggul kritis kita hanya pencegahan, kalau untuk permanen itu kewenangannya BBWSc. Tapikan Alhamdulillah dari 4 (Empat) tanggul kritis ini sudah ada penebalan oleh Sektor 20 Citarum Harum. Ini apresiasi dari Muspika,  yang mana dari 4 (Empat) tanggul kritis ini tinggal ini yang di Lenggah Jaya, ' katanya

Untuk program Citarum Harum kami sangat mendukung. Karena kita sudah tahu tujuan Pemerintah untuk memperindah aliran sungai, adanya perbaikan tanggul, sehingga tanggul selain di rapihkan bisa juga untuk rekreasi. Kalau untuk memberikan rasa aman dan nyaman kita dukung sepenuh hati apapun kata orang, karena itu untuk kebaikan warga masyarakat, tegas Camat. 

Untuk tanggul krisis, sambung Camat, ada 4 (Empat) titik, di Desa Jaya Laksana, Desa Setia Laksana, Desa Lenggah Sari dan Desa Leggah Jaya. Dan sudah di lakukan penebalan oleh Sektor 20. Tinggal di Desa Lenggah Jaya ini yang belum di lakukan penebalan, dan sangat kita khawatirkan karena sangat krisis. Mungkin kegiatannya belum mencapai ke sini,  jelas Camat  Cabangbungin Asep Buhori. 

"Saya menghimbau untuk semua masyarakat, agar untuk bersama - sama, karena ini untuk kebaikan kita semua, apalagi ini di bantu oleh Dansektor 20. Saya sangat mengapresiasi kehadiran Dansektor 20. Jujur ini sangat membahagiakan buat saya, dan merupakan dukungan yang sangat berarti, " pungkas Camat

Nampak hadir mendampingi Dansektor 20, Pelda A. Setio Budi (Baops II) Sektor 20, Serma Tholib (Bamin) Sektor 20, Sertu R. Margi Raharjo (Baops I) Sektor 20, Prada Devi Indra Personel Sektor 20, Kopda Nurbaka Personel Sektor 20, bersama para Kepala Desa dan unsur Muspika, A. Buhori Camat Cabangbungin, Kapten Czi Sunu Wardoyo Danramil Cabangbungin, AKP. Robin Kapolsek Cabangbungin. 

Kegiatan Kerja Bhakti pun berjalan lancar aman dan penuh semangat kebersamaan gotong royong. Animo warga masyarakat pun sangat antusias dalam melakukan  perapihan tanggul kritis. (TIM)

Rapat Panitia Bhakti Sosial DPD Partai NasDem Kota Dumai

warnasumut.com - Dumai. Pada hari ini, Rabu tanggal 15 September 2021 di adakan rapat pembahasan kegiatan bakti sosial DPD partai NasDem Kota Dumai, Riau.

Rapat di adakan di cafe Refeneri Jalan Ombak. Di hadiri oleh panitia bakti sosial yaitu Ketua, Chandra, Sekretaris Manda, Logistik Rahmayeni dan Media Tengku Sayyed Hasrian.

Rapat di mulai pukul 15.30 WIB di buka oleh Ketua Bakti Sosial DPD Partai NasDem Kota Dumai, Chandra.

Dalam rapat ini dibahas program unggulan partai NasDem yaitu pembagian beras 8 ton ke DPC, DPRT se-Kota Dumai.

Ketua Baksos memberikan sambutan dalam rapat pembahasan kegiatan bakti menyampaikan, bahwa panitia bakti sosial tidak bisa berbuat apa-apa tanpa adanya kerjasama antara DPC, DPRT se-Kota Dumai

Beliau menyampaikan juga, sebelum kegiatan bakti sosial di laksnakan, akan di mantapkan setelah point-point hasil rapat kita usul kan ke ketua DPD partai NasDem Kota Dumai. (Rozi/Tim)

Kunker Presiden Jokowi : Cipayung Plus Deli Serdang Akan Gelar Aksi

warnasumut.com - Deli Serdang. Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja Dalam meninjau Vaksinasi Untuk Pelajar di SMK 1 Beringin Kabupaten Deli Serdang...

Dalam kunjungan kerja Presiden di Deli Serdang organisasi mahasiswa Kabupaten Deli Serdang yang tergabung dalam Cipayung Plus Yakni HMI, HIMMMAH, KAMMI, IMM, PMII dan beberapa organisasi daerah lainnya akan menyampaikan sikap kepada Bapak Jokowi segera memberi perhatian lebih untuk segera menuntaskan permasalahan di kabupaten deli serdang.

adapun permasalahan yang harus dituntaskan yaitu terkait anggaran penanganan Covid-19 di Deli Serdang, PPKM yang tak berujung yang banyak merugikan masyarakat..

Perwakilan cipayung Plus Kabupaten Deli Serdang Fajar Bagus Prabowo selaku ketua IMM Deli Serdang menegaskan bahwasanya Cipayung Plus Deli Serdang akan menyampaikan anspirasi langsung pada saat Presiden Jokowi berkunjung ke Deli Serdang Pada hari Kamis, 16 September 2021.

"Kami yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Deli Serdang akan menyambut kedatangan bapak Jokowi untuk menyampaikan aspirasi langsung di depan Presiden dan pejabat lainnya. Serta kami ingin Aspirasi ini dapat ditindaklanjuti langsung oleh bapak Presiden Joko Widodo.. "Tutupnya. (Rozi/Tim)

Tuesday, September 14, 2021

DPAC GRANAT PERCUT SEI TUAN MENGHADIRI KEGIATAN SOSPERDA

warnasumut.com - Deli Serdang. Kegiatan  SOSPERDA(sosialisasi Peraturan Daerah yang diadakan di jalan Tiung Raya halaman Gereja GKPI Kelurahan Kenangan Kecamatan Percut SeiTuan Kabupaten Deli Serdang. sebagai panitia pelaksana kegiatanSOSPERDA  PAC  PDI-Perjuangan,  jumat 10/09/2021.

Kegiatan tersebut di hadiri Ruben Tarigan SE  Anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara dari Fraksi  PDI Perjuangan.

Perwakilan dari kecamatan percut sei tuan Ibu Andriani perwakilan Kapolsek percut sei tuan Karya Tarigan perwakilan kelurahan kenangan dan organisasi pemuda pancasila kelurahan kenangan.

Dalam kata sambutan bapak Ruben Tarigan SE menjelaskan tentang PERDA PROVSU NO1tahun 2019.menjelaskan tentang fasilitaspencegahan penyalah gunaan Narkotika Psikotropika Dan Zat Adiktif lain ya.

Setelah itu acara di lanjutkan oleh Narasumber yang langsung dari LEMBAGA GRANAT DPAC Percut Sei Tuan Sucipto selaku wakil ketua mengatakan 
Mari kita semua segenap anak bangsa terutama para generasi muda mudi mari kita bersama sama menyelamatkan Indonesia dari pengaruh  NARKOBAH yang sudah meraja rela  di Infonesiakita selamat man anak bangsa kita.

Setelah selesai acara Awak media  Warna Sumut menjumpai ketua FADLUN HANIEF   seketaris WARDOYO  bendahara SUPANDI     dan para anggotaDPAC GRANAT Percut sei Tuan.

Awak media Warna  Sumut menayakan bagaimana  kedepan  ya DPAC  GRANAT percut Sei Tuan.

Fadllun Hanief menjelas Kami selaku pengurus dan para anggota untuk selalu bersinergi dengan pemerintahan atau pihak MUSPIKA Percut Sei Tuan demi menuyelamatkan  generasi muda mudi anak bangsa dari narkoba. (Wahyudi/Suriyono)

Abaikan Sejarah kelahiran Kota Medan, Masyarkat Melayu Tolak Kepwal No 025/02.K/VIII/2021

warnasumut.com - Medan. Sejumlah masyarakat Melayu terdiri dari berabagai elemen dan tokoh menyatakan sikap menolak terhadap terbitnya  
Keputusan Walikota Medan NO. 025/02.K/VIII/2021, Tentang : "Pakaian Dinas dan Atribut Pakian Dinas Harian Khas Daerah
di Lingkungan Pemerintah Kota Medan". 

Keputusan Walikota ini mereka nilai mengabaikan prinsip sejarah kelhaitran kotya Medan. Pernyataan sikap tersebut mereka deklarasikan di Istana Maimuun pada Jumat 10 Septmber 2021 pekan lalu. 

Dalam beberapa poin pernyataan itu disebutkan bahwa masyarakat Etnis Melayu Kota Medan tidak menafikan keberagaman yang ada di kota Medan, karena kota Medan sudah menjadi 'kuali' bagi etnis dan kultur yang datang dari berbagai daerah, baik berasal dari sekitar kota Medan di wilayah Provinsi Sumatera Utara yakni Etnis Karo, Etnis Simalungun, Etnis Dairi/Pak-pak, Etnis Batak Toba, Batak Angkola/Tapanuli Selatan, Etnis Mandailing, dan Etnis Nias. 

Selain itu terdapat juga etnis dan kultur yang datang dari luar Sumatera Utara yakni, Jawa, Aceh, Minang, Sunda, Banten, Betawi, Banjar dan pelbagai suku lainnya yang ada di Indonesia dan datang ke Kota Medan. 

Semuanya berbaur dalam kehidupan sosial di kota Medan dan menjadi 'local genius' bagi masyarakat Melayu di Medan karena kemampuan dan keterbuakaan kebudayaan setempat yakni kebudayaan Melayu dalam menghadapi pengaruh kebudayaan yang datang ke daerahnya.

Namun akar sosiologis masyarakat kota Medan yakni Etnis Melayu dengan kebudayaan Melayu harus tetap dijaga, dipelihara, dilestarikan dan dihormati.

Selanjutnya dinyatakan bahwa Kebudayaan Melayu yang berasal dari Etnis Melayu merupakan kearifan lokal di Medan dengan kekayaan peninggalan sejarah dan budayanya seperti Istana Maimoon, Masjid Raya Al Mashun, Kesultanan Deli dan pelbagai peninggalan sejarah dan budaya etnis Melayulainnya.

Kearifan lokal itu menjadi muatan lokal dari budaya etnis tempatan yakni Etnis Melayu yang harus menjadi bahan pelajaran bagi generasi muda agar tidak buta sejarah dan tidak buta akar sosiologis masyarakat tempatan di Medan yakni Etnis Melayu. 

Dan bahwa menurut masyarakat Etnis Melayu kota Medan, Keputusan Walikota Medan No 025/02.K/VIII/2021 tentang : Pakaian Dinas Dan Atribut Pakaian Dinas Harian Khas Daerah Di Lingkungan Pemerintah Kota Medan, telah mengabaikan prinsip sejarah kelahiran kota Medan, dimana Etnis Melayu adalah Etnis Tempatan di Medan. 

Keputusan Walikota tersebut tidak merujuk dan mengacu kepada akar sosiologis dan budaya masayarakat asli kota Medan yakni nasyarakat Melayu yang berbudaya Melayu.

Sehubungan dengan hal dimaksud, kami Masyarakat Etnis Melayu Kota Medan dengan ini mengeluarkan Pernyataan yaitu meminta Walikota Medan untuk meninjau Kembali Keputusan Walikota Medan No 025/02.K/VIII/2021 tentang : Pakaian Dinas dan Atribut Pakaian Dinas Harian Khas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Medan dan membatalkan pelaksanaannya.

Meminta Walikota Medan berserta seluruh jajarannya agar memahami bahwa Etnis Melayu adalah Etnis Tempatan yakni Etnis Lokal Kota Medan, sementara etnis lainnya adalah etnis pendatangbaik yang datang dari sekitar kota Medan di wilayah Provinsi Sumatera Utara maupun yang datang dari luarProvinsi Sumatera Utara. 

Kami meminta Walikota Medan untuk menetapkan Busana Melayu yakni Teluk Belanga bagi Pria dan Baju Kurung bagi Wanita untuk dipakai oleh Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang bertugas di lingkungan kantor Pemerintah Kota Medan pada setiap hari Jumat," demikian Pernyataan Masyarakat Etnis Melayu Kota Medan ini disampaikan dan ditandatangani oleh berbagai elemen serta Tokoh Masyarakat Melayu Kota Medan.

Adapaun dari sejumlah tokoh yang mendantangani pernyataan sikap tersebut ialah : Ustadz KH Zulfikar Hajar LC, H Miftahuddin Murad, Prof DR Ir  Hasnudi MS, Ketua Umum Ikatan Keluarga Deli (IKD),Datuk DR Drs H Sakhyan Asmara MSP, Gelar Datuk Wangsa Diraja. H Khairuddinsyah, Pembina Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia.Ir Tengku Muchairad, Lembaga Konsorsium Melayu Bersatu (L-KMB). Tengku Mohd Fauzi SKom MH, Tokoh Muda Melayu. Tengku Iqbal Bustamam SSos, Gelar Pangeran Sri Indera Setia, Yapmindo. T Muzaffar Shah, Sekjend PB Serikat Pekerja Anak Melayu Indonesia (SPAMI). OK Awaluddin, Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), FachroelRozi SHMH, Ketua PD Laskar Melayu Hang Tuah (LMHT) Kota Medan. Daeng Afif/Afifuddin Ali Akbar, Penggiat Budaya. OK Mohd Mukhlis, Tokoh Muda Melayu. M Baldun Kholidi, PW MABMI Sumatera Utara. Fenty Iska SH SpN, SPAMI. Tengku Fahri Johan, Yayasan Pemuda Melayu Indonesia (Yapmindo).Khairul Nizar, PB SPAMI. T Fachruddin ST, PB SPAMI. Herita Raisa SE, PD SPAMI Kota Medan. Abah Salman, Sekretaris Jenderal Ikatan Masyarakat Melayu Medan Utara (IMMAMU). Ahmad Husein SPdi, Ketua PC MABMI Kecamatan Medan Deli. (Avid)

Di Binjai, Gerombolan Begundal Serang Pekerja Pembuat Tapal Batas Tanah

warnasumut.com - Binjai. Para pekerja pembuat tapal batas lahan milik Daud Ketaren, di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, diserang oleh segerombolan begundal yang dipimpin oleh pria berinisial Y, yang merupakan warga Banjaran. 

Hal itu dikatakan Daud Ketaren saat dikonfirmasi awak media, pasca terjadinya penyerangan yang terjadi di lokasi pembuatan tapal batas dengan menggunakan alat berat jenis excavator. 

Dalam penyerangan itu, kata Daud Ketaren, satu orang anggotanya bernama Anto terkena bacokan dibagian kepalanya. "Satu orang terkena bacokan senjata tajam di bagian kepalanya. Saat ini anggota kita yang mengalami luka, kami bawa ke Rumah Sakit Bangkatan Binjai," katanya, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/9) sekira jam 14.30 WIB.

Tidak hanya itu, lanjut Daud Ketaren, selain membacok kepala anggotanya dengan parang, penyerang juga membawa senjata jenis panah dan bom molotov. "Bom molotov juga dibawa mereka (penyerang-red). Bahkan nyaris saja anggota kami terkena panah," lanjutnya, sembari memperlihatkan anak panah yang diperoleh oleh penyerang. 

Sebagai pemilik lahan, Daud Ketaren meminta aparat penegak hukum agar bertindak tegas untuk mengamankan pelaku dan juga provokator penyerangan. "Kami dalam hal ini minta aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku. Karena ini sudah sangat meresahkan," ungkap pria berdarah Karo ini. 

Sebab menurut Daud Ketaren, hal ini bisa saja terjadi lagi saat pihaknya melaksanakan pengerjaan tapal batas. "Kalau kami diserang terus, jangan salahkan kami kalau kami melakukan perlawanan untuk mempertahankan hak kami," tegas Daud Ketaren.

Disinggung ada berapa orang yang menyerang anggotanya saat sedang melakukan pekerjaan, Daud Ketaren mengatakan ada puluhan orang. "Sekitar 20 orang yang menyerang. Semuanya kami lihat membawa senjata dan banyak memakai penutup muka atau Sebo," beber Daud Ketaren, sembari meminta anggota pekerjanya untuk tenang.

Walau belum ada aparat hukum yang datang, keributan akhirnya dapat mereda setelah para pekerja Daud Ketaren, mundur untuk menghindari bentrokan.

Diberitakan sebelumnya, agar tidak menimbulkan kekisruhan dan juga menjadi objek penipuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, akhirnya ratusan hektar lahan yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, dibuat Tapal Batas oleh pemiliknya, Jumat (10/9).

Pengerjaan tapal batas itu sendiri dilakukan dengan cara membuat parit serta menggunakan alat berat (Excavator) oleh sang pemilik lahan yang diketahui bernama Daud Ketaren.

Menurut Daud Ketaren melalui Penasehat Hukum (PH) nya, Lazim Surbakti SH, serta Ferdinand Sembiring SH, saat berada dilokasi mengatakan, pembuatan Tapal Batas itu atas dasar dokumen dokumen yang dimiliki oleh kliennya (Daud Ketaren) dengan cara membeli dari ahli waris.

"Lahan ini adalah hak milik klien kita, yaitu Daud Keteran. Luasnya saat ini yang akan kita buat tapal batas sekitar 56 hektar. Jadi kita akan melakukan pengerukan ini dengan ukuran 1.000 meter dikali 600 meter. Pembuatan tapal batas ini sebelumnya sudah kita sampaikan kepada Pemerintah, aparat penegak hukum. Kita juga sudah menyurati Polres, Kejari dan Pengadilan, Polsek, Koramil dan juga ke Kelurahan. Ini sudah kita sampaikan kepada seluruhnya dan sudah kita buat Plank bahwa ini adalah milik klien kita," ungkap Lazim Surbakti. 

Disoal Dokumen seperti apa yang dimiliki oleh Daud Ketaren selaku pemilik lahan, Lazim Surbakti menegaskan bahwa alas hak yang dimiliki oleh kliennya yaitu SK Gubernur tahun 1951 yang dibagikan pada tahun 1953. (RZ)

Rekomendasi Dan Hasil Rapimnas Ke - IV Majelis Nasional KAHMI 2021

warnasumut.com - Jakarta. Majelis Nasional KAHMI 2021 gelar Rapat Pimpinan Nasional Ke-IV diikuti dengan pelantikan sejumlah pengurus teras dan serah terima Koordinator Presidium MN.KAHMI dari Viva Yoga Mauladi ke Koorpres baru Areza Patria, Minggu (12/9/2021).

Rapimnas ini digelar secara fisik dan webinar dengan mempertimbangkan prokes covid 19 yang telah berlangsung 2 tahun terakhir ini.

Ketua OC, Umar A. Lessy mengatakan bahwa Rapimnas tersebut berjalan lancar mulai pukul 11.00 hingga 22.30 WIB di hadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat negara.

Pejabat yang hadir antara lain AA. Lanyalla Mahmud Mattalitti, Ketua DPD RI, sebagai Keynote Speaker.

Dalam giat Rapimnas tersebut juga digelar diskusi publik yang dipresentasikan oleh pembicara nasional seperti Muhammad Lutfi, Menteri Perdagangan RI, Arsjad Rasyd, Ketua Umum KADIN INDONESIA, Nurhayati Subakat, Pendiri Wardah Kosmetik, Mardani H. Maming, Ketua Umum HIPMI dan Ir. Sharmila, M.Si Ketua Umum INKOWAPI.

Hadir dalam Rapimnas tersebut  puluhan pengurus teras baik yang lama maupun yang baru dilantik serta para undangan.

Menurut Ato Ismail selaku SC menjawab pertanyaan detikindonesia  menyampaikan bahwa RAPIMNAS KAHMI KE IV 2021 ini digelar dengan tema "Pulihkan Kesehatan, Bangkitkan Ekonomi, dan Wujudkan Keadilan Sosial" ini adalah bagian misi KAHMI di masa pandemi ini.

Ia juga menyampaikan beberapa point penting hasil Rapimnas Majelis Nasional KAHMI sebagai berikut:

Rekomendasi Rapimnas Ke-IV  Tahun 2021

Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) dengan mengharapkan Ridlo’ Allah SWT melalui Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) MN KAHMI Ke-4 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 12 September 2021 dengan tema “Pulihkan Kesehatan, Bangkitkan Ekonomi, Wujudkan Keadilan Sosial”, dengan ini merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

Secara Eksternal:

1. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar konsisten dalam menentukan kebijakan menangani Pandemi Covid-19 antara lain dengan mencegah praktek komersialisasi alat kesehatan, Vaksin, PCR dan Swab Anti Gen.

2. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar pemberlakuan PPKM disesuaikan dengan kondisi masing-masing Daerah.

3. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar segera membuka sekolah tatap muka supaya tidak terjadi lost generation.

4. MN KAHMI mendesak Pemerintah melegalisasi Vaksin Nusantara sebagai karya anak bangsa untuk mewujudkan ketahanan kesehatan Nasional.

5. MN KAHMI mendesak Pemerintah segera menciptakan lapangan kerja dan selektif hanya menerima TKA yang keahliannya tidak tersedia di Indonesia

6. MN KAHMI mendesak Pemerintah untuk meningkatkan kinerja ekspor dan meminimalisir impor dalam rangka kemandirian bangsa melalui peningkatan produksi dalam negeri dengan memberi berbagai fasilitas kepada koperasi dan UMKM.

7. MN KAHMI mendesak Pemerintah agar kebijakan impor berpihak kepada kepentingan Nasional dengan menciptakan iklim usaha yang sehat.

8.MN KAHMI mendesak Pemerintah agar menindak tegas terhadap pelaku penistaan agama yang sah dan diakui Negara.

Ato Ismail menambahkan

Saat menyampaikan 8 point penting hasil rekomendasi eksternal ini, ATO Ismail berharap covid segera usai dan koopres baru di bawah kendali Ariza Patria dapat berjalan dengan baik.

"Ya, kami berdoa agar covid 19 usai dan insyah Allah Koorpres yang Baru Mas Ariza Patria yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta ini bisa dilaksanakan secara baik dan sehat selalu." Tutup Ato Ismail yang juga sebagai Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti  MN.KAHMI .(Tim)

Sidang Lanjutan Kasus 242 KUHP Pendulangan Emas, Kuasa Hukum Rosmina: Saksi Tidak Mengetahui Keadaan Kejadian Sebenarnya

warnasumut.com - Langkat. Sidang lanjutan perkara dugaan Keterangan palsu dalam persidangan Rosmina bru Sitepu dengan nomor pekara : 409/pid.B/2021/PN Stb. Dengan agenda mendengarkan keterangan 4(empat ) orang saksi di ruang Cakra Pengadila Negeri Stabat, selasa(14/09/2021).

Sidang Perkara Nomor : 409/Pid.B/2021/PN Stb, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, As'ad Rahim Lubis, SH, MH, berlangsung menarik dengan menghadirkan saksi, Rumondang Siregar, SH, MH, Paksa Bru Sembiring, Siti Derhana bru ginting, Mariana bru Sitepu.

Sebagai Saksi fakta, Rumondang Siregar mengatakan "dasar penetapan  Rosmina Sitepu melanggar KUHP 242 karena mendengar kesaksian saksi-saksi pada persidangan Susi Susanti terkait investasi pendulangan emas dan Penetapan Hakim disidang perkara sebelumnya. 

Kesaksian paksa br sembiring ,Siti Derhana  majelis Hakim sempat marah karena , saksi mengatakan tidak tau dengan penetapan Rosmina, Hakim ketua As'ad Rahim Lubis SH MH, meminta saksi melalui JPU, Viktor untuk membuktikan keterangan palsunya dimana, kan sia-sia sidang ini memakan waktu kalau tidak tau, makanya kita yang berada di ruang sidang ini, harus bersyukur jangan terlalu tamak sehingga kasus seperti ini tidak terjadi ujarnya dengan nada kesal.  

Menurut para saksi mereka hanya berpegang pada penetapan putusan Majelis Hakim saat sidang perkara kasus sebelumnya sedangkan saksi paksa .mengatakan berada  diluar sidang ,terkait  penetapan Rosmina  sebagai tersangka.  

Tim Penasihat Hukum terdakwa Rosmina Edi Perwira giting SH MH, Ftriadi Gunawan SH, Angga Satria SH, Dari kantor Pengacara Bang Ginting dan Rekan menanyakan kerugian yang di derita saksi sehingga Rosmina ditetapkan keterangan palsu, dan saksi menjawab tidak ada, hanya karena Rosmina tidak mengakui telah menerima fee, selanjutnya dengan fee yang di maksud dan keterlibatan Rosmina dalam usaha mendulang emas, namun saksi tak dapat  menjelaskan. 

Dalam kesaksianya Mariana Br Sitepu  menerangkan terkait penetapan serta pelaporan Rosmina br sitepu  dugaan keterangan palsu di bawah sumpah berdasarkan Keterangan Susi Susanti tersangka dalam persidangan kasus mendulang emas mengatakan uang yang dari para saksi diberikan semua pada  Rosmina dan Sri Bulana Sitepu tidak diakui keduanya, jelas mariana

Selanjutnya, Mariana Bru Sitepu menjelaskan tidak pernah bertemu dan bertanya langsung terkait fee yang di berikan Susi susanti kepada Rosmina dan Sri Bulana, baik kaitan dengan bisnis mendulang emas maupun terkait hutang piutang menjawab pertanyaan JPU. 

Menjawab pertanyaan Penasehat Hukum Rosmina terkait B.A.P  saksi  yang isinya sama persis baik titik komanya, Mariana bru Sitepu menuturkan pembuatan B.A.P dilakukan secara bersama hingga larut malam. 

Kemudian sidang selanjutnya hadir kembali, Rabu (22 September 2021) sekira Pukul 09.00 WIB, Majelis Hakim meminta hadirkan Susi sebagai saksi sekalian saksi ade charge, sidang pun ditutup.

Tempat terpisah, Kuasa Hukum Edi Perwira Ginting,SH.MH mengatakan kepada tim wartawan, bahwa untuk agenda sidang hari ini tanggal 14 September 2021, itu adalah pemeriksaan saksi, saksi itu ada empat orang,

Namun di fakta fakta persidangan terungkap bahwasanya saksi saksi bukan saksi fakta yang terjadi di lapangan atas kebenaran atas tudingan oleh  saudari Susi Susanti terhadap Rosmina, dijelaskannya.

Jadi Fakta persidangan sudah jelas terlihat bahwasanya saksi tidak mengetahui keadaan kejadian sebenarnya, katanya

Dijelaskannya lagi, langkah kedepan, kita akan menyiapkan saksi saksi dan menyiapkan bukti bukti bahwasanya klien kita Rosmina juga ditipu oleh Susi Susanti dan Rosmina juga telah melaporkan Saksi saksi kepada perkara yang lain(tipu gelap) dan juga sudah diputus Majelis Hakim Pengadilan Negeri Stabat. (Wahyudi)

SELAMATKAN ANAK BANGSA GRNERASI MUDA DARI BAHAYA NARKOBA

warnasumut.com -Sumut. Selasa,14.September.2021, bertempat di : "Jambur Taras Bangun" Pasar I Jln.Dusun II Bangun Setia,Desa Amplas,Kecamatan Percut sei tuan.
Pukul,10.30 wib s/d pukul 12.30 wib.

Hadir dalam giat :

1. Ruben Tarigan.S.E 
     ( Anggota DPRD
      Provinsi Sumatera utara).
2. Pengurus GRANAT PAC Kecamatan Percut sei tuan.
3. Edi Purwanto(Kepala Desa Amplas)serta Perangkat Desa.
4. Saham Ambarita Situmorang(Petugas DisCapil Kabupaten Deli Serdang)serta 4 orang anggota.
5. AIPDA Wandi(Bhabinkamtibmas Desa Amplas).
6. SERDA M.Rasyd(Babinsa Desa Amplas).
7. Pengurus PDIP DPC Kabupaten Deli Serdang.
8. Pengurus PDIP PAC Kecamatan Percut sei tuan.
9. Tokoh masyarakat.
10. FKDM.

Jumlah yang hadir 68 orang.

"TATA TERTIB ACARA": sosialisasi tentang fasilitasi Pencegahan penyalahgunaan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya sebagai berikut:

TEMA :
"SELAMATKAN ANAK BANGSA DAN GENERASI MUDA DARI BAHAYA NARKOBA"

1.Pembukaan oleh Protokol.
2.Menyanyikan lagu Indonesia Raya.
3. Kata sambutan oleh       Edi Purwanto(Kepala Desa Amplas).
4.Kata sambutan oleh Ruben Tarigan(Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara).
5. Wardoyo.S.Pd(Nara sumber).
6.Tanya jawab.
7.Acara ditutup oleh Protokol kemudian di lanjutkan makan siang bersama.

Kata sambutan oleh Edi Purwanto Kepala Desa Amplas, bahwa pentingnya pranserta,peduli masyarakat untuk mempersempit ruang gerak para bandar,pengedar dan para pengguna narkoba agar bersinergitas kepada Pemerintah dan pihak yang berwajib/Kepolisian selaku penegak hukum,apabila mengetahui masyarakat mempergunakan narkoba segera laporkan kepada pihak yang berwajib terdekat.

Dengan Sosperda no.1 tahun 2019,tentang P4GN Masyarakat sangat merespon,sehingga masyarakat memohon kepada Pemerintah Desa agar segera membentuk pengurus Ranting GRANAT Desa Amplas,kepala Desa menanggapi dengan serius agar permohonan dari bapak,ibu kita koordinasikan kepada Bapak Camat.

Selanjutnya Ruben Tarigan.S.E. Menyampaikan tentang: Sosialisasi Peraturan Daerah (SosPerDa) no.1 thn 2019, tentang Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

Serta menyampaikan tentang Akta Perkawinan (non Muslim)serta Akta Kelahiran dan KIA geratis.

Berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja tetapi tanggung jawab kita bersama menyelamatkan anak bangsa dan generasi muda dari bahaya narkoba.

Wardoyo.S.pdi(Nara sumber)telah memaparkan bahwa meningkatnya kenakalan remaja,tawuran dan tindak pidana yang meresahkan masyarakat luas umumnya dan terkhusus di wilayah hukum Polsek Percut Sei tuan.

Pemerintah dan pihak yang berwajib Kepolisian selaku penegak hukum bersama masyarakat peduli turut berperan serta kolaborasi dan bersinergitas mengantisipasi gangguan Kamtibmas,agar tercipta suasana terkendali kondusif dan aman.

Para peserta sosialisasi yang hadir tetap mematuhi perokes,menggunakan masker tetap jaga jarak,seluruh rangkaian acara berjalan tertib lancar dan aman,diakhiri dengan foto bersama pada pukul 12.30 wib. (Wahyudi / Suriyono)

Monday, September 13, 2021

Saat Jenderal BIN Kawal Warga Yang Divaksin Di Atas Becak

warnasumut.com - Deli Serdang. Bapak Miskun, 70 tahun, warga dusun Cempaka, desa Beringin kecamatan Beringin kabupaten Deli Serdang menjalani vaksin Covid-19 di atas becak yang ditumpanginya, Senin siang (13/9/2021).

Lebih uniknya lagi, pemberian vaksin Covid-19 kepada Miskun oleh tim vaksinator dari tenaga kesehatan RS USU Medan, dikawal seorang jenderal Badan Intelijen Negara (BIN).

Sosok Perwira Tinggi tersebut adalah Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana, yang sehari-hari bertugas sebagai Kepala BIN Daerah Sumut. Awalnya Brigjen Asep meninjau pemberian vaksin door to door yang menggunakan mobil keliling yang sudah didesain khusus di dusun tersebut.

Saat tim sedang berada di kediaman Bapak Supriadi, lewatlah pak Miskun diantar oleh kerabatnya hendak ke lokasi stationer vaksin di kantor desa Beringin, namun ketika melihat ada mobil keliling BIN, mereka bertanya dan jadilah pak Miskun diskrining dan akhirnya dìvaksin di atas becak dikawal oleh Kabinda Sumut.

Sebelumnya, Brigjen Asep menjelaskan, untuk vaksinasi keliling BIN bagi masyarakat, dipusatkan di dua tempat, yakni di kantor desa Sidodadi dan kantor desa Beringin, BIN mengalokasikan 1.500 dosis.

Selain itu, petugas vaksinator juga mengetuk pintu rumah-rumah warga yang memiliki keterbatasan akses di sejumlah dusun dan mengajak warga tersebut menerima vaksin di dalam mobil keliling yang telah didesain khusus. 

Khusus untuk mendukung pembelajaran tatap muka, 4.000 dosis vaksin Covid-19 diberikan kepada para pelajar SMA sederajat di kabupaten ini. Kegiatan dipusatkan di SMKN 1 Beringin, Deli Serdang. Di sini para siswa sebagian besar dijemput dan diantar ke sekolahnya masing-masing dengan bus yang disediakan oleh BIN Daerah Sumut, dimana 7 diantaranya adalah bantuan dari Pemko Binjai. (Rizky Zulianda)