Warna Sumut: Peristiwa
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Wednesday, January 13, 2021

Anggaran Miliaran Setiap Tahun Untuk Pengadaan Ternak Sapi, Diduga Banyak Kecurangan


warnasumut.com - Medan. Anggaran Milyaran untuk Belanja Hibah Barang yang akan diberikan kepada Masyarakat berupa bibit Ternak sapi PO betina, setiap tahun yang bersumber dari DPA APBD Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provsu, Disorot banyak terjadi kecurangan. 

Salah satu penyebab nya adalah kondisi ribuan bibit sapi PO terlihat kurus hingga tulang tulang terlihat dan ukuran serta warna bulu tidak beraturan, bahkan ada ditemukan bibit sapi yang cacat. 

Sorotan soal kondisi bibit sapi  anggaran Milyaran untuk pembelian bibit sapi PO betina yang telah diberikan kepada para kelompok Ternak, salah satunya berasal dari LSM GMP Sumut, kepada Wartawan. 

"Fakta dilapangan menunjukkan kondisi sapi saat diterima para kelompok ternak terlihat banyak yang kurus-kurus serta ukuran dan warna yang tidak beraturan, bahkan ada ditemukan saat itu sapi yang kakinya  pincang (cacat),kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi "Kata Kordinator Investigasi LSM Garuda Merah Putih (GMP)Sumut . 

Dia kemudian menjelaskan sesuai dengan Dokumen/Kontrak pengadaan n Bibit Sapi PO betina tahun 2019,sumber dana DPA APBD DKPP Pemprovsu dengan Pagu anggaran, Rp 35.632.000.000.00,HPS Rp. 35.043.918.992.00 Harga Penawaran, Rp 34 044.259.040.00 sebagai perusahaan pemenang PT. AlFATHI BERKAH SAKTI. 

Jumlah sapi sebayak 2096 ekor dengan pesifikasi dalam Dokumen Ternak Sapi Betina, jenis Sapi Peranakan Ongole ( PO), Umur 18-24 bulan, Tinggi pundak min. 116 cm dan Warna Bulu putih/putih keabu-abuan, tidak sakit dan cacat. 

Pantauan Media  pada saat itu(13/01/2021) dilokasi kelompok ternak kecamatan Hamparan  perak kabupaten Deli Serdang" Terlihat kondisi Sapi PO kurus-kurus dan ukuran serta warna tidak beraturan"

Menurut keterangan Ketua kelompok tersebut inisial ( LM) " Kira kira diakhir bulan November 2020 kelompok kami mendapat 8 ekor sapi dari bantuan Dinas Peternakan provinsi kondisi sapi diterima sudah seperti ini diterima kurus, ujar LM 

Hal yang serupa juga terjadi di kabupaten Batu Bara yang mendapat bantuan dari Dinas Peternakan provinsi ada sebanyak  5 kelompok yang terbagi 8 ekor / kelompok.

Menurut keterangan kepala Seksi bagian Peternakan DKPP Provsu, ibu Teti (14/01/2021)"kami tidak ada memberi sapi - sapi yang kurus kepada kelompok ternak tapi itu ulah para peternak yang nakal saja tidak memberi pakan yang cukup sehingga sapi jadi kurus seperti contoh gambar yang bapak tunjuk itu, ujar Teti ke Wartawan

Sudirman SE.SH.MM Ahli Audit Atas kerugian Keuangan Negara, saat diminta keterangannya,terkait hal ini" Jika Spesifikasi sudah tidak sesuai jelas sudah ada disitu kerugian Keuangan Negara'
Ucapnya lagi, jika ada dugaan kerugian Keuangan negara laporkan ke instansi bagian Audit,Ekspektorat, BPKP, agak dilakukan Audit lebih lanjut

Tegas Sudirman lagi, jika mempunyai data dan bukti yang cukup yang otentik, Laporkan ke KPK

Ketua LSM Garuda Merah Putih Sumut, angkat bicara " Kami akan melaporkan dugaan kasus korupsi ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) data yang ada pada kami sejak thn 2017 -2012 kenaikan anggaran begitu Signifikan untuk pengadaan Sapi PO Betina yang  di selenggar DKPP Pemprov su. banyak terjadi kecurangan baik dari spesifikasi, dan juga Dimonopoli oleh Oknum yang punya kepentingan, Ucap Ketua LSM GMP.

