Warna Sumut: Hankam
Showing posts with label Hankam. Show all posts
Showing posts with label Hankam. Show all posts

Thursday, June 3, 2021

Kajari Aceh Tamiang Sebut P Bukan Makelar Kasus Tapi Pembantu Pribadi


warnasumut.com - Aceh Tamiang. Terhendusnya Nama P disebut Sebagai Makelar Kasus dikejari tamiang dibantah Langsung Oleh Kajari Aceh Tamiang Agung Ardyanto,SH,perlu saya jelaskan tentang P ini,memang betul dia pembantu saya,kalau saya pulang dia yang antarkan baju saya ke Laundry dan hampir semua pekerjaan rumah juga dia yang siapkan.

Memang didalam kantor dia juga dekat sama kasi-kasi dikantor dalam pergaulan dia sehari-hari, juga dekat dengan beberapa kawan media dan LSM,sebut Kajari Tamiang,via WhatsApp,2-6-2021)

Tentang fasilitas rumah yang ditempati itu daripada kosong makanya saya suruh ditempati,sebab pegawai yang lain juga sudah punya rumah masing-masing dan rumah itu rumahnya Kasipidum dan Kasipidum punya rumah sendiri dilangsa dan tiap hari pulang.

Kalau P dikatakan kedinas-dinas jumpai kadis minta uang itu Fitnah yang sengaja dibuat-buat oleh orang-orang yang tidak senang kepada P ini.

Apalagi ada kabar bahwa P ini menyebabkan kadis Kesehatan Sakit karena ditelpon P,itu hoaks sebab Kadis yang disebutkan sakit itu memang sakit dan terindikasi Covid 19.

Jadi kalau P ini dicari-cari kesalahannya itu sampai disebut Sebagai Makelar kasus,itu saya jelaskan kembali bahwa itu adalah hoaks.tegas Agung Ardyanto.SH.* (Red-WarSu)

Friday, April 9, 2021

Dirjenpas Sematkan Tanda Peserta Konstek Kepada Karutan Perempuan Ema Puspita


warnasumut.com - Medan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Reynhard Silitonga menyematkan tanda peserta Konsultasi Teknis Bantuan Hukum serta Standar Bimbingan Keterampilan dan Kepribadian bagi Tahanan, kepada Kepala Rutan Kelas II Kepala Rutan Perempuan Kelas II A Medan Ema Puspita Bc.IP, S.Pd, MH.

Kegiatan yang digelar di Merlynn Park Hotel tersebut, dihadiri 30 petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) dalam dan luar kota serta perwakilan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia ini juga diikuti secara virtual oleh petugas Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia.

Tampak dalam gambar Dirjenpas Reynhard Silitonga saat akan mengalungkan tanda kepesertaan kepada Ema Puspita. (Avid)

Thursday, April 8, 2021

TNI AJARKAN PEMBUDIDAYAAN IKAN SECARA PRAKTIS KEPADA WARGA PERBATASAN PAPUA


warnasumut.com - Kehadiran Personel Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dalam upaya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor perikanan di awali dengan cara memberikan penyuluhan tentang pembibitan ikan dan pengetahuan tentang perawatan ikan kepada Peternak ikan di kampung Manunggal, Distrik Okbibab, Kabupaten Pengunungan Bintang, Papua. Rabu, (07/04/2021)

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 403/ Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., dalam release tertulis di kabupaten Keerom, Papua. Kamis, (08/04/2021)

Dansatgas berpesan agar seluruh anggotanya yang melaksanakan tugas di perbatasan tidak hanya mampu melaksanakan tugas pokok pengamanan perbatasan saja, tetapi juga dapat melakukan sesuatu yang langsung di rasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pembibitan ikan dan budidaya ikan, tentunya dengan tetap mempedomani Prosedur Tetap (Protap) satuan yang telah ada.

Pos Okbibab yang berada di Distrik Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista akan selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk masyarakat yang berada di wilayah binaannya dan berupaya mendorong program pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat dengan berwirausaha dan dengan memanfaatkan potensi alam yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista yang berada di bawah jajaran Kipur III (tiga) berkedudukan di desa apmisibil Distrik Okbibab Kebupaten Pegunungan Bintang di bawah kendali Danpos Letda Inf M. Makhasin bersama dengan rekan-rekan Pos Okbibab berupaya membantu meringankan beban masyarakat yang berada di wilayah binaannya dalam bidang perekonomian dengan memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan masyarakat di bidang peternakan Ikan Nila, dengan terjun langsung memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang berada di kampung Manunggal, Distrik Okbibab.

Dengan bekal pelatihan yang di dapat dari Satuan Yonif 403/Wirasada Pratista, Satgas Pamtas RI-PNG Pos Okbibab sangat kreatif dan bersemangat dalam menularkan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat desa binaannya di Kampung Manunggal dengan maksud mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi wilayahnya yang di dominasi dengan perairan agar para peternak pemula dan peternak ikan bisa menimba ilmu dalam pemijahan benih ikan sendiri.

Di tempat terpisah, Anggota DPRD Komisi C Kabupaten Okbibab Bapak Jhones Agustinus (34) menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dari Yogyakarta karena telah membantu menularkan ilmu pengetahuannya kepada masyarakat kampung Manunggal khususnya para peternak ikan di desanya, semoga silaturahmi ini bermanfaat bagi masyarakat sendiri dan Pos Okbibab Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista dalam meningkatkan penghasilan masyarakat di bidang perikanan.

"Trimakasih kepada teman-teman Pos, Danpos Yonif 403/Wirasada Pratista Yogyakarta yang berkenan hadir di tengah-tengah masyarakat Distrik Okbibab terutama dan terlebih khusus Kampung Manunggal, yang dengan itikad baiknya mau membagi ilmu kepada Petani atau Peternak ikan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan penghasilan masyarakat dari sektor perikanan dan semoga silaturahmi ini menjadi manfaat bagi kita semuanya." imbuh Jhones. (Pen Satgas Yonif 403/WP)

Wednesday, April 7, 2021

Karutan Kelas I Medan Theo Adrianus Purba Wujudkan Komitmen Pemberantasan Pengendalian Narkoba


warnasumut.com - Medan. Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Tanjung Gusta Medan, Theo Adrianus Purba mewujudkan komitmen pemberantasan pengendalian narkoba dengan melakukan penggeledahan skala besar kamar hunian para tahanan.

" Dalam giat tadi malam Selasa (06/04/2021) pukul 19.00 Wib, Rutan 1 Medan bersama aparat penegak hukum melaksanakan penggeledahan kamar hunian skala besar dalam upaya pemberantasan pengendalian narkoba dari dalam Lapas/Rutan," kata Theo yang dihubungi awak media, Rabu pagi (07/04/2021).

Dijelaskan, giat penggeledahan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Kantor wilayah Kemenkum Sumut Imam Suyudi yang diawali dengan apel bersama, yang juga diikuti langsung Kapolsek Medan Helvetia Kompol pardamean hutahaean beserta jajarannya.

Selanjutnya, sambung Karutan Medan Theo Adrianus Purba, seluruh tim bergerak untuk melakukan penggeledahan ke masing masing kamar hunian warga binaan pemasyarakatan. 

"Dalam giat penggeledahan itu, saya mewakili seluruh tim bertegur sapa terlebih dahulu dengan warga binaan sekaligus menyampaikan bahwasanya akan ada penggeledahan serta diharapkankan kerjasama yang baik terhadap kegiatan tersebut," tambahnya.

Theo Adrianus Purba menjelaskan, kegiatan tersebut berjalan dengan aman, tertib dan lancar, apalagi sesuai atensi yang diberikan agar penggeledahan dilakukan secara humanis sesuai dengan etika dan sopan santun yang berlaku.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean saat itu spontan mengapresiasi komitmen yang diwujudkan oleh Rutan Kelas 1 Medan dengan sinergitas yang sangat luar biasa tersebut.

" Kapolsek Helvetia juga ikut langsung melakukan penggeledahan ke kamar-kamar hunian secara santun dan beretika ini, " tandasnya.

Pasca penggeledahan, Kepala Kanwil Kemenkumaham Sumut bersama Karutan Kelas I Medan dan Kapolsek Medan Helvetia langsung memberikan press release terkait hasil penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan didapati handphone, charger handphone, headset dan kabel listrik yang dilarang berada di dalam rutan dan tidak ada satupun hasil penggeledahan berupa narkoba. 

" Saya mengucapkan terima kasih atas sinergitas yang baik ini dan diharapkan dapat terus berjalan di waktu mendatang," pungkas Karutan 1 Medan Theo Adrianus Purba. (Suriyono)

Monday, April 5, 2021

Satuan Narkoba Polrestabes Medan Musnahkan Lapak Narkoba Di Polonia


warnasumut.com - Medan. Pemberantasan narkoba genjar dilakukan Satres Narkoba Polrestabes  Medan bersama dengan Polsek Medan Baru dengan cara memusnahkan lapak-lapak  yang kerap digunakan sebagai sarang peredaran narkoba di kawasan Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (03/04/2021) siang.


Kegiatan penertiban dan pembongkaran lapak-lapak tersebut kemudian dibakar.



Pemusnahan itu dihadiri Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko didampingi Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Oloan Siahaan SIK MH, Lurah, Kepling se Kecamatan Medan Polonia, Relawan Anti Narkoba Kelurahan Polonia, Puskesmas Kecamatan Medan Polonia, Bhabinsa Kecamatan Medan Polonia.


“Kegiatan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, ini dilakukan oleh 3 pilar masyarakat dan organisasi/elemen penggiat anti Narkoba Kota Medan. Kita gotongroyong menitik fokuskan beberapa lokasi yang rawan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan Narkotika, “kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Aris Wibowo SIK MH melalui Waka Polsek, AKP Ully Lubis SH saat ditanya wartawan, Minggu (4/4) siang.



Lapak-lapak Narkoba yang ditertibkan di antaranya Jalan Karya Utama, Lingkungan V, Kelurahan Polonia, Kecamatan. Medan Polonia, Kota Medan, Jalan Karya Sejati Gang Wakaf, Lingkungan 5, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,  Jalan Starban Gang Bilal Ujung, Lingkungan 10, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Jalan Starban Gang Mesjid, Lingkungan 13, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,  Jalan Starban Gang Sawah, Lingkungan 11, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan,  dan di Jalan Karya Sehati, Lingkungan 4, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.


“Giat Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) ini dilakukan dengan cara gotongroyong membersihkan lokasi-lokasi yang diinformasikan menjadi tempat- tempat penyalahgunaan peredaran Narkoba untuk memberantas peredaran Narkoba di Kota Medan, “papar AKP Ully.



Pembersihan lokas-lokasi yang dijadikan tempat peredaran dan penyalahgunaan Narkoba kali ini dilakukan dengan cara menebang kayu- kayu, membersihkan semak- semak, membongkar gubuk- gubuk dan membakarnya.


Kegiatan bersih Narkoba ini pun mendapat dukungan dari masyarakat Kelurahan Medan Polonia, khususnya kaum ibu-ibu yang sangat merespon dengan baik kegiatan gotongroyong tersebut.


“Kami sangat berterimakasih kepada bapak -bapak kepolisian dan bapak bapak dari Muspika yang telah bersihkan kampung ini bersih dari Narkoba. Sehingga kami tidak khawatir lagi akan anak- anak kami, soalnya kampung kami kerap dijadikan tempat berkumpul kejahatan seperti memakai Narkoba di belakang rumah kami. Kebanyakan orang luar yang hadir datang untuk memakai di sini”, ungkap seorang warga yang ikut menyaksikan pemusnahan lapak narkoba itu. (Julian)

Sunday, April 4, 2021

Tingkatkan Sinergitas, Kapoldasu Kunjungi Yonif Raider 100/PS

warnasumut.com - Langkat. Untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara TNI-Polri, Kapoldasu Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi melaksanakan kunjungan ke Markas Komando Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 100/PS di Desa Namu Ukur Utara Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (3/4) sekira jam 16.00 WIB.

Kahadiran jenderal bintang dua bersama Pejabat Utama Polda Sumut itu disambut dengan hangat oleh Danyonif Raider 100/PS Mayor Inf M Zia Ulhaq bersama seluruh personel infanteri disana. "Kunjungan ini sebagai wujud transformasi operasional dalam meningkatkan sinergitas dan kolaborasi TNI-Polri," kata Panca Putra.

Orang nomor satu di Mapoldasu itu mengingatkan, seluruh personel TNI-Polri, khususnya yang ada di Sumatera Utara agar selalu solid dan kompak dalam segala hal. Terutama dalam menjaga kekondusifan kamtibmas. "Sehingga masyarakat dapat merasakan kahadiran TNI-Polri di tengah mereka," harapnya.

Pada kesempatan itu, mantan Kapolda Sulawesi Utara itu juga menyampaikan salam hormatnya kepada seluruh personel Yonif Raider 100/PS yang melaksanakan tugas Pengaman Perbatasan (Pamtas) di Papua, serta keikutsertaan personel tersebut pada giat Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitrada) Nusantara XLI/2021 di Sumut.

Dengan tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, kegiatan kunjungan lulusan Akpol tahun 1990 beserta rombongan itu, berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kekeluargaan antara kedua institusi tersebut. (Julian) 

Saturday, April 3, 2021

Polsek Sunggal Tangkap Pelaku Suami Bunuh Istri


warnasumut.com - Medan Sunggal. Team khusus anti bandit (Tekab) Polsek Sunggal dipimpin oleh Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH dan didampingi Panit Ipda Bambang Wahid pada Minggu (28/03) berhasil ungkap dan tangkap pelaku pembunuh korban seorang wanita Jamilah (46), yang terjadi pada hari Sabtu (27/03) di Jl. Pembangunan Desa Muliorejo Kec Sunggal DS.

Keberhasilan pengungkapan kasus tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH pada saat pelaksanaan rilis di mako Polsek Sunggal Polrestabes Medan pada Sabtu (03/04) di mako Polsek Sunggal Polrestabes Medan.

Dipaparkannya bahwa usai melakukan olah TKP, diketahui bahwa beberapa harta korban telah diambil oleh pelaku pembunuh korban. Saat itu, diupayakan untuk menghubungi suami korban melalui telepon selulernya namun tidak tersambung sedangkan keberadaannya tidak diketahui.

Usai berkoordinasi dengan satuan atas, selanjutnya team yang dipimpin Kanit dan Panit atas perintah Kapolsek Sunggal malam itu juga langsung bergerak menuju Aceh karena diduga kuat, berdasarkan bukti-bukti awal yang cukup, pelaku berinisial MS (42) yang merupakan suami siri korban sudah melarikan diri ke Aceh.

Berdasarkan informasi yang valid, akhirnya diketahui MS sedang berada di rumah orang tua angkatnya di Jln Pantai Ujung Blang kec. Banda Sakti kota Lhokseumawe Prov. NAD untuk bersembunyi menghindari kejaran petugas.

Namun upaya MS menghindari kejaran petugas gagal karena pada hari Minggu (28/03) sekira pukul 08.00 wib, saat MS sedang tertidur, tempat persembunyiannya digerebek petugas dan langsung mengamankannya. Saat diinterogasi, MS tidak dapat berkelit lagi sehingga MS berikut barang bukti yang berhasil disita petugas berupa 1 (satu) unit SP. Motor Yamaha Vario BK 6864 AGF berikut BPKB dan STNK, 1 (satu) unit HP Merk Reldmi warna Biru, 1 (satu) Unit HP Merk Nokia Orange, KTP korban, uang tunai sebesar Rp 6.000.000,- (enam juta Rupiah) serta 1 ( satu) buah Dompet wanita Warna hijau diboyong ke komando.

"Namun niat terduga pelaku untuk melarikan diri guna menghindari jeratan hukum, masih sangat besar yang mana saat dalam perjalanan menuju Mako Polsek Sunggal, MS berupaya melukai dan merebut senjata petugas, sehingga terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kedua kakinya", tambah Kapolsek.

"Untuk motif, berdasarkan keterangan tersangka adalah karena korban dan tersangka bertengkar dikamar tidur hingga korban minta diceraikan oleh tersangka, hingga akhirnya tersangka mencekik leher korban, setelah dipastikan bahwa korban tidak bernyawa lagi, tersangka mengangkat tubuh korban dan memasukkan ke bak air sehingga menimbulkan kesan bahwa korban terpeleset dikamar mandi tersebut", imbuhnya lagi.

"Untuk mendalami perkaranya guna kepentingan proses penyidikan, tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dan kita persangkakan melanggar pasal 338 subs 365 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara", tutup Kapolsek mengakhiri. (Rizky Zulianda)

Dorr!!! Sepeda Motor Pedagang Daging Sapi Ditembak Oknum Brimob


warnasumut.com - Sei Musam. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja sepeda motor Verza BK 6486 PAS yang dikendarai Mambar Sembiring (37) dihadang dan ditembak oknum Brimob bernama Sukma Ginting, saat melintas di areal perkebunan sawit milik PT Megah Pusaka Andalas (PT MPA) di Dusun Polri, Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, Jum'at (2/4) sekira jam 19.15 WIB.

Setelah kereta yang dikendarai Mambar berhenti, tanpa basa basi, oknum Brimob koboy itu langsung menembakkan senjata laras panjangnya ke bagian depan sepeda motor warga Dusun Namo Merbo, Desa Sei Musam yang berprofesi sebagai pedagang daging itu. Alhasil, lingkar depan kereta Mambar pun rusak parah.

"Gitu distop dia (oknum Brimob) itu keretaku, langsung ditembaknya bagian depan kereta ku. Waktu ku tanyakan kenapa keretaku ditembak, dia cuma bilang 'maaf aku salah orang'. Seenaknya aja dia main tembak, terus minta maaf. Apa dibenarkan perbuatan aparat seperti itu kepada masyarakat," kata Mambar via sambungan selulernya dengan nada geram.

Setelah menembak motor pedagang daging itu, oknum Brimob tersebut kemudian menembak Ridiono alias No Plong warga Dusun Polri, Desa Sei Musam yang dicurigai melakukan pencucian sawit milik PT MPA. Akibatnya, bagian bokong No Plong mengalami luka serius kerena ditembak dengan senjata laras panjang.

Mengetahui hal itu, warga sekitar langsung berkerumun karena geram dengan tindakan oknum Brimob tersebut. Untuk menghindari amukan massa, No Plong yang menjadi korban penembakan oknum Brimob itu langsung dilarikan ke rumah sakit Artha Medica di daerah Kota Binjai.

"Resah kali kami sama ulah oknum aparat yang seperti koboy itu. Kalau gak ditindak tegas, besok pasti terulang lagi kehadian seperti ini di kemudian hari, bahkan mungkin lebih parah lagi. Kepada bapak Kapolda yang baru, tolonglah tindak tegas oknum yang dah meresahkan seperti ini," ketus warga yang tak ingin menyebutkan namanya.

Kepada Desa Sei Musam Natang Juhar Tarigan saat dikonfirmasi terkait dua orang warganya yang menjdi korban penembakan oknum Brimob itu belum dapat memberikan keterangan.

 "Nanti saya telfon lagi. Saya lagi nyetir mobil, bawa korban ke rumah sakit," jawabnya singkat.

Kapolsek Padang Tualang AKP Tarmizi Lubis mengaku belum mengetahui secara pasti peristiwa penembakan dua warga Desa Sei Musam tersebut.

 "Ngapain Brimob itu disana. Terimakasih infonya, coba kita cek dulu ke lapangan," kata Tarmizi via panggilan selulernya. (Avid)

Wednesday, March 31, 2021

Tingkatkan Rasa Aman, Pangdam I/BB Patroli Keliling Kota Medan


warnasumut.com - Medan. Pasca ledakan  Bom bunuh diri di Makasar yang terjadi di pintu Gerbang Gereja Katedral Makasar Sulawesi Selatan (Sulsel), Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM didampingi Asintel Kasdam I/BB, Asops Kasdam I/BB, Aster Kasdam I/BB, Pgs Kapendam I/BB dan para Babinsa melaksanakan patroli bersama, Selasa (30/03/2021)

Kegiatan patroli wilayah oleh Pangdam I/BB beserta rombongan tersebut dimulai dari kediaman Pangdam I/BB untuk meninjau langsung situasi kota Medan dan sekitarnya.

Pangdam menyampaikan patroli gabungan ini kita laksanakan sebagai langkah antisipasi pasca ledakan bom yang terjadi pada gereja di Makassar dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktifitas di kota Medan ini.

Pangdam I/BB juga sudah memerintahkan para Dansat jajaran Kodam I/BB agar selalu mengambil langkah deteksi dini, sigap dan tanggap terhadap perkembangan situasi yang ada di wilayahnya khususnya wilayah Kodam I/BB.

“Kita berharap kondusifitas keamanan di Kota Medan tetap terjaga dengan baik serta mengajak peran serta masyarakat untuk ikut menjaga wilayahnya masing-masing, “Jika ada hal -hal yang mencurigakan segera untuk ditindaklanjuti dengan melaporkan kepada aparat terkait,” tegas Pangdam.

Kodam I/BB selalu bersinergi dengan Polri dan seluruh stakeholder tarkait dalam rangka menjaga kondusifitas dan memberikan rasa aman di tengah-tengah masyarakat.(Avid)

Monday, March 29, 2021

Kapolres Pekalongan Perintahkan Jajaran Perketat Pengamanan Mako


warnasumut.com - Pekalongan. Kepala Kepolisian Resor Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K., telah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan Mako Polres Pekalongan beserta Polsek jajaran. 

“Kepada Waka, PJU dan jajaran Polsek, saya perintahkan untuk siaga penuh, jangan lengah sedikit pun dalam menjaga keamanan Mako, laksanakan patroli ditempat-tempat rawan terjadi tindak pidana,” tegas Kapolres Pekalongan, Senin (29/3/2021).

Adapun pengawasan dilakukan dengan menyiagakan aparat kepolisian bersenjata lengkap yang berjaga ketat di pintu masuk mako. Meski wilayah Kabupaten Pekalongan masih dalam status aman, namun dalam hal ini pihaknya tetap mengimbau aparat agar tetap berhati-hati, Utamanya yang mendapat tugas penjagaan. 

Dan bagi siapapun yang akan masuk ke Mako Polres Pekalongan akan tetap diperiksa untuk memastikan tidak adanya barang berupa benda tajam maupun benda berbahaya lainnya yang dibawa pengunjung.

"Wilayah hukum Polres Pekalongan masih kondusif, hanya saja ketika ada orang yang ingin masuk ke Mapolres harus diperiksa, sementara untuk Polsek jajaran juga diperketat dan diperiksa barang bawaannya," ungkap Kapolres Pekalongan AKBP Darno. (Red-WarSu)

Sunday, March 28, 2021

Aliran Dana Suap Proyek Lamsel ; NGO, Aktivis, Akademisi Dan Advokat Dorong KPK Tetapkan Nanang Ermanto Tersangka


warnasumut.com - Lampung. Usai jadwal sidang lanjutan pada tanggal 24 Maret 2021 di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas IA  Tanjung Karang dalam perkara suap fee proyek di Kabupaten Lampung Selatan jilid 2 (dua) yang turut menghadirkann  Nanang Ermanto yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lampung Selatan telah menyita perhatian publik mulai dari NGO, aktivis, Tokoh masyarakat, Advokat, akademisi dan atau praktisi hukum turut angkat bicara dan sikap atas terungkapnya dalam fakta persidangan bahwa Nanang Ermanto turut menerima uang senilai ratusan juta rupiah dari mantan anggota DPRD Lampung yakni Agus Bhakti Nugroho (ABN) yang diperintahkan mantan Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan tahun 2017 dan 2018 disinyalir dari hasil fee proyek. 

Terkait hal ini, Ketua Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda Untuk Demokrasi (KAMPUD), Seno Aji kembali meminta kepada KPK agar menjalankan tugas dan wewenangnya dalam mengusut kembali perkara suap Fee proyek Lampung Selatan jilid II dengan  mengedepankan asas pada kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum dan proporsionalitas sesuai UU Nomor 30 Tahun 2002 Tentang KPK.

"Ditinjau dari fakta persidangan, terkait adanya dugaan aliran dana ke Nanang Ermanto pada saat sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan yang diberikan malalui mantan anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho yang diperintahkan mantan Bupati Zainuddin Hasan tahun 2017 Senilai Rp. 480 juta dan 2018 senilai Rp. 450 juta yang disinyalir dari hasil fee proyek dimana nilainya tersebut sesuai dengan dokumen yang dicatat oleh JPU KPK, maka hal ini sebagai petunjuk bahwa Nanang Ermanto diduga turut menerima aliran uang tersebut, yang sebelumnya dikabarkan Nanang Ermanto juga telah mengembalikan sebagian uang tersebut kepada KPK, melihat bukti permulaan ini tentunya menjadi pertimbangan KPK untuk dapat meningkatkan status Nanang Ermanto, maka KPK dalam menjalankan tugas harus sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang KPK pada bagian kedua penyelidikan dan bagian ketiga penyidikan", kata Seno Aji, di Bandar Lampung, Minggu (28/3/2021). 

Sambung Seno Aji yang juga sebagai Aktivis muda ini menjelaskan, bahwa hal penetapan seorang sebagai tersangka tentunya sesuai dengan ketentuan. 

"Benar apa yang disampaikan oleh KPK melalui Pak Ali Fikri, KPK harus bekerja atas dasar hukum, korelasinya adalah mengenai alat bukti yang sah, sesuai Pasal 184 ayat (1) KUHAP adalah, Keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, keterangan terdakwa, kemudian pasal 183 KUHAP, minimal dua alat bukti, jadi tidak ada alasan lain bagi KPK, untuk tetap terus mengusut tuntas aliran dana yang bersumber dari Zainuddin Hasan melalui Agus Bhakti Nugroho, dan menetapkan kembali pihak-pihak yang menerima aliran dana dari Zainuddin Hasan  sebagai tersangka ", harapan Seno Aji Ketua DPW KAMPUD. 

Perlu diingat, KPK melalui Plt Juru bicara bidang penindakan, Ali Fikri pernah menegaskan dalam menanggapi dorongan dari elemen masyarakat terkait status Nanang Ermanto pada perkara suap Fee proyek Lampung Selatan jilid 2 ini, bahwa KPK sebagai penegak hukum harus bekerja atas dasar hukum dan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka dasarnya adanya kecukupan alat bukti. 

"Kami sangat memahami harapan masyarakat terkait penuntasan penanganan perkara tersebut.

KPK dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka itu bukan karena desakan ataupun permintaan pihak tertentu", jelas Ali Fikri di Jakarta, (17/12/2020) lalu. 

lanjutnya, "sebagai penegak hukum, KPK tentu harus bekerja atas dasar hukum yang berlaku, sehingga dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka dasarnya adalah adanya kecukupan alat bukti.

Jika sepanjang adanya bukti permulaan yang cukup maka KPK juga tak segan menetapkan kembali pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam pengembangan perkara tersebut", terang Ali Fikri. 

Sementara, Advokat ternama M. Alzier Dianis Thabranie menuturkan bahwa perbuatan mereka yang mendapat fee proyek masuk pada ranah tindak pidana korupsi, "Saya kira ini perbuatan mereka yang disebut-sebut 'kecipratan' fee proyek, jelas masuk ranah tindak pidana korupsi, misalnya bisa berupa gratifikasi, dan ini menjadi tugas penyidik KPK untuk mengembangkannya",  tutur dia seperti dikutip dari be1lampung.com.

Menurut Alzier yang juga Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Lampung, bahwa sebagai penyelenggara Negara dilarang menerima hadiah dari pihak lain dalam bentuk apapun, "karenanya, sangat tidak elok pengakuan tersebut, dan ini sudah menjadi tugas penyidik KPK melakukan pengembangan perkara dengan menetapkan tersangka baru. Apalagi jelas ada pengakuan dan pengembalian uang dari Nanang Ermanto. Untuk diketahui, pengembalian uang itu tidak menghilangkan perbuatan tindak pidana yang telah dilakukan, namun hanya menjadi salah satu pertimbangan yang dapat meringankan dalam melakukan penuntutan", terangnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh akademisi dan juga advokat DR (Can) Nurul Hidayah, SH, MH, jika Penyelenggara negara itu, jangankan untuk meminta, menerima hadiah dalam bentuk apapun itu tidak boleh apalagi Nanang Ermanto saat itu sebagai Wakil Bupati Lampung Selatan (penyelenggara Negara), sesuai dengan pasal 12 UU Nomor 31/1999 Jo UU Nomor 20/2021, kalau dalilnya pak Nanang karena tidak main proyek dan boleh minta uang itu tidak dapat dibenarkan juga", jelasnya seperti dilansir dari media harianpost.co. 

Dia juga melanjutkan, jika mengenai masalah proyek itu semua ada tingkatannya, "kalau Pak Nanang Ermanto mengusulkan proyek itu harus diusulkan melalui Musrendes, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten yang diatur di UU Nomor 25/2004 dalam pasal 27 ayat 2 tentang sistem perencanaan pembangunan", ungkap Nurul. 

Selain itu, Nurul juga meminta pihak KPK memberikan kepastian status hukum terhadap Nanang Ermanto,  apakah cukup bukti untuk meningkatkan statusnya sebagai tersangka atau tetap sebagai saksi dan jangan berlarut-larut karena akan menimbulkan beragam asumsi di Masyarakat, dan sangat jelas dari kesaksian ABN lebih dari 5 kali memberikan uang kepada Nanang Ermanto dengan tempat berbeda-beda, dan cara memberikannya pun memakai sandi kalau plat merah itu uang ratusan, kalau biru itu uang 50 ribuan di dalam kesaksian ABN dalam persidangan tanggal 24 Maret 2021", tandas DR. Can. 

Sementara, ketua Lembaga Transformasi Hukum Indonesia (THI), Wiliyus Prayietno, SH, MH meminta aparat hukum harus jeli melihat permasalahan ini, sebab dia menduga uang yang diberikan Zainuddin Hasan ke Nanang Ermanto bersumber dari fee proyek. 

"Tidak mungkin tiba-tiba orang ngasih uang kalau tidak ada alasannya, jadi aparatur hukum mesti menelisik lebih dalam lagi permasalahan ini untuk mengetahui ada atau tidaknya keterlibatan Nanang Ermanto tersebut, Kata Wiliyus. 

"Kalau menurut kacamata Saya, beliau (Nanang Ermanto-red) ini sudah masuk ke ranah pidana, karena ikut menikmati uang tersebut. Tapi Say tidak tahu menurut aparatur hukum, apakah ini masuk dalam ranah pidana atau tidak", tanya dia dilansir dari podiumlampung.com. 

Wiliyus juga menambahkan, "jadi, aparatur hukum harus tegas dalam menyikapi status Nanang Ermanto saat ini. Jadi KPK jangan takut-takut menentukan sikap selama itu benar supaya masyarakat Lamsel mendapat pemimpin yang bersih, jujur serta tidak korupsi", pinta dia. 

Sedangkan, Ketua Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung, Gindha Anshori, SH, MH mendesak KPK menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) yang baru untuk Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto. 

"KPKAD bersikukuh bahwa Nanang Ermanto diduga terlibat dan turut menerima gratifikasi sebagaimana yang Ia terima dari Zainuddin Hasan tersebut. Oleh karenanya yang bersangkutan harus diproses dan KPK harus segera menerbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) baru", kata Anshori dikutip dari podiumlampung.com. 

Langkah ini terlihat dari fakta persidangan Nanang Ermanto yang mengakui pernah menerima uang dari mantan Bupati Zainuddin Hasan. Sehingga, ini masuk dalam rangkaian perbuatan dari Zainuddin Hasan. Selain itu, perbuatan Nanang Ermanto ini dikategorikan sebagai pelaku yang diduga turut serta secara pidana dalam menerima dugaan gratifikasi dari berbagai pihak yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan. 

"Alasan Nanang Ermanto bahwa yang bersangkutan menerima yang dari Zainuddin Hasan karena tidak diperbolehkan main proyek hal ini sangat tidak masuk akal, karena tidak ada satu aturan yang dapat melegitimasi perbuatan tersebut adalah perbuatan yang tidak melanggar hukum", jelas dia. (Red)

Saturday, March 27, 2021

Polsek Helvetia Tangkap Tersangka Penganiaya Yang Sempat Viral Di Medsos


warnasumut.com - Helvetia. Tekab Polsek Medan Helvetia menangkap Lab (26), tersangka penganiaya terhadap Rishen Citra Pungkut (38) warga Jalan Sunggal Pasar IV No.16 B Medan Sunggal,Sabtu (27/03/2021) 

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu Zuhatta Mahadi, STK, SIK, kepada wartawan mengatakan penangkapan Lab dilakukan Rabu (24/03/2021) sekitar pukul 23.30 Wib di Jalan Gaperta No.157 Helvetia Tengah kecamatan Medan.

Kasus penganiayaan itu, berawal ketika Rishen Citra sedang duduk - duduk di depan karoke King didatangi Lab dan beberapa orang temannya.

Tersangka saat itu menanyakan keberadaan seseorang bernama Aldo, karena korban tidak mengetahui siapa orang yang dimaksud, Pelaku langsung marah - marah sambil menyundulkan kepalanya ke kening kanan korban.

Tidak cuma itu, tersangka juga melanjutkan aksi penganiayaan dengan memukul dada korban dan kembali menyundulkan kepalanya ke bibir korban, mengakibatkan korban kesakitan dan gigi bawahnya menjadi goyang.

Merasa belum puas juga, tersangka menyusul aksi kekerasannya dengan memiting dan menyeret korban hingga korban terjatuh di jalan, yang mengakibatkan lutut sebelah kanan korban lecet sembari memaki maki korban yang sudah jatuh tersungkur ke tanah. 

"Terhadap Pelaku kami kenakan pasal 351 ayat (1) dari KUHPidana, ancaman hukumannya 2 tahun 8 bulan, untuk TKP jalan Kapten Muslim Komplek Megacom No.A18 - 20 FNB Coffe Shop Kelurahan Dwikora Medan Helvetia," jelasnya. 

Seperti terlihat dalam gambar penyidik Polsek Medan Helvetia Briptu Maulana Efendi SH memeriksa secara intensif tersangka Lab yang aksi kejahatannya sempat viral di media sosial tersebut. (Avid)