Viral Kata-katain OYO Harus Di TUTUP, Pria Tambun Akui Salah - Warna Sumut

Saturday, July 24, 2021

Viral Kata-katain OYO Harus Di TUTUP, Pria Tambun Akui Salah


 
warnasumut.com - Medan. Sempat viral di beberapa media Rama (40) warga jl Brigjen Katamso akhirnya minta maaf. Ujaran provokasi terhadap OYO OS Residen ternyata salah alamat. Kejadian berita keributan perselingkuhan oleh oknum tamu belum lama ini bukanlah urusan pihak hotel. 

Permohonan maaf Rama yang berdagang kopi disampaikannya dihadapan manajemen OYO OS Katamso, Ardi. Didamping abang sepupu Rama mengatakan permohonan maaf atas kata-kata yang tidak semestinya dia lontarkan sehingga menghebohkan masyarakat. 

"Saya memohon maaf atas perilaku sehingga merugikan pihak hotel, saya salah...," ujar Rama saat ditemui dikediamanya tak jauh dari hotel, Sabtu (24/7) Sore. 

"Dan saya berjanji tidak akan mengulangi kembali," jelas Rama yang dulu katanya pernah menjabat sebagai Kepala Lingkungan. 

Hal senada juga diutarakan Mhd.Roni Lubis atas nama keluarga Rama menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen OYO OS Residen atas perbuatan Rama.

"Saya atas nama keluarga besar Rama menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan Rama, sehingga usaha orang lain jadi terimbas buruk," jelas Roni. 

"Semoga dengan kejadian ini, kita mendapat hikmahnya. Dan diselesaikan secara  kekeluargaan," pungkas Roni. 

Sementara itu, Manajemen OYO OS Residen, Ardi kepada wartawan menyampaikan bahwa pihak hotel telah memiliki izin. Dan memiliki standar operasional prosedur dalam melayani tamu sebagai konsumen. 

"Usaha ini telah memiliki izin dan legalitas yang lengkap. Jadi kami tidak mungkin berbuat seperti yang dituduhkan pelaku provokator dengan bahasa kotor, jelas ini telah merugikan usaha kami," papar Ardi. 

"Jadi ini kembali kepada  personal tamu sebagai konsumen, bukan berarti apa yang tamu buat bisa sesuka hati," pungkasnya. 

Dari sumber media detikcom sebelumnya pihak Kelurahan mendapatkan informasi bahwa oknum tamu yang terlibat keributan dengan pasangan selingkuhnya bukanlah warga setempat. 

"Informasi yang kita cek di lapangan rupanya dugaan ada keluarga yang datang ke situ, bukan warga Sei Mati, warga luar. Mungkin ada terlibat perselingkuhan di dalam itu," sebut Fachrurozi selaku Kepala Lurah. (Rizky Zulianda)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda