Warna Sumut: Peristiwa
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Saturday, June 25, 2022

Buntut Dugaan Penistaan Agama, Sapma PP Sumut Polisikan Dan Geruduk Holywings Di Medan

warnasumut.com - Medan. Meski Polda Metro Jaya secara resmi telah menahan 6 orang pekerja Holywings yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama, namun gelombang protes atas perbuatan yang menyinggung umat beragama di tanah air terus terjadi. 

Di Medan, puluhan masaa Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sumatera Utara, resmi melaporkan pihak Holywings ke Mapolda Sumut, Sabtu (25/6/2022). 

Tak itu saja, sebagai bentuk protes, massa Sapma PP Sumut juga 'menggeruduk' lokasi liburan malam itu yang berlokasi di Jalan A Rivai, Kecamatan Medan Polonia dan Jalan Merak Jingga, Kecamatan Medan Barat. 

Dalam unjukrasanya, massa dengan tegas mengecam sikap hiburan malam tersebut yang secara terang-terangan menista agama lewat promosi gratis alkohol bagi pengunjung bernama Muhammad dan Maria. 

Mewakili seluruh anggota, Ketua Sapma PP Sumut Firmanshah, SH mengaku sangat kecewa karena pihak Holywings telah mengabaikan Pancasila terutama sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. 

"Dimana kami rasa tidak ada keadilan bagi nama yang selain Muhammad dan Maria serta tidak beradabnya kalian memberikan promo minuman Alkohol kepada pemilik nama tersebut yang seperti semua orang tau kalau nama Muhammad itu Identik dengan Agama Islam yang dimana di ketahui pula oleh semua pemeluknya bahwa meminum minuman yang dapat memabukan itu dilarang oleh Islam," tegas Firmanshah disela aksi tersebut. 

Untuk itu, sambung Firman, pihaknya juga sudah melakukan langkah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. "Kami juga akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas sesuai dengan surat yang telah kami sampaikan kepada pihak kepolisian dan manajemen Holywings," pungkasnya. (Ferry Afrizal)

Friday, June 24, 2022

Isunya Yanglim Digerebek Meja Judi Diangkut Pickup Keluar

warnasumut.com - Medan. Mobil pickup keluar dengan membawa benda yang ditutup terpal biru tersebut ternyata belakangan diketahui meja judi yang berhasil diamankan dari lokasi perjudian yang berlokasi di Lantai II Plaza Yanglim Jalan Emas, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area, yang gagal digrebek.

Informasi Kamis (23/6/2022) sore itu diduga bocor, sehingga toke judi bermata cipit tersebut berhasil mensterilkan barang bukti, meski APH (Aparat Penegak Hukum) tampak di lokasi permainan ketangkasan yang buka 24 jam tersebut.

Bak mall, aneka ragam jenis permainan ketangkasan dengan jumlah yang lumayan banyak. Seperti 10 Meja tembak ikan, Slot 10, jenis Skater juga ada mewarnai lokasi judi yang sangat strategis tersebut.

Seperti yang disebut-sebut, toke lokasi judi yang seakan tak tersentuh hukum tersebut berjuluk AK, yang diduga memakai jubah lembaga sosial di Kota Medan untuk memuluskan bisnis haramnya. 

"Pemain lama tokenya bang, kalau dulu disinyalir dia pegang judi daerah Belawan sekitarnya. Tapi informasinya sekarang sudah punya lembaga sosial yang katanya sering melakukan bakti sosial. Kalau aku rasa pengalihan isu saja, tapi background nya diduga tetap bisnis yang haram", jelas salah satu warga yang ingin melihat penggerebekan lokasi judi tersebut.

Meski sempat heboh, beberapa warga tampak berhenti di mall tersebut, ada yang bertanya, ada yang berdesas desus dan bahkan ada warga yang penasaran ikut masuk ke lokasi judi tersebut melihat APH datang.

"Sepertinya, diduga pihak APH enggan menindak dan menggerebek lokasi judi tersebut. Padahal terlihat belasan oknum personil Polri datang berkisar belasan orang, katanya dari Polresta Medan. Anehnya, nggak lama mereka di lokasi langsung balik kanan", ungkap narasumber.

Lebih lanjut dikatakan narasumber, walaupun beberapa hari lalu Kapoldasu, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak rela turun langsung melakukan penggerebekan judi tembak ikan di Komplek Asia Mega Mas, namun orang nomor satu di Mapoldasu tersebut tidak menggerebek Plaza Y melainkan menggerebek judi tembak ikan di komplek MMTC Jalan Pancing Medan.
 
"Aneh kan bang, padahal jarak Asia Mega Mas ke Plaza Y sangat dekat kok. Mungkin tidak ada yang memberitahukan kepada Kapoldasu kalau di Plaza Y ada lokasi judi besar juga", ujar Narasumber.

Sebelum penggerebekan awak media sempat mengklarifikasi pada AK, "bukan milik saya itu, saya hanya mendistribusikan saja pada kawan-kawan di lapangan", jawab AK melalui WA selulernya. ( Tim)

Thursday, June 23, 2022

Setelah Viral, Warga Hamparan Perak Mendapatkan Bantuan


warnasumut.com - Hamparan Perak. Ngatemin (51) warga gg.sepakat desa seibaharu kecamatan hamparan perak kabupaten deli serdang sudah bertahun-tahun hidup sebatang kara setelah di tinggal oleh istri dan kedua anaknya yang merantau ke Jambi dan besitang tidak pernah kontak komunikasi dan tidak tau keberadaan nya sampai saat ini, kamis (23/06/2022) .



Sejak istri dan kedua anaknya meninggalkannya, pria paruh baya tersebut tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni alias reyot dalam kondisi sakit. Bahkan untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari pun dari pemberian saudara dan tetangganya.



Setelah viral di salah satu grub whatsapp Perkumpulan Wartawan Deli Serdang Salah satu anggota gerub whatsap dan juga wartawan media ini langsung membagikan berita viral itu dan meneruskan ke pemerintah kecamatan hamparan perak.


Alhasil sekretaris pemerintah kecamatan hamparan perak bapak Romi Damanik Sstp, Msi. merespon baik dan menanggapi berita viral itu, terimakasih infonya bang dan segera kita teruskan ke desa katanya kepada wartawan ini melalai whatsapp.



Lanjut, gerak cepat pemerintah Kecamatan berkeloberasi dengan pemerintah Desa turun langsung ke lokasi, dan memberikan bantuan Bansos untuk Pak Ngatemin, bansos bersumber dari BLT Dana Desa Menggantikan BLT dari warga yang pindah domisili, dan luar biasanya bapak ngatemen tersebut sedang diuruskan BPJS nya untuk layanan kesehatan yg diperlukan.


turut hadir Kasi Kesos Kecamatan  Hamparan Perak Reza Fahlevi SE, Bendahara Desa Zulham desa sei baharu Dan Kepala Dusun 4 Desa Sei Baharu langsung memberikan bantuan kepada bapak ngatemen (51), menunjukan hadirnya pemerintah dan kerja nyata pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.


Ditempat yang sama, Camat Hamparan Perak Jahar Efendy Rambe S.Sos MAP Memberikan pesan kepada masyarakat khususnya kepada masyarakat hamparan perak, Kepada warga yang belum memiliki nomor induk kependudukan dan kartu layanan kesehatan agar segera melaporkan diri ke pemerintahan desa Melalui kepala dusun untuk segera dicatat dan di data guna mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan terima kasih,"ujarnya kepada wartawan ini. (Rizky Zulianda)

Tuesday, June 21, 2022

DPRD Akhirnya Layangkan Surat Prihal Tanah Suguhan Seluas 300 Hektar

warnasumut.com - Deli Serdang. Dewa Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Deli Serdang  Akhirnya Layangkan Undangan Surat Rapat Dengar Pendapat(RDP)Prihal Tanah Suguhan Seluas kurang lebih 300 Hektar

Rapat Dengar Pendapat(RDP) tersebut akan dilaksanakan pada Hari Kamis Tanggal 23 Juni Sekira Pukul 10:00 Waktu Indonesia Barat,bertempat di Ruang Komisi l DPRD Kabupaten Deli Serdang , Lubuk Pakam

Adapun isi Surat Undangan yang dilayangkan Oleh DPRD Kabupaten Deli Serdang ialah , 

Berdasarkan Surat Komisi I DPRD Kabupaten Deli Serdang No.16/com l/DPRD-DS/Vl/2022 pada tanggal 16 Juni 2022, terkait dengan permasalahan Tanah Suguhan Tanjung Morawa seluas lebih kurang 300 Hektar, dalam hal ini Komisi l merasa perlu melaksanakan Rapat Dengar Pendapat dengan Kapolda Sumatera Utara,Pangdam l/Bukit Barisan,

Asisten l Pemerintah Setda Kab.Deli Serdang, Kabag Hukum Pemerintahan Setda Kab.Deli Serdang, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kab.Deli Serdang, Kasatpol PP Deli Serdang, Ketua Pengadilan Negri Lubuk Pakam Kelas 1-A, Kakan ATR/BPN Deli Serdang,

Kemudian Direksi PTPN II Tanjung Morawa, Camat Tanjung Morawa, Kepala Desa Dalu X-A, Kepala Desa Telaga Sari,Kepala Desa Bangun Sari, Kuasa Hukum a.n Sdr. OK. Hendri Fadlian Karnain, SH, perwakilan Tokoh Masyrakat a.n Sdr. Syahdan dkk 

Ditandatangani Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang Zakki Shahri, SH. 21/06/2022 (Tim)

Monday, June 20, 2022

Pihak Ahli Waris Laporkan Pihak PTPN 2 Diduga Pukul Wajah Sampai Berdarah


warnasumut.com - Deli Serdang. Sebelumnya sempat terjadi Kekisruhan antara Pihak PTPN 2 dengan Ahli Waris saat Pihak Kelompok Masyarakat Melayu Tanah Suguhan (MMTS) hendak menanam Ribuan batang Pohon di tanah Sengketa dari Pihak PTPN 2 dengan Pihak MMTS, tepatnya Dijalan Sultan Serdang Desa Dalu X A,Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara pada tanggal 19 Juni 2002,Minggu Siang

Kekisruhan kini berbuntut panjang, Pihak Ahli Waris atau Kelompok MMTS Melapor ke Polresta Deli Serdang , dikarenakan salah satu dari pihak Ahli Waris merasa telah menerima tindakan penganiayaan berupa Pemukulan terhadap dirinya

Pelaporan ini dikuatkan dengan adanya Surat Tanda Terima Laporan dengan Nomor : STTLP/ B / 323 / VI / 2022 / SPKT / Polresta Deli Serdang / Polda Sumut yang berisikan Telah Melaporkan Tentang Peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang KUHP Pasal 351 KUH-Pidana 19 Juni 2022

Adapun pihak Pelapor atas Nama Effendi Warga Dalu X A , pihak terlapor adalah salah satu yang menganggap dirinya Ahli Waris dalam Sengketa Kelompok Masyarakat Melayu Tanah Suguhan/MMTS dengan Pihak PTPN 2 

Effendi(Pelapor) menjelaskan " Saya melaporkan Pihak PTPN 2 ke Polresta Deli Serdang, dikarenakan saya dipukul oleh pihak PTPN 2 dibagian wajah saya hingga berdarah,maka dengan saya melaporkan peristiwa ini kepada pihak yang Berwajib agar pihak yang berwajib segera Menangkap Pelaku Pemukulan terhadap saya yang dari pihak PTPN 2 itu

Masih Effendi" Saya berharap besar kepada pihak Kepolisian, karena hanya kepada Pihak Kepolisian lah Hukum yang berlaku di Dunia ini, saya memohon kepada Pihak terutama Polresta Deli Serdang agar segera menangkap palakunya, ujar Effendi dengan rasa harap

Sedangkan Menurut Penjelasan dari PH ataupun Kuasa Hukum dari Ahli Waris dari Kelompok MMTS yaitu OK Hendri Fadlian Karnain SH tentang Klayen nya melaporkan pihak PTPN 2 ke Polresta Deli Serdang " Benar terjadi kekisruhan dilahan hari minggu tanggal 19 Juni 2022 sekitar pukul 16.30 wib, hal ini terjadi karena Warga merasa keberatan poskonya dirusak, jalan masuk ke tanah mereka juga mau dipagar pihak PTPN2, Aksi PTPN2 menutup pagar ini sebagai bentuk Perampasan Hak Warga Pemilik Tanah Suguhan, disaat warga akan  bercocok tanam ditanah suguhan ini, begitu pula PTPN2 memagarnya. Ini negara hukum jadi apapun permasalahan tanah suguhan ini kita tunggulah putusan yang INKRAH dari pengadilan nanti, karna kita sedang Bersidang,ujarnya

Namun Pihak PTPN2 melalui Humasnya Rahmat Kurniawan saat dimintai tanggapannya dari pesan Whatsap,hingga sampai Berita ini ditayangkan belum memberikan penjelasan,pungkas 20/06/2022. (4211ARI)

Thursday, June 16, 2022

Puluhan Rumah Warga Rusak Parah Di Hantam Angin Kencang

warnasumut.com - Sergai. Angin Puting Beliung kembali menerjang rumah warga di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sehingga mengakibatkan  rumah warga menjadi porak poranda di Desa Mangga Dua dan Desa Nagur,  Kecamatan Tanjung Beringin, Rabu malam (15/06/2022).


Kejadian ini mengakibatkan  2 orang warga Desa Mangga Dua, mengalami luka lika, yakni atas nama Eliana terkena seng depan rumahnya, dan Sulaiman anak yang berumur 5 tahun  luka terkena benturan.

Menurut Kepala Desa Mangga Dua, Budi Santoso SPd, saat dikonfirmasi wartawan Media ini, Kamis (16/06/2022),  mengatakan bahwa  kejadian tersebut berawal dari angin kencang yang terjadi pada Rabu  (15/6) kemarin, dan atas jejadian ini diprediksikan mengalami kerugian sekitar 70 juta rupiah.Dan kami sudah membuat laporan ke Camat Tanjung Beringin.


" Ada 9 rumah yang menjadi korban, 5 rusaj berat dan 4 rusak ringan.Diprediksikan kejadian ini mengalami  kerugian materi sekitar 70 juta rupiah. Dan ada 2 orang warga kami yang juga mengalami luka luka yaitu, Eliana yang beralamat di dusun 2 Gang Tape, terkena seng depan rumahnya, dan Sulaiman, umur 5 tahun, akibat terkena benturan," ungkap Budi Santoso. 

Camat Tanjung Beringin,  Elmiati, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kejadian tersebut. " Benar kejadian tersebut, dan saya sudah turun kelokasi kejadian. Ada 10 rumah warga yang menjadi korban, 9 rumah di Desa Mangga dua dan 1 rumah di Desa Nagur, tepatnya di dusun 6, dan saat ini saya sedang membuat laporannya," ungkapnya.


Kepala  BPBD Sergai, Ir.M.Husin saat di konfirmasi Wartawan, Kamis (16/06/2022), melalui Kepala Bidang Rehabilatasi dan Rekontruksi, Eko Sujarwadi, ST,MSi,  mengatakan bahwa pihak BPBD Sergai sudah mendapat laporan melalui pesan WhatsAap.


Nama pemilik rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung du Desa Mangga Dua, berdadasarkan data sementara : 1.Suriadi, Umur : 45 tahun, Alamat : Dusun 2 gang Tape Desa mangga dua, 2. ipin, Umur 74 tahun, Alamat dusun 2 gang tape mangga dua, (3).Sutrisno, umur 46 Tahun, Alamat dusun 2 gang tape Desa mangga dua, (4).Tuminah, Umur 65 tahun, Alamat dusun 2 gang tape desa mangga dua, (5).Surya Darma, Umur 25 tahun, Alamat dusun 2 gang tape desa Mangga Dua, (6).Eliana, Umur 46 Tahun, Alamat dusun 2 gang tape desa mangga dua, Salma, umur 46 Tahun, Alamat dusun 2 gang tape desa mangga dua. (Tim)

Tuesday, June 14, 2022

Ngerih Oknum Sekdes Desa Tengah Kecamatan Pante Labu Kab Deliserdang Mengusir Wartawan.


warnasumut.com - Deli Serdang. oknum sekdes Desa Tengah Kecamatan Pante Labu Kab Deliserdang mengusir beberapa Wartawan.


Kedatangan wartawan ke Desa Tengah hanya ingin menayakan perkembangan PRONA yang menjadi program pemerintah.


Awalnya para awak media ingin bertemu dengan kades, namun karena kades tidak berada ditempat makanya awak media mencoba menemui Sekdes. Tapi sangat disayangkan sikap sekdes yang tidak bersahabat dan kerap mencela, " Siapa kalian aku gak kenal sama kalian " ujar oknum sekdes yang arogan.


Mendengar ucapan itu awak media memperkenalkan diri, usai memperkenalkan diri awak media kembali bertanya tentang PRONA, lantas Bahtila selaku Sekdes PNS langsung berdiri dan berkata" Tanya saja sama Kades saya tidak tau dan saya juga mau sholat kalian datang juga tidak sopan pergi kalian, saya banyak berhadapan dengan wartawan tapi gak seperti kalian gak sopan keluar kalian, ujar Bahtila dengan sobongnya.


Tidakan Sekdes Bahtila ini telah melanggar UU no 40 tahun 1999 tentang PERS dan dapat di pidana.


Dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah.


Seharusnyaa sebagai seorang Sekdes PNS lebih menjujung etika dan kesopanan terhadap siapapun yang bertamu di kantor dimana dia bekerja, pasal nya yang bertugas di kantor Desa itu sipat nya Pelayanan.


Sikap arogasi Sekdes ini menimbulkan tanda tanya besra, patut dicurigai ada apa dengan PRONA desa Tengah??.


Untuk itu, Camat Pante Labu di harapkan dapat memberi peringatan atas sikap Arogansi oknum Sekdes Desa Tengah.


Sementara itu Kades desa Tengah saat di confirmasi mengenai prilaku arigan sekdesnya mengatakan " saya mohon maaf atas sikaf staf kami"ujarnya singkat. (Tim PWDS)

Friday, June 10, 2022

Dua Unit Truk Terlibat Kecelakaan Di Paluta, Seorang Supir Meninggal Dunia


warnasumut.com - Padang Lawas. Jalan Umum Km 21-22 Jurusan Gunung Tua-Padangsidimpuan persisnya di Dusun Siholbung, Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, kembali memakan korban, Kamis (9/6/2022) sekira pukul 05.00 WIB. Di mana, di lokasi tersebut telah terjadi kecelakaan maut antar dua unit Truk.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang supir Dump Truck bernama Hendri Ritonga (33), warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Angkola Julu, Kota Padangsidimpuan, meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Gunung Tua.

Kasat Lantas Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKP Sofyan Helmi Nasution, menerangkan, insiden nahas itu bermula saat satu unit Dump Truck bernomor polisi BB 8020 H yang dikemudikan, Hendri, melaju dari arah Kota Padangsidimpuan menuju Gunung Tua.

“Sesampainya di TKP, ada satu unit Truk lain bernomor polisi B 9859 BYZ yang dikemudikan, Iwan Banuarea (55), warga Desa Huta Balang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang hendak berbelok ke kiri menuju Gunung Tua,” ujar Kasat.

Saat berbelok, lanjut Kasat, Iwan sempat memberi tanda dengan menyalakan lampu Truk yang dikendarainya. Namun, karena Hendri memacu truknya dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan antar kedua Truk tersebut pun tak terelakkan.

“Truk bernomor polisi BB 8020 H menabrak bagian belakang truk dengan nomor polisi B 9859 BYZ,” terang Kasat.

Kasat menambahkan, meski sempat dapat perawatan karena menderita luka, Hendri menghembuskan nyawa terakhirnya di RSUD Gunung Tua. Sedang Iwan, selamat usai peristiwa maut tersebut. Kini, tutur Kasat, kedua unit kendaraan yang terlibat kecelakaan, diamankan ke Unit Lantas Polsek Padang Bolak, Polres tapsel (Tim)

Friday, June 3, 2022

Mobil Tangki Nyungsep Dan Timpa Rumah Warga

warnasumut.com - Sibolga. Mobil tangki PT Pertamina Nomor Polisi (Nopol) BK 9504 SH nyungsep, sehingga menimpa rumah warga  diijalan lintas Sibolga - Tarutung, Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pada hari Jum'at (3/6/2022), pukul 05.30 wib.

Mobil pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut, dikemudikan oleh inisial DLT (40), warga Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga. Bersama pengemudi cadangan (Supir dua-red), Febrianto Hutabarat (37), warga Jalan Kampung Baru Sibolga. Hal itu disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Sibolga, AKP R Sormin.

"Sebelum mobil truk tangki merek Hino kecelakaan. Mobil pengangkut BBM itu turun dari arah Tarutung menuju Sibolga, tepatnya di daerah Sibolga Julu melaju dengan kecepatan. Kemudian di tempat kejadian, pengemudi diduga mengantuk sehing mobil keluar jalur mengarah ke kanan dan menabrak bahu jalan kemudian terjatuh kesebelah kanan Dan menimpa dua unit rumah milik saudara Tulus Simanungkalit," jelas Sormin.

Lanjut Sormin, Peristiwa itu mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan dibagian depan. Sedangkan Supir hanya sakit pinggang. Kerugian material ditaksir Puluhan juta rupiah.

"Mobil PT Pertamina mengalami kerusakan di bagian samping kanan, kaca depan pecah serta pengemudi mobil mengalami sakit pinggang. Untuk saat ini supir mobil tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Metta Medika menjalani perawatan medis. Sedangkan pemilik rumah tidak ada korban jiwa. Kerugian materil sekitar dua puluh juta rupiah. Saat ini kasus laka lantas tersebut dalam proses pemeriksaan Unit Laka Lantas Polres Sibolga," ungkap Kasi Humas Polresta Sibolga. (Tim)

Thursday, April 28, 2022

Lompat Ke Sungai Saat Digrebek Polisi, Seorang Pria Di Temukan Tak Bernyawa

warnasumut.com - Medan. Seorang pria yang diduga pecandu narkoba nekat melompat ke sungai Deli Medan saat menghindari kejaran polisi, Selasa 26 April 2022 sore.

seorang Pria an. Saprido berusia 22 tahun warga Jln. Platina 4 No. 64 Ling. 11 Kel. Titu Papan Kec. Medan Labuhan hanyut terbawa arus sungai Deli pada Selasa Sore (26/04) sekitar pukul 16.00 wib

Kejadian bermula saat Personil sat Narkoba Polres Belawan melakukan penggerebekan kampung narkoba di Lingkungan 9 Pekan Labuhan Pada selasa  (26/04) sekitar pukul 14.00 wib. 
Saat penggerebekan terjadi korban berusaha melarikan diri dengan cara melompat kesungai namun diduga korban tidak bisa berenang sehingga korban hilang hanyut terbawa arus sungai. 

Telah dilakukan pencarian korban oleh petugas kepolisian dan pemerintah setempat namun korban tak kunjung ditemukan hingga informasi tersebut diteruskan ke kantor SAR Medan.

Pencarian hari pertama sejak informasi diterima hingga malam hari tidak membuahkan hasil hingga dilanjutkan pagi tadi. Hingga pada 27-04-2022 akhirnya sekitar Pukul 07.48 wib, 

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia berjarak sekitar 2 KM dari lokasi awal korban melompat. 
Tim langsung mengevakuasi korban dan langsung dibawa kerumah duka menggunakan mobil ambulance. (Tim)

Tuesday, April 26, 2022

PT Anugrah Prima Indonesia (Aprindo) Dibuka Kembali Oleh Dinas Lingkungan Medan Setelah Beberapa Bulan Ditutup Sepihak

warnasumut.com - Medan. Pembukaan PT. Anugrah Prima  Indonesia , Jl.Nusa Barung KIM I Medan, yang bergerak dalam usaha  pakan Ternak Ayam yang  sempat di tutup sepihak  oleh Pemko Medan  hari ini Di buka secara  oleh Pemko Medan yang dalam Hal ini di laksanakan  oleh pihak Dinas Linkungan Hidup Kota Medan dan Instansi terkait. Senin ( 25/4/2022 ) 

Sayangnya kebijakan pemerintahan terkait saat di lakukanya pembukaan segel rantai pabrik tersebut  menimbulkan pertanyaan besar. Para Pihak terkait Tidak ada memberikan keterangan kepada Awak media yang berada di Lokasi tersebut mengenai proses penutupan dan pembukaan pabrik tersebut. 

Nampak hadir dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan Herbet  Goltom ,  Camat Medan Deli Fery Suheri beserta instansi terkait. Dari pantauan wartawan mereka mendadak pergi saat melihat banyaknya awak media yang berada di Lokasi pembukaan Pabrik tersebut. Seakan takut memberikan keterangan. 