Media akan terus mengungkapkan dalam pemberitaan secara aktual dan faktual atas Dugaan Kasus Tindak pidana Korupsi di DKPP Pemprovsu ke masyarakat luas. (Rizky Zulianda)

Sinergitas TNI Polri Dan Linmas Wilayah Serengan Dalam Edukasi PPKM


warnasumut.com - Surakarta. Danramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta Kapten Inf Tri Sakti K, Kapolsek Kompol Suwanto SH dan Anggota Linmas melaksanakan edukasi PPKM yang sudah di tetapkan oleh pemerintah dari tanggal 11 s.d 25 Januari 2021, (13/01) 

PPKM merupakan upaya dalam mencegah penyebaran Covid 19 di wilayah terutama tempat kerumunan seperti Mall, Pasar, warung dan tempat lainnya itu merupakan salah satu tempat dimana banyak aktifitas kerumunan warga yang sedang melaksanakan transaksi jual beli.

Salah satu upaya TNI Polri dan Linmas dalam melaksanakan PPKM yaitu dengan operasi Masker guna mencegah penyebaran Covid-19 diwilayah Kecamatan Serengan.

Danramil menyampaikan Operasi Yustisi ini adalah strategi atau cara untuk membantu pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan, pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan, sekaligus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan dalam menekan penyebaran covid-19 dimasyarakat, terlebih dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Untuk tidak bosan-bosan mengingatkan kepada Pedagang dan pengunjung agar tetap disiplin dalam menjalankan budaya hidup sehat, yaitu memakai masker, jaga kebersihan baik badan maupun lingkungan, jaga jarak, cuci tangan memakai sabun & berdo'a agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan serta terhindar dari berbagai macam penyakit terutama  Covid-19, tegasnya.

Sumber : Agus Kemplu

HUT Ke 70 Penerangan TNI-AD, Pendam I/BB - Media Mantapkan Sinergi Membangun Negeri


warnasumut.com - Medan. Seluruh personel Penerangan Kodam I/Bukit Barisan (Pendam I/BB) bersama insan media menggelar acara Syukuran HUT ke-70 Penerangan TNI AD Tahun 2021 di Kolam Pancing Kompleks Kiwal Makodam I/BB, Rabu (13/1/2021). 

Acara dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan ini dilangsungkan dengan penerapan disiplin Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. 

Kegiatan ini juga dirangkai dengan acara pamit dan undur diri Kapendam I/BB, Kolonel Inf Zeni Djunaidhi, SSos, MSi, yang akan menempati jabatan baru sebagai Dosen Utama Sesko TNI. 

Dalam sambutan pembuka acara, Kolonel Zeni menyampaikan apresiasi, rasa hormat dan bangganya kepada insan media binaan Pendam I/BB yang selama ini terus berkomitmen dan konsisten dalam menyebarluaskan segala kegiatan Kodam I/BB dan jajarannya kepada masyarakat luas. 

"Terima kasih kepada kawan-kawan media semua. Melalui tema HUT ke-70 Penerangan TNI AD ini 'Bersama Media Sinergi Membangun Negeri', kita mantapkan kerja sama yang sudah terbina dengan baik selama ini," katanya. 

Pamen TNI AD lulusan Akmil 1993 ini menjelaskan, kerja sama Pendam I/BB dengan insan media selama ini bukanlah hal biasa, namun memiliki makna penting, di mana peran media begitu besar untuk ikut membangun negeri bersama TNI AD.  

"Karena itu, melalui tema HUT kali ini, Kadispenad, Brigjen TNI Nefra Firdaus menyampaikan salam hormat, apresiasi sekaligus terima kasih kepada media yang selama ini telah bersinergi mempublikasikan kegiatan TNI AD dan jajarannya," terang Kolonel Zeni.  

Begitu juga dengan Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM. Kolonel Zeni menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga Pangdam I/BB kepada kawan-kawan media yang selama ini telah konsisten dalam publikasi kegiatan Kodam I/BB dan jajarannya. 

Di akhir sambutannya, Kolonel Zeni menyampaikan mohon pamit dan undur diri untuk menjalankan tugas di tempat baru sebagai Dosen Utama Sesko TNI. 

Kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah, pemberian cinderamata Kapendam kepada insan media dan foto bersama. 

Turut hadir dalam acara, antara lain para Kasi, Perwira Staf, Bintara, Tamtama dan PNS TNI AD Pendam I/BB, serta sesepuh Pendam I/BB, Letkol Inf (Purn) Yamin Sohar dan sejumlah pimpinan media elektronik, cetak maupun online binaan Pendam I/BB. (Rizky Zulianda)

Tuesday, January 12, 2021

FAIZ ARSYAD, MAHASISWA PERAIH MEDALI EMAS DI 7 NEGARA BENUA EROPA, MELALUI INOVASI KOPI KULIT MANGGA


warnasumut.com - Jakarta. Kopi Arabika sudah dikenali di kalangan penikmat kopi. Dengan sedikit rasa asam, jenis kopi ini juga menjadi favorit penikmat kopi dunia. Namun, bagaimana jika kopi dicampur dengan mangga podang? Hal ini yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. Kombinasi kopi Arabika dari lereng Arjuno dengan ekstrak kulit mangga Podang menghasilkan kopi nikmat dengan rasa dan aroma mangga.

Adalah Faiz Arsyad dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang menemukan kombinasi ajaib bernama MASCO. Mango Peels Coffee, Innovation of Healthy Arabica Coffee Drinks Based on Zero Waste System (MASCO) merupakan kombinasi ekstrak kulit mangga Podang khas Kediri dengan kopi Arabika, dengan prinsip zero waste/bebas limbah.


Mangga Podang, menurut Faiz Arsyad, adalah mangga khas Kediri. “Mangga Podang adalah tipe mangga khas Kediri. Tingginya produksi dan konsumsi mangga menghasilkan limbah berupa kulit yang tidak termanfaatkan. Sehingga ia memanfaatkan kulit mangga ini menjadi minuman”, jelasnya.

Hasil riset menunjukkan, kulit mangga Podang sendiri mengandung beberapa senyawa aktif, seperti Polyphenols, Alpha Hydorxil Acid (AHA), Amyhocyanins, Flavonoid serta vitamin C dan E. Dengan durasi proses dalam waktu kurang dari 1 hari, kulit mangga ini diolah menjadi bubuk. “Minum kopi telah menjadi tren baru di masyarakat, seiring dengan semakin menjamurnya kedai kopi di berbagai daerah. Dengan adanya MASCO, maka dapat memaksimalkan potensi kopi sama halnya dengan pendapatan petani mangga, sekaligus mengurangi limbah kulitnya. Kopi ini dijual dalam bentuk bubuk. Cukup diseduh dengan air panas, kopi ini siap dikonsumsi kapan saja”, papar Faiz Arsyad.

Di sisi lain, kopi tubruk di Indonesia mengandung banyak kandungan kafein. “Efek konsumsi kafein berlebihan dapat berdampak pada kecanduan, pengentalan darah, mengakibatkan serangan jantung dan stroke”, imbuh Faiz Arsyad, mahasiswa angkatan 2016 ini. Melalui MASCO, ia menyajikan alternatif kopi bubuk yang dapat dinikmati dengan berbagai manfaat kesehatan.

MASCO juga telah bermitra dengan UMKM olahan mangga Podang dan beberapa kedai kopi. 1 kantong kopi mangga dengan berat 100 gr dibandrol dengan harga Rp 20.000,- atau setara dengan USD 2. Kombinasi dua bahan ini menghasilkan kopi dengan rasa pahit yang lebih sedikit dan dapat mengurangi resiko diabetes, kanker, kolesterol dan penyakit jantung koroner.

Melalui MASCO, ia telah berhasil meraih Grand Prize, Gold Medal, dan Penghargaan Platinum di 7 Negara Benua Eropa, Amerika, dan Afrika. Salah satunya di International Invention and Trade Expo (IITEXPO), London Inggris (United Kingdom) 2020. Meskipun dilakukan secara daring, ia berhasil menyisihkan ratusan inovator dari 60 negara. “Salah satu yang membuatnya menang adalah mengangkat kearifan lokal melalui penggunaan bahan baku asli Indonesia." imbuh Faiz Arsyad. 
 
(Redaksi Warna Sumut)

Panglima Kosekhanudnas III Terima Paparan Program Kerja TA 2021 Secara Virtual


warnasumut.com - Medan. Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Esron S.B Sinaga S. Sos., M.A. menerima paparan Program Kerja Kosekhanudnas III T.A 2021 dari seluruh Asisten Kosekhanudnas III dan diikuti oleh para Perwira menengah.

Para Komandan Satrad Jajaran Kosekhanudnas III juga mengikuti paparan tersebut secara Virtual (Vicon), di ruang rapat Makosekhanudnas III, Senin (11/01/2021).


Paparan Program Kerja Kosekhanudnas III T.A 2021 yang disampaikan oleh seluruh Asisten secara bergantian sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing seperti bidang Intelijen, Operasi, Personil, Logistik dan bidang Komunikasi Elektronika. 

Dalam arahannya,Panglima Kosekhanudnas III menyampaikan bahwa paparan Program Kerja T.A 2021 bertujuan untuk membantu pencapaian visi dan misi suatu organisasi dalam menjawab segala kebutuhan dan membantu organisasi bekerja lebih sistematis dan terstruktur.

Terkait hal itu, pelaksanaan program kerja juga harus senantiasa berpedoman pada aturan yang berlaku sehingga program kerja tersebut nantinya dapat dipertanggung-jawabkan dengan baik dan dapat menjadi media untuk mencari solusi terbaik maupun umpan balik terhadap hambatan serta permasalahan yang terjadi selama ini.

Sumber : Avid - Pewarta

Monday, January 11, 2021

Nelayan Tradisional Menjerit, Limbah Pabrik Karet PT Polykencana Raya Diduga Cemari Sungai


warnasumut.com - Besitang. Nasib puluhan nelayan tradisional di Dusun II Paluh Pasir, Desa Halaban dan Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat sangat memprihatikan. Pasalnya, sumber mata pencaharian mereka di Sei Sirah dan Sungai Sedapan diduga tercemar limbah pabrik karet PT Polykencana Raya dan perusahaan sawit yang dibuang ke areal hutan mangrove.

Tak tanggung-tanggung, sudah berjalan empat tahun belakangan ini hasil tangkap nelayan berupa udang dan kepiting menurun drastis. Tak banyak yang bisa diperbuat nelayan, mereka hanya bisa berharap agar pihak terkait segera menindaklanjuti keluhan mereka.

"Dulu hasil tangkapanku bisa mencapai 8kg per harinya. Sekarang, jangankan setengahnya, hasil tangkapan yang bisa dibawa pulang paling banter hanya 2kg, itupun dah sangat jarang. Bahkan, sering juga gak dapat hasil,' keluh Pariadi (38), nelayan pencari udang asal Dusun II Paluh Pasir, Senin (11/01/2021).

Nasib yang sama dialami Edi Kuswanto (39), nelayan tradisional pencari kepiting ini juga mengeluhkan hal yang sama. Pulang dengan tangan kosong tanpa hasil sama sekali, seperti sudah menjadi 'santapan' Edi sehari-hari.

"Jangankan kepiting, umpun-umpun yang menjadi umpan untuk menangkap kepiting pun langsung mati, begitu dimasukkan kedalam air paska tumpahnya limbah pabrik kelapa sawit PT MP ke areal tangkapan kami beberapa waktu lalu. Cukup parah lah dampak limbahnya," ungkap Edi.

Tak hanya itu, sungai Sei Sirah juga tercemar akibat limbah yang diduga dibuang pabrik getah PT Polykencana Raya. Akibatnya, hasil tangkapan nelayan tradisional yang mencari nafkah disekitar sungai itupun mengalami penurunan drastis.

"Beberapa hari yang lalu, bersama nelayan, kami melakukan investigasi ke lokasi. Alhasil, kami menemukan limbah berwarna hitam dibuang PT Polykencana Raya ke aliran Sei Sirah. Ini kan dah jelas merusak ekosistem dan nelayan yang merasakan dampaknya," ketus tokoh pemuda Halaban Abdul Azis.

Sementara, Ari dan Adi nelayan asal Simpang Lima Besitang juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut mereka, tak hanya PT Polykencana Raya, dampak dari hadirnya perkebunan sawit juga sangat berpengaruh dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

"Kalau dah hujan atau pasang besar, limbah pabrik getah meluap ke sungai, warna air pun berubah. Limbah dari kebun sawit lebih parah lagi, kalau dah meluap, hewan apapun yang ada di air pada mati. Akibatnya, hasil tangkapan kami menurun dan kami terpaksa menempuh jarak yang lebih jauh untuk mencari nafkah," ungkap Ari.

Pantauan di lapangan, air di Sungai Sedapan terlihat perbandingan yang sangat kontras dengan air sungai yang berdampingan dengannya. Warna air Sungai Sedapan terlihat lebih kuning dan tak terlihat ada pergerakan hewan air disekitar sungai tersebut.

Para nelayan berharap, agar pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti keluhan mereka. "Kami tidak menghalangi pengusaha berkebun atau mendirikan pabrik disini. Kami hanya minta, jangan cemari lingkungan dan kembalikan kelestarian ekosistem seperti semula," harap nelayan kompak.


# Akan Surati Kementrian LHK
Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sumatera Utara Adhan Nur SE merasa sangat miris mendengar keluh kesah para tradisional yang berada dibawah naungan organisasi yang dipimpinnya. Dirinya pun terjun langsung melihat limbah yang disampaikan padanya.

"Hal ini gak boleh dibiarkan, fikirkan juga nasib nelayan. Saya akan segera menyurati dan mendesak Kementrian LHK agar maslahah ini bisa segera diatasi. Kita bukan menghalangi pengusaha berinvestasi, tapi jagalah merusak lingkungan. Fikirkan juga nasib masyarakat kecil," ketusnya geram.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat Drs Iskandar Zulkarnain Tarigan MSi saat dimintai tanggapannya terkait masalah tersebut, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum membalas pesan WhatsApp yang dilayangkan padanya. (Tim)

Teks foto: Nelayan tradisional di Sei Sirah Kecamatan Besitang dan Ketua PNTI Sumut Adhan Nur SE melihat hasil tangkapan nelayan yang sangat minim.

Sumber : Avid Pewarta

Sunday, January 10, 2021

MIO INDONESIA Sambut Baik Program UKW Gratis Dewan Pers 2021


warnasumut.com - Jakarta. Ketua Umum Media Independen Online Indonesia (MIO-INDONESIA), AYS Prayogie menyambut baik rencana Dewan Pers selenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis, yang akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia, pada tahun 2021.

Rencananya setiap provinsi akan mendapat kuota 54 peserta.  Dan sebelum dilaksanakan ujian tersebut, para peserta itu akan diberikan pelatihan jurnalistik atau pra UKW terlebih dahulu.

Selain itu, dalam menggelar UKW serentak di seluruh wilayah Nusantara tersebut, Dewan Pers akan menggandeng beberapa Lembaga Uji UKW seperti PWI, IJTI, AJI dan LPDS dan beberapa perguruan tinggi yang sudah terakreditasi dan juga terverifikasi keberadaannya di Dewan Pers.

Apa saja syarat-syarat untuk menjadi peserta?

Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bangun menjelaskan: Sesuai dengan peraturan Dewan Pers, peserta boleh dari perusahaan pers yang belum terverifikasi faktual tetapi sudah memenuhi syarat UU Pers, sebagai berikut;

Pertama, perusahaan media tersebut harus memenuhi syarat sesuai  pasal 1 angka 1, yakni sebuah lembaga perusahaan yang 
melakukan kegiatan jurnalistik.

