Oknum Kepala Desa di Kabupaten Toba Diduga Terlibat Penyerobotan Tanah Warga - Warna Sumut

Tuesday, December 21, 2021

Oknum Kepala Desa di Kabupaten Toba Diduga Terlibat Penyerobotan Tanah Warga

warnasumut.com - Toba. Permasalahan tanah kembali terjadi di Toba, telah terjadi penerbitan Surat Tanah oleh Oknum Kepala Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba yang di duga sarat penipuan dan pemalsuan data dan pemalsuan keterangan.  Korban penyerobotan tanah tersebut adalah  keluarga keturunan Alm. Nikodemus Situmorang alias Alm. Op. Oskar Situmorang  warga Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba yang telah beberapa generasi  bermukim di tanah tempat tinggalnya tersebut. Kejadian penyerobotan Tanah tersebut  diduga melibatkan Oknum Kepala Desa di daerah tersebut. 

Penipuan dan pemalsuan data dan pemalsuan keterangan tersebut di duga di lakukan oleh EN Sinurat dan oknum Kepala Desa Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba HD MANURUNG yang telah menerbitkan Surat Keterangan Tanah atas nama Esna Sinurat nomor 2006/745/PEM-PG/SK/IX/2020 tgl 21 September 2020 diatas tanah milik keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Op.Oskar Situmorang. Adanya penerbitan Surat Keterangan Esna Sinurat tersebut diketahui keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm.Op.Oskar Situmorang ketika keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Op.Oskar Situmorang digugat di PTUN Medan.

EN Sinurat yang merupakan warga desa Senio, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun di duga telah melakukan perbuatan penyerobotan tanah  seluas kurang lebih 6 rante yang merupakan milik dari  keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Op.Oskar Situmorang yang telah bermukim,menguasai dan mengusahai tanahnya itu selama 6 generasi secara terus menerus dan turun temurun dan diatas tanah tersebut sudah berdiri 8 unit rumah dan di tempati seluruh nya oleh keturunan Alm.Op. Oskar Situmorang. Sedangkan Esna Sinurat tidak pernah tinggal diatas tanah tersebut dan tidak pernah menguasai  tanah yang ditempati oleh keluarga keturunan Alm.Op.Oskar Situmorang sampai sekarang.

Dalam proses pembuatan Surat Keterangan Tanah tersebut diduga adanya perbuatan tindakan kejahatan penipuan dan pemalsuan data dan pemalsuan  keterangan mengenai obyek tanah tersebut. 
 EN Sinurat telah memberikan keterangan palsu dan data palsu dalam mengajukan permohonan Surat Tanah tersebut kepada Kepala Desa Pangombusan. 
Keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm. Op. Oskar Situmorang juga sangat  menyesalkan tindakan Kepala Desa  Pangombusan yang di duga terlibat dalam penerbitan surat tanah  yang tidak jelas ukuran, batas-batas dan lokasinya. 

Keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm. Op. Oskar Situmorang juga sangat menyesalkan tindakan Oknum Kepala Desa Pangombusan tersebut. Dalam pembuatan Surat Tanah Esna Sinurat tersebut, Kepala Desa Pangombusan membuat surat tanah tanpa  terlebih dahulu  melakukan pengecekan kelapangan mengenai kebenaran ukuran, batas-batas dan lokasi Tanah yang diajukan EN Sinurat, yang mengakibatkan keluarga keturunan alm.Nikodemus alias Op.Oskar Situmorang  sangat dirugikan baik secara materil maupun moril sebagai akibat dari penyerobotan  atas tanah dari keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm.Op.Oskar Situmorang yang diduga telah dilakukan oleh EN Sinurat bersama dengan oknum Kepala Desa Pangombusan.

Diduga adanya persekongkolan antara Kepala Desa Pangombusan dengan EN Sinurat dalam penerbitan Surat Keterangan tanah  Esna Sinurat tersebut. Keterangan dari keluarga keturunan Alm. Nikodemus Situmorang alias Alm.Op. Oskar Situmorang bahwa masalah tanah  ini telah sampai keranah hukum maupun pengadilan.

Permasalahan tanah ini semakin membingungkan keluarga Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm. Op Oskar Situmorang ketika Pengadilan TUN memenangkan saudara  EN Sinurat dalam gugatannya tanpa pernah melakukan pemeriksaan lapangan atas obyek tanah sengketa padahal di ketahui seluruh masyarakat desa Pangombusan bahwa saudara EN Sinurat lah yang sedang melakukan penyerobotan tanah atas milik  keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm. Op Oskar Situmoramg tersebut. 

Peristiwa ini menjadi tanda tanya besar bagi warga masyarakat Toba dan masyarakat Toba perlu waspada dengan  aksi-aksi penyerobotan tanah dan penguasaan tanah yang dilakukan  mafia tanah maupun oknum2 Pejabat TUN  yang tidak bertanggung jawab.

Keluarga keturunan Alm.Nikodemus Situmorang alias Alm. Op.Oskar Situmorang berharap agar instansi instasi terkait seperti Camat Parmaksian dan Bupati Toba  dapat membantu menyelesaikan persoalan tanah tersebut serta mengambil tindakan tegas terhadap Oknum Kepala Desa Pangombusan yang di duga terlibat mafia Tanah tersebut. (Tim)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda