Warna Sumut: Sosbud
Showing posts with label Sosbud. Show all posts
Showing posts with label Sosbud. Show all posts

Thursday, January 14, 2021

PUNGUTAN LIAR PROGRAM UMKM DI DESA SINDANGSARI


warnasumut.com - Medan. Bantuan pemerintah untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang disalurkan melalui BANGBARA atau Bank-Bank milik negara, bertujuan untuk menyelamatkan usaha para pedagang akibat dampak dari wabah pandemi Covid-19 yang sedang melanda di Indonesia. Tetapi, dalam pelaksanaannya kerap sekali muncul oknum-oknum pelaku pungli dengan beralasan bisa menjanjikan pencairannya.

Adanya pungli tersebut seperti terjadi di Desa Sindangsari, Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak,Provinsi Banten, dimana oknum anggota BPD meminta sejumlah uang untuk pengganti Administrasi sebesar Rp.300.000.00 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) kepada warga.

Menurut sumber, Rabu (14/01/2021) warga Kampung Korehek Desa Sindangsari yang minta tidak ditulis namanya mengungkapkan, dirinya mengajukan UMKM kepada salah seorang anggota BPD yang bekerja di Desa Sindangsari berinisial Uh, yang mana sebelumnya pihaknya sudah memberikan uang kepada istri Uh yaitu Id.

" Beliau pun menjanjikan dana UMKM tersebut besok cair, akan tetapi harus bayar dulu untuk mengganti Administrasi Rp 300.000.00 (Tiga Ratus Ribu Rupiah). Dengan tidak berfikir panjang saya pun membayar sejumlah uang yang diminta,tetapi apa yang dijanjikan sampai sekarang belum juga terwujud. Padahal persyaratan yang kami sudah kumpulkan lengkap dari KTP,KK dan SKU (Surat Keterangan Usaha),”ujarnya.

Warga tadi berharap Uh menepati janjinya karena dirinya sangat membutuhkan sekali bantuan tersebut untuk kelangsungan usahanya.

“Karena saya ini orang yang kurang faham dengan teknis seperti apa dan bagaimana cara untuk mengajukan dana tersebut, yang saya tau semua prosedur sudah di tempuh,tetapi kenapa bisa seperti ini,”ungkapnya.

Kepala Desa Sindangsari Yudi ketika dikonfirmasikan membenarkan kejadian itu.

”Memang benar adanya kejadian pungli tersebut dan saya pun pernah menegur, tetapi rupanya itu masih saja terjadi,kalo misalnya ingin jelas silahkan hubungi saudara Uhron langsung,”terangnya.

Sementara itu, karena aksi punglinya mendapat sorotan media dan menjadi pergunjingan  masyarakat, oknum Uh disebut sebut buru- buru melakukan pengembalian hasil punglinya kepada sejumlah warga. 
 
Oknum Uh yang merupakan wakil BPD itu membenarkan ada melakukan tindakan pungli yang dilakukannya, menurut pengakuan UH uang yang diterimanya karena atas kesepakatan bersama dengan masyarakat.

“Memang saya meminta uang dengan nominal Rp. 300.000 kepada warga atas pengajuan dana UMKM, karena menurut saya itu hal yang wajar karena kita pun akan memberikan kontribusi berupa pencarian Dana UMKM,”ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebagian uang milik masyarakat sudah dikembalikan.

“Sebagian uang sudah saya kembalikan tinggal sisanya nanti,”jelasnya.

Di tempat terpisah ketika awak media mengkonfirmasi Ketua BPD Uci Sanusi,tidak tahu menahu soal adanya pemungutan uang Rp.300.000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) oleh anggota nya.

“Setahu saya namanya progam pemerintah itu tidak ada biaya administrasinya,”tegasnya.

Hal senada di katakan Endang Suherman Selaku sekretaris Desa Sindang Sari.
Menurut nya pihak desa sendiri tidak membenarkan atas tindakan kurang terpuji yang dilakukan saudara UH.

“Semoga ini jadi pelajaran karena sudah dua kali terjadi di desa kami,jangan sampai terulang lagi karena hal ini tentunya bisa merusak citra desa sendiri,”tegasanya.

Sumber : Avid - Pewarta

Kak Rustam, Edukasi Karakter Santri Melalui Cerita dan Sulap Dakwah


warnasumut.com - Bantul. Cerita dan Sulap Dakwah merupakan media efektif sebagai upaya mengedukasi karakter santri yang baik dan  membiasakan diri dalam menjaga kesehatan di tengah pandemi.(14/1)

Kegiatan itu di ikuti santri TPA/TPQ Masjid Baitul Hadi Sewon dan sekitar, dan Ketua panitia nya adalah Saiful Murot yang di kenal juga Kang Jarot,dalam keteranganya Panitia/Kang Jarot menuturkan bahwa, 

" Pembiasaan menjaga kesehatan berupa ajakan disiplin mematuhi protokol 3 (tiga) M yakni wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Kegiatan itu di ikuti santri TPA/TPQ Masjid Baitul Hadi Sewon dan sekitar." Tutur Panitia Saiful Murot yang di kenal Kang Jarot .

“Kami mendatangkan Penyuluh Agama Islam Non PNS KUA Kapanewon Sewon Ustadz. Rustam Nawawi Pelaco, S.Pd.I, M.Pd yang akrap di sapa kak Rus untuk mengisi Cerita dan Sulap Dakwah di Acara pembagian hand seniteser, pembagian masker dan vitamin ini di tengah pandemi." Lanjutnya. 

Dalam ceritanya Rustam Pengasuh Bimbel Nurus Jokerten Gg Kyai Jokerti No. 20 Timbulharjo itu tidak hanya mengajak santri mematuhi protokol kesehatan, tapi juga mengajak santri untuk memiliki karakter jujur, taat kepada Guru, dan akhlakul karimah lainnya sebagaimana kisah sosok santri melalui ilustrasi cerita dan perkuat visualisasi pakai sulap dakwah.

Sumber : Agus - Kilas Berita

Dituduh Lakukan Pungli PTSL, Kades Lemahmukti Berikan Bantahan


waenasumut.com. Setelah sebelumnya dituding melakukan pungli PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) oleh pihak-pihak tertentu, Kades Lemahmukti H. Damung memberikan klarifikasinya kepada sejumlah awak media.

Damung mengaku dirinya dibuat bingung oleh tudingan bahwa ia melakukan pungli PTSL. "Jadi gini sebenarnya saya juga bingung dengan timbulnya dugaan pungli, Soalnya saya tidak pernah memberi perintah melakukan hal tersebut, Saya malahan memerintahkan panitia PTSL tingkat desa untuk bekerja sesuai dengan pernyataan yang ditandatangani," ucap Damung kepada sejumlah awak media, Rabu (14/1).

Surat pernyataan yang ditandatangani oleh panitia PTSL yaitu siap bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu hanya menerima biaya dari warga peserta program PTSL sebesar Rp.150 ribu per bidang sesuai dengan SKB tiga menteri. Adapun kata Damung bilamana ada warganya yang memberi uang diluar Rp.150 ribu kepada panitia PTSL, ia mempersilahkan asalkan tidak ada unsur paksaan.

"Kalau ada yang memberi sebagai ucapan rasa terimakasih kepada panitia PTSL itu silahkan saja, yang penting panitia PTSL tidak pernah meminta apalagi disertai paksaan," ujarnya.

Kades yang dikenal kooperatif dengan wartawan ini menegaskan dihadapan sejumlah awak media, bila ditemukan ada anak buahnya yang terbukti melakukan pungli ia memastikan segera melakukan tindakan.

"Kalau memang ada yang melakukan pungli saya langsung tegur anak buah saya. Sekali lagi dengan catatan jika memang benar-benar terbukti anak buah saya melakukan pungli PTSL," tegasnya.

Selanjutnya Damung juga meminta kepada warga Desa Lemahmukti jangan sungkan jika memiliki keluhan terkait program PTSL dengan cara menemuinya.

"Kalau ada warga punya keluhan soal PTSL silahkan datang ke saya. Bahkan kalau ada yang benar-benar tidak mampu datang bayar yang Rp.150 ribu datang ke saya pasti saya gratiskan. Saya tekankan hal ini kepada seluruh panitia PTSL," jelasnya.

Terakhir, Damung juga memberikan klarifikasi bahwa ia tidak sedikitpun memiliki niat untuk melecehkan wartawan sebagai mitra kerja pemerintah desa. Bahkan ia menegaskan bahwa wartawan adalah mitra kerja yang layak dihormati karena tugasnya dilindungi undang-undang.

"Demi Allah saya sedikitpun tidak punya niat merendahkan wartawan. Adapun terkait bahasa pulsa, itu awalnya karena ada wartawan yang menelepon ke saya menanyakan PTSL. Sebenarnya pertanyaan itu bukan urgensi saya namun lebih tertuju kepada panitia PTSL," ungkapnya.

"Adapun sebagai bentuk saling menghormati kepada mitra kerja ia mempersilahkan wartawan yang nelpon untuk sekedar silaturahmi, pasti saya terima dengan baik, sedangkan kalau masalah pulsa itu kan istilah. Karena ngobrol lewat HP jadi salah dipahami terkait soal pulsa. Padahal kalau ngobrol di darat kan lebih enak. Kalau memang saya salah salahnya dmna dan kita koreksi bersama," pungkasnya. (Tim)

Tak Kenal Lelah, Pendamping PKH Lakukan Validasi CKPM PKH Kemensos RI


warnasumut.com - Sergai. Sesuai arahan Kemensos RI Tentang Penggenapan KPM PKH Tahun 2021, yang Data bersumber dari DTKS yang merupakan KPM Program Sembako dan Non Sembako di 34 Provinsi dan 512 Kab/Kota.

Berdasarkan Pantauan Awak Media Pendamping PPKH Kecamatan Sei Bamban Melakukan Pertemuan Dengan Calon Keluarga Penerima Manfaat (CKPM) di desa-desa dampingan mereka, Seperti Desa Penggalangan, Sei Belutu dan Suka Dame, walau dalam kondisi Panas terik dan Hujan Deras Para Pendamping tetap melakukan Pertemuan guna Melakukan Validasi Para Calon Penerima Bantuan.

Dikarenakan batas Validasi sampai tanggal 5 Februari, Para Pendamping Sei Bamban mengejar taget, Salah satu Pendamping mengatakan kepada Media IAN, Mau hujan badaipun sekalipun bang masyarakat yang mendapatkan Undangan SUPA dari Kemensos kami akan kerja bang, ungkap wanita berparas cantik tapi tegas tersebut.

Seperti diketahui Validasi dilakukan untuk mengetahui apakah Masyarakat tersebut sudah memenuhi syarat-syarat mendapatkan Program PKH, Seperti memiliki Komponen Pendidikan, Kesehatan, Lansia dan Disabilitas. Selain syarat-sayarat tersebut melalui Validasi para pendamping juga melihat apakah Masyarakat tersebut layak mendapatkan atau tidak, agar Program ini bisa tepat sasaran dan sesuai dengan arahan Ibu Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Berdasarkan info dilapangan Di Sei Bamban terdapat Ratusan CKPM yang akan di Validasi Awal sekitar 475, berdasarkan data yang diberikan ke Desa-Desa di Kecamatan Sei Bamban, Masyarakat yang di Konfirmasi saat Pertemuan mengatakan Berterima Kasih kepada Kemensos yang sudah menambah Penerima PKH dan Namanya sebagai Calon Penerima PKH di Kecamatan Sei Bamban, walaupun hanya calon mudah-mudahan kami bisa masuk menjadi KPM PKH dan kami terima kasih kepada Pendamping PKH yang dengan ramah saat pertemuan ungkap Masyarakat Sei Belutu tersebut. (Rizky Zulianda)

Wednesday, January 13, 2021

Proyek Pemkab Bekasi Rp,7.5 Milyar Ambruk, Pertanyakan Pengawasanya


warnasumut.com - Bekasi. Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran APBD tahun 2020 untuk melakukan salah satu pekerjaan kegiatan Peningkatan Jalan Wanasari Pulo Puter Sejajar CBL dengan nilai anggaran sekitar Rp,7.543.000.000 dengan No.SPP : 6201 /261 / SPP / PJL-DSDABMBK /2020, diduga gagal Kontruksi.

Koordinator Lembaga Aspirasi 
Masyarakat Indonesia (LAMI) Suganda mengatakan, proyek  peningkatan Jalan tersebut Kami dari LAMI sangat kecewa dengan pelaksanan Pembangunan yang baru dikerjakan sudah Ambruk /Longsor, hal itu menjadi pertanyaan besar dalam Pengawasan yang di lakukan Dinas PUPR yang sekarang di ganti nama Bina Marga," kata Suganda.


Suganda meminta penegak hukum dapat melakukan penyelidikan terkait dugaan gagal nya kontruksi peningkatan jalan tersebut, agar semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat di lakukan pemeriksaan dan pertanggung jawaban," jelas Suganda .

LAMI berharap dengan terjadinya Jalan Longsor di wilayah Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung dengan nilai anggaran sebesar Rp,7.543.000.000 Milyar, Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia meminta kepada Inspektorat dan Penegak Hukum agar memeriksa seluruh yang terkait dengan kegiatan tersebut. (Red-WarSu)

Ketua YARA Perwakilan Langsa Menghimbau Warga Terkait Bahaya Narkotika

warnasumut.com - Langsa. Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Langsa H. A. Muthallib Ibr,.S.E,.S.H,.M.Si,.M.Kn menghimbau seluruh warga kota langsa terkait bahaya Narkotika. Rabu (13/01/2021)

"Bahaya narkotika jenis sabu dan ganja menjadi salah satu kerugian besar dalam tatanan kehidupan generasi bangsa, menjauhi narkotika bisa memberi nilai plus dalam meraih kesuksesan remaja dimasa yang akan datang" ujar H. A. Muthallib yang jugas dosen fakultas hukum Unsam Langsa.

Bahaya narkotika yang rentang di konsumsi oleh pemuda-pemudi menjadi satu hal yang patut di antisipasi mulai saat ini, ujarnya lagi.

Kerugian besar yang timbul dalam mengkonsumsi Narkotika baik jenis sabu-sabu ataupun Ganja antara lain bisa menimbulkan tindak kejahatan berupa pergaulan bebas, sesksual, pembunuhan dan pencurian.

Hal ini justruh akan membuat kerugian besar bagi pemuda pemudi sebagai generasi penerus bangsa nantinya.

"Sejauh ini memang saya sendiri merasa prihatin dengan keberadaan narkotika yang tidak lepas dari remaja, namun kali ini untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi, saya mengajak seluruh warga Kota Langsa untuk terus bekerjasama dalam menghimbau dan mengingatkan warga akan bahayanya narkotika" lanjut H. A. Muthallib yang juga merupakan ketua Umum YLBH Iskandar Muda Aceh.

Sumber : Rahmad

Babinsa Pentur Bantu Warga Bersihkan Material Longsor


warnasumut.com - Boyolali. Babinsa Pentur Koramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali Sertu Supardi dan Koptu Nuryanto Serma bersama masyarakat Dukuh Pancuran, Kelurahan Pentur, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali bahu membahu membersihkan longsoran tanah akibat hujan deras yang terjadi beberapa akhir-akhir ini, Rabu (13/01).

“Sebagai Babinsa sudah seharusnya menjadi kewajiban kami selaku Bintara Pembina Desa yang harus tanggap terutama dalam kondisi darurat di desa binaan. Di mana tenaga sangat dibutuhkan. Selain sudah menjadi tugas kami di wilayah, hal ini juga untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar selalu tanggap terhadap warga yang sedang kena musibah,” ungkap Sertu Supardi.

Untuk saat ini jalan masih di lakukan pembersihan baik diruas jalan yang tertimbun tanah oleh warga masyarakat yang di bantu Babinsa, sehingga jalan yang digunakan warga tersebut bisa dilalui lagi baik roda dua maupun roda empat.

Sertu Supardi juga menghimbau agar warga berhati-hati disaat hujan terjadi, mengingat curah hujan akhir akhir ini masih cukup tinggi.
“Tetap waspada, kalau ada apa apa jangan sungkan segera laporkan ke kami”, Pungkas Sertu Supardi.

Sumber : Agus Kemplu

Curah Hujan Tinggi, Batiwanwil Nogosari Cek Kondisi Pleret


warnasumut.com - Boyolali. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir akibat meluapnya air Sungai Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali Batiwanwil Koramil 13/ Nogosari Kodim 0724/Boyolali Pelda Suyatno bersama Kopda Khabib Anhar   mengecek debit air sungai.  Rabu (13/01).


Dalam pantauannya Batiwanwil Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali Pelda Suyatno bersama Kopda Khabib Anhar mengungkapkan bahwa Jembatan Pleret yang merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Nogosari ke Kecamatan Andong tersebut untuk sementara tidak bisa dilewati karena jembatan tergenang air dengan ketinggian 50 cm dan airnya cukup deras sehingga sangat membahayakan bagi warga yang akan melintas.
“Hari ini kita mengecek kondisi sungai Desa Glonggong, untuk mengetahui debit air, akibat intensitas hujan cukup tinggi dalam beberapa hari ini debit air tambah naik, dimohon agar  warga jangan melintas. “terang Pelda Suyatno.


“Kita juga himbau kepada warga yang tinggal dipinggiran sungai, agar waspada apabila debit air sungai meluap, jika ada tanda banjir dan segeralah ketempat yang lebih aman,” lanjutnya.
Pengecekan debit air ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir yang dapat merendam pemukiman warga bahkan lebih extreme dapat menelan korban akibat curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini dan tidak menutup kemungkinan air kiriman dari hulu sungai, dengan adanya pengecekan ini kita dapat mengetahui apakah naik nya debit air ini akibat dari curah hujan ataupun air kiriman dari hulu-hulu sungai.


Sumber : Agus Kemplu