Kuasa hukum Sri Bulana Sitepu, Walaupun Dibantah, Tidak Termasuk Dalam Kategori Memberikan Keterangan Palsu - Warna Sumut

Saturday, September 11, 2021

Kuasa hukum Sri Bulana Sitepu, Walaupun Dibantah, Tidak Termasuk Dalam Kategori Memberikan Keterangan Palsu

warnasumut.com - Langkat. Perjalanan persidangan kasus dugaan memberi kesaksian palsu Pasal 242 KUHP dengan terdakwa Sri Bulana Bru Sitepu di Ruang Chandra Pengadilan Negeri Kelas 1B Stabat, Jum'at (10/09/2021), sekitar Pukul 13.30. Waktu Indonesia Barat, semakin menarik.

Sidang Perkara Nomor : 426/Pid.B/2021/PN Stb, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, As'ad Rahim Lubis, SH, MH, berlangsung lebih menarik dengan menghadirkan para saksi korban, Rumondang Siregar, SH, MH, Darliana Br Sembiring, Siti Derhana, Eva Br Sutepu, Paksa Br Sembiring.

Apalagi, ada Rumondang Siregar, yang pada persidangan sebelumnya menjadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Susi Susanti, serta memenjarakan saksi Sri Bulana dengan tuduhan memberikan kesaksian palsu, dalam persidangan kali ini Rumondang lebih memilih menjadi saksi berpihak kepada Arihta Br Sembiring selaku saksi korban (pelapor).

Dalam persidangan yang dituduhkan kepada Sri Bulana sehingga menjadi terdakwa, Rumondang dengan berapi-api memberikan kesaksiannya seolah dirinya menjadi saksi langsung dalam peristiwa hutang piutang dengan modus investasi pendulangan emas yang dilakukan Susi Susanti yang kini telah divonis dan menjalani hukuman di LP Tanjung Pura, Kab.Langkat.

Tim Penasihat Hukum terdakwa Sri Bulana, Yusfansyah Dodi, SH, Fadillah Hutri Lubis, SH dan M.Yusuf, SH, MH, menanyakan kepada saksi Rumondang Siregar apakah dirinya ada hubungan keluarga dengan saksi korban (pelapor) Arihta Br Sembiring atau suaminya, Jaksa Fungsional di Kejari Langkat tersebut mengaku tidak ada hubungan keluarga dengan Arihta. 

"Saya dan Arihta tidak ada hubungan saudara. Begitu juga suami saya tidak ada hubungan keluarga dengan Arihta," ujar Rumondang, dari gedung Kejari Langkat lewat sidang virtual yang membuat pengunjung sidang di PN Stabat tersenyum.

PH juga menanyakan, terkait waktu penetapan tersangka yang dilakukan Rumondang Siregar sewaktu menjadi JPU kasus penipuan dengan terdakwa Susi Susanti kepada Sri Bulana. Sebab, menurut PJ ada yang tidak sesuai waktu dikeluarkannya penetapan penyelidikan dengan penetapan Sri Bulana dari saksi menjadi tersangka dan waktu runut pelaporan ke penyidik Polres Langkat.

Dari bukti pelaporan ke penyidik Polres Langkat dan langsung menetapkan Sri Bulana sebagai tersangka, jam pelaporan sekitar pukul 19.00 Wib. Namun Rumondang yg kala itu masih menjadi JPU mengatakan pelaporan itu dilakukan setelah adanya dikeluarkan penetapan dari Majelis Hakim yang saat itu dipimpin Edi Siong selaku Hakim Ketua.

PH menilai ada kejanggalan diduga Rumondang Siregar menetapkan Sri Bulana sebagai tersangka terlebih dahulu, kemudian dilaporkan ke penyidik.

Sementara itu, saksi lainnya Darliana Br Sembiring, dalam keterangannya tidak berbeda dari kesaksian pada persidangan sebelumnya, Rabu (08/09/2021) lalu.

Menurut Darliana, dirinya hanya mengetahui jika Sri Bulana ditetapkan sebagai tersangka oleh majelis hakim berdasarkan dari keterangan rekan-rekanya yang juga jadi korban Susi Susanti. 

Sama seperti sudang pekan lalu, Darliana juga mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui pasti tentang isi BAP yang dia tandatangani dari penyidik.

Tepatnya di depan Ruang Chandra PN Stabat, Kuasa Hukum Sri Bulana Sitepu Fadillah Hutri Lubis, SH didampingi M.Yusuf, SH, MH, menyimpulkan yang pertama bahwa keterangan saksi itu tidak mengetahui secara persis kalimat apa yang Dianggap palsu, karena semua keterangan itu sudah terbantahkan dengan keterangan Susi Susanti sebelumnya mengatakan bahwa ini adalah rekayasa dia yang melibatkan Sri Bulana Sitepu.

Untuk keterangan saksi yang tiga terakhir tadi, menurut Fadillah Hutri Lubis SH, yang jelas bahwa Eva itu tidak di dalam sidang, keterangan dia berikan di Kepolisian yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan, semua testimoni edito, keterangan yang dia dengar dari orang lain, itu bukan keterangan saksi yang memiliki nilai pembuktian yang sah

Nah sementara dua orang lagi tadi saksi, itu juga tidak mengetahui secara persis kalimat apa yang diucapkan oleh Sibulana Sitepu, pada saat diperiksa sebagai saksi dalam persidangan Susi Susanti, kalau pun bantahan yang diberikan oleh Sri Bulana Sitepu itu dianggap keterangan palsu ini terlalu lumir atau prematur." Ungkap Fadillah.

Kenapa? Itu hak seorang untuk membantah apa yang diterangkan Susi Susanti bahwa dia sudah membayar kepada Sri Bulana, dan uang dari para korban diserahkan kepada Sri Bulana tanpa adanya bukti bukti yang akurat seperti kuitansi atau tanda terima atau segala macam bentuk lainnya. Masih Fadillah

Sambungnya, Itu tidak bisa dipertanggungjawabkan keterangan seperti itu, dan walaupun dibantah Sri Bulana Sri Bulana tidak termasuk dalam kategori memberikan Keterangan palsu, tidak termasuk dalam kategori itu.

Inilah kita sayangkan, bahwa ada semacam bentuk penzoliman yang dilakukan oleh oknum oknum terhadap Sri Bulana Sitepu, semoga diampuni oleh Allah SWT, dan persiapan kedepan ia akan mengajukan saksi yang meringankan. (Tim)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda