-->

Iklan

Dialog Publik “Menakar Ancaman Politik Identitas pada Pelaksanaan Pemilu 2024” yang diselenggarakan Youth Political Aliance (YPA) Tasikmalaya

, Maret 22, 2023 WIB

Dialog Publik yang diselenggarakan Youth Political Aliance (YPA) Tasikmalaya membahas tentang “Menakar Ancaman Politik Identitas pada Pelaksanaan Pemilu 2024” pada hari selasa 21 Maret 2023 di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan kampus di Kabupaten Tasikmalaya dan seluruh element gerakan mahasiswa di Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam kegiatan tersebut hadir beberapa tokoh masyarakat diantaranya Bapak Iyan sukmana selaku Staff Ahli Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Deden jaelani dari kejaksaan Negeri Kab Tasikmalaya dan Ade muflihun dari Kodim 0612.
Diskusi dimulai dengan pemaparan oleh Ibu Ai Rohmawati dari KPU Kabupaten Tasikmalaya. Beliau menyampaikan politik identitas secara detail dan pengertianya pada pemilu 2024 dengan acuan undang-undang ke-KPUan. Beliau menyampaikan bahwa politik identitas adalah politik yang tidak dibenarkan dalam demokrasi di Indonesia jika dibawakan kedalam narasi-narasi yang menjatuhkan dan membuat pepecahan. Artinya Politik identitas bukanlah ancaman jika di terapkan pada tempat yang tepat.

Selanjutnya dari Kepemudaan PKS Kabupaten Tasikmalya M. Yasir, menyampaikan bahwa Mahasiswa dan pemuda memiliki peranan pada pemilu yang penting dalam mengawal pesta demokrasi. Beliau berkata bahwa pemuda saat ini bukan hanya pemilih tapi mitra kritis KPU atau Pemilu yang memberikan kontribusi dalam suksesnya penyelenggaran proses demokrasi ini. Kemudian, beliau menjelaskan bahwa pemuda harus menjadi pelopor perdamaian. Meski kita sudah berada si parta politik tapi tetap bahwa kerukunan harus dijaga. Belia juga menyatakan bahwa menolak keras politik identitas yang memecah belah umat dan berkomitmen untuk melaksakan pemilu ini aman dan damai.
Terkakhir pemaparan oleh Nandang Kurniadi selaku ketua dari YPA (Youth Political Aliance). Beliau berharap kepada mahasiswa dan lembaga yang terlibat pada pemilu 2024 supaya kejadian pada 2019 jangan terulang dimana pada setelah pemilu 2019 masyarakat Indonesia terpecah menjadi dua. Harapannya pada pemilu kali ini akan terlaksana dengan aman damai dan semua lembaga menjungjung tinggi norla kepemiluan baik itu Parta KPU dan Bawaslu. Beliau juga berharap agar pemuda khususnya mahasiswa hari ini mampu menjadi pioneer pada pemilu 2024 ini karena pemilu kali ini 50% diikuti oleh kaum Millenial.

Selanjutnya, Sesi pemaparan dari narasumber pun disambung dengan agenda tanya jawab oleh beberapa peserta forum. Dari sekian banyak pemaparan narasumber dan sesi tanya jawab forum, moderator diskusi menyimpulkan bahwa mahasiswa harus bisa mengambil bagian dalam perdamaian dan pengawal demokrasi pada Pemilu 2024.
Pada dasarnya seluruh Pembicara sepakat politik identias itu sesuatu yang diperbolehkan dan bukan ancaman jika di porsikan dengan tepat. Narasi yang dibangun yang bernuansa positif tanpa menjatuhkan matabat yang lain. Kami semua juga sepakat bersama-sama menolak politik identitas yang menjatuhkan dengan narasi-narasi yang buruk. Kemudian, kegiatan diakhiri dengan berfoto bersama sebagai sibolis kerukunan dan perdamaian menyongsong pemilu pada 2024.
Komentar

Tampilkan

Terkini