Ketua Sema UNIMED: PPKM Bukan Ajang Seremonial Penanganan Covid-19 - Warna Sumut

Friday, July 23, 2021

Ketua Sema UNIMED: PPKM Bukan Ajang Seremonial Penanganan Covid-19

warnasumut.com - Medan. Pada saat ini Sumut mengalami peningkatan kasus penularan Covid-19 yang sangat signifikan. Terjadi lonjakan kasus positif sebanyak 937 orang tertanggal 16 Juli 2021. 

Gubernur Sumut, bapak Edy Rahmayadi mengatakan bahwa berdasarkan asesmen level Covid-19 tingkat kabupaten/kota, sebanyak dua kota berada di level 4, 22 kabupaten/kota di level 3, dan sebanyak 17 kabupaten/kota berada di level 1.
Dalam laporannya, beliau mengatakan bahwa Pemprov Sumut merasa kesulitan mendeteksi masuknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) illegal ke Sumut dikarenakan jalur masuk melalui para nelayan.

Sejalan dengan itu, beberapa waktu lalu Pemprov Sumut memberlakukan aturan PPKM darurat yang saat ini bertransformasi menjadi PPKM Level 4 dan dilaksanakan di Sumut sejak 12 Juli 2021 kemarin. Tercatat setidaknya 952 ribu warga Sumut yang merasakan dampak negatif di sektor ekonomi dari pemberlakuan peraturan tersebut. PPKM yang diharapkan mampu menurunkan angka penularan Covid secara sigifikan malah tidak begitu terlihat dampaknya. Sampai hari ini angka penularan Covid di Sumut belum juga menampakkan hasil yang memuaskan.

Persoalan demi persoalan  muncul ketika pemberlakuan PPKM ini  disinyalir tidak sesuai dengan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan yang menyebutkan “Setiap orang mempunyai hak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar sesuai kebutuhan medis, kebutuhan pangan, dan kebutuhan kehidupan sehari-harilainnya selama karantina” (Pasal 8 Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018).
Tentunya hal ini menjadi fokus kita bersama. 

Ketua Umum SEMA UNIMED sekaligus Koordinator Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Wilayah Sumatera Bagian Utara, Rayanda Al Fathira, turut menyampaikan pandangannya. 
Rayanda mengatakan bahwa langkah pemerintah provinsi membatasi kegiatan masyarakat dengan PPKM haruslah disandingkan dengan massifnya edukasi pencegahan penularan Covid kepada masyarakat. 

“PPKM darurat dan sekarang menjadi PPKM level 4 tidak boleh hanya menjadi sekadar ajang seremonial pemerintah dalam penanganan kasus Covid. Ia harus menampakkan hasil signifikan” ujar Ketua Umum SEMA UNIMED tersebut.

Koordinator BEM-SI Wilayah Sumbagut itu menambahkan “PPKM bukanlah panggung untuk menunjukkan seberapa gencar Pemprov melakukan penanganan Covid, itu langkah penanganannya. Jika ingin menunjukkan keseriusan dan keberhasilan haruslah dengan data yang jelas terkait jumlah tes, persentase kasus positif harian, persentase jumlah pasien, dan kasus kematian yang cenderung membaik. Jangan sampai bukannya menjadi solusi, PPKM malah menjadi momok atau mesin pembunuh baru yang hadir di tengah-tengah masyarakat. (Julian)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda