Warna Sumut

Update

Iklan AMP

Slider

Saturday, January 22, 2022

Setelah Viral, Ini penyebab Rumah Burhanuddin Tak Dapat Bantuan Rumah Layak Huni

warnasumut.com - Sergai. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Arianto di dampingi pihak Kecamatan Sei Rampah dan Desa meninjau rumah Pasangan Suami Istri (pasutri) Burhanuddin dan Mahyani yang terletak di Dusun I Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, pada Jumat (21/1/2022).


Setelah sebelumnya sempat viral di media sosila bahwa rumah pasangan Burhanuddin dan Mahyani tidak layak huni, pemerintah Kabupaten Sergai dalam hal ini Dinas Sosial lakukan gerak cepat untuk melihat langsung kondisi rumah tersebut dan mencari tahu apa penyebab rumah tersebut belum mendapat bantuan.

Dari hasil kunjungannya Kepala Dinas Sosial Sergai Arianto mengungkapkan bahwa, setatus kepemilikan tanah dimana bangunan rumah tersebut di bangun bukan milik dari Burhanuddin sementara di salah satu syarat untuk mendapat bantuan rumah tidak layak huni yang bersangkutan harus menjadi pemilik sah terhadap tanah tersebut.

"Dari hasil kunjungan saya ke rumah Burhanuddin di Dusun I Desa Silau Rakyat tersebut saya cukup prihatin melihat keadaan rumah tersebut, namun ternyata kenapa beliau belum pernah mendapatkan bantuan rumah rumah tidak layak huni rupanya hak kepemilikan tanah tersebut masih atas nama orang tua dari Burhanuddin" ungkap Arianto.

Kadis Sosial itu juga mengatakan, rencananya rumah tersebut akan diajukan perehapannya melalui Baznas." Kita akan ajukan ke Baznas, mudah mudahan ini bisa terealisasi, tapi dengan syarat surat tanahnya harus dialihkan dulu atas nama Burhanuddin" katanya.

Begitu juga tentang bantuan PKH istrinya atas nama Mahyani yang sempat dalam beberapa bulan ini tidak ada saldonya akibat kesalahan atministras, Arianto mengatakan, Pemkab Sergai melalui Dinas Sosial mencoba mengusulkannya kembali.

Sementara itu di tempat terpisah Kepala Desa Silau Rakyat, Katimin, dalam hal ini juga tidak mau disalahkan, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/01/2022), dia mengatakan bahwa sebenarnya rumah tersebut sudah lama diajukan kedalam program rumah tidak layak huni. Namun apa yang menjadi persyaratan belum dipenuhi Burhanuddin sebagai mana persyaratan yang sudah ditentukan.

Menurut Katimin selaku Kades, Surat Tanah yang menjadi salah satu persyaratan didalam pengajuan bantuan rumah tidak layak huni, masih belum atas nama Burhanuddin, melainkan masih atas nama orang tuanya. Ironisnya lagi pihak Pemerintahan Desa Silau Rakyat sudah pernah memberikan saran agar surat tanahnya di alih namakan, namun Burhanuddin seperti tidak merespon.

"Saya sudah lama menghimbau agar beliau (Burhanuddin-red), cepat mengurus dan mengalihkan nama disurat tanah tersebut atas nama dia. Tapi dia seakan akan tidak merespon, saya tunggu tidak juga datang ketempat saya atau kantor saya. Cemana bantuan bisa diusulkan, kalau surat tanahnya belum nama dia, sudah begini barulah dia datang," ungkap Katimin. (Tim)

Diduga Mafia Penampung Minyak CPO Ilegal Di Bulu Cina Hadang Dan Ancam Wartawan Saat Jalankan Tugas Jurnalistik

warnasumut.com - Deli Serdang. Salah seorang wartawan media online Bidik Nasional M. Sukma, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dihadang dan diancam saat melakukan tugas liputan jurnalistik, serta dilarang mengambil dokumentasi berupa foto oleh pengawas gudang penampungan minyak CPO ilegal yang berada di jalan lintas sumatera bulu cina kelurahan siderejo kecamatan rantau selatan kabupaten labuhanbatu, Jum'at kamarin (21/01/2022).

Pasca kejadian tersebut, M. Sukma lalu menuliskan cuitan di grub whastapp Dirgantara Jurnalis dengan melampirkan foto, "Investigasi awak media Bidik Nasional di Gudang CPO ilegal bulu cina kecamatan rantau selatan kelurahan Sidirejo kena hadang dan ancam bah, mohon pak kasat tanda merah garis saya pak kasat, mohon pak kasat ditindak lanjuti, sekedar info pak kasat," Tulis M. Sukma.

Menurut keterangan wartawan Bidik Nasional, M.Sukma kepada warnasumut.com menjelaskan, "Kejadian bermula saat dirinya sedang mengambil dokumentasi berupa foto dan video aktifitas didepan gudang diduga penampungan minyak CPO ilegal tersebut.

Saat itu M. Sukma sedang melakukan tugas liputan jurnalistik, mengambil foto kegiatan, lalu didatangi pengawas yang sedang berada didepan gudang penampungan CPO ilegal tersebut.

Langsung menghampiri M. Sukma lalu menanyai nya dengan gaya arogan serta suara bernada tinggi lantas melarangnya mengambil dokumentasi berupa foto.

"Aku lagi mengambil foto, tiba-tiba mau kurekam datang pengawasnya tiga orang, dikejarnya aku dipintu yang tertutup itu. Kata pengawasnya, Abang kenapa foto-foto ini, ya kenapa rupanya kalau ku foto-foto, kubilang sama mereka saat itu."

Kemudian, "Mereka bertanya dari mana abang, dari media kujawab, ngak ada foto-foto bang, ucap mereka, lalu kujawab lagi, kenapa kalau ku foto-foto macam perampok lempar aku, namanya mafia bang sebut mereka," Ucap Sukma

Tak berselang lama keluarlah mandornya Sinurat, "Apa maksud kau foto-foto kata Sinurat, ku jawab, Kenapa rupanya, bagus-bagus kau ucap Sinurat lagi."

Sambung M. Sukma, "Agak-agak keraslah pertama kan, tanya identitas dari mana, grub apa, dari grub press police kubilang dari media ini, ngak usah foto-foto Lae, bagus-bagus aja katanya, rupanya salah memfoto kubilang," Pungkas M. Sukma menuturkan perbincangannya dengan Sinurat, mandor diduga gudang tempat penampungan minyak CPO ilegal tersebut.

Terpisah, terkait kejadian yang dialami wartawan media online Bidik Nasional M. Sukma, Utamanews coba mengkonfirmasi Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, S.I.K menanyakan tentang keberadaan gudang penampungan minyak CPO ilegal tersebut melalui pesan WhatsAppnya.

Namun hingga kini, Kapolres Labuhanbatu belum menanggapi dan menjawab konfirmasi yang dilayangkan lewat pesan WhatsApp nya, kemarin sore Jum'at (21/01/22) Sekira pukul 17:43 Wib.

Sementara itu, hingga berita ini sampai dimeja redaksi pihak pengusaha, mandor gudang penampungan minyak CPO ilegal tersebut, belum dapat dikonfirmasi.

Sehubungan dengan Wartawan dalam menjalankan tugas liputan jurnalistik di lindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Dimana dalam Undang-Undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers tersebut tertuang di pasal 2 menyebutkan, Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Dan di pasal 4 poin 3 disitu di tuliskan untuk menjamin kemerdekaan pers,” 

Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers di pasal 18 ayat 1 disebutkan, Tindakan menghalangi kegiatan jurnalistik jelas diatur, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). (RZ)

Tuesday, January 18, 2022

Berkualitas Rendah, LIMA Minta APH Usut Jalan Cot Kupula Lhokseumawe

warnasumut.com - Lhokseumawe. Proyek pembangunan jalan Tgk Cot Kupula Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe diduga dikerjakan asal jadi oleh rekanan. Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (LIMA) Kota Lhokseumawe meminta Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan dan pengusutan.

"Kita mendapatkan laporan masyarakat bahwa proyek Dinas PUPR Kota Lhokseumawe di Cot Kupula tidak sesuai bestek, sehingga kita turunkan tim investigasi" kata Ketua LIMA Lhokseumawe, Rizal Saputra, SH, Senin (17/1/22).

Hasil investigasi tim di lapangan akhir pekan lalu, kata Rizal, terlihat secara kasat mata mutu rendah pada pekerjaan pengaspalan pada proyek tersebut. Permukaan yang tidak rata, berpori hingga retakan sangat dominan terlihat pada badan jalan tersebut.

Tingkat kepadatan aspal juga diragukan, hal ini terlihat hanya dengan pijakan tapak hewan ternak sehingga membuat aspal baru tersebut berlubang. Belum lagi bagian pinggir jalan yang tidak terekat dengan baik dan bisa lekang dikelupas hanya dengan tangan kosong.

Selain itu, di sisi kanan badan jalan muncul retakan panjang persis pada sisi talud yang dibangun. Retakan ini berpotensi menyebabkan talud tersebut ambrol. Belum diketahui secara pasti penyebab retakan apakah disebabkan oleh penurunan tanah timbun. Namun sekedar catatan, pada saat dilakukan pekerjaan pengaman tebing (talud) ini pernah ambruk.

"Kami menduga bahwa proses pembangunan jalan tersebut kurang maksimal. Pasalnya, belum beberapa minggu siap dikerjakan, jalan tersebut sudah rusak terkelupas aspalnya. Tentu saja, diduga kualitas jalan tersebut tidak begitu baik dan terkesan dibuat asal-asalan" ujar Rizal.

Rizal juga memastikan akan melaporkan proyek tersebut untuk menguji apakah pekerjaan sudah dilakukan sesuai bestek atau malah terdapat kerugian negara didalamnya.

"Kita sedang siapkan bahan untuk kita laporkan secara resmi. Apakah ke unit Tipikor Reskrim Polres Lhokseumawe atau ke Kejari, dalam beberapa hari ini kita laporkan" tandasnya.

Dikutip dari laman LPSE Kota Lhokseumawe, proyek jalan Cot Kupula Kandang dikerjakan menggunakan APBK tahun anggaran 2021. Tender proyek senilai Rp1,797 milyar tersebut dimenangkan oleh CV Bumi Makmur yang beralamat di Banda Aceh.

Sementara Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Safaruddin melalui Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Furqan membenarkan kondisi jalan tersebut di beberapa bagian bermutu rendah.

"Iya. Sudah kami panggil rekanannya untuk perbaiki di beberapa titik. Jalan tersebut masih dalam masa perawatan" kata Furqan.

Furqan menyebutkan, proyek tersebut memiliki beberapa item pekerjaan seperti pengerasan dan pengaspalan jalan sepanjang 800 meter, pekerjaan pembangunan pengaman tebing dan  galian. 

Furqan menyebut jalan yang dikerjakan jelang akhir tahun dengan durasi kontrak 120 hari kalender tersebut sudah dilakukan PHO (provisional hand over).

"Masa perawatan jalan itu 1 tahun dan belum dilakukan finaly hand over. Jadi masih kita minta kepada rekanan untuk diperbaiki. Dan mereka menyanggupi" kata Furqan. (Tim)

Gelar Aksi Dugaan Korupsi Proyek Di PLTU Belawan

warnasumut.com - Medan. Sekelompok orang yang menamakan dirinya Koalisi Mahasiswa Daerah Sumatera Utara (Komadsu), berunjukrasa di kantor PLN Unit Induk Pembagkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU) di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Senin (17/1/2022). 

Dalam aksinya, demonstran secara tegas mengecam indikasi praktik korupsi yang terjadi di lingkungan kerja PLN UIKSBU, dalam hal ini menyangkut pekerjaan di PLTU Sicanang, Belawan. 

Pantauan di lokasi, para mahasiswa memulai aksinya dengan menggelar mimbar bebas di pinggir Jalan Brigjen Katamso, atau tepat di jalur masuk ke kantor PLN UIKSBU atau berjarak sekitar 50 meter dari gerbang utama. 

Sejumlah poster berisi kecaman dan aspirasi seperti "Tangkap Sudjana Direksi Pekerjaan, Pak menteri BUMN Evaluasi jajaran PLN UIKSBU dan Bongkar seluruh praktik korupsi di PLN UIKSBU" turut menghiasi aksi tersebut. 

Usai beberapa saat meneriakkan aspirasinya hingga mengundang perhatian warga dan pengendara yang melintas, anak-anak Komadsu kemudian meringsek masuk ke depan pagar yang sudah ditutup satpam dan dijaga aparat kepolisian. 

"Bancakan korupsi proyek di pembangkit Sicanang Belawan beberapa tahun lalu yang menyeret General Manager dan beberapa pejabat di zaman KITSBU ke penjara, nyatanya tak menjadi efek jera. Terbukti, kasus serupa yang ujung-ujungnya berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar kembali ditemukan," teriak Nazli Aulia, selaku Koordinator Lapangan Komadsu. 

Data dari hasil investigasi yang mereka lakukan, lanjut Nazli, lagi-lagi menyangkut pekerjaan di PLTU Belawan. Bahkan akibat terhambatnya proyek pergantian material sesuai temuan Komadsu, potensi kerugian negara mencapai miliaran rupiah. 

Satu hal yang paling krusial dianggap Komadsu, yakni terancamnya pasokan listrik yang dihasilkan pembangkit dari utara Kota Medan tersebut aksi tak berjalannya proyek. Padahal listrik yang dihasilkan pembangkit di Belawan jelas menyangkut kepentingan masyarakat banyak. 

"Kenapa ini terjadi? Hasil temuan kami, diduga kuat semua akibat kelalaian atau justru terindikasi unsur kesengajaan Direksi Pekerjaan dalam hal ini Sudjana, yang menjabat sebagai Senior Manager Engineering di PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIKSBU)," tegasnya. 

Bahkan ketika kontrak proyek ini berakhir pada Desember 2020 lalu, proyek berupa pengadaan itu tak kunjung terealisasi. 

Untuk itu, Komadsu secara tegas dalam pernyataan sikapnya mengungkapkan 

1. Periksa GM PLN UIKSBU dan kroninya
2. Tangkap Sudjana, si Direksi Pekerjaan 
3. Bongkar seluruh praktik korupsi di PLN UIKSBU yang kami duga sudah menggurita 

Tapi sayangnya, aksi Komadsu ini justru tak mendapat atensi dari GM dan manajemen PLN UIKSBU yang berkompoten menanggapi masalah ini. Karena hingga massa meninggalkan lokasi, tak satu pun dari mereka memberi penjelasan. 

"Kami mau GM PLN UIKSBU turun menemui kami memberikan klarifikasi terkait proyek di PLTU Belawan yang telah merugikan negara miliaran rupiah ini. Jika ini tak direspon, kami pasti akan kembali dengan massa yang lebih besar," teriak Megah, Koordinator Aksi. 

"Kami juga sudah menyiapkan seluruh dokumen korupsi ini untuk nantinya akan langsung kami bawa ke KPK di Jakarta," pungkasnya. 

Sementara, usai melakukan aksi damai yang dikawal ketat aparat kepolisian, massa Komadsu melanjutkan aksi ke Kejati Sumut. (Tim)

Thursday, January 13, 2022

Akademi Futsal GFC Kota Medan, Siap Arungi Liga AAFI 2022

warnasumut.com - Medan. Akademi Gambas Futsal Club (GFC) terus berbenah diri dalam mempersiapkan kejuaraan Liga Asosiasi Akademik Futsal Indonesia (AAFI)  di Kota Medan pada bulan Agustus 2022 mendatang. 

Club' Futsal yang dilatih oleh Coach J.Sinambela, bermarkas dan latihan di D' Kickers Futsal Jl.H.M. Joni Kota Medan. 

Adry Syahputra pengurus GFC dalam keterangan nya kepada Kru Delinews24 mengatakan, manajemen saat ini sedang fokus persiapan tim, untuk mengikuti Liga  
Asosiasi Akademik Futsal Indonesia (AAFI). 

Dirinya menyebut lebih jauh, Liga AAFI direncanakan akan diselenggarakan pada Agustus 2022, untuk GFC sendiri kita akan sertakan tim kelompok umur 16 tahun. 

Untuk latihan rutin, lanjutnya, kita adakan tiga kali dalam seminggu, jadi tim ini akan dibekali teknik lebih dalam oleh pelatih, Selasa, Kamis dan Minggu itu nanti pelatih akan gembleng untuk peningkatan stamina pemain kita, jelas Andri yang diketaui juga sebagai  Dosen di UNDS, Rabu (13/1/22) malam. 

Andry juga berharap, dengan adanya GFC di Kota Medan, dirinya dan pengurus dapat menciptakan bibit potensial dari anak-anak muda Kota Medan, selain dari itu itu juga, dengan adanya GFC menjadi wadah bermain dan berkembang yang positif. 

Untuk hal tersebut, Adry mengajak kepada insan pecinta sepak bola khusus nya futsal, dengan tangan lebar siap menerima donatur dalam mengembangkan akademi yang didirikan nya setahun lalu ini, tutup Ardy mengakhiri. 

Walaupun masih berumur setahun, dalam pengelolah club,  keseriusan pengurus dalam membentuk club Futsal ini diakui dikancah dunia Futsal Kota Medan telah terbukti. 

Hal ini diketaui, setelah Gambas Futsal Club telah terdaftar secara resmi sebagai bagian dari anggota Asosiasi Futsal Kota Medan dibawah AAFI. 

Sebelumnya dalam rangka memperingati tahun pertama berdirinya GFC, adakan  turnamen Futsal HUT GFC ke-1 pada 8 Januari lalu. Pada kejuaraan tersebut, Gambas Futsal Club berhasil meraih juara pertama. 

Untuk fan's Club,  GFC secara khusus menyajikan segala bentuk kegiatan club melalui Chanel resmi di Chanel YouTube Akademi Gambas Club, yang telah memiliki subscribe 1.04 ribu, sementara untuk link IG dapat ditemui di IG gambas_futsalclub , atau untuk memberikan dukungan langsung, dapat hadir di D'Kicker Futsal saat latihan berlangsung. (Tim)

Mayat Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk Di Pulau Berhala

warnasumut.com - Sergai. Mayat wanita tanpa identitas dan membusuk ditemukan disekitaran Pantai Pulau Berhala, Dusun Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara. 

Penemuan mayat ini terjadi pada, Rabu (12/1/2022) sekitar pukul 00.30 WIB. 

Mendapat laporan tersebut dari anggota Satgas Pam Pulau Terluar, Sat Reskrim Polsek Tanjung Beringin, Sat Reskrim Polres Sergai, dan Satpolair Polres Sergai, langsung mendatangi lokasi penemuan mayat wanita tanpa identitas tersebut. 

"Pada hari Rabu, (12/1/2022), sekira pukul 00.30 WIB, Kanit Reskrim Polsek Tanjung Beringin mendapat informasi dari anggota Satgas Pam Pulau Terluar Berhala, tentang adanya mayat seorang wanita dalam kondisi yang membusuk tanpa identitas tepatnya di pantai Pulau Berhala," ujar Kapolres Sergai, AKBP Ali Machfud melalui Kapolsek Tanjung Bringin, AKP Tobat Sihombing, Kamis (13/1/2022). 

Lanjut Tobat, wanita tanpa identitas ini ditemukan dalam keadaan kedua tangan terikat tali tambang. 

"Sesampai dilokasi sekitar pukul 14.00 WIB,  personel benar ditemukan mayat seorang perempuan tanpa identitas. Kedua tangan wanita tanpa identitas terikat. Kemudian mayat tersebut di bawa ke pinggir oleh anggota Satgas Pam Pulau Terluar Berhala agar tidak hanyut kembali," ujar Tobat. 

Selanjutnya dilakukan identifikasi atau pemeriksaan luar mayat oleh tim Inafis Polres Sergai. Di mana kondisi mayat sudah dalam keadaan membusuk dan hancur mulai dari kepala hingga kaki. 

" kondisi wajah tidak dapat terlihat, kondisi kaki mulai dari lutut hingga telapak kaki telah hilang. Kemudian pada pukul 15.00 WIB mayat  dibawa dari Pulau Berhala menuju dermaga pelelangan ikan TPI Bedagai Desa Tebingtinggi," ujar Tobat. 

Sesampai di dermaga sekitar pukul 18.15 WIB, mayat wanita tanpa identitas langsung dibawa ke RSUD Lubuk Pakam untuk dilakukan otopsi. 

"Adapun barang bukti yang ditemukan, dua buah jeriken warna biru merek Delo Silver Caltex, satu utas tali tambang, dan satu potong bra atau kutang warna hitam," tutup Kapolsek Tanjung Beringin, AKP Tobat Sihombing. (Rizky Zulianda)

Tertabrak KA Cut Mutia Korban Tewas Ditempat, Sempat Terseret 20 Meter

warnasumut.com - Aceh Utara. Seorang pria warga Gampong Lancang Barat tewas usai tertabrak kereta api (KA) Cut Mutia. Ia tertabrak dan terseret sejauh 20 meter bersama sepeda motor jenis Supra 125R yang dikendarainya saat akan menyeberang rel kereta api.
Kecelakaan terjadi pada Rabu, 12/01/2022 di Gampong Geulumpang Sulu Timu Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut keterangan Geuchik Gampong Lancang Barat kepada media ini saat dikonfirmasi via telfon, korban mengalami kemalangan pada saat akan kembali dari rumah temannya di Gampong Geulumpang Sulu Timu, begitu korban hendak melintasi rel dari arah utara, secara tiba-tiba korban langsung mengalami kejadian naas tersebut dengan kereta api yang datang dari arah barat.

Korban diketahui bernama Ihsan Khairi meninggal dunia ditempat sesaat setelah kejadian, korban meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung 5 bulan.

Beberapa saksi mata tidak langsung melihat kejadian tersebut, warga baru sadar ketiga terdengar bunyi benturan keras dan melihat sebuah sepeda motor yang masih dalam keadaan terseret kereta api, ketika warga mendekati baru terlihat korban yang sudah berada di bawah kereta api.

Sementara Polisi yang menerima laporan tersebut langsung datang ke tempat kejadian perkara.MR. (Tim)

Pemko Medan Diduga Biarkan Karyawan PT Aprindo Pengangguran

warnasumut.com - Medan. Pemko Medan Menutup PT Anungrah Prima Indonesia (API )di kawasan Industri Medan (KIM)Medan.
Menyebabkan kurang lebih 100 orang karyawan PT API kehilangan mata pencaharian dan kebutuhan kehidupan bertambah pahit,ungkap Mu salah satu karyawan kepada awak media  hari Selasa 11/1/2022,pukul 10 pagi.

So Huan Pemilik Perusahaan PT API,merasa kecewa dengan kinerja Dinas lingkungan Hidup Kota Medan Jl.A Haris Nasution ,dimana tidak koperaktif dengan masalah ini.
 Legalitas dari PT API udah lengkap serta taat pajak 

Hal tersebut diatas
dapat membunuh mata pencaharian dari masyarakat sekitarnya, sebab karyawan lebih banyak warga di lingkungan PT API Medan tutur So Huan.

 Pemko Medan diminta segera membuka PT API,guna untuk kepentingan masyarakat banyak, yang membutuhkan pekerjaan dan mendapatkan menghidupi keluarga nya .

So Huan menyayangkan adanya indekasi pungli dalam pembukaan PT Api ini untuk solusi kedepan.
Jangan terlahir preman berdasi yang mengutamakan kepentingan pribadi.
Pemko Medan harus bijak menyikapinya ujarnya. (Rizky Zulianda)

Wednesday, January 12, 2022

PT PIM Terima Penghargaan Pada Ajang Waspada Award 2022

warnasumut.com - Medan. Pada awal tahun 2022 ini, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) berhasil mendapatkan penghargaan Waspada Award 2022 dengan kategori Sosial Masyarakat dan Kepedulian Terhadap Lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Harian Waspada yang diadakan di Aula Tengku Rizal Nurdin rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, pada Selasa (11/01/2021) lalu.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Pimpinan Waspada sekaligus Wapemred Waspada H. Teruna Jasa Said dan diterima oleh Nasrun, VP PKBL & Humas mewakili Manajemen PT PIM. Nasrun menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi positif dari media kepada PT PIM. Lebih jauh, Nasrun menambahkan bahwa hal ini juga merupakan cerminan dari kerja keras Perusahaan dalam pemberdayaan terhadap masyarakat dan pengelolaan operasional Perusahaan yang tetap peduli pada lingkungan selama ini.

“Momentum ini akan terus menjadi penyemangat PT PIM untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program-program pemberdayaan masyarakat sehingga diharapkan akan berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat yang mandiri dengan tetap menjaga terciptanya kelestarian lingkungan,” ungkap Nasrun.

Sementara Komisaris Utama PT Harian Waspada, H. Tribuana Said MDS dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Stakeholder yang sampai hari ini masih setia dengan media harian Waspada dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pihak yang telah berjasa bagi pembangunan sosial ekonomi masyarakat, pembangunan daerah maupun  atas sumbangsih ide inspiratifnya selama ini.

Ikut hadir dalam acara ini dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) Dr H Agung Firman Sampurna, Para Bupati dan Walikota, Ketua DPR Provinsi dan Kabupaten, Pimpinan BUMN/ BUMD, Pimpinan Media Nasional dan segenap tokoh Publik, sedangkan dari pihak Harian Waspada sendiri langsung dihadiri oleh Pemred. H Prabudi Said, Wapemred. H. Teruna Jasa Said, Pemimpin Umum H. Rayati Syafrin dan CEO Waspada Online Hj. Saida Said. (Tim)

Vonis Sidang Dinilai Objektif, Selviwaty Ucapkan Terimakasih ke Penegak Hukum

warnasumut.com - Medan. Selviwaty melalui kuasa hukumnya, Darmawan Yusuf SH. SE. MPd. MH. CTLA, Mediator (foto-kiri) mengucapkan terima kasih kepada Polda Sumut, Kejatisu dan Hakim Pengadilan Negeri Medan yang sudah objektif, memenuhi rasa keadilan dalam memutuskan vonis Vaksinasi Illegal. 

"Selviwaty yang merupakan seorang agen property sukses Kota Medan tidak mungkin untuk mencari keuntungan memperkaya diri dengan mengakali vaksinasi yang kasusnya bersama 2 orang dokter yaitu dr KS dan dr II," ujar kuasa hukumnya, Darmawan Yusuf SH. SE. MPd. MH. CTLA, Sabtu (8/1/2022). 

Darmawan menambahkan, dari vaksinasi ilegal yang sudah dilakukan beberapa  komplek di Kota Medan itu, Selviwaty tidak pernah meminta upah. Namun diberi secara suka rela oleh dr KS dan dr II sebesar Rp30 ribu per orangnya.
 
“Penghasilan Selviwaty dari penjualan satu unit bangunan property saja sudah puluhan juta rupiah, jadi mana mungkin Selviwaty mengambil keuntungan sebesar Rp30 ribu rupiah dari hasil vaksin ilegal itu,” tegas pengacara kondang itu (Darmawan) kepada sejumlah wartawan.