Kedua, perusahaan media tersebut harus  sesuai bunyi pasal 1 angka 2, bahwa perusahaan pers yang dimaksud adalah bersifat khusus tidak bercampur dengan usaha atau kegiatan lain.

Ketiga,  perusahaan media  dimaksud harus mengacu kepada ketentuan pasal 9 ayat 2 , yakni bahwa perusaahan  tersebut memiliki  badan hukum, PT, Koperasi atau Yayasan .

Keempat, perusahaan media tersebut harus mengacu kepada ketentuan pasal 12, dimana pada perusahaan media tersebut harus mencantumkan penanggung jawab, alamat redaksi dan harus berbadan hukum.

Menurut Hendri, terkait jumlah peserta sudah menjadi penetapan harus 54 orang dengan sembilan penguji.

Pelaksanaan akan memenuhi prosedur Kesehatan (Prokes). Caranya dengan membagi dua kelompok kepesertaan.

Yakni, satu kelompok maksimal 30 orang dengan lima penguji. Kelompok lainnya 24 orang.

Dalam kesempatan terpisah Ketua Umum MIO INDONESIA AYS Prayogie, menegaskan terkait pentingnya insan pers melewati proses UKW.  Hak tersebut menurutnya mutlak dilakukan. Terlebih saat ini keberadaan perusahaan media berbadan hukum maupun yang belum dan juga belum terverifikasi di Dewan Pers jumlahnya sudah mencapai 40-an ribu media seluruh Indonesia. 

"Nah bisa dibayangkan jika setiap media tersebut merekrut 5 orang pekerja pers saja, jadi sudah berapa banyak jumlah wartawan tersebut yang saat ini beredar?" ujar Prayogie.

Menurut Prayogie keberadaan perusahaan media online yang jumlahnya puluhan ribu itu tentu tidak semuanya  terwadahi oleh organisasi yang saat ini sudah ada. 

"Oleh karena itu pula MIO INDONESIA hadir karena semata-mata merasa terpanggil atas keinginan dari rekan-rekan para pemilik media yang butuh sebuah wadah untuk sarana berkomunikasi, sekaligus tempat berkonsultasi dan pembinaan," ujarnya.

Pemred HINEWS.id itu juga menegaskan bahwa dengan adanya penyelengaraan Ujian Kompetensi Wartawan secara gratis oleh Dewan Pers, akan lebih banyak lagi melahirkan insan-insan pers yang memiliki spesifikasi keahlian sebagai pewarta yang mumpuni dalam bidangnya.

"Tentu tahapan ujian tersebut perlu dilalui oleh setiap personal yang beraktifitas sebagai jurnalis, agar dapat menghadirkan berbagai karya tulisan yang informatif juga bisa mencerdaskan publik pembacanya," ujar Prayogie, seraya berharap untuk masa-masa mendatang organisasi MIO INDONESIA siap  menyelenggarakan UKW secara mandiri. (Dani Sartika)

Friday, January 8, 2021

Polri Hormati Hasil Investigasi Komnas HAM Soal Laskar FPI



warnasumut.com - Jakarta. KEPALA Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono menghormati hasil investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) soal kasus penyerangan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek. 

"Tentunya yang pertama Polri menghargai hasil investigasi dan rekomendasi dan Komnas HAM," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (8/1/).


Menurut Argo, apabila nantinya sudah diterima secara resmi dari Komnas HAM, maka polisi akan segera menentukan langkah selanjutnya. 

"Tentunya akan kami pelajari rekomendasi maupun surat itu yang masuk ke Polri," ujar Argo.

Selain itu, Argo menekankan, sejak awal, dalam menyelidiki kasus penyerangan Laskar FPI ini, polisi sudah bekerja secara profesional, terbuka dan merangkul seluruh pihak eksternal yang ingin membantu mengungkap perkara ini hingga tuntas. 

"Penyidik maupun Polri dalam melakukan suatu kegiatan penyidikan suatu tindak pidana tentunya berdasarkan keterangan saksi, keterangan tersangka, barang bukti maupun petunjuk. Tentunya nanti semuannya harus dibuktikan di sidang pengadilan," ucap Argo mengakhiri pernyataannya. (Tim)