Warna Sumut

Thursday, October 7, 2021

Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat, Irman Pasaribu Dijerat Undang-Undang Narkotika Pasal 114 Terancam Hukum Mati

warnasumut.com - Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat mengelar sidang dakwaan kasus kepemilikan narkotika jenis sabu Irman Pasaribu alias Man Batak, yang dilakukan secara virtual, Kamis pagi (7/10) bertempat di ruang Cakra.

Irman Pasaribu alias Man Batak mengikuti sidang melalui daring dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rawatan Manik dan Maulita Sari dari Kejaksaan Negeri Labuhanbatu. Dalam sidang perdana tersebut, Irman Pasaribu menjalani sidang perdana ini tanpa pendampingan kuasa hukum.

Dilansir dari Nusantara Netizen, Ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat, Delta Tamtama menjelaskan, dari dakwaan yang dibacakan JPU, Irman Pasaribu dijerat dengan Undang-undang Narkotika pasal 114 dan terancam hukuman mati.

"Persidangan ini sekaligus agenda Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dikomulatifkan dengan kasus narkotikanya."

“Oleh JPU kita melihat dari dakwaan ke satunya yaitu pasal 114 ayat 2 Undang – undang RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman tertinggi yaitu hukuman mati,” Jelas Delta kepada wartawan.

Lebih lanjut Delta menerangkan, sidang perdana ini terdakwa tidak didampingi kuasa hukum karena berhalangan hadir. Namun pihaknya tetap melanjutkan pembaca dakwaan, karena terdakwa setuju sidang dilanjutkan.

Usai pembacaan dakwaan kemudian sidang ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda penyampaian keberatan dari terdakwa.

“Sudah kita tanyakan kepada terdakwa bisa dilanjutkan, dan ia menjawab bisa, kemudian kita lanjutkan dengan pembacaan dakwaan. Ya, sidang akan dilanjutkan hari Kamis depan tanggal 14 Oktober 2021 dengan agenda keberatan dari terdakwa,” Pungkas Delta. (Tim)

Tuesday, October 5, 2021

Hampir Dua Pekan Puluhan Mobil Dinas Pemkab Labuhanbatu Terparkir Di Halaman Kantor Sat Pol PP


warnasumut.com - LabuhanBatu. Puluhan mobil dinas Pemerintah kabupaten labuhanbatu berbagai merk dan jenis terparkir di halaman kantor Sat Pol PP yang berada di jalan WR Supratman Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara.

Informasi dihimpun utamanews dari beberapa sumber diketahui mobil dinas Pemkab Labuhanbatu tersebut sudah hampir dua pekan terparkir dihalaman kantor Sat Pol PP Labuhanbatu.

Saat wartawan ini mengecek kelokasi, Selasa (5/10/2021) sekira pukul 16:15 Wib, terlihat ada beberapa mobil dinas yang terparkir tersebut ban mobilnya sudah dalam keadaan kempes tidak terawat. Diperkirakan mobil dinas yang terpakir tersebut mencapai milyaran rupiah.

Terkait temuan tersebut, wartawan ini mencoba minta konfirmasi Kabag Keuangan Kabupaten Labuhanbatu Indra Sila, melalui panggilan whastappnya mobil dinas tersebut akan dilelang, Ucapnya dengan singkat, Selasa (5/10/2021). (RZ)

Supir Tak Konsentrasi, Penumpang Cold Diesel Tewas Usai Tabrak Truk Tronton di Jalan Tol Sergai

warnasumut.com - Sergai. Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Tol Medan - Tebing Tinggi, tepatnya di KM 78.600 Jalur-A Dusun XVII, Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Selasa(05/10) sekira pukul 06:40WIB. Akibatnya penumpang truk cold Diesel meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh, Mobil truk Cold Diesel dengan nopol BK 8313 MD yang dikemudikan oleh Dimas Saputra(21) warga Jalan Pertiwi Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, mengalami menderita luka robek diatas bibir atas dan tangan kanan, lutut kiri terasa sakit dan berobat di RSU Sulyan Sulaiman.

Sementara penumpang truk Cold Diesel diketahui bernama Deni Setiawan (28) warga Jalan Pertiwi Desa Kolam Kecamatan Percut
Sei Tuan, Kab. Deli Serdang.

Akibat kejadian tersebut, korban  mengalami luka robek kepada selangkangan dan buah jakar patah tualan paha kiri dan tulang pinggul serta luka robek pada dahi dan  meninggal Dunia di lokasi kejadian dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman untuk divisum.

Sementara kontra truk Fuso 
engkel dengan nopol BK877 CO yang dikemudikan oleh Asril(49) warga Desa Taruang Dusun Jorong VIII Tamiang, Kecamatan Rao, Kabupaten Sumatera Barat.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Agung Basuni melalui Kasubag Humas Polres Sergai, AKP Sopian membenarkan peristiwa tersebut.

" Kejadian bermula sewaktu kedua kendaraan datang dari arah yang sama dari Medan menuju arah Tebingtinggi,tepatnya di jalur A Dusun XVII, Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara,"ujar AKP Sopian.

Sambung Sopian. Setiba dilokasi diduga pengemudi truk cold Diesel dengan nopol BK8313MD atas nama  Dimas Saputra tidak hati-hati  dan terganggu konsentrasi diduga karena mengantuk.

Sehingga menabrak bagian sudut belakang mobil truk Fuso Engkel dengan nopol BK8777 CO yang dikemudikan oleh Asril yang saat itu berjalan di jalur lambat.

Akibat peristiwa tersebut, penumpang mobil truk cold diesel diketahui bernama Deni Setiawan (29) mengalami luka robek dan patah tulang dan meninggal dunia dilokasi kejadian dan dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman.

" Saat ini barang bukti kendaraan sudah ditangani Satlantas Polres Sergai guna proses pemeriksaan lebih lanjut,"pungkas Kasubag Humas, AKP. Sopian. (Rizky Zulianda)

Monday, October 4, 2021

Pengosongan Paksa Komplek Rumah Dinas IKES Nyaris Ricuh


warnasumut.com - Medan Deli. Pengosongan paksa serta melakukan pemagaran Rumah Dinas IKES Dinkes Provsu yang berada di Jalan Rumah Potong Hewan Mabar Kecamatan Medan Deli, dengan tim BPKAD, SatPol PP, Kejatisu, dan Inspektorat nyaris ricuh. Senin(04/10/2021) sekira Pukul 09.00 WIB.

Menurut Anto(50) didampingi warga Komplek Ikes Mabar menghistorikan dengan singkat dari tahun 1973 , bahwa orang tuanya sudah tinggal disina, awalnya tinggal disana bahwa ini rumah tidak ada apa apa dalam artian hanya rumah dan sumur,, 

"Listrik tidak ada, PDAM tidak ada, orang tua kami lah yang mengurus, membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga orang tua kami, Terus awalnya itu tidak dikutip retribusi, mulai tahun seribu sembilan ratusan dan tak tau percis mulai dikutipnya retribusi, dibayar lah oleh orang tua orang tua kami." Jelas pria yang memaki baju gamis tersebut.

Kemudian masih kata Anto, pada saat itu orang tua mereka sudah mulai pensiun, diusulkan lah rumah ini untuk ditetapkan menjadi golongan III, karena syarat satu untuk mendapatkan memiliki adalah golongan III, jadi para orang tua dulu di komplek ini mengurus golongan rumah ini untuk dinaikkan menjadi golongan III, 

"Karena salah satu persyaratan untuk naik ke golongan III adalah mempunyai sertifikat, minimal sertifikat hak pakai, diurus lah sertifikat hak pakainya tapi atas nama dinas , karena yang mempunyai bukan pribadi," ujarnya dengan nada tinggi.

keluar lah sertifikat hak pakai tersebut, keluar surat dari Kepala Dinas pada masa itu, isinya disetujui penyetujuan untuk naik menjadi  ke golongan III, sudah disetujui diserahkan wewenang, pengelolaan, penempatan, dan lain sebagainya kepada Gubernur Sumatera Utara pada masa itu. Ucapnya.

"Di tahun 2000  di panggil lah kami oleh Dinas Kesehatan untuk membicarakan mengenai penempatan pada saat itu orang tua kami sudah pensiun dan orang tua saya sudah meninggal, datang lah ke Dinas , disitu disampaikan juga bahwasanya kami ingin memiliki rumah tapi ditolak oleh Dinas pada saat itu padahal kami belum membuka berkas " Papar Anto lagi.

"Dari mulai situ lah, mulai ada kalau saya bilang semacam intimidasi, setelah(Red-Pihak MM) menawarkan ke beberapa warga agar kami pindah dari komplek ini." Katanya.

"Harapan kami ya sesuai surat pak, kalau kami bisa memiliki perumahan ini , kalaupun seandainya tidak bisa sama sekali , jangan seperti ngusir anak ayam dari kandangnya, hargai orang tua kami yang sudah mengabdi kepada negara sekian tahun." Harap Anto dan beberapa warga lain.

"Saya mengharapkan pihak DPRD ataupun Gubernur Sumatera Utara bisa memediasi masalah ini secara Arif dan bijaksana (damai), ini rumah golongan III yang ngusulin juga kami, secara peraturan pemerintah (PP), kami berhak, sudah memenuhi persyaratan, karena ini bukan bagian dari kedinasan" katanya lagi

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Efendi Poerba mengatakan Sebetulnya hanya disini celahnya konvensasi, lagi lagi lagi di kalimat konvensasi. "Ini ada beberapa orang juga sudah bersedia  keluar, ini ada sudah menempati orangtuanya sudah tidak ada lagi (meninggal), pada saat warga ini menyampaikan minta konvensasi, bukan kapasitas saya menjawab, pak Ardi menyampaikan tidak ada kita anggarkan." Katanya dihadapan Ade Safawi salah satu warga komplek Ikes Mabar.

Akhirnya ketika hadir Wakil ketua DPRD Sumut Irham Buana Nasution, terbentuk rapat kecil bersama BPKAD, SatPol PP, Kejatisu, dan Inspektorat, kemudian hasilnya nanti akan berkoordinasi dengan baik dan duduk bersama. (Tim)

Saturday, October 2, 2021

Kapolres Diuji Berani Tutup 5 Lokasi Judi Tembak Ikan Di Belawan

warnasumut.com - Belawan. Sepekan kurang lebih menjabat Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Faisal Rahmat Husein Simatupang diuji berani menutup lima lokasi judi tembak ikan yang sudah sangat meresahkan di Belawan.

Hal itu dikatakan Hanim, salah seorang warga Belawan yang sudah merasa sangat kesal dengan tetap bukanya lokasi judi tanpa tindakan dari Polisi.

"Aneh memang kalau lokasi judi yang buka disini tidak diketahui oleh Polisi. Menurutku itu tidak mungkin, apalagi beberapa lokasi itu hanya berjarak beberapa puluh meter dari Kantor Polisi," kata wanita berhijab itu kepada wartawan, Kamis (30/9/2021).

Ia menembahkan, hal ini menjadi ujian bagi Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru untuk segera menutup lokasi judi tembak ikan yang beromset puluhan juta perharinya itu.

"Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru harus peka terhadap ini. Segera tutup lokasi judi ini karena sangat mengganggu bagi generasi muda. Belum lagi tempat itu bisa menimbulkan cluster baru penyebaran covid-19, apa iya Kapolres tidak mendukung program pemerintah?," terang ibu empat orang anak itu.

Senada dengan Praktisi Hukum, R Simbolon yang meminta Kapolres segera menanggapi aspirasi masyarakat tersebut.

"Jangan sampai hanya satu atau dua orang oknum yang mendapat keuntungan dari lokasi judi itu, Kapolres tidak berani menindak. Kalau sudah masyarakat resah, Polisi harus segera merespon, karena memang tugasnya melindungi masyarakat. Apalagi lokasi ini merupakan tindak pidana, jadi tidak ada alasan untuk tidak menutupnya," pungkasnya.

Aktivitas perjudian nyatanya merupakan tindakan pidana maksimal 10 tahun penjara.

Untuk itu bahwa yang namanya judi secara hukum dikategorikan sebagai perbuatan pidana sebagaimana diatur pada pasal 303 KUHP yang kemudian diperbarui secara khusus pada UU No.7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian. Ancaman hukamannya tidak main-main maksimal 10 tahun penjara

Seperti sebelumnya, lokasi judi tembak ikan di lima titik seputaran Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, sepertinya semakin eksis dan diduga tak tersentuh hukum. Apa pasal, praktek judi berkedok ketangkasan yang beromset puluhan juta rupiah setiap harinya masih saja bebas beroperasi.

Kelima lokasi tersebut berada di Gudang ikan (GH) dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Gabion Belawan, Warung sebelah PT Golden Cup Seafood Gabion Belawan, Jalan Bunga Belawan (depan Pasar Kapuas), sedangkan dua lokasi lagi di Jalan Veteran (Tak jauh dari Rumah Makan Mandala Belawan dan di samping Eks Bioskop Sumatera.

Praktik judi tembak ikan modus ketangkasan ini menggunakan chpip yang yang dibeli pemain. Chip ini akan diisi oleh kasir yang diisi dalam mesin game dan berbentuk amunisi animasi yang bisa dimainkan hingga delapan pemain tersebut.

Para pemain akan menembak menggunakan amunisi terebut hingga mendapatkan sejumlah point. Setelah point terkumpul, pemain bisa menukarkannya dengan uang. Game ini juga beroperasi mulai pukul 12 siang hingga dini hari. (Tim)

Friday, October 1, 2021

BEM SI Sumut Gelar Aksi Mulia di Medan, Berbagi untuk Warga

warnasumut.com - Medan. Sejumlah mahasiswa di kota Medan yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Koorda Sumatera Utara, melakukan aksi sosial membagikan ratusan paket sembako bertema "Berbagi, Indonesia Sehat Indonesia Hebat" kepada warga tidak mampu yang terdampak pandemi covid-19, Jum'at (1/10/2021). 

Koordinator BEM SI Daerah Sumatera Utara, Ahmad Al Gibran menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap warga tidak mampu yang kesulitan secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. 
 
"Kegiatan ini adalah wujud nyata dan konkrit kehadiran mahasiswa dan kepeduliaan dalam bentuk aksi kemanusiaan untuk membantu warga tidak mampu yang kesulitan secara ekonomi akibat pandemi Covid-19" ucapnya. 

Menurutnya, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BEM SI Sumbagut dengan Gerakan Berbagi Indonesia Sehat Indonesia Hebat yang mendirikan posko di jalan Cik Ditiro Medan. Selama pandemi Covid-19, Gerakan Berbagi tersebut telah turun langsung dari rumah ke rumah untuk memastikan tidak ada warga yang tidak bisa makan karena kehabisan bahan pangan. 

Sekitar seratus sembako ini dibagikan kepada warga di sekitaran Kecamatan Sunggal Kota Medan. 

"Kegiatan ini juga untuk membuka mata mahasiswa dari universitas lain untuk peduli terhadap lingkungan," paparnya. 

Untuk itu ia berharap agar kegiatan ini terus rutin diadakan dan semakin banyak mahasiswa yang mau ikut andil dalam gerakan sosial ini. 

"Berharap semoga kedepannya mahasiswa lebih banyak yang mau berkolaborasi dan para konglomerat di Kota Medan juga semakin banyak yang mau berbagi,” ucapnya. 

Sementara saat dijumpai, Wakil Presma USU Anas Al Farizi yang juga turut serta dalam kegiatan sosial tersebut menyatakan bahwa pihaknya ikut andil karena masih banyak masyarakat yang harus ditolong. 

"Kita hari ini ikut kegiatan berbagi karena masih banyak masyarakat atau warga yang periuknya harus diisi dengan nasi," ucapnya.

Terpisah, Koordinator BEM SI Wilayah Sumbagut, Muhammad Rizki Fadillah menegaskan bahwa selaku koordinator dirinya telah menginstruksikan seluruh BEM yang ada di wilayah Sumbagut untuk terlibat aktif dalam kegiatan- kegiatan positif bagi masyarakat di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

"Saya selaku koordinator BEM SI menginstruksikan BEM-BEM yang di Sumatera Utara untuk terlibat aktif dan terus bergerak membagikan bantuan- bantuan sosial kepada masyarakat, setiap harinya", tutur Rizki Fadillah yang juga menjabat Presiden Mahasiswa USU ini.

Sebelumnya, Koordinator Gerakan Berbagi Indonesia Sehat Indonesia Hebat wilayah Medan saudara Ardi, menyatakan bahwa pihaknya akan terus siap membantu berbagai komunitas ataupun masyarakat yang hendak berbagi dengan masyarakat di Kota Medan. 

"Gerakan berbagi ini sudah lama berdiri, dan kami akan selalu siap memberikan bantuan kepada warga tidak mampu. Pandemi ini menyadarkan kita bahwa uluran tangan setiap orang bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Moment hari kesaktian Pancasila 1 Oktober 2021 harus kita jadikan semangat kuat untuk terus membantu sesama warga yang kesusahan." pungkasnya. (Tim)

Tuesday, September 28, 2021

BIN Tuntaskan Vaksin Dosis 2 Untuk 5 Ribu Warga Binjai

foto : Para santriwati Pondok Pesantren Sabilul Mukminin berpose bersama usai disuntik vaksin dosis 2 oleh vaksinator BIN Daerah Sumut, Selasa (28/9/2021)


warnasumut.com - Binjai. Setelah menggelar vaksinasi bagi 5.000 warga kota Binjai pada tanggal 31 Agustus 2021 yang lalu, hari ini Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sumatera Utara melanjutkan pemberian vaksin untuk dosis yang kedua.

Ditemui di sela-sela kegiatan vaksinasi pelajar di SMP Negeri 1 kota Binjai, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana selaku pimpinan kegiatan ini, menyatakan bahwa pemberian vaksin dosis 2 hari ini digelar di 6 titik yang tersebar di penjuru kota.

"Vaksinasi ini merupakan lanjutan dari kegiatan di Ponpes Sabilul Mukminin yang ditinjau Presiden Jokowi secara virtual sekitar 4 minggu yang lalu," tutur Kepala BIN Daerah Sumut, didampingi Kepala SMP Negeri 1 Binjai, Drs. Sofyan, MPd dan Kolonel CAJ M. Hutauruk, Selasa (28/9).

Dijelaskannya, penyuntikan vaksin dosis kedua ini dilaksanakan di Ponpes Sabilul Mukminin (Binjai Barat), SMP Negeri 1 (Binjai Kota), SMP Negeri 8 (Binjai Estate), MTs Negeri 1 (Binjai Selatan), MTs Aisyiyah (Binjai Utara) dan Puskesmas Berngam.

Brigjen TNI Asep mengapresiasi antusias warga kota Binjai, khususnya santri dan pelajar untuk mendapatkan vaksin Covid-19. 

Beliau juga mengapresiasi dukungan Drs Amir Hamzah MAP selaku Walikota Binjai atas pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini. 

"Dengan antusiasme dan apresiasi pemerintah daerah, BIN akan melanjutkan program ini hingga 70% masyarakat di Sumut tervaksin, karena dengan adanya vaksinasi disertai sikap disiplin masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan, maka kita secepatnya dapat menang dalam perang melawan pandemi covid-19 ini," pungkasnya. (Rizky Zulianda)

Monday, September 27, 2021

Diduga Tak Tersentuh Hukum, Ini 5 Lokasi Judi Tembak Ikan Beromset Puluhan Juta di Belawan

warnasumut.com - Belawan. Lokasi judi tembak ikan di lima titik seputaran Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, sepertinya semakin eksis dan diduga tak tersentuh hukum. Apa pasal, praktek judi berkedok ketangkasan yang beromset puluhan juta rupiah setiap harinya masih saja bebas beroperasi.

Kelima lokasi tersebut berada di Gudang ikan (GH) dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Gabion Belawan, Warung sebelah PT Golden Cup Seafood Gabion Belawan, Jalan Bunga Belawan (depan Pasar Kapuas), sedangkan dua lokasi lagi di Jalan Veteran (Tak jauh dari Rumah Makan Mandala Belawan dan di samping Eks Bioskop Sumatera.

Kepada wartawan, salah seorang warga yang kesehariannya bekerja di TPI Perikanan Gabion Belawan, dan tidak ingin dituliskan namanya, menyebutkan bahwasanya keberadaan lokasi judi Gudang GH tersebut kerap didatangi puluhan bahkan ratusan orang setiap harinya.

"Masih main bang, jadi yang bisa dilewati Warung sebelah  PT Golden Cup Seafood itu bang. Setiap harinya bisa ratusan orang datang," kata pria bertubuh tambun itu.

Sama halnya dengan Dini, warga yang berada di sekitar Jalan Veteran sangat menyanyangkan lokasi judi yang hanya beberapa ratus meter dari Polsek Belawan itu juga tak tersentuh hukum.

"Sudah beberapa kali dilaporkan ke aparat setempat, termasuk ke Kecamatan. Tapi sampai sekarang tidak ada respon sama sekali. Kita khawatir dengan anak-anak sekitar yang bisa terpengaruh dengan permainan judi itu," kata ibu tiga anak tersebut, Minggu (26/9/2021).

Seperti diketahui, praktik judi tembak ikan modus ketangkasan ini menggunakan chip yang yang dibeli pemain. Chip ini akan diisi oleh kasir yang diisi dalam mesin game dan berbentuk amunisi animasi yang bisa dimainkan hingga delapan pemain tersebut.

Para pemain akan menembak menggunakan amunisi terebut hingga mendapatkan sejumlah point. Setelah point terkumpul, pemain bisa mengeluarkan tiket dari mesin game. Tiket-tiket ini nantinya akan ditukarkan dengan uang. Game ini juga beroperasi mulai pukul 12 siang hingga dini hari.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP I Kadek Herry saat Dikonfirmasi melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp namun Belum menjawab. (Tim)

Thursday, September 23, 2021

Alamak Pelapor Kasus Penipuan modus investasi usaha Jadi Tersangka Pula

warnasumut.com - Langkat. Perkara lapor melapor terkait hutang piutang dengan modus investasi usaha, akhir-akhir ini menjadi trand di Kabupaten Langkat.

Setelah kasus pelaporan Susi Susanti dalam perkara penipuan dengan iming-iming investasi pendulangan emas fiktif (telah inkrah), pelaporan kasus Pasal 242 dugaan memberi keterangan palsu terkait dengan kasus penipuan investasi pendulangan emas, terbaru pelaporan kasus penipuan dengan modus investasi usaha buah sawit.

Ironisnya, terlapor kali ini merupakan pihak yang melaporkan kasus penipuan serta pelaporan dugaan keterangan palsu. Ibarat kata pepatah, kuman di seberang lautan terlihat, namun gajah di pelupuk mata tidak keliatan.

Hal ini lah yang dialami Arihta Br Sembiring, warga Kec.Serapit, Kab.Langkat. Arihta Br Sembiring ini dilaporkan oleh korban, Putri Andika Sari, yang sama-sama merupakan warga Kec.Serapit, ke Polres Langkat, dengan Surat Pelaporan Polisi Nomor : 525/IV/2020/SU/LKT Tertanggal 07 Juli 2021.

Informasi yang disampaikan Penasihat Hukum korban Putri Andika Sari, yakni Harianto Ginting, SH, terlapor Arihta Br Sembiring, dikenakan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHPidana dalam kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan. "Modus upaya penipuan ini yaitu meminjam uang korban dengan iming-iming investasi kelapa sawit. Jadi klien saya mengalami kerugian sebesar Rp80 juta. Tapi ternyata tersangka tidak memiliki usaha persawitan," ujarnya.

Dijelaskan Harianto Ginting, tersangka sebenarnya sudah beberapa kali dipanggil oleh penyidik Unit Tipiter Polres Langkat untuk dilakukan pelimpahan berkas perkara dan tersangka ke Kejaksaan Negeri Langkat. Tapi tersangka tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit.

"Namun beberapa hari kemudian tersangka diantarkan pihak keluarganya hadir  menghadap penyidik di Polres Langkat, Selasa (21/09/2021) dan langsung diserahkan ke JPU M.Viktor Simanjuntak, SH, MH. Namun jaksa tidak melakukan penahanan terhadap tersangka Arihta, karena tersangka dilaporkan sakit oleh pihak JPU. Jadi statusnya sementara menjadi tahanan kota. Berkasnya sudah dilimpahkan dan tinggal menunggu jadwal persidangan," terangnya. (Wahyudi)

Tim Vaksinator Keliling BIN Layani Warga Binjai, Pasangan Suami-istri Penyandang Disabilitas Ucap Terimakasih Kepada Presiden

warnasumut.com - Binjai. Pasangan suami-istri penyandang disabilitas Iwan Noveriyadi, usia 51 tahun dan Melia Suryana, 49 tahun, yang tinggal lingkungan II kelurahan Kebun Lada, kecamatan Binjai Utara, merupakan dua dari ribuan warga kota Binjai yang menerima vaksinasi program Badan Intelijen Negara (BIN), Kamis (23/9/2021).

Amatan media ini, tim vaksinator yang datang dengan mobil keliling BIN tiba di rumah warga tersebut didampingi oleh aparat pemerintah setempat, kemudian ada petugas yang  berdialog dan melakukan skrining disertai pengecekan kondisi keduanya.

Setelah divaksin, Iwan Noveriyadi, yang mengaku lumpuh karena polio sejak umur 2 tahun tampak menyatakan terimakasihnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Terimakasih Pak Jokowi, kami sudah divaksin", tuturnya.

Sementara Rocky, salah seorang petugas berseragam merah dengan logo BIN dan bertulisan 'Indonesia Hebat, Indonesia Sehat' menyatakan bahwa kedatangan tim vaksinator BIN ke rumah-rumah untuk memfasilitasi warga yang sulit mengakses vaksinasi terpusat.

"Jadi Tim keliling door to door mendatangi warga yang kesulitan menjangkau lokasi vaksin, bisa karena disabilitas atau sepuh atau memiliki keterbatasan- keterbatasan lainnya", ujarnya.

Terpisah, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menyatakan bahwa hari ini BIN membawa 11 ribu dosis vaksin, yang 7.500 diantaranya diperuntukkan bagi pelajar dan masyarakat kota Binjai.

"Total vaksin yang kami bawa hari ini ada 11 ribu dosis. 7.500 untuk pelajar dan masyarakat kota Binjai, sementara 3.500 lainnya untuk santri yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darularafah Raya di Kutalimbaru, Deli Serdang," tuturnya.

Brigjen Asep mengharapkan percepatan vaksinasi dapat mewujudkan perlindungan kepada masyarakat dari Covid-19. 

"BIN akan melanjutkan program ini hingga 70% masyarakat di Sumut tervaksin, karena dengan adanya vaksinasi disertai sikap disiplin masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan, maka kita secepatnya dapat menang melawan pandemi covid-19 ini," pungkasnya. (Rizky Zulianda)

Tuesday, September 21, 2021

Kapoldasu Irjen Pol Panca Simanjuntak : Pemakai Narkoba Harus Direhabilitasi

warnasumut.com - Medan. Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menyatakan, pengungkapan kasus narkotika tidak selalu harus berakhir dengan penahanan tersangka di dalam penjara.

" Sebab, hal itu hanya akan membuat ruang tahanan yang tersedia semakin sempit, karena banyaknya angka peredaran narkoba yang terjadi," ujar Kapoldasu saat bertemu sejumlah pimpinan media.

Masalah narkoba, sambung Kapoldasu, sudah sangat prihatin. " Saya tegas soal narkoba, tapi saya tidak mau korban narkoba yang berstatus pengguna ditahan, tapi di assesmen untuk rehabilitasi," katanya.

Irjen Panca menjelaskan, untuk menerapkan hal ini ia sudah berbicara dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut dan Gubernur Sumut. Pembicaraan ini menyangkut proses assesment dan penyediaan tempat rehabilitasi bagi para korban pemakai narkoba. 

"Ini juga sesuai dengan instruksi dari Kapolri. Saya kemarin sudah bicara kepada Kepala BNNP Sumut dan pak Gubernur Sumut agar menyediakan tempat rehabilitasi. Ini penting untuk penanganan mereka," ujarnya.

Meski lebih memilih menempatkan para korban pemakai narkoba untuk menjalani rehabilitasi, namun Panca dengan tegas menekankan bahwa kebijakan ini tidak berarti tidak tegas terhadap peredaran narkoba.

"Kita tegas, bahwa peredaran narkoba harus ditindak. Bandar dan pengedar narkoba tidak ada ampun. Kita sedang berperang dengan narkoba yang sekarang tingkat peredaran utamanya di Sumut," tandasnya dalam pertemuan yang penuh keakraban Sabtu lalu tersebut. (Wahyudi)

Beraksi Di Warnet, Pelaku Curanmor Diringkus Petugas Polsek Medan Barat

warnasumut.com - Medan. Team Reskrim Polsek Medan Barat yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba, SH, MH berhasil menangkap pelaku ranmor, Febriansyah Silalahi alias Bele (24) warga Jalan Budi Pengabdian Kelurahan Pulo Brayan Kota Kecamatan Medan Barat,  saat sedang berada di dalam warnet, Jalan Bilal Kel. Pulo Darat II Kec. Medan Timur, Minggu (12'/09/2021) sekira pukul 21.00 Wib.

Bersama barang bukti,  celana jeans warna hitam merk Bang Bang dan  BPKB sepeda motor Yamaha jenis Bison tahun 2012 warna putih atas nama Endri, ST serta  STNK sepeda motor Yamaha jenis Bison tahun 2012 warna putih atas nama  Endri, ST, pelaku diboyong ke Mapolsek medan Barat untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. 

Senin (20/9/2021) siang,  Kapolsek Medan Barat  Kompol Afdhal Junaidi melalui Kanit Reskrimnya Iptu Antonio Purba SH MH mengatakan pencurian berawal saat pelaku menawarkan handphone kepada korban, M Fareza Abrar.  Selanjutnya korban dan pelaku bertemu di Jalan Bilal warnet depan rumah sakit Imelda, Sabtu (14/8/2024) sekira pukul 21.00 Wib.

Sesampainya di tempat tersebut pelaku mengatakan  bahwa handphone tersebut digadaikan di Brayan, selanjutnya pelaku dan korban langsung ke Brayan untuk menebus handphone tersebut. Dengan mengendarai sepedamotor Bison milik korban keduanya tiba di Brayan, pelaku langsung masuk ke dalam pajak dan tidak berapa lama pelaku datang meminta uang kepada korban sebanyak Rp50 ribu, yang mana korban tidak mempunyai uang pas namun korban memberikan uang Rp100 ribu. Setelah menerima uang dari korban, pelaku langsung masuk kembali ke dalam pajak hingga sekitar pukul 21.00 Wib, pelaku tidak keluar dari dalam pajak sehingga korban mencari pelaku ke dalam pajak dan bertemu pelaku, korban menanyakan handphone tersebut dan pelaku mengatakan bahwa uang korban sudah diberikan kepada orang yang menggadaikan tersebut.  Kemudian korban langsung meminta uang tersebut dan tidak jadi membelli handphone tersebut. Dengan alasan hendak mengganti uang korban,  pelaku mengajak korban ke rumah neneknya di Jalan Budi Keadilan Kel. Pulo Brayan Kota Kec. Medan Barat, untuk mengambil uang dan menggantikan uang korban yang mana pada saaat itu pelaku yang membonceng korban.

Sesampainya di tempat tersebut, pelaku beralasan meminta uang kepada neneknya namun di rumah tidak ada orang lalu pelaku berlari menuju sepeda motor korban dan korban pun ikut lari mengejar pelaku yang berusaha membawa kabur sepeda motor korban. 
 
Korban yang berusaha mepertahankan sepeda motornya dengan memegang besi penyangga sepeda motor agar pelaku tidak bisa pergi namun pelaku menggas sepeda motor sehingga korban terseret sekitar  10 meter hingga pegangan korban terlepas dan pelaku berhasil kabur.

Selanjutnya korban membuat pengaduan ke Polsek Medan Barat atas kejadian yang dialaminya. 

Team Reskrim Polsek Medan Barat yang menerima pengaduan korban kemudian menindak lanjuti dengan melakukan cek TKP. 

Hasilnya personil mengetahui keberadaan pelaku di dalam warnet langsung dan langsung mengamankan pelaku berikut celana hasil dari menjual sepeda motor tersebut.

 Berdasarkan pengakuan pelaku bahwa sepeda motor milik korban digadainya seharga Rp 1 juta  kepada BOY (DPO) warga Jalan Bhayangkara Kel. Indfra Kasih Kec. Medan Tebung.

" Atas perbuatanya pelaku dijerat pasal 365 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara" kata Philip.(Avid)

Sebanyak 34,7 Kg Sabu & Pemiliknya Berhasil Diamankan Tim Gabungan Poldasu- Polres Asahan

warnasumut.com - Asahan. Sebanyak 34,794 Kg sabu sabu bersama pemiliknya Ir (47) berhasil diamankan tim gabungan Polres Asahan - Poldasu dari kawasan pinggiran sungai di Dusun II Desa Sei Apung, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Demikian disampaikan Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH didampingi Forkopimda Asahan dalam konfrensi pers yang digelar Senin siang (20/09/2021).

Kapolres menjelaskan, pada Rabu  8 September  2021 sekitar pukul 10.00 Wib berhasil mengamankan barang bukti narkotika diduga jenis sabu seberat 34,794 Kg yang terbungkus dalam plastik  berwarna hijau bertuliskan Quanyingwang yang tersimpan di dalam goni sedang pelaku "IR" berhasil melarikan diri saat petugas datang.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 12 September 2021 sekira pukul 22.30 Wib, Sat narkoba Polres Asahan bersama Dit Narkoba Polda Sumut  Berhasil mengamankan  pelaku "IR" di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di dekat lapangan golf Kel. Bunut Barat Kec. Kota Kisaran Barat Kab. Asahan.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti yang ditemukan dibawa ke Polres Asahan untuk proses Penyidikan.

Kapolres juga menyatakan  sedang memburu 4 Orang Lainnya yang terlibat didalam peredaran gelap Narkotika tersebut yang sampai saat ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang(DPO).

Kepada tersangka, sambung Kapolres, dikenakan Undang Undang narkotika No 35 tahun 2009 pasal 114 ayat 2 Subsider 112 ayat 2 dengan ancaman maksimal pidana mati atau seumur hidup, penjara.

"Tidak ada tempat bagi para pelaku narkoba di Kab. Asahan, kalau masih nekat, saya akan sikat habis," tegas Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira.

Hadir dalam konpers tersebut, Dandim 0208/Asahan, Danlanal Tba, Kabag Ops Polres Asahan, Kasat Narkoba,  Kasat Intelkam, Para Kanit, Perwakilan Pengadilan Negeri Kisaran, Perwakilan Dari Kajari dan Para awak Media Dari Elektronik dan Cetak. (Julian)