Sampai berita ini di beritakan belum ada keterangan apapun dari instansi terkait tentang pembukaan Pabrik tersebut, begitu juga mengenai peralatan mesin mesin dan barang barang milik Perusahaan yang hilang selama penutupan belum ada pihak yang bertanggung jawab. Dari pengamatan wartawan pihak pengusaha sangat di rugikan dalam jumlah besar akibat penutupan sepihak tersebut. (Borju Simatupang)

Monday, April 25, 2022

Oligarki PLTU Batubara Kabupaten Langkat Diduga Mencemari Lingkungan Di Pangkalan Susu

warnasumut.com - Medan. Oligarki PLTU Batubara Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat diduga mencemari lingkungan di pangkalan susu, hal ini mengakibatkan rusaknya kualitas air dan udara sehingga terganggunya kesehatan anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar di ring 1. Maka Yayasan Srikandi Lestari mengagas dan melakukan diskusi krisis iklim serta nonton bareng film "Bara Hitam", Minggu (24/4/2022) di Jalan Dr. Manysur, Medan. 

Didalam diskusi ini, Direktur Eksekutif Yayasan Srikandi Lestari, Sumiati Surbakti menjelaskan bahwa sudah 44 persen terjadi perubahan iklim seperti kesehatan di lokasi PLTU Batubara di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, sehingga berdampak kepada masyarakat yang mengalami penyakit kulit hingga kepada anak-anak. 

"Kita mengkampayekan agar menghentikan proyek PLTU Batubara yang ada dilangkat, serta memberikan solusi yang kami tawarkan adalah sinar matahari sebab karena energi ini saat baik dan merupakan ciptaan Allah," jelas Sumiati Surbakti dalam diskusi serta launching Sekolah Energy Bersih untuk anak-anak yang terdampak lingkungan. 

Bahkan Sumiati Surbakti juga mengutarakan bahwa pihaknya telah melakukan pengamatan hingga menggunakan satelit bahwa disana, tidak ada bak penampung abu, yang seharusnya pihak PLTU Batubara harus menyediakan bak penampung abu di dalam jarak sekitar 2,5 Kilometer di sekitar lokasi. 

"Kami sudah pastikan dengan satelit bahwa dilokasi PLTU Batubara Pangkalan Susu tidak ditemukan bak penampung abu, dan Amdal yang dikeluarkan juga seharusnya juga ada saringan abu sebab PLTU ini setiap harinya mengeluarkan abu sekitar 2,5 ton perharinya," sebut Sumiati Surbakti. 

Selanjutnya dari Fossil Free yang diwakilkan oleh Rimba Nasution yang merasakan dampaknya yang terjadi di lokasi PLTU Batubara yang berada di Kabupaten Langkat ini, sangat tragis dan menakutkan sebab, anak-anak disekitar lokasi mengalami ganguan kesehatan dengan mengalami sekujur tubuhnya gatal-gatal hingga tangan para anak-anak  untuk belajar tidak bisa menulis. 

"Demi uang mengancurkan lingkungan, demi uang merusak masa depan. Sebab suasana di PLTU sangat mengerikan, maka kasus PLTU Batubara di Sumatera dari Aceh hingga Lampung hampir sama kasus sama," ungkap Rimba Nasution dalam diskusi ini. 

Bukan hanya itu saja, jelas Rimba Nasution pernah merasakan hujan tapi panas, panas tapi hujan, maka itulah suasana krisi iklim yang terjadi yang dirasakan bila lingkungan sudah tercemar. 

"Kalau kita sadari kita bisa memperbaiki dengan tangan pemerintah, tapi bila tidak  juga kita bisa meminta atau membangkang untuk tidak membayar pajak kepada pemerintah," beber Rimba Nasution dengan tegas. 

Maka dalam diskusi ini juga, hadir dari Psikologis yang juga Dosen di Universitas Politeknik Negeri Medan, Atika mengungkapkan bahwa isu lingkungan di dalam isu politik tidak terlalu penting dan tidak populer. 

"Ekonomi ekspolistasi, siapa yang diuntungkan tentu sejumlah elit, dan yang pasti dirugikan adalah kelompok orang miskin," jelas Atika dalam pemaparannya yang dihadiri dari para aktifis lingkungan yang ada di Sumatera Utara. (Ferry Afrizal)