Diketahui, vaksinasi ilegal itu berawal dari Selviwaty ingin membantu teman – temannya yang juga kolega bisnisnya untuk mendapat vaksin Covid 19 di Medan yang sempat susah pada masa itu, ditambah mereka (penerima vaksin illegal) yang takut terhadap virus Covid -19 ini. Karena pada saat itu pemerintah masih berfokus kepada orang – orang Lansia (berumur 60 tahun ke atas) dan stok vaksin tidak mencukupi untuk seluruh masyarakat Indonesia. 

Sehingga, melalui Selviwaty diberi jalan untuk mendapat vaksin melalui dr KS  dan dr II. 

Bahkan seluruh upah terima kasih yang diberikan kedua dokter dari program vaksin ilegal itu diperuntukan untuk akomodasi pelaksanaan vaksin itu juga.

Hal itu jelas terungkap di fakta persidangan melalui saksi – saksi yang dihadirkan.

”Upah terima kasih hasil vaksin ilegal yang diberi kedua dokter tersebut kepada Selviwaty itu tidak pernah dimintanya, hanya diberikan dan itu juga digunakan kembali untuk membayar kedua dokter tersebut dan ditambah uang pribadi selviwaty untuk  membantu orang - orang kurang mampu, yang sangat membutuhkan juga ada yang divaksin disana. Hal itu terungkap di fakta persidangan, banyak saksi yang dihadirkan mengakui dikasih oleh Selviwaty gratis (tanpa bayar)” jelas Darmawan lebih dalam.

Masih Darmawan, "Saya yakin orang – orang yang mengenal Selviwaty pasti tahu siapa Selviwaty, dia mana mungkin mencari kaya dari vaksin ilegal itu, penghasilannya dalam pekerjaannya saja sudah begitu memuaskan.”  terangnya, sedikit menambahkan, Selviwaty hanya ingin membantu.

Di tempat terpisah, warga lingkungan sekitar tempat Selviwaty tinggal bernama Albert yang ditemui wartawan juga mengatakan perihal sosok Selviwaty, "Dia (Selviwaty), orangnya suka bergaul ya, memiliki sosial tinggi. Jadi terkejut aja mendengar kondisinya seperti ini, kita doa kan semoga masalahnya lekas selesai, yang sabar menghadapi cobaan dan semoga sehat - sehat," kata Albert.

Sebelumnya, sempat viral kasus vaksinasi ilegal di Kota Medan, dimana saat itu biaya vaksinnya sebesar 250 ribu. Dua orang dokter turut menjadi tersangka yaitu dr II dan dr KS serta Selviawaty seorang agen property mewah. (Tim)

Monday, January 10, 2022

Seorang Pelajar Warga Sarudik Tewas Tersambar Petir Saat Berteduh

warnasumut.com - Tapteng. Seorang pelajar warga Kecamatan Sarudik, tewas disambar petir saat berada di pinggir Pantai Desa Sibintang, Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Minggu (9/1/2022) sekira pukul 15.45 Wib.

Saat kejadian naas itu, korban lainnya yakni Tika Situmeang (21) turut disambar petir namun nyawanya masih tertolong setelah masyarakat setempat merendam tubuhnya kedalam lumpur.

“Masyarakat mengetahui kejadian tersebut setelah melihat Tika Situmeang berlari dari arah pantai menuju arah jalan raya Barus Sibolga dalam keadaan sempoyongan dan kebingungan,” kata Kasubbag Humas Polres Tapteng, AKP Horas Gurning, pada keterangan tertulisnya (10/1/2021).

“Korban Marojahan Silaban ditemukan masyarakat sudah dalam keadaan meninggal dunia di pinggir pantai dekat pohon aru dengan posisi terlentang, badan bagian dada mengalami luka bakar, telinga mengeluarkan darah serta baju korban dan celana keadaan robek, dan informasi yang kami terima kedua korban saat itu sedang jalan-jalan dilokas kejadian,” sambungnya.

Horas juga menuturkan jasad korban (Adalagi Marojahan Silaban-red) telah diserahkan kepada pihak keluarganya di Jalan Peralihan Lingkungan II, Kelurahan Pasir Bidang, Kecamatan Sarudik untuk disemayamkan, sementara korban atas nama Tika Situmeang kini masih dirawat di RSUD Pandan. (Tim)

Diduga Mabuk, Oknum ASN Pemko Sibolga Tabrak Mobil Yang Sedang Parkir

warnasumut.com - Tapanuli Tengah Satu unit mobil Kijang Krista BB 1509 LM menabrak satu unit mobil Kijang Inova Reborn BK 1708 IS yang sedang terparkir di Jalan Padang Sidempuan, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (9/1/2022) Dini hari.

Menurut keterangan pemilik mobil Kijang Inova Reborn BK 1708 IS, Sahala Pasaribu, kepada awak media, Senin (10/9/2022), mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekira jam 12.45 WIB (Minggu dini hari).

Saat itu, mobil milik Sahala Pasaribu sedang terparkir di depan salah satu warung kopi di Kelurahan Sibuluan Indah.

Namun tiba-tiba mobil BB 1509 LM menabrak mobilnya sehingga mengakibatkan bagian belakang mobil ringsek (rusak).

Pengemudi mobil BB 1509 LM tersebut kata Sahala, berinisial SS yang merupakan seorang ASN di Pemko Sibolga (Kesbangpol).

"Setelah menabrak mobil saya, kayaknya sempat mau melarikan diri dia, dan kemudian dikejar oleh teman saya. Kira-kira lebih kurang 500 meter, ban mobil yang menabrak mobil saya itu pecah. Jadi mungkin mau lari kian dia itu," terang Sahala.

Tak hanya itu, lanjutnya, pengemudi SS saat berkomunikasi dengan Sahala diduga sedang dipengaruhi oleh minuman keras.

"Waktu dia (SS) ngomong ke saya, udah bau minuman keras," kata Sahala.

Sahala mengatakan, bahwa SS telah berjanji akan ganti rugi (memperbaiki) mobil miliknya tersebut. Akan tetapi, SS tak kunjung datang menemui dirinya.

"Dia kemarin itu sudah janji akan memperbaiki mobil saya, jam 10 pagi. Tapi sampai sekarang jam 14.50 gak juga datang dia. Seperti mau dipermainkannya saya. Sampai 4 jam lebih saya nunggu. Saya sudah tunggu itikad baiknya. Tapi sampai sekarang tak juga datang dia (SS)," ucap Sahala kesal.

Selain itu, Sahala juga menyayangkan seorang ASN (SS) yang bertugas di Pemko Sibolga tersebut diduga masih suka minum minuman keras.

"Masa mobil yang terparkir ditabraknya, udah mabuk dia," ketus Sahala.

Mobil Kijang Krista BB 1509 LM tersebut saat ini telah diamankan di Pos Lantas Tapanuli Tengah. Bagian depan sebelah kiri mobil tampak ringsek dan rusak parah serta ban mobil depan sebelah kiri juga pecah. (Tim)

Sunday, January 9, 2022

Mentri P3A Kunjungi Pelaku Anak Dibawah Umur Di Lapas Kelas II.B Meulaboh Acah Barat

warnasumut.com - Aceh. Meteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga kunjungan Ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Melaboh Kabupaten Aceh Barat.

Kunjungan Bintang Puspayoga ke Lapas Kelas II B disambut lansung  oleh Kadivpas Heri Azhari  , Ka. LPKA Wiwid Feryanto , Kalapas Drs. Said Syahrul, Kadis DPMGP4 Nagan Raya Rahmadtullah. S.STP. dan Kadis Perhubungan Drs. Mahdhali. Sabtu, 8/01/2022.

Bintang Puspayoga melihat pelaku pencabulan dibawah umur yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya pada bulan yang lalu, tersangka yang ada di lapas Kelas II. B Meulaboh hanya dua orang sedangkan yang lain masih diamankan mapolres Nagan Raya.

Bintang Puspayoga mengatakan kepada mediahumaspolri com, bagi para pelaku tersebut sesui dengan Qanun jinayah, karna pelaku ada yang di bawah umur.

Setelah kunjungan ke lapas Meteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menuju ke Rumah Korban di Nagan Raya.

Disisilain Kadivpas Heri Azhari  juga menjelaskan kedatangan Buk Meteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga (MP3A ). Ke lapas kelas II. B Meulaboh hanya kunjungan tentang Pelaku pecabulan yang di bawah umur.

Heri juga berkata, yang bahwa proses hukum Undang-Undang yang digunakan dalam hal pidana anak adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). 

Dalam hal pidana anak dikenal dengan istilah diversi yaitu pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Diversi dapat dilakukan atas persetujuan korban dan ancaman pidananya dibawah 7 (tujuh tahun) dan bukan merupakan pengulangan pidana (UU SPPA pasal 7 ayat 2), tetapi apabila korban tidak menghendaki diversi maka proses hukumnya akan terus berlanjut. Hasil Kesepakatan Diversi dapat berbentuk (pasal 11) dengan perdamaian  atau tanpa ganti rugi. (Tim)